Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)

Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)
SK Part 19


__ADS_3

~Fitting Baju Pengantin~


Cyra dan Pras berada di dalam satu mobil, mereka bersiap untuk menuju ke butik di mana butik itu adalah langganan dari Lasmi Ibu Pras, Cyra Sudah beberapa kali pergi ke butik tersebut, karena butik tersebut juga merupakan butik di mana dia dan Ryan dulu fitting baju pernikahan.


"Kenapa mereka membawaku ke butik itu lagi, apakah mereka tidak mengerti bagaimana perasaanku? Aku masih dalam situasi berkabung! Apakah mereka tidak tahu itu? Apakah semudah itu mereka melupakan anaknya sehingga mereka tidak memiliki perasaan?" bisik Cyra dalam hatinya


"Ibu mengajak kita fitting baju pengantin di sana, karena ia memiliki alasan tersendiri," kata Pras sambil menyetir mobilnya.


Cyra hanya bisa terdiam, dia tidak ingin mengetahui apa alasan dari ibu mertuanya, yang dia tahu cukup satu yaitu keluarga itu benar-benar tidak menghiraukan sama sekali perasaannya.


Setelah perjalanan yang cukup sepi karena Cyra sama sekali tidak bersuara dalam perjalanan mereka. Pras menghentikan Mobilnya di depan sebuah butik ternama yaitu The Floor.


"Masuklah nanti kamu akan dibantu fitting oleh mereka," kata Pras memberitahu Cyra namun lagi-lagi Cyra hanya berdiam.


"Mari Nona kami bantu," kata salah seorang pelayan yang sudah mengenal Cyra.


Cyra mengikuti langkah pelayan tersebut, ia sudah tahu Pasti akan dibawa ke fitting room.


"Nona Cyra, baju ini sangat cocok untuk Anda, kami menyiapkannya atas saran dari Tuan Pras dan juga Nyonya Lasmi," kata pelayan tersebut sambil memperlihatkan satu gaun pengantin yang terpasang di manekin.


Melihat baju pengantin itu Cyra tersentak kagum, gaun yang begitu cantik, gaun itu adalah gaun pengantin yang dipilihkan oleh Pras dan juga Ibu mertuanya.


"Gaun yang sangat cantik sesuai dengan seleraku, tapi untuk apa gaun ini sesuai dengan selera dan apa yang aku mau, tetapi pernikahan ini sama sekali tidak ingin aku jalani," batin Cyra sambil menyentuh baju pengantinnya.


Pras masuk ke dalam ruang fitting dan dia melihat Cyra yang sedang menyentuh gaun pengantin. Pras menghampiri Cyra dan kini dia berdiri tepat di belakang Cyra, sambil sedikit mendongakkan lehernya, sehingga kepalanya kini tepat di samping kepala Cyra, sehingga hembusan nafas Pras bisa terasa di sekitar Cyra.

__ADS_1


Cyra terkejut, ketika merasakan hembusan udara yang panas di sekitar telinga hingga lehernya, lalu ia menoleh dan tanpa disengaja bibirnya menyentuh pipi Pras, membuat Pras mengembangkan senyumnya.


"Kamu!" kata Cyra terkejut.


Pras menarik dirinya dan dia tersenyum ke arah cyra, melihat wanita itu dengan wajah yang kemerahan membuat Pras merasa lucu, karena melihat wanita yang dia cintai malu-malu memandang dirinya.


"Bagaimana dengan gaunnya? Apakah sangat cantik seperti wanita yang akan mengenakannya?" kata sambil menggoda Cyra.


Cyra tidak menyangka kakak iparnya yang beberapa hari lagi akan menyandang status sebagai suaminya mempunyai sikap yang sangat sembrono, dia tidak suka dengan Pras yang terlalu menunjukkan kesukaannya terhadap dirinya.


Cyra tahu dari Ryan bawa kakaknya tidaklah mudah jatuh cinta kepada wanita, tetapi yang ia lihat sangatlah berbeda, buktinya Pras bisa menyukainya dan mudah jatuh hati kepadanya, walaupun mereka bertemu hanya saat pernikahan dia dan Ryan saja, saat ini mereka pun baru tinggal bersama beberapa hari tapi Pras sudah menunjukkan sikap jatuh hati kepadanya.


"Ya sangat bagus! tapi untuk apa hanya bagus dari gaun pengantinnya saja? tapi pernikahan ini tidak pernah aku inginkan!" tegas Cyra kepada Pras dengan sorot mata yang tajam mengarah ke manik mata Pras.


Cyra tidak segan-segan menatap mata Pras dan berbicara dengannya, untuk menegaskan sekali lagi, kepada Pras bahwa dia tidak menginginkan pernikahan keduanya bersama dengan Pras.


Mendengar bisikan dari Pras membuat Cyra berdidik jijik, karena Pras terlalu yakin dan percaya diri, bahwa dirinya akan senang dan pernikahan keduanya.


*****


"Mereka berdua pasti sedang fitting baju pengantin," kata Jessica sambil berjalan mondar-mandir dengan kegelisahannya.


Jessica rasanya ingin menghampiri dua sejoli itu, tapi Pras pasti tidak suka dengan kedatangan Jessica, karena Jessica tahu bagaimana Pras ketika urusannya diikut campuri oleh orang lain.


Kaki Jessica rasanya gatal ingin melangkah pergi ke tempat di mana Pras dan Cyra melakukan fitting baju pengantin, Jessica ingin melihat baju pengantin apa yang dipilih oleh Cyra dan dia juga ingin melihat wajah tampan dari pria yang dicintainya, mengenakan setelan beskap untuk pengantin pria.

__ADS_1


"Andai aku bisa pergi ke sana, rasanya aku pun ingin mencoba satu gaun pengantin dan Foto bersamamu Pras, mungkin foto itu akan membuatmu berubah pikiran ketika melihat begitu serasinya kita saat mengenakan baju pengantin," gumam Jessica sambil membayangkannya sedang berfoto dengan Pras menggunakan setelan baju pengantin.


******


"Kalian sudah sampai?" tanya Lasmi ketika melihat Cyra dan Pras masuk ke dalam rumah.


Lasmi melihat wajah Cyra yang sangat tidak bersemangat, dia tahu menantunya sangat tidak menginginkan pernikahannya yang kedua.


"Cyra, apakah kau menyukai baju pengantinnya?" tanya Lasmi ingin mencairkan suasana hati Cyra.


"Hmm, ya gaunnya sangat cantik, Terima kasih, Bu," jawab Cyra dan langsung pergi meninggalkan Pras dan ibu mertuanya


Melihat sikap Cyra, rasanya Lasmi ingin memberikan hukuman kepada menantunya itu, tapi sayang putranya langsung mencegah Lasmi.


'Bu, tolong mengerti sedikit perasaannya, ini semua adalah kehendak kita, lebih tepatnya kehendak Ibu dan Bapak, kehendak tradisi keluarga kita yang membuat aku dan Cyra, dituntut untuk menikah," kata Pras mencoba memberikan pemahaman kepada ibunya.


"Bukankah kau juga menyukai Cyra?" tanya Lasmi kepada Pras dengan menyudutkannya.


Pras merasa tersudut dengan pertanyaan dari ibunya, dia sudah tahu ibu dan bapaknya, mengetahui perasaannya terhadap Cyra. Seperti biasa perasaan itu tergambar jelas di wajah Pras.


"Jika Ibu tahu, aku menyukai Cyra, bahkan mencintainya, serahkan dia kepadaku! Ibu tidak perlu ikut campur lagi setelah kami menikah!"Tegas Pras kepada ibunya


"Tidak bisa! Pras setiap wanita yang menjadi menantu keluarga Prawiro, akan selalu dalam pengawasan kami dan kami akan mengaturnya," kata Lasmi memberikan ketegasan kepada putranya.


"Bu! aku mau, setelah aku menikah dengan Cyra, maka aku adalah pemimpin dari rumah tangga itu, aku sudah menuruti semua permintaan Ibu dan Bapak, untuk menikahi Cyra, untuk tinggal di Indonesia bersama kalian, tapi aku tidak mau Cyra, terus berada di bawah bayang-bayang kalian, Aku tidak mau Cyra terus tertekan oleh kalian, Aku mau seutuhnya Cya menjadi istriku! bukan hanya menjadi menantu Ibu dan Bapak!" Pras berkata dengan sorot mata yang sangat memohon kepada ibunya.

__ADS_1


Lasmi kini benar-benar yakin bahwa Pras sangat menyukai Cyra dan ketika keputusan itu sudah dibuat oleh Pras, maka kedua orang tuanya tidak akan bisa mengubahnya.


__ADS_2