
~Kami tahu~
Melihat Cyra masuk ke dalam hotel, Goerge langsung berniat menemuinya, dia tahu kemana Cyra akan pergi.
George, Alexa dan Alex berjalan menuju dapur hotel, mereka bertiga hendak mengintrogasi Cyra terutama George yang di dalam hatinya sudah ada api yang menyala dan sulit dipadamkan.
"Cyra." Panggil George.
Tatapan mata George seakan meminta penjelasan dari sang wanita yang dicintainya dalam diam.
"Ada apa, Pak George?" Cyra menundukkan kecil wajahnya memberi isyarat sebagai ucapan salam kepada George, Alex dan Alexa.
Alex membalas sapaan dengan mengangkat tangannya setengah, seperti orang mau tidak mau membalas.
"Cyra, apa kamu habis bertemu seseorang, Client kita?" tanya George.
"Tidak, apa kita ada janji dengan Client?" tanya Cyra, setelah menjawab pertanyaan.
"Cyra ... Cyra, betapa naifnya dirimu, kamu kira kami tidak melihat kelicikanmu, kamu sudah kepergok, wanita murahan yang suka menggoda pria kaya." Alexa langsung menyemprot Cyra dengan segala omongannya yang pedas, sepedas cabai setanš¤£.
"Maksud, Nona Alexa?" Cyra menatap penuh tanda tanya.
"Kamu menggoda pria itu kan?" tuduh Alexa lagi, membuat Cyra semakin tak mengerti.
"Cyra, kami butuh kejujuranmu, aku kemarin baru dikejutkan dengan statusmu yang sudah pernah menikah, sekarang Alexa bilang kalau kamu jalan dengan Client kita dan aku juga melihatnya tadi."
.
.
Pras menghentikan laju mobilnya.
"Ah, aku lupa, ponsel Cyra." Pras langsung putar balik di ujung jalan.
__ADS_1
Dia baru ingat kalau Cyra ketinggalan ponselnya di rumah, karena dia dan Cyra beberapa hari ini tidak saling bicara dan Pras juga lupa memberikan ponselnya saat pagi tadi.
.
.
Kondisi di hotel masih memegang, mereka terlihat sedang menunggu jawaban dari Cyra namun Cyra tidak mengerti jadi dia hanya bisa bergeming, sebenarnya Cyra ingin sekali memaki Alexa, tapi dia sadar diri, dia hanya seorang karyawan hotel.
"Cyra." Seseorang memanggilnya.
Serentak mereka semua menoleh kearah suara, sedangkan koki yang lain menatap pria itu dengan penuh kagum, pria tampan, dengan postur tubuh sempurna, berkulit sawo matang membuatnya terlihat begitu manis, sampai yang melihatnya bisa mengidap diabetes.
"Ini ponselmu, tadi tertinggal di kamar." Pras memberikan ponsel Cyra.
"Aku kira hilang." Cyra mengambil ponselnya, dengan cepat Pras mengacak rambut istrinya, membuat Cyra tersenyum.
"Cih, perempuan murahan, Kak George dengar, dia ketinggalan ponselnya di kamar, sudah pasti mereka melakukan hal tidak senonoh." Alexa seakan mendapat bahan untuk terus melanjutkan menjatuhkan image Cyra dihadapan semua orang terutama di depan George.
"Maaf, ada apa ini?" tanya Pras ketika mendengar ocehan Alexa.
"Maksudmu, Cyra?" tanya Pras sambil menunjuk.
"Siapa lagi, wanita itu lah penggoda pria kaya." Alexa menarik bibir atasnya, mengungkapkan ketidak sukaanya.
"Cukup Alexa!" bentak George.
"Maaf, sepertinya disini kita harus meluruskan sesuatu, agar tidak ada yang salah faham dengan kondisi ini." Pras menetralkan suasana.
Kalau boleh dibilang, saat ini hati Pras sangat marah, karena istrinya dituduh yang tidak-tidak, bagaimana dia tidak marah, dihadapannya wanita yang disapa Alexa itu, begitu kejam mengatakan hal yang tidak benar tentang istrinya, tapi karena Pras masih waras, dia tetap menjaga emosinya.
"Dengar, Cyra dan aku memang memiliki hubungan spesial." Pras menarik tubuh Cyra dan masuk ke dalam pelukannya.
"Hah, dengan bangganya kamu bilang memiliki hubungan spesial? Dia penggoda pria kaya, dia hanya ingin menikmati kehidupan mewah tanpa bersusah payah." Alexa kembali menyela pembicaraan.
__ADS_1
"Dengarkan dulu perkataanku sampai selesai, baru kalian bisa menyimpulkan." Pras memberi tatapan tajam.
"Mohon maaf sebelumnya, hubungan kami memang masih ditutupi, karena ada satu hal dan sebagainya, tapi, Cyra bukan wanita yang seperti dituduhkannya, dia wanita terhormat dan dia adalah istri sah saya." Pras mengumumkan hubungannya.
Semua mata terbelalak, mereka benar-benar terkesiap, tak pernah mereka menyangka kalau Cyra sudah memiliki suami lagi.
"Benar, mereka adalah suami istri, Cyra pernah menceritakannya dan memberikan foto pernikahan mereka," ujar salah satu asisten koki.
"Kalian semua tahu?" tanya George.
"Kami tahu." Mereka semua serentak menjawab.
Betapa malunya kini Alexa, sudah menuduh, memaki tanpa mencari bukti untuk membenarkan perkataannya.
"Saya kira, semua sudah jelas, dan untuk anda Alexa, jangan pernah menuduh orang tanpa menyelidiki latar belakangnya, istriku adalah wanita yang begitu sempurna, cantik, mandiri dan juga pintar, terlebih dia tidak pernah punya prasangka buruk kepada siapapun." Pras menatap Cyra dan betapa senangnya Cyra dibela suaminya di depan banyak orang.
.
.
Hai aku update lagi... baca terus yaa.
Aku juga mau kasih rekomendasi Novel.
Blurb
Nama adalah doa. Hal itu telah diketahui semua orang.
Banyak orang yang memberi nama anaknya sesuai dengan karakter tokoh idola masing-masing. Sama halnya dengan pasangan Reyhan dan Laura yang memberi nama anaknya Salman Alfarisi.
Keduanya berharap kelak putranya mewarisi segala kebaikan yang ada pada diri salah satu sahabat nabi yang di jamin masuk surga itu.
Namun apa jadinya, jika doa tulus itu di kabulkan Allah? Termasuk soal percintaannya.
__ADS_1
Mau tau seperti apa kisahnya? Silahkan ikuti novel ini.