
~Perhatian Kecil~
Cyra membuat menu makanan Chinese food hari ini, dan mereka semua mempraktekkannya.
Para calon asisten koki sangat antusias dengan pelajaran hari ini, dikarenakan di restoran hotel sangatlah di minati untuk makanan Chinese food.
"Sudah siap semuanya?" tanya Cyra. dengan menatap kedepan.
"Sudah!" jawab mereka serempak.
Cyra mulai mempraktekkan cara membersihkan ikan agar tidak amis, lalu mempraktekkan cara menguliti ikan, agar kulitnya tidak sobek.
Semua mengikuti cara Cyra, beberapa ada yang kesulitan dalam menguliti, Cyra membantunya dan mereka kembali mempraktekkan sendiri.
Melihat Cyra mengajarkan mereka dengan sangat baik, membuat George semakin jatuh hati kepada gadis yang membuat dirinya penasaran.
"Waaaaow! cantik sekali dia!" celetuk Alex yang mencari-cari sahabatnya, ternyata sedang asik menonton.
"Alex?! sejak kapan di sini?" tanya George.
"Yaaah, tadi aku menunggu selama tiga puluh menit di ruangan mu, lalu mencari dirimu selama tiga puluh menit, total satu jam sudah waktuku terbuang percuma, hanya karena hati sahabatku yang sesak dimabuk cinta!" Alex menggoda sahabatnya.
George sangat tahu kalau temannya sedang berbohong dan ingin membuat dirinya merasa iba.
"Baiklah! sebagai tanda permohonan maaf ku, kita bicara di luar saja!" kata George sambil menepuk bahu Alex.
"Aku sudah lama tidak melihat Alexa?" tanya George sambil mereka berjalan keluar dapur hotel.
"Sepertinya di sedang sibuk, aku dengar dari papi, dia akan segera di jodohkan dengan seorang pria, anak dari kenalannya!" papar Alex.
"Semoga bukan dirimu!" celetuk Alex.
"Kenapa?" tanya George.
"Jelas karena kamu, menyukai wanita itu! jika kamu di jodohkan dengan Alexa, sudah pasti dia tidak akan pernah mendapatkan cintamu!" jelas Alex.
Sebenarnya Alex merasa jika adiknya menaruh hati kepada George, karena dulu sebelum Alex menikah, Alexa selalu mengikutinya jika dia ingin pergi bertemu dengan George, Alexa akan terus merajuk tak henti-hentinya jika Alex menolak mengajaknya.
Tapi Alex juga tidak begitu yakin, karena Alexa selalu begitu, merajuk, menangis jika tidak diberikan apa yang dia inginkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pras menandatangani sebuah kontrak kerjasama dengan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan, dia diminta untuk membuat design khusus untuk sebuah kamar tamu VVIV.
"Terima kasih, Pak Pras" seorang utusan dari sebuah perusahaan besar menjabat tangan dengan Pras sebelum dia berpisah.
Pras sangat senang, karena dia sudah mulai mendapatkan kepercayaan dan mulai menjalin hubungan kerja dengan beberapa perusahaan.
__ADS_1
"Selamat! kamu kembali mendapatkan klien di Indonesia!" ujar Jessica sambil mengulurkan tangannya.
Pras meraih uluran tangan Jessica dan tersenyum.
"Jess!" panggil Pras setelah melepaskan tangannya.
"Hmm!" jawab Jessica.
"Aku ingin kita seperti dulu, bersahabat, tanpa ada rasa yang mengganjal di hati, agar kita bisa bekerja sama dengan sangat baik, kamu pasti tau, kalau kita berkolaborasi, maka design kita sudah pasti lebih unggul dari siapapun." tutur Pras.
Jessica melihat Pras dan merasa Pras tulus mengatakannya, tapi sayang, Jessica masih tidak mau menjadi sekedar sahabat.
"Baiklah!" Jessica menerima tawaran Pras dan dia duduk.
"Aku menyetujuinya, bukan karena semata setuju, tapi dengan cara ini, aku bisa menahan mu agar bisa bersamaku." Jessica tidak akan pernah melepaskan perasaannya.
Pras kembali duduk, dia dan Jessica membahas tentang proyek kerjasama untuk membuat furniture di hotel bintang lima.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cyra duduk di kursinya, dia memiliki sebuah ruangan khusus yang dibuat untuk para koki senior, Cyra merasa hari ini tubuhnya lelah, seharian bekerja membuatnya menguras banyak energi, apalagi, hari ini banyak tamu di restoran, membuat Cyra harus ikut membantu menyiapkan pesanan.
Cyra memijat-mijat kakinya yang terasa begitu pegal.
Kriiing kriiiing
" Hallo?"
"Aku segera turun!" Cyra menutup ponselnya dan segera mengganti pakaian dan meraih tasnya yang hanya muat untuk dompet dan ponsel miliknya.
Cyra menaiki lift seperti biasa, lalu dengan langkah cepat dia langsung masuk ke dalam mobil yang di kendarai oleh Pras.
"Sudah siap? tidak ada yang tertinggal?" tanya Pras.
"Tidak!"
Pras memperhatikan wajah Cyra yang terlihat sangat lelah.
"Kamu terlihat lelah!" kata Pras.
"Hmm! banyak tamu hotel yang makan di restoran hotel, jadi aku hampir seharian berdiri!" Cyra melepas sepatunya agar aliran darahnya lancar.
Pras memarkir mobilnya di halaman rumah kedua orangtuanya.
Dia langsung membukakan pintu mobil untuk Cyra, mereka berdua berjalan masuk ke dalam rumah, angin sore menyambut kepulangan mereka.
"Masuklah duluan ke kamar, aku akan ambil sesuatu!" Pras langsung berlari ke arah dapur.
__ADS_1
Cyra masuk ke dalam kamar dan mengganti baju lalu merebahkan dirinya di atas kasur besar, kasur yang lebih besar dari pada kasurnya dengan Ryan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aden, cari apa?" tanya bibi yang bingung melihat Pras mencari-cari sesuatu.
"Handuk kecil bi!" jawab Pras sambil menutup laci kitchen set.
"Sebentar bibi ambilkan." bibi langsung membuka salah satu lemari dan mengambil handuk.
Diberikannya handuk itu kepada Pras. "Ini Den, handuknya!" ujarnya.
Pras langsung meraih handuk yang di sodorkan oleh asisten rumah tangga.
"Terima kasih, Bi." Pras langsung pergi sambil membawa baskom kecil di tangannya.
Pras membuka pintu kamarnya, dilihatnya sudah aman, baru dia masuk, dia tidak ingin kejadian beberapa hari lalu terulang lagi.
"Cyra!" panggil Pras yang membangunkan Cyra.
Cyra duduk di tepi kasur sambil menggosok matanya, matanya masih terlalu lengket untuk di buka, karena dia sangatlah mengantuk.
Pras menaruh baskom tepat di bawah kaki Cyra, baskom yang sudah dia isi dengan air hangat dan bubuk aromaterapi untuk menghilangkan rasa pegal.
Pras mengangkat satu kaki Cyra dan memasukkannya kedalam baskom air, dia menyiram sedikit demi sedikit, air hangat, bisa melanjutkan aliran darah, maka dari itu, Pras membuatkannya untuk Cyra, setelah selesai dengan kaki kanan, kini giliran kaki kiri yang dimanjakan.
Cyra tidak bisa menolah bahkan lidahnya kelu, dia tidak bisa berkata apapun, Pras benar-benar suami yang pengertian, dia tidak menyangka Pras akan memperhatikannya sampai sedemikian rupa.
Pras selesai merendam kaki Cyra, dia langsung menyeka kaki Cyra dengan handuk kecil yang dibawanya, kaki Cyra kini terasa lebih enteng, tidak pegal dan sangat relax.
"Terima kasih!" ucap Cyra kepada Pras.
Pras tersenyum, dia bahagia mendengar Cyra berterima kasih.
Perhatian kecil dari Pras, mungkin lama-lama akan bisa meluluhkan hati Cyra, yang selalu mengelak semua perlakuan Pras yang sangat baik kepadanya, bahkan Cyra enggan mengakui kehebatan Pras, dia tidak mau Pras salah sangka dengan sikapnya, sedangkan sebenarnya dia sendiri tidak mengerti mengapa dia kagum dengan sikap Pras, dia juga memuji Pras di dalam hatinya, sayang Cyra tidak mengungkapkan nya, andai saja dia bicara jujur, pasti Pras akan semakin bahagia.
.
.
.
Hai guys terimakasih sudah membaca.
aku juga punya rekomendasi novel bagus untuk kalian, mampir yaaa.
__ADS_1