
~Malu yang didapat~
Sungguh saat ini Alexa hanya bisa mematung, dia menutup rapat mulutnya.
Puas mempermalukan wanita yang hendak mempermalukan istrinya, Pras pergi meninggalkan mereka dengan gaya yang sangat keren.
"Kamu puas?" Alex menatap adiknya.
Alex sudah seringkali memperingatkan adiknya agar tidak bertindak ceroboh dan lebih bertindak cerdas, tapi sayang, adiknya satu tipe dengan ayahnya, yang ambisius dan suka berpikir instan.
Alex mengikuti langkah sahabatnya, mereka kembali ke ruang kerja George, selama perjalanan mungkin rasa cemburu, marah, dan tidak berdaya bercampur aduk di dalam hati George. Pria yang berharap Cyra berstatus janda dan berharap memiliki kesempatan mendekatinya pupus sudah.
Alex menutup pintu dan duduk di sofa bersama dengan George, wajah sahabatnya itu sangat muram, sudah pasti hatinya tak berbentuk lagi sekarang.
"Maafkan adikku, aku benar-benar sudah memperingatkan dirinya, tapi tidak didengarnya." Alex merasa malu sekaligus merasa bersalah.
"Aku sudah paham dengan sikap adikmu, dia memang selalu begitu, tapi aku tidak menyangka sebesar itu rasa tidak sukanya terhadap Cyra." Geleng George.
"Itu semua karena dirimu, dirimu yang membuat dia menjadi buta, cinta buta."Alex menekankan kalimat terakhirnya.
Mereka langsung tertawa, begitulah persahabatan, meski ada rasa kesal, jengkel tapi tetap terselip tawa yang bisa mencairkan suasana.
"Apa kau tidak bisa, membuka hatimu untuk Alexa?" tiba-tiba suasana kembali serius bahkan menjadi mencekam dengan pertanyaan Alex.
"Maaf, Bro, bukan enggak bisa, tapi rasanya enggak mungkin."
George yang sudah menganggap Alexa seperti adiknya sendiri, itu yang membuatnya sulit untuk menganggapnya sebagai wanita.
__ADS_1
"Pasti banyak pria diluar sana yang lebih bisa mencintai dan menghargai Alexa, aku merasa dia bisa mendapatkan yang terbaik." George menatap Alex.
"Adikku mungkin banyak dikejar pria, tapi baginya hanya ada satu pria, yaitu dirimu." Alex terkesan sedang memaksa sahabatnya untuk membuka hati.
Sudah pasti seorang kakak mengkhawatirkan perasaan adiknya, saat ini mungkin hati adiknya sedang hancur, dia pasti sedang menangis tapi Alex tidak bisa menghiburnya, karena jika dia berada di sisi Alexa saat ini, dirinya akan merasa menjadi kakak yang payah.
.
.
Di dapur Alexa yang terdiam mematung kini pergi dari hadapan seluruh karyawan dapur.
Melihat kepergian Alexa mereka seketika langsung bergunjing.
"Aku dengar, Pak George dan Nona Alexa di jodohkan, hanya saja Pak George menyukai wanita lain, apa wanita itu Cyra?" bisik mereka.
"Apa yang mereka katakan benar?" tanya Cyra sambil berjalan cepat.
Langkah kakinya terhenti di sebuah toilet, dia ragu untuk masuk ke dalam sana, hanya saja dia tidak ingin masalah ini berlanjut, dia harus meluruskannya dan tidak mau memiliki musuh.
Alexa menghapus air matanya ketika melihat Cyra masuk.
"Kenapa kamu di sini? Mau mengejekku?" ketus Alexa.
Cyra memberanikan berdiri di samping Alexa.
"Boleh aku bicara?" tanya Cyra.
__ADS_1
"Bukankah kamu sedang bicara?" ketusnya lagi.
"Aku ingin bertanya, apa benar Pak George menaruh hati kepadaku?" tanya Cyra.
"Kenapa? Kamu merasa bangga disukai oleh seorang CEO dari hotel terkenal?" dengan nada tinggi dan jengkel Alexa bertanya.
"Jadi berita itu benar," bisiknya yang nyaris tak terdengar siapapun.
"Apa kamu mencintai George?" tanya Cyra.
"Pertanyaan macam apa itu?" Alexa memutar kedua bola matanya.
"Jawab saja, mungkin aku bisa membantu." Cyra berusaha baik.
"Kamu ingin mengejekku?" tanya Alexa dengan sangat jengkel.
"Dengar, aku sudah memiliki seorang suami, aku juga tidak berniat mengejekmu, aku ingin membantu jika memang kamu tulus mencintainya." Cyra memberitahukan niat baiknya.
"Bagaimana caramu membantuku?" pertanyaan Alexa seakan menantang.
"Kamu bisa ceritakan, apa yang membuat dia menyukaiku, mungkin aku bisa mengajarkanmu, misal dia suka dengan masakan ku, atau dia suka ...,"
"Benar-benar itu, masakan mi, dia bilang dia pernah bertemu denganmu dulu, di sebuah restoran rumahan, kamu berjualan masakan matang dengan ibumu, katanya restoran itu sangat ramai, ketika itu dia bertemu denganmu." Cerita Alexa.
"Benarkah? aku bahkan tidak mengingat dirinya, tapi dia mengingatku?" Cyra mengajukan pertanyaan kepada dirinya sendiri.
"Apa kamu serius ingin membantuku?" tanya Alexa dengan sorot mata memohon.
__ADS_1
Cyra mengangguk pasti, dia tidak akan menarik ucapannya.