Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)

Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)
SK Part 53


__ADS_3

~Meeting~


Pras sampai di kantornya, dia bertemu dengan Bagas, asisten pribadinya.


"Gas, nanti kita akan ada pertemuan dengan tim dari hotel yang akan kita buat beberapa furniture nya, persiapkan semua dokumen yang diperlukan, informasikan juga kepada Dina untuk mengecek kembali lokasi pertemuan dan jam yang sudah mereka tentukan." Pras masuk kedalam ruangannya, sedangkan Bagas pergi menemui Dina sekertaris pribadi Pras.


.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kinan! bangun! kenapa sih anak ini selalu saja bangun siang? tidak tahu apa kalau mamanya cape kerja ini itu sendirian!" keluh Yuni tentang tingkah anaknya yang seperti seorang putri.


Kinan memang setiap harinya hanya, makan, tidur dan menghabiskan uang saja.


"Kinan ayo bangun!" Yuni menarik tangan putrinya dengan batas wajar.


"Mama, aku masih mau tidur, aku masih mengantuk!" jawabnya sambil menarik kembali tangannya hingga terlepas dari genggaman mamanya.


Kinan anak yang sangat terkenal manja, tidak pernah mau menyentuh pekerjaan rumah, sehingga Yuni selalu sibuk sendiri dalam mengurus urusan rumah tangga, mereka tidak lagi memiliki asisten rumah tangga setelah usaha dari ayah Cyra bangkrut.


Jarwo adalah manager keuangan di perusahaan ayah Cyra, dia adalah salah satu karyawan kepercayaan, sehingga semua urusan keuangan diserahkanya kepada Jarwo.

__ADS_1


"Pah! kenapa sih Kinan itu seperti ini, kita sudah tidak lagi seperti dulu, kita tidak lagi bergelimang harta, kenapa anak itu masih bersikap seperti tuan putri!" kesal Yuni yang mengoceh di hadapan suaminya.


"Bukankah, kamu yang mendidiknya seperti tuan putri selama ini? jadi nikmatilah!" kata Jarwo sambil menutup koran yang sedang dibaca olehnya lalu pergi meninggalkan istrinya.


Jarwo masih bisa menikmati hidup berkecukupan karena dia memiliki usaha rumah makan kecil, sehingga dia masih bisa hidup nyaman bersama keluarganya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kamu sudah siap Cyra?" tanya George


"Saya sudah siap, Pak!" jawab Cyra yang akan di ajak ke sebuah pertemuan oleh George.


"Kita berangkat sekarang!" George duduk di kursi belakang supir, sedangkan Cyra memilih duduk di samping supir.


Melihat sikap Bossnya yang kesal, membuat sang asisten pribadi menahan gelak tawanya.


"Jangan kamu pikir, aku tidak tahu kalau kamu sedang menahan tawa!" kata George kepada asistennya.


"Maaf, tapi sikap mu terlalu kentara, aku sudah bilang, sembunyikan dalam-dalam perasaanmu, jangan sampai dia merasa tidak nyaman karena tahu, Boss nya ternyata selama ini menyukai dirinya!"


"Apa sangat kentara?" tanya George


"Sangat ... sangat ... sangat!" tegasnya.


George langsung menyentuh wajahnya dengan kedua tangannya, dia tidak tahu kalau sikapnya sangatlah kentara, dia memang sangat menyukai Cyra, tapi dia tidak sadar kalau semua itu sangat terlihat.

__ADS_1


George, Cyra dan juga asisten pribadi George turun dari mobil, mereka masuk ke sebuah cafe dimana mereka membuat janji bertemu.


George mencari meja yang sudah di pesan olehnya dan mereka menuju kesana.


"Selamat datang." sebuah tangan yang sangat dikenal oleh Cyra menjabat tangan dengan George.


"Selamat datang!" sapa George.


"Sebelum mulai meeting ya, saya ingin memperkenalkan, ini adalah Cyra, seorang koki yang akan menentukan design yang cocok untuk bagian dapur." George memperkenalkan Cyra sambil merangkulnya.


Melihat pemandangan itu, membuat Pras merasa terbakar, cyra pun merasa tidak enak dengan Pras, karena dia tidak menyangka kalau George akan memperkenalkan dirinya dengan cara yang tak terduga.


.


.


.


.


Hai semuanya...Maaf karena aku baru selesai sakit, jadi baru bisa Up.


baca juga karya dari temanku... pastinya seru.


__ADS_1


__ADS_2