Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)

Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)
SK Part 55


__ADS_3

~Memandang~


Sudah dua hari Cyra dan Pras tidak saling bicara, bukan karena Pras tidak dewasa, tapi dia butuh mendinginkan hatinya dari rasa cemburu yang memburunya.


Pras selama bekerja sangat terlihat murung, dia juga tidak fokus dengan pekerjaannya.


"Pak Pras, Pak." Bagas berusaha menyadarkan Pras yang melamun.


"Pras melihat sekitar. "Maaf, semalam saya kurang tidur jadi tidak fokus, mungkin masih sedikit mengantuk," elak Pras.


"Kamu sedang berbohong Pras," batin Jessica.


Jessica yang sejak tadi memperhatikan Pras, mengetahui betul kalau pria yang dia sukai bukan kurang tidur, tapi ada suatu hal yang mengusik zona nyamannya.


"Untuk hari ini, saya rasa cukup, kita lanjutkan kembali besok," kata Pras.


Seluruh karyawan menjadi merasa aneh dengan tingkah bossnya hari ini, tidak seperti biasanya.


.


.


"Kenapa aku menjadi tidak fokus? bukannya pria itu hanya memegang pundaknya? kenapa juga aku harus mengabaikan Cyra?" Pras bertanya kepada dirinya sendiri.


Pras yang sedang memikirkan sikapnya terhadap Cyra dua hari ini, di buyarkan dengan suara ketukan pintu.


Pras membuka pintu ruangannya, betapa dia terkejutnya melihat sosok yang ada di hadapannya.


"Boleh aku masuk?"


"Cyra?"


"Boleh aku masuk?" Cyra mengulang pertanyaannya.


"Silahkan."

__ADS_1


Cyra masuk ke dalam ruangan Pras, dia lalu menaruh kantung yang dibawanya di meja kerja suaminya.


"Kamu kenapa kemari?" tanya Pras.


"Hanya ingin saja, dan aku rasa ada yang perlu kita luruskan." Cyra memandang Pras.


"Duduk, kita bicara." Pras duduk dan disusul Cyra.


Cyra meremas jemarinya, dia bingung memulai pembicaraan dari mana, tapi dia harus meluruskan, dia tidak mau terus saling tak bicara.


"Aku ingin meminta maaf." Cyra memulai pembicaraannya.


"Minta maaf? untuk apa?" tanya Pras.


"Untuk kejadian kemarin, dia adalah George, CEO di hotel tempatku bekerja," jelas Cyra.


"Hmmm ... aku tahu itu, dia sudah memperkenalkan diri, bahkan dia juga memperkenalkan dirimu kepadaku." Pras menunjukkan sikap cemburu.


"Itu yang membuatku ingin meminta maaf, karena dia memperkenalkanku kepadamu, dengan cara ...," Cyra terhenti.


"Merangkul dirimu?" sambar Pras ketika Cyra berhenti bicara.


"Tidak perlu minta maaf, aku tahu, kamu pasti tidak menduga dia akan begitu, terlihat jelas dari raut wajahmu kemarin, hanya saja, aku yang sedikit kekanak-kanakan, mengumpulkan rasa cemburuku dan membuat situasi tidak nyaman diantara kita." Pras tersenyum.


Cyra bersyukur sekali, hatinya kini sudah plong, Cyra ikut tersenyum untuk membalas senyuman suaminya.


"Apa yang kamu bawa?" tanya Pras sambil berdiri dan menghampiri meja kerjanya.


"Itu, kue yang aku buat hari ini di hotel, cobalah, dan berikan penilaian," pinta Cyra.


Pras langsung membuka kantong paper bag dan mengeluarkan isinya, Pras membuka kotaknya lalu mencicipinya.


"Hmmm ... sangat lezat." puji Pras, ketika sudah mencicipi sponge cake buatan istrinya.


"Kamu sudah makan siang?" tanya Pras.

__ADS_1


"Belum, aku langsung kemari setelah selesai membuat kue," jawabnya.


"Ayo, ikut aku." Pras langsung menyambar tangan istrinya dan membawanya keluar ruangan.


Mereka berdua berjalan keluar kantor.


"Cyra?" bisik Jessica ketika melihat Cyra dan Pras.


Jessica melihat jelas kebahagiaan di wajah Pras, selama dia dan Pras berteman, Pras tidak pernah terlihat begitu sebahagia ini.


"Kamu benar-benar sangat mencintainya Pras, aku iri dengan Cyra yang bisa memenangkan hatimu." Jessica menatap lekat dua sejoli itu sampai hilang dari pandangannya.


.


.


Cyra dan Pras sampai di sebuah cafe di Kemang, Pras membawanya ke tempat dimana dia merasa masakan di sana enak.


"Pesan lah duluan." Titah Pras.


Cyra meraih buku menu lalu memilihnya.


Pras sangat bahagia, akhirnya dia dan Cyra bisa makan di luar berdua.


Cyra dan Pras selesai memesan makan siang mereka, sekarang mereka sedang menunggu makanan datang, selama menunggu, Cyra terlihat malu-malu duduk berdua dengan Pras.


"Kenapa wajahmu, memerah seperti itu?" tanya Pras yang langsung di respon Cyra dengan menyentuh kedua pipi chubbi nya.


"Tidak kok, mungkin hanya kelihatannya saja." Cyra menyembunyikan rasa malunya.


Pras dan Cyra berbincang kecil sambil menunggu makan siang mereka datang, sedangkan di tempat duduk lain seseorang sedang memperhatikan mereka berdua.


.


.

__ADS_1


Maaf aku baru Update, semoga kalian tetap setia membaca...


saranghae dan gumawo


__ADS_2