
~Lampu hijau ke dua~
Cyra dan Pras sampai di rumah, setibanya mereka di dalam rumah, ternyata, Jasmine, Bayu dan juga Lasmi sudah menunggu mereka berdua.
Pras menggandeng tangan Cyra, membuat Cyra bingung, tidak biasanya Pras menggandengnya.
Pras dan Cyra duduk di sofa di mana adik, ibu dan bapaknya juga duduk di sana.
"Pak, Bu, Dek. maaf aku dan Cyra terlambat pulang, kami habis dari rumah baru yang rencananya akan aku dan Cyra tempati!" kata Pras.
Bayu menatap putra sulungnya, tatapan yang membuat Cyra menciut, keyakinannya terhadap Pras seakan-akan melayang pergi meninggalkannya.
"Pras!" Bayu menyebut nama anaknya.
"Iyah Pak!" jawab Pras.
Bayu menghela nafas panjang sebelum melanjutkan perkataannya.
"Bapak, bukan tidak setuju kamu tinggal terpisah, hanya saja, Bapak takut, kamu tidak terurus nantinya! Cyra kerja dan kamu juga bekerja!" kata Bayu.
"Pak! Pras yakin, Cyra bisa membagi waktunya, antara pekerjaan dan juga tugasnya sebagai seorang istri!" kata Pras.
Jawaban yang diberikan oleh Pras, begitu menyentuh hati Cyra, dia tidak menyangka, Pras akan bersikap sangat dewasa dan membelanya.
"Kamu yakin?" tanya Bayu sambil melirik kearah Cyra yang sedang memandang Pras.
__ADS_1
"Yakin!" jawab Pras mantap.
tatapan Cyra semakin lekat, dia semakin kagum dengan sikap yang ditunjukkan Pras dihadapan Bayu dan Lasmi.
melihat tatapan mata Cyra, Bayu kembali menghela nafasnya panjang.
"Bapak dan Ibu, mengizinkan kalian tinggal terpisah! tapi masa percobaan satu bulan, jika Cyra tidak bisa mengurus urusan rumah tangga, izin kalian Bapak cabut dan Cyra harus kembali menjadi istri yang diam di rumah!" jelas Bayu tegas.
Cyra terkejut mendengar penuturan Bapak mertuanya. dengan cepat Cyra menatap Bayu, dan Bayu menatapnya.
"Kamu dengar Cyra?" tanya Bayu saat pandangan mereka bertemu.
Cyra diam dan berpikir. "Aku tidak boleh lemah, aku yakin bisa membagi waktuku, aku akan menunjukkan kepada mereka aku wanita yang bisa bekerja dan bisa mengurus rumah tangga!" batinnya.
Pras senang ternyata Cyra bisa meyakinkan kedua orang tuanya, Pras yakin mereka berdua punya masa depan yang baik.
"Kalau begitu, kapan kalian akan pindah?" tanya Lasmi.
"Mungkin lusa Bu, aku hanya tinggal packing baju-baju dan beberapa barang saja, karena rumah kami sudah siap huni!" ujar Pras.
Lasmi lega mendengar kalau rumah anaknya sudah siap huni, sehingga dia tidak perlu khawatir kalau Pras akan kesusahan tinggal berdua dengan Cyra.
"Cyra! kamu harus mengurus Pras dengan baik!" pesan Lasmi.
Cyra mengangguk, dia berjanji akan mengurus Pras dengan sangat baik, meski dia tidak mencintai Pras.
__ADS_1
"Demi karirku! aku akan mengurusnya dengan sangat baik!" batinnya lagi.
*****
Jessica menerima informasi bahwa Pras akan pindah dari kediaman Lasmi, seseorang memberikan informasi kepadanya. informasi yang bisa dipercaya dan berita yang masih hangat.
perasaan Jessica semakin hancur, jika Pras dan Cyra tinggal bersama berarti Pras semakin gencar untuk memikat hati wanita pujaannya.
"Aaaah!" Jessica menyapu kasar meja riasnya kesanga kedua tangannya, semua barang berserakan di atas lantai kamar hotel.
Jessica sangat marah, dia tidak terima Pras semakin bebas bersama wanita yang dia cintai.
"Pras! aku tidak akan menyerah, aku akan berusaha tinggal lebih lama di Indonesia dan kembali ke Australia bersama dirimu!" ujarnya sambil melihat cermin.
.
.
.
Happy reading guys,,, baca terus kelanjutannya.
Guys aku punya rekomendasi novel bagus untuk kalian.
__ADS_1