Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)

Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)
SK Part 69


__ADS_3

~Kepanikan Pras~


berlari secepatnya dan mencari ruangan istrinya. Pras penuh kecemasan. dia datang dengan tampang yang kusut.


"Silahkan saya akan antar." Seorang dokter menawarkan diri mengantar Pras ke ruangan Cyra.


Pras mengikuti langkah pria yang menggunakan jas dokter.


Pria itu berjalan dengan tenang, sedangkan Pras berjalan dengan penuh rasa cemas. Dia takut kehilangan lagi. Dia sudah kehilangan Ryan adik yang sangat dia sayangi. Dia tidak mau kehilangan istri yang sangat dia cintai.


"Silahkan masuk. Bu Cyra harus dirawat di ICU untuk sampai kondisinya stabil. Dia datang dengan kondisi sudah tidak sadarkan diri. Untung langsung segera di bawa jika tidak. Kondisinya bisa lebih memprihatinkan lagi." Jelas dokter itu.


"Anda yang merawatnya?" tanya Pras.


"Benar. Saya adalah dokter yang menangani pasien atas nama Cyra." kata sang dokter.


"Saya suaminya, Dokter. Terima kasih sudah menyelamatkan istri saya." Pras menjabat tangan dokter dan bersungguh berterima kasih.


"Saya izin menemuinya dulu." Pras langsung masuk dan mengenakan pakaian rumah sakit untuk menemui Cyra yang terbaring di ruang ICU.

__ADS_1


Melihat istrinya terluka di beberapa bagian tubuh. Membuat Pras tak bisa menahan rasa sakit di dalam hatinya.


"Siapa yang melakukan hal ini?" tanya Pras sambil terus melangkah mendekati ranjang rumah sakit.


Rasa sedih, sakit, marah, kecewa kepada diri sendiri karena tidak bisa melindungi. Semua bercampur aduk di dalam hati seorang pria yang istrinya sedang berjuang antara hidup dan mati.


"Bertahanlah. Aku tidak mau kehilangan wanita yang aku cintai. Bertahanlah dan tetap berada di sisiku." Pras meraih tangan hangat istrinya sambil menitikkan air mata pilu.


Melihat seorang yang kita cintai tidak berdaya dan sedang berjuang untuk hidup. Pastilah menyisakan kecemasan yang sangat besar di dalam hati. Harapan, doa, terus di rangkai agar tuhan memberikan pertolongan.


Pras terduduk sambil terus menatap wajah cantik istrinya.


"Cyra, bangun. Aku di sini, bangun aku rindu sikap cuek dirimu. Aku rindu omelan mu. Aku mohon buka matamu." Pras kembali terisak.


.


.


Teriakan dari dalam kamar terdengar. Lasmi langsung menghampiri kamar putrinya.

__ADS_1


"Jasmine, kamu kenapa?" tanya Lasmi setengah cemas.


"Bu ... Mba Cyra." Jasmine bahkan tidak bisa bicara dengan lancar setelah mendengar tentang keadaan kakak iparnya.


"Cyra? Memangnya kenapa dengan Cyra? Kenapa wajahmu menjadi pucat seperti ini Jasmine?"


Seorang ibu yang melihat putrinya mengeluarkan keringat dingin dan tubuhnya bergetar, dia langsung memeluknya.


Lasmi akan melakukan hal itu jika Jasmine sedang panik.


Jasmine membalas pelukan ibunya. Dia berusaha mengabari orang tuanya kondisi Cyra.


"Bu. Mba Cyra mengalami koma," ujar Jasmine dengan tubuh masih gemetar dan sekarang dia menangis.


Lasmi yang tidak percaya langsung melepaskan pelukannya dan menatap wajah putrinya yang sudah banjir air mata.


"Jangan bercanda." Suara Lasmi terdengar gemetar.


"Aku tidak bercanda, Bu. Kak Pras mengirimi aku pesan kalau kak Cyra sedang di rawat di sebuah klinik besar, kondisinya tidak memungkinkan untuk di bawa ke rumah sakit. Jadi mereka merawatnya di ruangan khusus yang hampir mirip dengan ICU." Terangnya.

__ADS_1


"Tidak."


Tubuh Lasmi tiba-tiba lemas dan tidak kuasa menahan bobot tubuhnya sendiri. Dia terduduk di bibir kasur dan menangis mengkhawatirkan kondisi menantunya. Bagi Lasmi Cyra adalah menantu wanita satu-satunya dan wanita satu-satunya yang pantas mendampingi anak emasnya.


__ADS_2