
~ Komplek Lily ~
Pras sedari pagi sangat sibuk, selain mengurus pekerjaannya di kantor, dia juga sedang mempersiapkan sesuatu.
"Pak Pras, untuk meeting sudah siap, seluruh karyawan sudah menunggu anda!" Bagas menemui Pras di ruangan kerja.
"Baik, aku akan segera ke sana, mulailah dulu bersama Jessica," kata Pras tanpa melihat ke arah sekretarisnya.
Pras memilih sekertaris pria, agar tidak menimbulkan fitnah dan menghindari ketertarikan terhadap lawan jenis.
Pras dengan cepat menyelesaikan tugasnya, dia sedang mengecek ulang list yang ada di daftar belanjaannya.
"Selesai!" Pras langsung bangkit dan berjalan keluar ruangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Happy class cooking." Cyra memberikan semangat kepada para calon asisten koki.
Hari pertama Cyra mengajar secara tatap muka langsung, Cyra senang bisa langsung face to face dengan para calon asisten koki, dia merasa ini adalah pengalaman pertama baginya menjadi trainer offline.
"Ternyata begitu menyenangkan, aku sangat terharu bisa berdiri di ruangan sebesar ini, sebagai seorang pengajar kelas memasak!" batin Cyra sambil terus menikmati pemandangan didepan matanya.
Para peserta pun terlihat senang, beberapa dari mereka bahkan memberikan sebuah kenang-kenangan, dan beberapa lainnya memberikan Cyra masakan hasil tangan mereka sendiri.
Kebebasan yang diberikan kepadanya, akan dengan sangat hati-hati dia jaga, Cyra hanya ingin mengukir prestasi, ingin membuat bangga dirinya sendiri dan juga kedua orang tuanya di surga, meski ada sedikit kekecewaan dihatinya karena orang tuanya menjadikan dia pelunas hutang, tapi Cyra tetap menyayangi mendiang orang tuanya.
"Cyra!" panggil George.
Cyra langsung menghampiri bossnya, mereka saling berhadapan, Cyra melihat ke arah George dengan sedikit mendongakkan wajahnya, George yang lebih tinggi dari Cyra, terlihat menyembunyikan kegelianya, ketika Cyra harus mendongak.
"Ini kartu akses mu, pakai ini untuk masuk ke dalam hotel dan membuka pintu yang harus kamu masuki, dari pintu dapur, pintu gudang, dan lainnya yang berhubungan dengan tugasmu!" George menjelaskan dengan sangat detail.
Cyra melihat kartu akses, kartu yang bisa membuatnya menjadi karyawan tetap dan di akui mulai hari ini.
"Aku, kembali bekerja, terima kasih, Pak George!" Cyra tersenyum tipis sebelum memalingkan wajahnya dan kembali bekerja.
George sangat menikmati senyuman yang dilemparkan Cyra kepadanya, meski hanya sebuah senyuman biasa, tapi baginya itu sangat indah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aku ingin tahu, Cyra sedang apa! kalau aku telepon, pasti dia tidak akan mengangkatnya, jadi lebih baik, aku mengirimi dia pesan saja!" Pras membuka kotak pesan dan mengirimi istrinya pesan singkat.
'Pulang kerja nanti, aku jemput, ada yang harus aku tunjukkan kepadamu.'
Pras langsung mengirim pesannya, dia lalu kembali bekerja setelah meeting bersama karyawan selesai.
Tok Tok Tok
Seseorang mengetuk pintu ruangan Pras.
"Silahkan masuk!" ujar Pras dari dalam ruangan.
"Pras, sudah waktunya makan siang, apa kamu mau makan siang denganku?" tanya Jessica.
"Maaf Jess, aku tidak bisa, masih banyak pekerjaan yang harus aku urus, dan aku juga, sudah memesan makan siang via online." Pras menendang Jessica.
"Baiklah, aku makan siang dengan karyawan saja." Jessica membalikkan badannya.
"Jess!" panggil Pras
"Apa dia, berubah pikiran?" tanya Jessica dalam hatinya.
__ADS_1
Jessica membalikkan badannya dan melihat kearah Pras dengan menyunggingkan senyuman.
"Terima kasih, kamu sudah membantuku sejauh ini, kamu memang sahabatku yang paling terbaik dan bisa diandalkan!" Pras mengacungkan jempolnya dan tersenyum lebar.
Jessika hanya membalas senyuman Pras, tanpa berkomentar dengan kata-kata yang Pras berikan untuknya. Jessica keluar dari ruangan Pras.
"Jika kamu sebangga itu denganku! kenapa kamu tidak pernah melirikku! aku tidak butuh ucapan terima kasih mu, yang aku butuhkan perasaanmu untukku!" batin Jessica sebelum menutup rapat pintu ruangan pria yang selalu ada di hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cyra melihat ponselnya sebelum menyantap menu makan siangnya.
"Pras!" bisik Cyra sambil melihat pesan yang dikirim oleh Pras untuknya.
Cyra membalas pesan Pras, lalu dia membuka beberapa kotak makanan yang diberikan untuknya.
"Karena aku mendapat banyak makanan, kita makan bersama, kita sama-sama mencicipi masakan teman-teman yang sudah memasak khusus hari ini!" Cyra bicara sambil menyendok beberapa makanan, dan diikuti oleh yang lainnya.
Cyra membagi makanan yang dia peroleh, sikap seperti ini, semakin membuat yang lain senang dengan keberadaan Cyra, sosok Cyra bisa menjadi panutan untuk mereka, meski Cyra dengan mereka tidak seumuran, tapi keakraban bisa diciptakan di tengah-tengah perbedaan usia.
Sangat menyenangkan, makan bersama dengan teman-teman, bercerita tentang pengalaman lucu atau sedih, bercerita tentang diri kita sendiri, membuat suasana hati semakin terasa bahagia.
Kebahagiaan yang baru dirasakan oleh Cyra, selama ini dia hanya bisa terkurung di istana keluarga Prawiro.
"Terima kasih Tuhan, aku bisa merasakan kembali suasana berkumpul bersama dengan teman-teman, semoga ini adalah awal yang baik untuk aku!" Cyra berharap mendapatkan masa depan yang semakin indah dan bahagia.
"Cyra, apa kamu sudah punya pacar?" tanya salah seorang temannya.
"Hmmm ... itu!" Cyra bingung harus bagaimana menjawabnya.
"Aku yakin dia pasti sudah memiliki pacar, paras cantik dan pandai, sudah jelas banyak pria yang mengantri untuk menjadi pacarnya, benarkan Cyra?" ujar Ulfa salah satu koki.
"Tidak, sebenarnya aku sudah menikah, tapi suamiku sakit dan meninggal dunia." Cyra menunjukkan wajah sedihnya.
Mereka semua merasa bersalah dan sedih dengan keadaan Cyra yang ternyata seorang janda.
Mendengar pernyataan Cyra, seseorang memiliki sesuatu yang dia dapatkan, informasi yang cukup berharga untuk dirinya.
Dia, langsung pergi keluar hotel dan mengendarai mobilnya.
"Aku, akan mencari tahu semua tentangmu, perkataan ku, adalah kunci untuk merubah hatinya! aku tidak rela jika George memberikan hatinya untuk wanita tidak jelas seperti dirimu!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pras menuju hotel tempat Cyra bekerja, dia dengan sangat senang, hingga sepanjang jalan bersiul.
Pras tidak sabar untuk membawa Cyra ketempat yang sudah dia persiapkan.
"Aku harap, ini langkah awal untuk kita membangun rumah tangga bahagia!" Kata Pras penuh pengharapan.
Pras menelepon Cyra ketika dirinya sudah berada di parkiran hotel.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aku pulang dulu!" Cyra melambaikan tangannya.
Cyra berjalan menuju lift, tapi tidak disangka di sana dia bertemu dengan George.
"Sudah mau pulang?" tanya George.
"Iyah!" jawabnya.
__ADS_1
"Perlu aku antar?" George menawarkan tumpangan.
"Tidak perlu! aku sudah dijemput." jawab Cyra.
pintu lift terbuka, Cyra dan George keluar lift.
"aku duluan, permisi!" Cyra berpamitan.
tapi ternyata George mengikuti langkah Cyra.
"Siapa yang menjemputnya, aku penasaran sekali!" George mengendap-endap.
Cyra masuk ke dalam mobil Pras, Pras memberikan senyumannya.
"Apa dia pacarnya? tapi terlihat usianya jauh berbeda!" George semakin penasaran.
Mobil yang di masuki Cyra melesat dengan cepat.
"Kita mau kemana?" tanya Cyra.
"ikut saja!" jawab Pras.
mereka berdua menuju sebuah komplek yang terlihat adalah perumahan elit, Cyra sangat terkesan dengan rumah-rumah yang berjajar rapih, megah, cantik dan terlihat asri.
Pras menghentikan mobilnya di depan, salah satu rumah megah yang bergaya Jawa.
"Rumah siapa? bagus sekali rumahnya" tanya Cyra dan mengagumi design rumah itu.
"Turun, dan kita lihat, rumah siapa itu!" Pras menutup pintu mobilnya.
Cyra dan Pras berjalan masuk ke dalam rumah, Cyra semakin terkesan dan terpesona karena design rumah yang unik, Cyra juga melihat dapur yang sangat cantik bergaya Eropa.
"Waaao, cantik sekali!" kagumnya dengan menyusuri sekitar dapur.
"Siapa pemiliknya?" tanya Cyra.
"Foto pemiliknya tergantung di ruangan keluarga, keluarlah dari dapur, belok kanan dan belok kiri, lihat disana siapa pemiliknya!" teriak Pras yang sedang berjalan menuju landai dua.
Cyra mengikuti perintah Pras, dia berjalan ke arah ruangan keluarga.
Cyra melihat ke dinding dan betapa terkejutnya melihat sebuah foto tergantung disana.
"I-Itu?! bukan kah itu?!" Cyra menunjuk ke arah foto dan dia tak bisa berkata-kata.
.
.
.
.
Hai kawan semua terimakasih sudah membaca karyaku,,, terus ikuti kelanjutan kisah Cyra dan Pras, semakin menarik ceritanya.
.
.
.
.ikuti juga kisah cerita dari novel teman ku...
__ADS_1