
~Tersirat Bukan tersurat~
Cinta bukan untuk sekedar dirasakan, bukan sekedar dikatakan atau bahkan buka sekedar untuk dipertanyakan, tapi cinta harus dibuktikan dengan perilaku yang positif, yang bisa membawa orang yang dicintai atau mencinta, berjalan ke arah yang lebih baik lagi.
Ketika seorang pria bicara cinta tapi memaksa wanitanya melakukan hal yang tak semestinya Meraka lakukan sebelum menikah, itu sudah dapat dipastikan bukan cinta tapi nafsu belaka.
Seperti halnya apa yang dilakukan Pras untuk Cyra, dia memberikan perhatian, pengertian, menjaga, dan membuat Cyra dapat meraih impiannya sebagai seorang koki, dia melakukan itu semua semata karena cinta, meski melakukannya pamrih, tapi itu adalah hal yang wajar, karena menikah memang perlu dua orang yang saling mencintai.
Pras hari ini sudah menyelesaikan semua tugas nya di rumah, karena hari ini hari Sabtu, membuat Pras bisa bersantai sejenak di rumahnya.
Ting Tong
suara bel rumahnya berbunyi, Pras merasa tidak ada janji, tapi dia tetap membukakan pintu rumahnya.
"Jess?!" Pras terkejut dengan kehadiran Jessica di rumah baru nya.
"Hai!" sapa Jessica.
"Boleh aku masuk?" tanya Jessica ketika Pras hanya diam tak mempersilahkan dirinya masuk.
"Maaf, silahkan," ujar Pras.
"Maaf aku tadi terkejut, karena kamu ada di depan rumahku!" kata Pras sambil mempersilahkan Jessica duduk.
"Maaf aku tidak memberi tahumu sebelumnya, aku berniat berikan kejutan kepada kalian berdua, di mana Cyra?" tanya Jessica, sambil celingukan mencari sosok yang di cari.
"Ada di ruangan atas, dia sedang menjemur pakaian." Pras duduk di sofa.
__ADS_1
"Kalian hanya tinggal berdua?" tanya Jessica.
"Tentu saja, karena kami belum memiliki anak," jawab Pras.
"Bukan itu maksudku," kata Jessica sambil sedikit berpura-pura tertawa kecil.
"lalu?" tanya Pras
"Maksudnya, apa kamu tidak menyewa jasa orang untuk bersih-bersih rumah mu?" tanya Jessica.
"Oooh, untuk itu, karena Cyra masih butuh ruang, dia belum mau semua orang mengetahui pernikahan kami yang singkat dan padat.
Ketika mereka berdua tengah asyik mengobrol, Cyra melangkah menuruni tangga setelah selesai menjemur pakaian.
Cyra melihat sosok Jessica berada di rumahnya, wanita yang tempo hari membuatnya kesal dan menghinanya sebelum menikah dengan Pras.
"Hai!" sapa Jessica.
kini mereka duduk di ruang tamu bertiga, Pras merasa bingung, harus bicara apa.
"Aku buatkan minum dulu," kata Cyra mencairkan suasana.
Cyra masuk kedalam dapur, dia membuat tiga gelas minuman dingin untuk mereka bertiga.
Cyra membawa beberapa gelas dengan nampan di tangannya.
"Silahkan di minum dan di cicipi kuenya." Cyra menawarkan minum dan kue buatan dirinya.
__ADS_1
"Kuenya home made, buatan aku sendiri." ujar Cyra serasa sedang pamer di hadapan Jessica.
"Benar sekali, Jess, ini kue buatan Cyra, kue buatannya selalu membuat orang ingin terus memakannya." puji Pras.
Perkataan Pras yang memuji kue buatan Cyra, begitu sakit terasa di hati Jessica, hatinya yang tadi biasa saja, tiba-tiba seperti dihujam oleh sebilah pisau.
Jessica mengambil satu potong kue bolu buatan Cyra.
"Ini kue shifon cheese, lembut, ringan dan ada tekstur keju yang membuat kita semakin menikmatinya." Cyra memberitahukan nama bolu yang dia buat tadi pagi.
Pras senang melihat Cyra ramah terhadap Jessica, dia tidak ingin antara teman dan istrinya ada perselisihan, karena Pras adalah pria yang di sukai oleh Jessica.
Jessica terlihat menikmati bolu buatan Cyra, terlihat dari caranya memakan bolu, sangat berekspresi.
"Bagaimana?" tanya Pras.
"Rasanya enak sekali!" puji Jessica dengan jujur.
Jessica seorang wanita yang cukup kooperatif, tida tidak akan menjatuhkan lawannya dengan cara yang licik.
"Pasti Pras sangat suka dibuatkan kue bolu, karena dulu kami hampir setiap hari menikmati sarapan pagi dengan kue bolu selama di Australia, benarkan Pras?" tanya Jessica penuh maksud.
"I-iyah, benar sekali, aku sangat suka kue bolu, makanya aku sangat bersyukur memiliki istri sepintar Cyra dalam membuat masakan." Pras berusaha menyembunyikan kegugupannya, dia takut Cyra salah faham dengan perkataan Jessica.
Cyra mengerti jelas maksud Jessica bicara seperti itu.
"Mas, sepertinya sudah mau masuk jam makan siang, aku siapkan makan siangnya dulu, Jess, makan siang lah bersama kami." kata Cyra menawarkan makan siang bersama.
__ADS_1
"Serius? benarkah aku boleh makan siang bersama kalian berdua? wooow i'm very happy!" jawab Jessica.
Cyra sengaja mengajak Jessica untuk makan siang bersama, dia tahu kalau Jessica begitu menyukai Pras, tapi bagaimanapun, Pras adalah suaminya, dia tidak mau Pras dan dirinya nanti berpisah karena perselingkuhan atau pelakor, dia ingin tetap berhubungan baik dengan keluarga Prawiro, ketika hatinya sudah memutuskan untuk masa depan pernikahannya nanti.