Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)

Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)
SK Part 25


__ADS_3

~Wanita mandiri~


Pras selesai dengan makan malamnya, dia kini siap mendengar perkataan yang akan Cyra bicarakan dengannya, alih-alih senang berbicara dengan istrinya, terdapat perasaan takut juga di hati Pras.


"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Pras sambil melipat kedua tangannya di atas meja dan siap menjadi pendengar yang baik.


"Aku ingin bekerja!" kata Cyra yang membuat Pras terkejut.


"Bekerja? di mana?" tanya Pras.


"Aku sudah memiliki perusahaan yang akan menerimaku dengan tangan terbuka, sebuah hotel Dengan restoran di dalamnya! aku ingin bekerja secara nyata di sana, buka hanya melalui Boom saja." tuturnya.


Penuturan Cyra membuat Pras terkejut, dia tidak tau kalau selama ini Cyra bekerja secara online.


"Sudah berapa lama kamu bekerja?" tanya Pras penasaran.


"Baru dua Minggu, dan kalau diizinkan, aku akan mendapatkan rekomendasi untuk menjadi koki senior disana!" ujarnya sambil menatap mata Pras.


Cyra saat berbicara dengan lawan bicaranya, selalu memposisikan matanya untuk menatap mata lawan bicaranya, dia melakukan itu sebagai salah satu cara, agar lawan bicaranya percaya, karena memang Cyra tidak pernah main-main dengan ucapannya, hanya saja jika di rumah mertuanya dia tidak dapat berkutik sedikitpun.


"Kamu percaya kepada perusahaan itu?" tanya Pras.


"Tentu aku percaya! aku punya kemampuan yang mumpuni, mereka butuh orang sepertiku, karena ini hotel baru, mungkin mereka mencari pekerja dengan gaji yang tidak tinggi, tapi memiliki kemampuan!" paparnya.


Pras berpikir sejenak, ini bisa di jadikan suatu ladang, agar dia bisa membuat kesepakatan dengan Cyra.


"Aku bisa membantumu! tapi dengan dua syarat!" kata Pras sambil menyender di kursi dan melipat tangan di dada.


"Syarat?!" pekik Cyra.


"Benar, dua syarat cukup, maka aku akan memberikan apa yang kamu mau!" bujuknya.


"Cih! pria licik! kamu sangat berbeda dengan Ryan yang selalu bersikap manis kepadaku!" kata Cyra mulai membandingkan suami pertamanya dengan suami keduanya.


"Penawaran dimulai dari sekarang dan hanya berlaku sampai hitungan sepuluh!" tutur Pras sambil mengangkat semua jarinya, seakan siap berhitung.


"Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh ..." Pras memperlambat tempo bicaranya.


"Delaapaaan ... sem-bi-lan ... sep"


"Aku terima!" teriak Cyra sambil memejamkan matanya, takut Pras sudah selesai berhitung, maka rencananya akan gagal.

__ADS_1


"Baiklah! kita sepakat" Pras mengulurkan tangannya.


Mereka berdua akhir berjabat tangan, menyepakati kesepakatan diantara mereka berdua.


"Aku mau kamu, menjadi istriku seutuhnya! aku mau kamu mencintaiku!" Pras memberikan syaratnya kepada Cyra.


Mendengan dua syarat yang diberikan oleh Pras untuknya, Cyra tersentak dan hampir saja kehilangan detak jantungnya.


Cyra tidak menyangka, Pras akan memberikan syarat yang sangat sulit untuk dirinya, menjadi istri seutuhnya, berarti dia harus melayani Pras sebagai seorang istri, lalu mencintai Pras, berarti dia harus membuka hati untuknya dan menyingkirkan Ryan dari dalam hatinya.


"Apa tidak ada syarat yang lebih mudah?" tanya Cyra sambil mengerutkan bibirnya.


"Untuk persyaratan pertama, kita akan melakukannya setelah cinta hadir di hatimu! tapi saat dirumah kamu harus tetap melayaniku seperti seorang suami, menyiapkan keperluanku dan membuatkan aku makanan!" tegas Pras.


"Baiklah, syarat pertama aku sepakat, kalau urusan yang lebih intim, kita lakukan jika syarat kedua terpenuhi!" Cyra menekuk wajahnya dan terdiam.


Pras tersenyum menyeringai, dia telah bisa mengikat Cyra dengan keinginan Cyra sendiri, ini akan menjadi jalan, agar bisa merebut hati Cyra.


*****


Setelah makan malam serius dan kesepakatan yang telah di sepakati oleh mereka berdua, pagi ini Cyra mengerjakan tugas pertamanya, dia menyiapkan keperluan Pras, meski tidak tau apa sesuai dengan ke inginan pria itu.


Selesai dengan tugasnya sebagai seorang istri, Cyra meneruskan tugasnya sebagai seorang karyawan George.


"Kamu bisa menggambar?" tanya Pras yang sejak tadi berdiri di belakang Cyra sambil memperhatikannya.


"Sejak kapan kamu disana?" tanya Cyra dengan ketus.


Cyra melihat ke arah Pras yang mengenakan pakaian yang dia siapkan tadi.


"Sejak tadi kamu menggambar!" ujarnya dengan berkata jujur.


Pras menyadari kalau Cyra memperhatikannya.


"Terima kasih sudah disiapkan keperluanku, dan sarapannya lezat!" puji Pras.


Pras duduk di tepi kasur dan melihat gambar Cyra.


"Kenapa tidak menggunakan tablet khusus untuk memudahkan mu menggambar?" tanya Pras.


"Aku mana punya uang untuk membelinya, apa kamu tidak tau, kalau ibu dan bapak tidak pernah memberiku uang?!" pekiknya kesal mengingat masa lalu.

__ADS_1


Pras kemudian diam dan memikirkan sesuatu.


"Ikut aku! bersiaplah, aku akan mengajakmu pergi!" kata Pras.


"Kemana?" tanya Cyra.


"Ikut saja! bukankah semalam kamu juga sudah mengajakku pergi makan malam, jadi aku gantian, sekarang kamu temani aku pergi!" Pras menyunggingkan senyumannya.


Cyra mengikuti perkataan Pras, dia mengganti pakaiannya dan berdandan tipis, setelah selesai dia keluar dari kamar mandi, dan Pras terlihat terpana dengan kecantikan Cyra.


"Setiap kali dia bersolek, membuatku kehilangan akal, saat wajahnya polos saja aku sudah berdebar!" batin Pras.


Pras menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan dan menormalkan kembali dirinya, dia tidak mau melakukan kesalahan yang bisa menggagalkan rencana untuk mempertahankan pernikahan dan membuat Cyra jatuh cinta.


"Aku sudah siap! bisa kita pergi sekarang? karena jam tiga aku ada Boom lagi!" tergur Cyra.


Pras dan Cyra siap untuk pergi ke tempat yang akan mereka tuju sesuai keinginan Pras.


Mereka keluar dari dala lift dan menuju tempat di mana Pras memarkir mobilnya.


"Masuk!" Pras membukakan pintu mobil untuk Cyra.


Cyra masuk ke dalam mobil, disusul kemudian oleh Pras.


Mobil melaju cepat, Pras tidak sabar ingin membuat kejutan untuk Cyra, Pras menyalakan musik dan memutar lagu kesukaannya.


"*P*ria ini, sungguh sulit ditebak! di hari cerah seperti ini, dia menyetel lagu galau! padahal terlihat wajah dia sedang senang, aneh!"


Cyra mengkritik Pras yang tidak bisa dia pahami, Pras memang sosok pria yang penuh dengan teka-teki, dulu saat SMA banyak sekali teman wanita yang mengejarnya, tapi dia sering kali menolak mereka, maka dari itu Pras selama kuliah bergaya seakan Kutu buku dan berpenampilan culun agar tidak ada yang mendekatinya, tapi Jessica ternyata memilih dia menjadi temannya.


"Kita sampai!" Pras menarik rem tangan setelah selesai memarkir mobilnya.


Cyra yang tak sadar sudah sampai, masih melihat kearah Pras.


Pras membuka sefetybelt, dan melihat Cyra yang terus memperhatikan dirinya.


"Cyra! Cy?" Pras memanggil Cyra dan lamunannya buyar.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu?" tanya Pras yang sedang ke geeran karena diperhatikan oleh pujaan hatinya.


"Siapa sih yang ngeliatin! orang aku liatin jalan!" Cyra meluruskan pandangannya dan matanya membelalak karena ternyata mereka sudah sampai.

__ADS_1


"Sudah ketahuan jelas, masih ajah mengelak!" pekik Pras yang membuat wajah Cyra memerah.


__ADS_2