Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)

Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)
SK Part 26


__ADS_3

~Clipgram~


Pras dan Cyra masuk ke dalam mall dan Pras langsung mengajak Cyra menuju ke toko elektronik.


"Mau apa kita kemari?" tanya Cyra


"Ikut saja!" tutur Pras terus berjalan dan berhenti di salah satu toko.


Pras langsung mencari-cari elektronik yang diinginkan nya, saat sampai di toko yang menjadi tujuannya.


"Selamat datang, mau cari laptop seperti apa, Pak?" tanya pelayan toko.


"Saya cari ...," Pras bicara sambil matanya menjalar ke dalam etalase dan juga rak.


"Nah, yang itu! saya mau beli yang itu." tunjuk Pras pada salah satu laptop.


"Sebentar, saya ambilkan dulu!" pelayan toko langsung mengambil laptop yang ada di rak.


"Ini, laptopnya, khusus untuk desain grafis!" Pria itu memberi tahu Pras.


"Benar! saya ambil yang ini ya, sudah lengkap lainnya semua di dalamnya?" tanya Pras


"Sudah, Pak, ini siap pakai kok!" ujarnya sambil menulis kwitansi.


Cyra hanya bisa menonton apa yang dilakukan Pras. Cyra hanya tengak-tengok sejak sampai di toko elektronik.


"Kita pulang!" kata Pras kepada Cyra yang masih celingukan melihat sekitar.


"Hmmm ...." Angguknya


Cyra bingung, kenapa Pras mengajaknya ke toko elektronik hanya untuk menemani membeli laptop saja, membuat Cyra membuang-buang waktunya.


"Kalau hanya ingin membeli laptop, kenapa harus mengajakku? bahkan dia tidak bertanya pendapatku saat akan membeli laptop! benar-benar aneh orang ini!" sepanjang perjalanan keluar dari Mall, Cyra terus mengumpat kelakuan Pras.


Pras dan Cyra masuk ke dalam mobil, Pras memasang sefetybelt, begitu juga Cyra.


"Apa, kamu mau pergi ke suatu tempat?" tanya Pras sebelum menyalakan mesin mobil.


Cyra menggelengkan kepalanya, dia sudah merasa kesal, diajak pergi tapi seperti tidak membawa Cyra pergi.


"Kita akan pulang?" tanya Pras.


"Tadikan, sudah kamu bilang kalau, kita pulang! berarti ya sudah kita pulang!" kesal Cyra sambil merengut.


"Baiklah! aku juga sudah tidak sabar untuk sampai di rumah!" Pras menyalakan mobilnya dan melakukannya dengan cepat.


Pras memperhatikan wajah masam Cyra dari kaca tengah mobilnya, Pras sesekali tertawa kecil karena lucu melihat istrinya yang berbeda usia cukup jauh dengannya, Pras jika melihat Cyra cemberut, seakan dia sedang bersama seorang adik.

__ADS_1


selama perjalanan Cyra hanya cemberut dan memperhatikan keluar jendela mobil.


*****


Jasmine dan teman-teman kuliahnya sedang menjalani ujian perkuliahan, sebentar lagi dia akan ujian skipsi, Jasmine sudah menyelesaikan tesisnya, dia tinggal sidang skripsi saja.


"Jangan berisik! ujian yang tenang dan jangan mencontek teman kalian!" kata Dosen sambil memperhatikan suasana kelas.


Jasmine berusaha konsentrasi, dia ingin menyandang gelar cumlaude saat kelulusan nanti, dia ingin membuat bangga kedua orang tuanya, dan ada hadiah menarik yang menantinya dari sang kakak.


"Semangat Jasmine, berusahalah dengan sungguh-sungguh, maka kau akan memetik hasil terbaik! usaha tidak akan menyia-nyiakan hasil!" Jasmine menyemangati dirinya sendiri, ditengah sedang mengerjakan ujian.


*****


Pras dan Cyra sampai di hotel, mereka segera turun, Pras langsung buru-buru turun dan menghampiri pintu mobil yang menjadi tempat Cyra keluar.


Pras membukakan pintu mobil, dan mempersilahkan Cyra keluar sambil sedikit membungkukkan tubuhnya.


"Selamat datang, Ratu Cyra!" kata Pras yang membuat Cyra merasa kikuk.


Cyra tidak menghiraukan sikap Pras, dia berjalan meninggalkan Pras dan ingin segera masuk ke dalam kamar hotelnya, dia ingin merebahkan tubuhnya sebelum dia melakukan Boom.


Ting


Pras dan Cyra keluar dari lift dan menuju kamar mereka, Pras membuka kunci akses kamar hotel, lalu mereka berdua masuk ke dalam.



Pras mengingat cerita Cyra, yang bekerja online sebagai kreator menu masakan dan mengajarkan para asisten pemula untuk koki, mempunyai ide yang cemerlang setelah melihat hasil gambar Cyra yang dia lihat sebelum mereka pergi.


Pras melihat ke arah Cyra yang sedang duduk di sofa, Pras membuat dua gelas minuman dan menghampiri Cyra.


"Minum!" Pras menyodorkan gelas minuman kepada Cyra.


Cyra menoleh dan mengambil gelas yang ada di tangan Pras, mereka duduk bersama di satu sofa yang sama.


"Minum, dan aku ingin bicara?" kata Pras sebelum meneguk minumannya.


Cyra dan Pras sama-sama saling berpandangan sebelum mereka bicara.


Pras menggerakkan tangannya dan mengambil bungkusan disampingnya, dia memberikan bungkusan itu kepada Cyra.


"Hmmm?" Cyra hanya bisa berdeham tak mengerti.


"Ini untukmu, agar kamu bisa bekerja secara profesional!" kata Pras kepada Cyra.


Cyra tertegun, dia tidak menyangka sama sekali bahkan selama di luar hotel dia bahkan selalu mengumpat Pras, merasa jika Pras hanya menjadikan dirinya pajangan saja selama di toko elektronik.

__ADS_1


"Untukku?" Cyra bertanya sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Ya! ini untukku, dan aku berharap kamu bisa bekerja dengan semangat, aku mendukungmu! dan jika kamu berkenan, bekerjalah denganku di perusahaan yang sedang aku rintis!" tawar Pras.


Cyra hanya bisa terdiam, mendengar perkataan Pras, dia tidak menyangka Pras akan mendukung dirinya bekerja, perasaan kagum terhadap sikap Pras timbul di benak Cyra.


"Maaf! aku tidak bisa bekerja denganmu! fashion ku ada di dapur, jadi aku akan bekerja membuat masakan, sesuai dengan bakatku!" Cyra menolak tawaran Pras, sejak lama Cyra ingin bekerja sebagai seorang koki.


"Kalau begitu, baiklah! tapi terima laptop ini, dan aku akan mendapatkan izin dari Bapak dan Ibu untukmu." Pras mengacungkan jari kelingkingnya untuk mengikat janji dengan Cyra.


Dengan gerakan lambat dan ragu-ragu, Cyra mengeluarkan jari kelingkingnya dan mengaitkannya di jari kelingking Pras, mereka saling mengaitkan jari satu sama lain, membuat perjanjian tersegel.


"Terima Kasih!" Cyra mengucapkan terima kasih untuk pertama kali kepada Pras.


Pras tersenyum senang, dia akan berusaha memikat hati gadis pujaannya.


"Aku tidak akan membuatmu melakukan hal konyol itu Cyra, aku akan berusaha untuk membuatmu nyaman bersamaku! aku akan berusaha membuatmu menerimaku dan pernikahan kita." Pras bangkit dari duduknya.


Cyra masih memperhatikan bingkisan yang diberikan oleh Pras untuknya yang berisikan laptop khusus untuk menggambar, dia tidak perlu lagi memakai buku gambar dan juga memakai spidol, yang seminggu sekali harus dia titip ke asisten rumah tangga untuk dibelikan di toko buku.


Cyra bersiap untuk memulai acara Boom dengan para calon koki, dia memakai baju yang sopan dan kembali memoles bibirnya yang tipis dengan lipstik.


Pras memperhatikan cara Cyra dan make-up yang digunakan, dia bahkan diam-diam mengambil potret Cyra yang sedang bersiap di depan laptop barunya, dengan menggunakan earphone.


Pras lalu mengunggahnya di akun media sosialnya, beberapa hari lalu dia juga memosting foto pernikahannya.



*****


Cling


Satu pesan postingan baru di Clipgram masuk ke ponsel Jessica.


"Istriku!" Jessika membaca tulisan yang disertai dengan postingan foto wanita yang dikenalnya.


"Selama kita bersama, tidak pernah satupun ada foto wanita yang ada di galeri Clipgram Pras, tapi beberapa hari ini, dia selalu memposting wanitanya!" Wajah cemburu dan hati yang sakit tergambar jelas pada Jessica.


.


.


.


.


hi semuanya,,, baca juga untuk novel teman ku yaa, dijamin seru.

__ADS_1



__ADS_2