
~Pernikahan~
Hari yang ditunggu-tunggu oleh Pras akhirnya datang juga, hari ini dia akan mengikat janji suci bersama dengan Cyra, wanita yang dicintainya.
Mengenakan pakaian beskap membuat Pras terlihat sangat tampan dan sangat karismatik melihat dirinya di cermin.
"Pras! kamu harus bisa mengucapkannya dalam satu tarikan nafas, untuk membuktikan bahwa dirimu benar-benar mencintai Cyra," kata Pras sambil bercermin dan merapikan pakaiannya.
"Den Pras, ditunggu di tempat akad nikah," kata asisten rumah tangganya yang ikut dalam acara pernikahannya di hotel bintang lima.
Sekali lagi Pras menatap dirinya di cermin dan menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan, dia siap untuk mengikat janji suci, Pras meninggalkan ruangan riasnya dan menuju ke meja yang akan menjadi tempatnya mengucapkan ijab qobul.
Keluarganya menunggu Pras datang, saat Pras datang, dia langsung duduk di hadapan sang penghulu, yang akan menikahkanya dengan Cyra, di sana sebagai wali nikah Cyra adalah wali hakim karena orang tua Cyra, sudah meninggal dunia, sedangkan pamannya Jarwo, tidak bisa menjadi wali nikahnya karena mereka tidak sedarah.
Akad nikah pun diselenggarakan, Pras mengucapkan janjinya di hadapan penghulu dan wali hakim serta saksi, setelah kata 'sah' terdengar merdu di telinga Pras, kata itu membuatnya resmi menyandang status sebagai suami dari Cyra.
"Kepada mempelai wanita, dipersilahkan untuk memasuki ruang resepsi pernikahan," kata MC memanggil Cyra.
Cyra berjalan diiringi oleh Lasmi, Jasmine, Yuni , dan kinan, melangkah menuju pelaminan, Pras yang melihat Cyra, begitu kagum, kecantikan semakin terpancar dari wajah Cyra, gaun yang dikenakannya membalut tubuh indah yang Cyra miliki, polesan riasan tipis-tipis tapi tetap memberikan kesan anggun yang membuat Pras, semakin mengagumi wanita yang kini menyandang status sebagai istrinya yang sah.
Cyra berusaha untuk tegar dalam pernikahan keduanya kali ini, dulu saat menikah dengan Ryan Dia tegar karena tak ada satupun nama yang terselip di hatinya, tapi kini pernikahannya dengan Pras ia harus mencoba lebih tegar lagi karena hatinya sudah terselip nama Ryan.
Cyra menaiki anak tangga pelaminan, satu persatu dengan wajah yang tegak namun pandangan yang datar.
cyr duduk di samping Pras, mereka sekarang duduk di satu bangku yang sama.
__ADS_1
"Acara selanjutnya adalah penyematan cincin pernikahan, kepada mempelai wanita dan mempelai pria, mereka akan saling bertukar cincin satu sama lain," kata MC memberikan rangkaian acara selanjutnya
Lasmi membawakan cincin pernikahan kepada Pras dan Cyra, mereka berdua masing-masing mengambil satu cincin dan menyematkan di jari pasangan masing-masing, Pras menyematkan sebuah cincin berlian di jari manis Cyra, begitu pula dengan Cyra, menyematkan cincin berlian di jari manis Pras, cincin yang sangat indah dan sempurna untuk sebuah pernikahan.
Melihat cincin sudah tersemat di jari Cyra dan Pras membuat Lasmi dan Bayu menyunggingkan senyumnya, Mereka senang akhirnya Keinginan mereka terwujud untuk yang kedua kalinya.
Rangkaian acara demi acara diselenggarakan hari ini dalam pernikahan Cyra dan Pras, kini saatnya mereka membagikan cenderamata untuk para tamu yang datang.
"Sebagai tanda untuk mengenang pernikahan mereka berdua, keluarga besar dari Prawiro memberikan sebuah souvenir atau cenderamata, untuk para tamu hadirin sekalian, berupa satu keping emas seberat lima gram," kata MC memberitahukan hadiah yang akan diberikan keluarga Prawiro kepada tamu yang datang.
Para tamu yang datang mengantri untuk mengambil souvenir yang sudah disediakan oleh keluarga Prawiro, tak terkecuali Yuni dan Kinan yang juga ikut mengantri di dalam barisan para tamu.
"Saya mau dua ya! saya ini Bibi dari pengantin wanita!" kata Yuni memberitahukan kepada WO yang mengatur acara pernikahan Cyra dan Pras.
Mendengar penuturan dari Yuni, panitia Wo tidak bisa berbuat apa-apa, mereka hanya bisa menurutinya, panitia memberikan dua keping emas dengan berat lima gram \= sepuluh gram.
Melihat itu semua Jasmine dan Jessica yang sedang berdiri bersampingan, terlihat sangat malu terlebih Jessica, dia semakin memandang rendah Cyra dan juga keluarganya.
"Sangat tidak tahu malu! keluarganya saja seperti itu apalagi wanita itu?" bisik Jessica tanpa mengetahui kalau wanita di sampingnya mendengar semua ocehannya.
"Apa maksud dari wanita itu? maksudnya Mbak Cyra?" tanya Jasmine kepada wanita yang berdiri di sampingnya, yang sejak tadi mengocek tak jelas sehingga membuat kupingnya panas.
"Iya si Cyra itu? dia sama sekali sangat tidak bermoral! menikahi kakak iparnya sendiri," kata Jessica dengan mengkritik Cyra.
"Maaf kamu ini siapa ya?" tanya Jasmine kepada wanita itu.
__ADS_1
"Saya adalah temannya pria yang menjadi pengantin di depan sana," kata Jessica sambil menatap Pras yang sedang duduk di atas pelaminan bersama Cyra.
"Oh jadi kamu temannya, Mas Pras?" kini Jasmine sadar bahwa wanita yang di sampingnya sedang menahan api cemburu.
"Keluarganya juga sangat tidak pantas! hanya karena kepingan emas seberat lima gram, mereka rela mengantri dan meminta lebih, dengan membawa nama pengantin wanita dan juga pengantin pria." kritik Jessica lagi
Mendengar perkataan Jessica, membuat Jasmine gerah, tetapi dia tidak bisa melakukan apa-apa, karena ini adalah hari pernikahan kakaknya, dia tidak bisa mengajak ribut orang lain, karena akan merusak suasana pernikahan.
Jasmine memilih pergi dari sisi wanita itu, dia masuk ke dalam ruang rias atau ruang keluarga yang disediakan oleh pihak hotel, di sana dia duduk di bangku meja rias, lalu ia menggebrak-gebrak meja dengan tangan yang mengepal, Jasmine meluapkan emosinya lalu tiba-tiba ayahnya muncul.
"Kamu kenapa Jasmine?" tanya Bayu melihat anaknya yang bermuka kesal.
"Tidak apa-apa, aku hanya sedang kesal Pak," jawab Jasmine tanpa menatap wajah Bayu
Bayu membenarkan pakaiannya dan merapikan kerah bajunya, sambil melihat cermin dan dari sudut matanya dia melihat ke arah putrinya yang sudah cantik tapi berwajah masam.
"Coba cerita sama bapak, ada apa wajah kamu sampai cemberut begitu? pasti ada sesuatu hal yang membuatmu kesal?" tanya Bayu dengan cepat.
"Tadi aku bertemu dengan seorang wanita. Dia dengan seenaknya menjelek-jelekkan Mbak Cyra! dia juga sedikit menghina keluarga Mbak Cyra, walaupun aku setuju dengan perkataannya mengenai keluarga Mbak Cyra, tapi aku tidak setuju dengan perkataannya tentang Mbak Cyra!" Jasmine menceritakan apa yang didengarnya dengan hati menggebu-gebu.
"Apakah itu teman dari Pras?" tanya Bayu menebak-nebak.
Jasmine lalu mengangguk dan Bayu menghampiri putrinya
"Tidak perlu kesal dengan perkataan Jessica, kamu tahu sendiri kan sifat Mbak Cyramu Seperti apa? jadi apapun yang orang lain katakan, walaupun itu buruk kamu tidak perlu kesal, karena hal itu bukanlah suatu kebenaran," kata Bayu memberi pemahaman
__ADS_1
"Kok Bapak tahu nama dari temannya, Mas Pras adalah Jessica?" tanya Jasmine bingung.
"Tempo hari Pras, mengajaknya singgah ke rumah kita," jelas Bayu yang kemudian kembali ke ruang resepsi pernikahan.