
~Dongengku, tak boleh dirusak!~
Cyra, Pras dan Jessica, makan dalam satu meja yang sama, Cyra membuat masakan ala Jogja, Gudeg, krecek, opor ayam kampung, karena kali ini dia membuat gudeg kering.
"Silahkan di cicipi." Cyra mempersilahkan tamunya untuk menyendok makanan terlebih dahulu.
Jessica menyendok nasi, gudeg dan opor ayam, serta sedikit krecek.
"Ini!" Jessica memberikan piring itu kepada Pras.
Jessica ternyata mengambil makanan untuk diberikan kepada Pras, ada rasa kesal di hati Cyra, saat ini yang Cyra rasakan tentang kehadiran Pras belum bisa dia artikan sebagai cinta, tapi entah mengapa di hatinya, terasa sesak dan marah ketika wanita lain memberikan perhatian kepada Pras.
"Tidak perlu, aku yang akan menyendokkan makanan untuk mas Pras." Cyra bicara sambil menyendok nasi untuk diberikan kepada Pras.
Dia mengisi lauk pauk buatannya di pinggiran nasi, tertata dengan sangat rapih dan terlihat seperti menu di restoran, Jessica menarik kembali piring yang tadi dia berikan kepada Pras, piring yang diatasnya terdapat nasi, dan di atas nasi ada lauk terlihat menumpuk dan kurang sedap di lihat, tidak seperti piring yang Cyra siapkan untuk Pras, tertata sangat rapih.
"Sepertinya kemampuanmu bukan hanya pandai memasak, tapi pandai menata." puji Jessica tapi tidak tulus.
Cyra melirik ke arah Jessica dan setelahnya kembali menyendok nasi untuk dirinya sendiri.
"Itu semua, karena aku belajar dari Ibu mertua ku, Mas Pras suka dengan makanan yang tertata rapih, benarkan mas?" tanya Cyra dengan mata tajam melirik ke arah Pras.
"Iyah, apalagi kalau Cyra yang memberikannya, sudah pasti setelahnya aku akan melahap habis semua." Pras bicara sambil mengerutkan matanya dan pipi yang sedikit tertarik ke atas.
Mereka menyudahi pembahasan tentang piring, kini mereka tengah menikmati makan siang bersama dengan menu yang begitu lezat.
__ADS_1
Masakan Cyra memang tidak usah diragukan lagi, bahkan ibu dan bapak Pras sangat menyukai masakan Cyra.
"Hmmm ... aku sangat kenyang." Pras mengelus perutnya yang tampak sudah sedikit membuncit.
Cyra dan Jessica juga sudah selesai dengan makan siang mereka, Cyra langsung membereskan semua yang ada di meja makan, sedangkan Pras mulai mengangkut piring-piring bekas mereka makan ke tempat cuci piring, Pras juga mengelap meja makan mereka. Jessica hanya melihat semua itu, dia tidak menyangka Pras ikut andil dalam urusan rumah.
"Kenapa tidak Cyra saja yang melakukannya?" tanya Jessica.
"Melakukan apa?" tanya Pras atas pertanyaan Jessica.
"Membawa piring kotor dan mengelap meja." Jessica memperagakan mengangkat piring dan mengelap meja dengan tangannya yang di angkat keudara.
"Kami sudah membagi tugas," jawab Pras sambil terus mengelap meja sampai bersih kembali.
"Bukankah, itu tugas seorang istri?" tanya Jessica, mencari celah agar Cyra jelek di mata Pras.
"Salah rumah tangga ada kerjasama, ketika kerjasama tercipta dengan sangat baik, maka artinya pasangan suami istri, berhasil menciptakan hubungan yang harmonis." Pras melanjutkan perkataannya.
Jessica tertegun dengan apa yang di katakan Pras, dia tidak menyangka, cinta di hati Pras begitu besar untuk Cyra, membuatnya semakin iri dan semakin ingin merusak hubungan mereka berdua yang saat ini tercipta harmonis meski cinta Pras masih bertepuk sebelah tangan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jessica menghampiri Cyra yang masih berada di dapur, Jessica melihat Cyra masih merapikan piring-piring dan menatanya di atas rak piring setelah dicuci.
"Masakan kamu sungguh enak, Aku tidak menyangka ternyata kamu sangat berbakat, dalam memasak dan cara menata seluruh menu di atas piring, juga mengesankan, sepertinya kamu seorang koki yang handal." puji Jessica tapi terdengar seperti sindiran.
__ADS_1
"Aku memang seorang koki, tapi mungkin aku bukan koki yang handal, aku masih tahap dalam pembelajaran," kata Cyra dengan merendah.
Jessica mengangguk, dia melihat bahwa Cyra adalah sosok seorang wanita yang tidak mudah menyerah, mandiri dan berprinsip.
"Ada perlu apa kamu kemari?" Cyra bertanya kepada Jessica tentang tujuannya datang ke rumah dia dan Pras.
"Hanya ingin mampir saja, Aku ingin melihat keadaan Pras dan juga ingin melihat seperti apa rumah baru kalian," kata Jessica
"Rumah kami biasa saja dan keadaan Mas Pras juga cukup baik-baik saja, aku rasa kamu tidak perlu lagi memeriksa keadaan Mas Pras, karena dia sudah memiliki seorang istri, yang cukup memperhatikan dirinya," kata cyra yang terlihat tidak suka dengan kehadiran Jessica dirumahnya.
"Istri? istri yang tidak mencintai Pras?" tanya Jessica
"Aku mungkin memang tidak mencintai mas Pras, tapi bukan tidak mungkin aku akan mencintainya!" tegas Cyra.
Mendengar perkataan Cyra, membuat Jessica semakin takut kehilangan Pras, mungkin saat ini dia tidak terlalu mencemaskan rumah tangga Pras, karena Cyra posisinya tidak mencintai Pras, tapi menjadi sebuah ancaman besar jika wanita yang ada di hadapannya saat ini, lambat lain mencintai Pras, sudah pasti dirinya tidak akan pernah memiliki kesempatan sedikit pun untuk merebut Pras dari Cyra.
"Apa kau yakin bisa mencintai Pras? yang dulunya adalah seorang kakak iparmu? dan aku tahu kamu mencintai Ryan melebihi apapun," kata Jessica, pertanyaan yang mungkin tidak pantas dilontarkan oleh siapapun.
"Jess, satu hal yang harus kau tahu, setiap orang memiliki banyak kemungkinan-kemungkinan, seperti diriku mungkin aku juga akan mendapatkan kemungkinan itu, kemungkinan merasakan cinta yang Mas Pras berikan terhadapku dan mungkin aku juga akan membalas rasa cinta itu, ketika rasa cintanya sampai ke dalam hatiku," Cyra menatap mata Jessica penuh makna.
Terlihat dari tatapan mata Cyra, perkataannya sangat sungguh-sungguh, dia tidak main-main, mungkin Jessica akan kehilangan kesempatan itu, tapi saat ini dia akan tetap berusaha untuk mendapatkan simpati dari Pras, meski Pras sudah berstatus suami orang.
"Dengarkan aku Jessica, Aku tidak akan pernah mengizinkan siapapun, merusak dongeng hidupku, aku yang jalani, Aku yang tentukan dan tidak ada satupun orang yang bisa merusaknya, meski rumah tangga kami tidak didasari dengan dua orang yang saling mencintai." Cyra kembali menegaskan bahwa rumah tangganya saat ini tidak boleh dirusak oleh siapapun, meski ia belum mencintai suaminya.
"Kalian sedang apa di sini? kenapa lama sekali di dapur? apa yang menarik sehingga membuat kalian betah di dapur?" tanya Pras saat menghampiri mereka berdua.
__ADS_1
"Ini kami akan segera kesana kok, ayo kita kembali ke ruang tamu." ajak Cyra dan Jessica serta Pras, mengikuti langkahnya menuju ruang tamu.
"Aku senang Cyra, kamu bisa tegas terhadap Jessica, dan kamu juga bisa membaca niat Jessica, Aku juga senang ternyata kamu berniat untuk mempertahankan rumah tangga ini dan belajar mencintaiku, Aku berharap cinta itu hadir secepatnya," batin Pras.