
~Janjian~
Kinan yang merasa kesal karena Pras sudah sangat mengabaikannya. Pras tidak pernah meliriknya yang sudah sangat mengidamkan pria itu.
Kinan menyusun rencana liciknya yang akan membuat Pras menyadari bahwa hanya dia yang pantas untuk mendampinginya.
"Aku akan merebut mu. Awalnya memang kamu adalah milikku. Harusnya kamu menjadi suamiku. Bukan suami dari sepupu ku." Kinan begitu emosi di dalam kamarnya sendirian.
Kinan bersiap. Siang ini dia kan mengajak sepupunya untuk makan siang bersama. Dia ingin membuat perhitungan dengan Cyra.
Kinan keluar dari kamarnya dan langsung menuju pintu depan rumahnya.
"Kinan, kamu mau kemana?" tanya Yuni.
"Aku mau pergi."
Kinan langsung saja berlalu tanpa memberitahukan kemana tujuannya.
Kinan mengendarai mobilnya sendiri. Dia menuju tempatnya janjian dengan Cyra.
.
.
Cyra selesai dengan tugasnya di restoran. Dia meminta izin kepada George untuk keluar hotel karena ingin bertemu dengan seseorang.
George memberi izin Cyra untuk istirahat keluar hotel.
"Mau kemana dia? Tumben sekali dia pergi keluar."
George melihat Cyra pergi dengan taksi.
__ADS_1
"Bukan dijemput oleh suaminya. Dengan siapa dia akan bertemu?" George nampak curiga.
.
.
Pras yang sedang sibuk di kantornya karena sedang ada beberapa proyek furniture. Karena banyak karyawan baru dan masih menyesuaikan diri dengan tugasnya. Pras mau tak mau harus ikut andil dalam kesuksesan proyek. Dia tidak bisa hanya duduk diam dan menonton saja.
"Pras. Aku mau pergi dulu sebentar. Ada yang harus aku beli." Izin Jessica.
Pras hanya mengangguk karena sedang sibuk dengan laptopnya.
Pras sedang mendesign sebuah furniture khusus pesanan seorang pejabat.
Jika dia berhasil memberikan yang dimau pejabat itu. Sudah pasti pejabat lainnya akan ikut memesan furniture di tempatnya.
"Bagas. tolong ke ruangan ku."
Pras memanggil sekretarisnya. Bagas sudah seperti tangan kanannya. Dia mengajarkan Bagas cara kerja yang baik dan rahasia agar bisa mendesain dengan baik.
"Kamu teruskan gambarku. Buat beberapa gambar batik yang bagus. Pejabat ini ingin lemarinya terdapat pahatan batik di setiap pintunya." Jelas Pras.
Bagas langsung mengambil alih tugas Pras. Sedangkan Pras beristirahat sejenak dan menghubungi ponsel istrinya.
.
.
Cyra sampai di sebuah tempat. Dia bertemu dengan Kinan di sana. Sebuah restoran yang tidak begitu jauh dari tempatnya bekerja.
"Hai." Sapa Kinan.
__ADS_1
"Hai." Cyra sangat senang bisa bertemu lagi dengan sepupunya.
Dulu mereka sering bermain bersama
Walau terkadang Kinan sering iri dengan apa yang dia miliki, tapi Cyra tidak pernah berpikiran jahat kepada sepupunya itu.
"Cyra, ayo ikut aku. Kita pergi ke sebuah tempat."
Cyra masuk ke dalam mobil Kinan. Dia sangat kagum karena Kinan bisa mengendarai mobil sendiri dan memiliki mobil.
"Kamu sudah makan?" tanya Kinan.
Cyra menggeleng. "Belum," jawabnya.
Kinan menyeringai. "Makanlah roti ini. Untuk mengganjal perutmu. Maaf roti sobeknya sudah aku buka. Tadi aku makan satu soalnya."
Kinan memberikan roti sobek dengan kondisi sudah terbuka.
Cyra menerimanya dan membelah satu bagian lalu memakannya.
"Kita ke sana ya." Kinan menunjukkan tempat.
Cyra merasa pandangannya menjadi buram. Dia merasa sangat pusing dan mual.
"Cyra ... Cyra, Kamu kenapa?" Kinan memanggil-manggil nama sepupunya.
"Aku pusing dan perutku mual." Cyra memijat keningnya.
"Sabarlah. Sebentar lagi kita sampai. Mungkin kamu sangat lapar."
Kinan mempercepat laju mobilnya.
__ADS_1
Kinan menyeringai melihat Cyra begitu kesakitan.
Apa yang Kinan lakukan sebenarnya? Kenapa Cyra menjadi pusing dan mual?