
~Terasa manis di lidah~
Cyra selesai membuat menu sarapan pagi, dia hari ini bereksperimen tentang membuat kue bakpao yang lembut. Cyra membawa bakpao dengan nampan ke ruangan makan. saat dia memasuki ruang makan, matanya tertuju pada satu orang yaitu Pras, dia terkejut Pras sudah tiba di rumah, dia tidak mengira Pras akan pulang secepat ini, dia benci melihat Pras berada di rumah, kebenciannya muncul karena Pras adalah laki-laki yang membuatnya harus kembali menjalani pernikahan yang dipaksakan.
Cyra membagikan beberapa bakpao yang sudah ia buat, saat ia ingin menuju ke bangku Pras, kakinya terasa sangat berat, bahkan ia tidak ingin mendekat ke arah Pras, namun apa daya dia tetap harus melayaninya, karena ada kedua mertuanya yang melihat dan juga adik iparnya, Cyra berjalan selangkah demi selangkah hingga akhirnya sampai tepat di samping bangku di mana Pras duduk, dia memberikan satu bakpao untuk Pras, lalu dia kembali ke bangkunya yang letaknya berjauhan dari bangku Pras.
"Cyra, mulai besok kamu duduk di bangku yang berada di samping pras" kata Lasmi.
Cyra menoleh, rasanya ia ingin mengumpat Ibu mertuanya sendiri, namun apa daya Jika ia melakukan itu maka kedua mertuanya akan menghukum dirinya, maka yang bisa dilakukan Cyra saat ini adalah mengangguk dan menuruti semua perintah dari kedua mertuanya.
"Jika dia belum siap, tidak apa-apa Bu, lagi pula kita belum resmi menjadi sepasang suami istri," kata Pras yang mengerti perasaan Cyra.
Mendengar Pras yang seakan membelanya, membuat Cyra kembali jijik. Dia benci kepada pria yang berpura-pura peduli terhadap dirinya. Padahal dia sangat tahu laki-laki seperti Pras adalah laki-laki yang tidak bermoral karena dia dengan sangat senang menerima perjodohan ini.
"Rasa bakpaonya sangat lembut dan di dalamnya manis, manisnya terasa pas ketika berada di dalam mulut," kata Pras memuji kreasi masakan Cyra.
*****
Cyra mengotak-atik ponselnya, dia membuka kamera lalu merekam semuanya, yang ia lakukan setelah itu adalah mengurimkan video melalui email kepada seorang pria yang kemarin memberikannya kesempatan menjadi seorang trainer, yang mengajarkan tata cara membuat kue.
Cyra mendapatkan kesempatan untuk membimbing beberapa para pekerja yang akan membuat masakan di sebuah restoran, entah mengapa pria ini menunjuknya sebagai seorang trainer, padahal banyak diluar sana koki handal yang bisa mengajarkan karyawannya lebih baik daripada dirinya, tapi Cyra tidak peduli, yang penting dia bisa bekerja dan menghasilkan uang. Dia tidak mau selalu menjadi benalu di dalam keluarga suaminya dan dia juga ingin menunjukkan kepada kedua mertuanya, bahwa dia adalah sosok wanita yang mandiri yang bisa bekerja dan mencari nafkah sendiri.
Selang tak berapa lama setelah dia mengirimkan email, Cyra mendapatkan panggilan telepon dari pria yang bernama George.
George adalah seorang pemilik restoran bintang lima dan juga memiliki sebuah hotel ternama dibeberapa kota, Cyra tahu pria ini namun dia tidak tahu kenapa pria ingin memilihnya.
__ADS_1
"Aku sudah menerima emailmu dan aku sudah melihat videonya, itu sangat menarik dan aku rasa mulai hari ini, kamu sudah bisa men-trainer mereka semua melalui aplikasi, kalian akan tatap muka meski online, Aku harap kamu menggunakan pakaian formal agar bisa mencontohkan kepada karyawan-karyawan kami," kata George.
"Baik Pak George, saya mengerti, saya akan mengikuti semua perintah anda," kata Cyra.
"Kamu, tidak perlu memanggilku dengan sebutan Pak, cukup panggil namaku saja George," kata George, namun Cyra merasa canggung karena posisinya adalah karyawan George juga, meski karyawan online, karena ia bekerja kepada George melalui ponsel saja, tidak tatap muka langsung seperti karyawan lainnya.
"Kamu tidak perlu canggung," kata George seakan tau apa yang ada didalam benak Cyra.
"Tidak masalah jika hanya ada aku dan kamu, silakan panggil aku George saja, tapi jika di depan para karyawan lainnya, baru kamu boleh panggil aku dengan sebutan Pak" lanjut George.
"Baik Pak, maaf maksudku George, saya akan melakukan perintah anda," lalu Cyra menutup ponselnya, karena George juga sudah selesai berbicara dengannya dan menutup telepon terlebih dahulu.
Cyra bersiap-siap, dia bahkan memoles wajahnya dengan sedikit polesan lipstik di bibirnya, eyeliner dan juga sedikit eyeshadow di kelopak matanya, dia juga menggunakan blush on di pipinya, dia merias wajahnya tipis-tipis karena yang terpenting adalah kemampuannya, bukan pesona wajahnya.
Cyra menghela nafas panjang, sebelum memulai video call dengan beberapa karyawan akan di trainingnya, sedikit gugup di hati Cyra, namun dia berusaha untuk menyingkirkannya, karena baginya ini adalah kesempatan sekali seumur hidupnya, untuk bekerja sama dengan sebuah restoran dan hotel bintang lima yang begitu terkenal.
Cyra memulai panggilan video call dan beberapa karyawan George mulai menyapanya, lalu cyra memberikan beberapa praktek untuk membuat bakpao hari ini, karena sebuah restoran harus menyiapkan dessert dan juga menu makanan utama, maka Cyra berinisiatif untuk membuat bakpao, jarang sekali sebuah restoran menyediakan bakpao karena itu dia berinisiatif untuk memperkenalkan bakpao buatannya kepada khalayak umum.
"Terima kasih semuanya, untuk waktunya hari ini, saya harap untuk pembelajaran hari ini cukup dan untuk prakteknya, kita akan adakan besok, jadi sehari materi, besoknya kita akan melakukan praktek, begitu seterusnya jadi untuk hari ini sekian dan terima kasih." Cyra mundur diri dari video call yang ia lakukan bersama dengan karyawan George.
Cyra sangat lega karena, hari ini ia berhasil membimbing, walaupun ada sedikit kesalahan, tapi baginya itu tidak masalah, namun esok hari, Ia tetap harus memperbaiki kesalahan tersebut, Cyra sadar betul, bahwa kesalahan harus diperbaiki bukan dimaklumi.
Selesai dengan pekerjaannya, Cyra keluar dari kamarnya, karena merasa haus, karena banyak bicara dan juga karena gugup, saat pergi ke dapur Cyra berpapasan dengan Pras.
Pras tertegun melihat kecantikan cyra, dia tak menyangka, Cyra bisa berdandan dan dia tidak menyangka, Cyra memiliki wajah yang begitu cantik dan sangat menarik ketika wajahnya dirias.
__ADS_1
"Kenapa? kenapa ngeliatin kayak begitu? kayak melihat hantu?!" kata Cyra dengan ketusnya.
"Tidak! hanya saja aku melihat sosok seorang bidadari yang turun dari kayangan dan menuju ke arahku," kata Pras dengan sedikit gombalan.
Mendengarkan kata-kata Pras, mengapa sepertinya mengeluarkan warna kemerahan di pipinya, namun dia langsung menepisnya Cyra langsung pergi dan mengambil air putih untuk mendinginkan hatinya.
Cyra merasa dia tidak boleh meladeni Pras, Cyra hanya akan mencintai satu laki-laki yaitu Ryan.
.
.
..
.
.
.Maaf kawan jika masih ada typo di karyaku, semoga kalian memakluminya dan tetap bisa menikmati karyaku.
terimakasih
love u all
jgn lupa tap fav, like, komen dan votenya.
__ADS_1