Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)

Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)
SK Part 70


__ADS_3

~Kasih sayang~


Setelah mendengar kabar tentang cyra. Jasmine dan kedua orang tuanya langsung bersiap pergi ke klinik diantar oleh supir mereka.


Lasmi terus menangis selama perjalanan mereka. Jasmine terus menenangkan ibunya. Hati mereka sama-sama terasa seperti tersambar petir lalu hujan menguasai.


"Cyra." Panggilnya setiap ia terisak.


"Sudah, Bu. Sabarlah, kita berdoa semoga menantu kita tetap bisa berada bersama kita. Setelah ini Bapak janji. Tidak akan berpura-pura tidak menyayanginya. Dia menantuku tuhan. Dia wanita sempurna, jika engkau menyelamatkannya. Kami akan sangat berlaku baik dan menunjukkan kasih sayang kami."


Pria itu malah menangis sampai sesenggukan. Dia terus menyeka air matanya sendiri dan menyesali perbuatannya.


Meski mereka berlaku kasar dan tidak adil kepada menantunya, akan tetapi mereka memiliki rasa sayang yang besar untuk menantunya.


"Pak, kita tunjukkan kalau kita sangat menyayangi dia. Pak, masakan Cyra enak sekali kan?" tanya Lasmi.


"Enak sekali, Bu."


"Sesampainya di klinik. Kita sampaikan semua kesukaan kita saat dia berada di rumah dan rasa sepi kita saat dia pindah rumah."


Tangisan yang saling bersahutan itu tidak menyadarkan mereka kalau roda mobil tidak lagi berputar.

__ADS_1


"Pak, Bu. Sudah sampai di klinik." Supir membuyarkan tangisan mereka.


"Sudah sampai?" tanya Lasmi seperti linglung.


"Benar." Supir menjawab.


sepasang suami istri dan satu orang putrinya turun dan mereka mencari ruangan khusus itu.


Jasmine bertanya kepada resepsionis klinik tentang keberadaan kakak iparnya.


Seorang pria kembali menghampiri dan menawarkan jasa antar ke ruangan khusus tersebut.


"Mari silahkan masuk, tapi saya harap bisa bergantian."


"Ayo kita masuk." Jasmine membuka pintu ruangan.


"Pakai dulu baju ini." Jasmine mengambilkan sepasang baju berwarna hijau untuk mereka pakai dan juga topi karet.


"Pras ada di dalam, Pak." Lasmi menunjuk ke arah kaca.


"Dia pasti sangat terpukul. Kita harus menghibur dirinya." Batu menatap Pras dari balik kaca.

__ADS_1


Mereka langsung masuk ke dalam ruangan. Pras yang melihat kedua orang tuanya dan juga adiknya. Mereka langsung berpelukan bergantian. Pras memeluk lama ibunya.


"Yang sabar, Nak. Ibu yakin istrimu akan kembali ke tengah-tengah keluarga kita." Lasmi memeluk dan menepuk punggung putranya.


Nampak jelas kesedihan dan rasa takut di wajah putranya. Dia tahu kata-kata apapun saat ini tidak dapat mengurangi rasa cemas di hati Prasetyo.


"Dengar. Istrimu akan sembuh dan membuka matanya kembali." Bayu memeluk putranya.


"Siapa yang melakukan hal ini?" tanya Jasmine.


"Kakak belum bisa memastikan. Hanya saja Jessica yang menemukan Cyra di sebuah gudang tua yang tidak lagi terpakai." Cerita Pras.


"Bagaimana Cyra bisa berada di pabrik tua itu?" Lasmi tidak habis pikir.


"Aku belum menanyakan detailnya. Namun, dia bilang sudah melaporkannya kepada polisi." Pras mengepal kedua tangannya.


"Sabar, kita tidak boleh gegabah. Kita harus menangkap pelakunya agar dia jera." Lasmi mengingatkan putranya.


Lasmi melihat wajah menantunya yang masih sangat pucat. Dia duduk di kursi dan mulai berbicara dengan Cyra.


"Cyra, orang bilang, orang yang sedang koma tetap bisa mendengar percakapan. Jadi Ibu akan memberitahukan sesuatu kepadamu." Lasmi tersenyum tulus.

__ADS_1


"Cyra, maafkan Ibu dan Bapak yang selama ini selalu saja menyusahkan dan membuatmu menangis. Kami sangat menyayangi dirimu. Bangunlah sayang" Lasmi membuat pengakuan sambil menangis.


__ADS_2