
~Berpelukan~
Keluarga Jarwo sudah pulang ke rumahnya. Sekarang hanya ada Cyra dan juga Pras di dalam rumah.
Pras yang sudah lelah langsung masuk ke dalam kamar. Cyra membersihkan gelas dan piring yang sudah digunakan tamu tadi.
Cyra masih dengan perasaan senangnya karena dikunjungi oleh keluarganya.
Selesai dengan kegiatan cuci piringnya. Sefya lanjut dengan menonton siaran kesukaannya di ruang televisi, sedangkan Pras masih beristirahat di kamar.
"Wajah romantis sekali. Aku mau punya suami yang sangat romantis." Cyra terus menghayati film kesukaannya.
Saat dia sedang asik menonton sambil memakan sedikit cemilan. Tubuhnya di peluk oleh seseorang dari belakang. Cyra menoleh dan wajah mereka saling bertemu. Terdiam sejenak karena mendapatkan perlakuan yang tak biasa. Pras yang menyadari istrinya melamun. Langsung mendaratkan kecupan di bibir istrinya. Mengetahui Cyra tidak menolaknya, Pras kembali meneruskan aksinya. Tanpa dia sadari Cyra membalasnya.
Keduanya saling merasakan sensasinya. Cyra yang terhanyut dan hatinya yang tak bisa menahan rasa sukanya, tak bisa menolak sentuhan itu.
Lama mereka saling bercumbu. Pras mengangkat tubuh Cyra untuk meneruskan aksi mereka di dalam kamar.
__ADS_1
Cyra di rebahkan di atas ranjang. Mereka melakukan pemanasan terlebih dahulu. Pras tidak mau langsung atau terburu-buru melakukannya. Dia mau Cyra melakukannya karena sudah yakin dengan perasaannya untuk mencintai Pras.
Pras melepaskan bibirnya dan tertidur di samping Cyra sambil memeluk istrinya dengan erat. Hati Cyra berdegup kencang. Dia merasa apa yang dilakukannya tadi sebuah kesalahan. Dia belum sepenuhnya yakin dengan perasaannya untuk Pras, tapi mengapa dia malah menikmati kelembutan yang diberikan Pras untuknya.
^^^Perasaan ini begitu berbeda. Aku tidak pernah merasakannya saat bersama Ryan. Apa benar ini adalah cinta yang sesungguhnya? Aku masih ragu.^^^
Cyra ikut memejamkan matanya. Dia masih dalam pelukan hangat suaminya.
Cyra dan Pras saat ini sudah sangat dekat. Cyra membalikkan badannya dan membelakangi Pras yang tertidur pulas.
.
.
"Kemana dia?" Cyra mencari Pras yang tak ada di atas ranjang.
Cyra ingin mencari Pras ke kamar mandi. Namun, Dia dihentikan dengan pelukan Pras lagi. Kini Pras melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping istrinya dan menaruh wajahnya di pundak istrinya.
__ADS_1
"Apa sudah waktunya sarapan?" tanya Pras.
Hembusan napas Pras yang wangi mint membuat Cyra kehilangan fokusnya.
Pras kemudian membalikkan tubuh istrinya dan melihat wajah istrinya yang sudah memerah.
"Apa semalam juga Semerah ini wajahmu?" Pras menggoda istrinya.
Melihat istrinya yang semakin tersipu. Pras langsung mengandeng tangan istrinya keluar kamar dan sarapan bersama.
"Jangan hanya bengong. Masakan ini kan kamu buat untuk di makan. Apa kamu mau aku suapi?" tanya Pras sambil menggoda.
Cyra langsung meraih sendok dan makan makanan yang sudah dia buat.
Selama mereka makan sarapannya. Cyra maupun Pras tak berkata sepatah kata pun. Namun, Pras tetap memperhatikan ekspresi istrinya. Pras sesekali tertawa kecil karena Cyra terlihat menggemaskan saat sedang malu.
Hari ini mereka akan kembali bekerja seperti biasanya. Pras akan mengantar istrinya yang sudah mulai menerima dirinya. Pras sangat bahagia ternyata perjuangannya selama ini tidak sia-sia. Dia kan terus mempertahankan hubungannya dengan Cyra dan dia ingin segera memiliki momongan.
__ADS_1