Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)

Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)
SK Part 18


__ADS_3

~Tamu tak diundang~


Pras pulang ke rumahnya bersama dengan Jessica, sesampainya pras di sana ia memperkenalkan Jessica kepada kedua orang tuanya yaitu Lasmi dan Bayu.


Lasmi memperhatikan Jessica dari ujung rambut, sampai ujung kaki, terlihat Lasmi sangat tidak menyukai Jessica padahal belum mengenal siapa itu Jessica.


Bayu melihat ke arah Jessica dengan tatapan bertanya-tanya.


"Siapa wanita ini apakah dia pacar dari Pras? tapi aku rasa tidak mungkin! karena terlihat sekali Pras menyukai Cyra," batin Bayu


"Apakah Pras, akan mengenalkan wanita ini sebagai pacarnya kepada kami? tapi jika memang benar, bagaimana dengan nasib Cyra? Pras tidak boleh meninggalkan Cyra, karena sudah sesuai dengan tradisi, dia harus menikahi dengan Cyra, lagi pula aku tidak setuju Pras menikahi wanita lain selain Cyra!" bisik Lasmi di dalam hatinya penuh dengan praduga.


"Bapak, Ibu! Perkenalkan ini adalah temanku Jessica, dia yang akan memegang cabang perusahaan yang aku miliki di Australia."Pras memperkenalkan Jessica kepada kedua orang tuanya.


Wajah Lasmi dan Bayu seketika berubah, ketika mendengar bahwa Jessica adalah teman dari anaknya bukan kekasihnya Pras.


Pras rasanya ingin tertawa, karena tadi dia melihat ketegangan di wajah kedua orang tuanya, Pras bisa menduga Apa arti dari raut wajah kedua orang tuanya, yaitu mereka menyangka bahwa Jessica akan diperkenalkan sebagai kekasihnya.


"Salam kenal Jessica, saya Lasmi Ibu dari Pras" Lasmi memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.


"Saya Bayu, orang tua Pras" kini giliran Bayu memperkenalkan dirinya, tapi sikap Bayu berbeda dengan Lasmi, dia tidak mengeluarkan tangan, hanya memperkenalkan diri biasa.


Pras kembali geli melihat sikap ayahnya dia sudah sangat tahu bagaimana sifat ayahnya Bayu tidak dengan mudah menerima orang asing ke dalam keluarga mereka


"Silakan duduk Jessica." Lasmi mempersilahkan Jessica duduk.


Mereka semua duduk di ruang tamu, begitu juga dengan Jessica, mereka berbincang-bincang tentang Jessica, Bayu menunjukkan ketidak ketertarikannya, terhadap Siapa itu Jessica, dia bahkan sama sekali tidak menghiraukan keberadaan Jessica, Bayu sibuk dengan majalah yang dipegangnya.


"Kenapa ayah Pras seperti orang yang tidak senang melihatku padahal aku adalah tamu dari anaknya Pras," batin Jessica


Saat mereka berbincang, ternyata Cyra keluar dari kamarnya, seketika Bayu memanggil Cyra.


"Cyra kemarilah," Panggil Bayu


"Perkenalkan ini adalah teman dari Pras," kata Bayu memperkenalkan Jessica


Cyra dengan langkah malasnya, menuju ke ruang tamu, Cyra menghampiri Jessica dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan.


"Ini Cyra, calon istri dari Pras," Bayu langsung memperkenalkan Cyra sebelum menantunya memperkenalkan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Cyra." kata Cyra memperkenalkan dirinya secara resmi, namun tidak berbicara bahwa dia adalah calon istri dari Pras.


Sikap Cyra terlihat sangat datar, dia seperti wanita yang tidak ada sedikit rasa pun, kepada Pras dan di situlah Cyra menunjukkan ketegasan atas hatinya kepada Pras.


"Duduk cyra, kita bicara bersama, kamu juga harus mengenal teman-teman Pras, karena suatu hari kamu pasti akan bergaul dengan mereka juga," kata Lasmi dengan tegas.


Meski enggan tapi Cyra tetap menuruti perintah dari mertuanya, dia duduk di sofa sambil memainkan jari-jarinya dan memutar memutar bola matanya menunjukkan dia tidak tertarik bergabung bersama mereka.


Jessica melihat ke arah Cyra, dia memperhatikan Cyra dan juga memperhatikan gayanya Cyra, lalu Jessica tersenyum menyeringai.


"Ternyata wanita seperti ini akan dinikahi oleh Pras? sangat tidak cocok untuk Pras! dengan kesuksesannya Pras, dia pantas mendapatkan seorang wanita yang lebih baik, yaitu aku" bisiknya dalam hati.


"Bu aku buatkan minuman dulu untuk tamunya, apa ibu dan bapak mau aku buatkan minuman juga?" tanya Cyra dengan sopan.


"Iya, Buatkanlah untuk bapak, ibu dan juga untuk Pras," kata Lasmi menjawab tawaran dari menantunya.


Cyra beranjak dari duduknya lalu dia pergi menuju ke dapur.


"Boleh saya menumpang ke kamar mandi?" tanya Jessica.


"Kamar mandinya, Kamu tinggal masuk ke dalam dapur, lalu kamu belok kanan, tepat di situ kamar mandi." Pras menunjukkan lokasi kamar mandi.


"Hai Cyra!" Jessica memanggil Cyra.


Cyra menoleh dan melihat ke arah Jessica, dia pun membalikkan badannya agar bisa melihat Jessica lebih jelas lagi.


"Ada apa? apa kamu perlu sesuatu?" tanya Cyra kepada Jessica.


"Tidak!" jawabnya.


"Kamu calon istri dari Pras?" tanya Jessica tiba-tiba


"Bisa dibilang seperti itu, kenapa?" Cyra berbalik bertanya.


"Tapi sepertinya kamu kurang layak untuk Pras," Jessica langsung berbicara menohok kepada Cyra


"Apa maksudmu? aku kurang layak untuknya? tanya Cyra sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Seharusnya Pras, mendapatkan wanita yang lebih berkelas dan lebih baik darimu!" jawabnya

__ADS_1


"Wanita berkelas dan lebih baik itu maksudnya kamu?" Cyra langsung bertanya dengan berani, dia tidak terima ketika dirinya direndahkan oleh orang lain.


Cyra memang tidak menyukai Pras, tapi bukan berarti dirinya dengan senang hati diejek dan direndahkan oleh orang lain yang lebih mengenal Pras.


"Bu - bukan begitu maksudku!" Jessica bicara dengan gugup


"Kalau kamu merasa dirimu lebih baik dan lebih pantas untuknya! Silakan ambil dia Jika kamu bisa!" Cyra menantang Jessica.


Dalam kata-kata tantangan itu, ada sebuah rencana yang seketika singgah di pikiran, bagi Cyra mungkin dengan Jessica berusaha merebut Pras, dirinya bisa terlepas dari pernikahan ini.


"Jessica" Panggil Pras dan dia langsung menoleh.


Cyra meneruskan membuat minuman untuk tamu, Pras dan juga kedua mertuanya.


"Ya Pras ada apa?" kata Jessica sambil menghampiri Pras


"Sudah ke toiletnya?" tanya Pras kepada Jessica.


"Oh ... sudah" Jessica berbohong.


Pras dan Jessica kembali ke ruang tamu, mereka duduk kembali bersama dengan kedua orang tua Pras, sedangkan Cyra masih sibuk membuat minuman di dapur.


Selang tak berapa lama, Cyra keluar dari dapur dan masuk ke dalam ruang tamu, dia menyajikan beberapa gelas minuman, untuk mereka semua yang ada di dalam ruang tamu.


"Silakan diminum," Cyra mempersilahkan mereka semua untuk minum.


"Cyra, setelah ini kamu dan Pras Pergilah ke butik, untuk fitting baju pengantin," kata Lasmi dengan kencang seakan-akan sengaja.


"Iya Bu," jawab Cyra.


Dia sebenarnya malas melakukan hal itu dengan Pras, tapi mau bagaimana lagi pernikahannya dengan Pras tinggal beberapa hari lagi.


"Pras, sepertinya aku harus pamit pulang, Kalian pasti sibuk untuk mempersiapkan acara pernikahan," kata Jessica pamit pulang.


"Baiklah," jawab Pras


"Ibu, Bapak, sepertinya Jessica harus pulang," kata Pras.


"Oh silakan pulang," kata Lasmi sambil tersenyum penuh kepalsuan.

__ADS_1


Melihat reaksi kedua orang tua terhadap dirinya, Jessica merasa kalau kedua orang tua Pras tidak menerima kehadirannya, kedua orang tua Pras terlihat tidak menyukai dirinya, entah mengapa, tapi itulah yang dirasakan Jessica saat ini.


__ADS_2