Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
Bab 10


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, Arvin dan Lista masih berada di rumah utama, karena permintaan Elin yang melarang Arvin dan Lista pulang kerumah Arvin


Sudah terbiasa bagi Lista dan Arvin satu ranjang. Arvin selalu memasang guling sebagai pembatas


Pagi itu, Bian tidak bisa mengantar Lista karena dia mendapat tugas dari Ramon


Lista masuk ke mobil Arvin, karena Arvin yang akan mengantar Lista hari ini


"Kau pulang jam berapa?" tanya Arvin


"Sekitar jam dua" ucap Lista


"Asisten Daniel turunkan aku di persimpangan sana, aku masih mau mampir di tempat fotocopy" ucap Lista


"Baik" ucap Daniel


Setelah sampai, Lista mencium tangan Arvin dan bersiap turun


"Lista" panggil seorang pria yang tidak asing bagi Lista


"Reki, kemana saja kamu? Sudah satu bulan aku tak melihatmu" ucap Lista


Arvin yang melihatnya pun merasa tak senang


"Kenapa kau diam, apa kau mau melihat mereka?" tanya Arvin dingin membuat Daniel sulit menelan salivanya


"Maaf tuan" ucap Daniel


"Kenapa jadi aku yang kena marah. Apalah daya, aku hanya korban pelampiasan" batin Daniel meratapi nasibnya


"Tuan muda, tuan muda permana meminta kita untuk datang" ucap Daniel


"Apa jadwal ku hari ini?" tanya Arvin yang mulai sibuk dengan laptopnya


"Hanya ada rapat jam 10 tuan" ucap Daniel


"Baiklah, kita akan kesana nanti" ucap Arvin masih fokus pada laptopnya


.


.


Sedangkan di kampus...


Setelah fotocopy Lista segera kembali ke kelas, Lista tidak menyadari bahwa Reki telah pergi dari tempat itu


"Nih, aku sudah fotocopy sesuai permintaan kalian" ucap Lista memberikan lembaran fotocopy itu


"Thankyou" ucap Viona


"Eh, si Reki kok lama banget ya gak masuk?" tanya Risa penasaran


"Tadi waktu fotocopy, aku bertemu dengan dia" ucap Lista


"Tapi kata teman sekelasnya dia gak masuk lagi" ucap Risa


"Ekhem, kalian mau masuk atau masih mau bergosip" Tiba-tiba pak Darren sudah berdiri di belakang keempat wanita itu


"Masuk pak, masuk" ucap meraka dan segera masuk ke kelas


Darren memang tampan, tapi baru menjabat sebagai dosen pengganti, dia terkenal dengan ketegasannya


Tanpa mereka sadari, sepasang mata mengawasi mereka dari kejauhan


.


.


Sementara di perusahaan...


Arvin yang saat itu ingin bertemu klient, tiba-tiba ponsel Arvin berdenting


"Tuan saya, saya yang akan menjemput nyonya muda nanti. BIAN" pesan singkat di ponsel Arvin


"Iya" hanya itu yang Arvin kirimkan pada Bian


"Tuan, klient sudah datang dan menunggu anda" ucap Daniel


"Iya, ayo kita kesana" ucap Arvin berjalan menuju ruang rapat


.


.


Kembali pada kampus Lista


Sekitar pukul dua, Lista dan Cantika berada di depan gerbang kampus


"Lis, kamu di jemput siapa?" tanya Cantika

__ADS_1


"Mungkin mas Arvin. Karna Bian sedang di beri tugas oleh papi" jawab Lista, Cantika mengangguk


Tak berapa lama, sebuah mobil berhenti di gerbang kampus


"Maaf nyonya, saya di tugaskan untuk menjemput nyonya muda" ucap pria yang asing bagi Lista


"Kamu siapa?" tanya Lista


"Saya sopir perusahaan. Tuan muda yang meminta saya menjemput anda" ucapnya


"Oh iya. Cantika aku duluan ya" ucap Lista melambaikan tangannya


"Iya hati-hati" ucap Cantika


Lista terus mengamati jalan yang di lalui sopir itu


"Pak, ini bukan jalan pulang kan" ucap Lista merasa was was


"Kita berputar, karna jalan yang biasa kita lewati sedang macet" ucapnya, Lista mengangguk mengerti


Semakin lama, Lista semakin jauh dari jalan menuju rumah


"Pak, kenapa kita semakin jauh?" tanya Lista mulai khawatir


Tiba-tiba pria itu berbalik dan menyemprotkan sesuatu pada Lista hingga Lista tak sadarkan diri


.


.


Arvin yang sudah tidak ada jadwal lagi, dia segera menuju tempat sahabatnya


"Bagaimana?" tanya Arvin datar


"Dia sudah mengaku, dia memang disuruh oleh Ratna" jawabnya


"Lalu, apa Ratna mengakuinya?" tanya Arvin


"Tentu saja, jika tidak mengaku aku akan memberikan dia pada peliharaanku" ucapnya sambil menghisap rokoknya


"Apa Citra terlibat dalam hal ini?" tanya Arvin


"Iya, tapi sayangnya dia kabur lebih dulu" jawabnya


"Tapi tenang saja, dia tidak akan bisa kabur jauh dari kota ini" ucapnya sambil mematikan putung rokoknya


Daniel membawa Arvin ke ruang bawah tanah untuk melihat keadaan mertua dan menantu itu


"Memang pantas kalian menjadi mertua dan menantu" ucap Arvin tersenyum miring


"Tuan muda tolong maafkan saya, saya tidak ingin berada di sini" ucap Ratna memohon


"Sayangnya aku tidak suka melihatmu di luar, aku lebih suka kau disini" ucap Arvin menyeringai


"Atas dasar apa kau mengurungku disini?" tanya Evan menatap Arvin


"Kenapa, apa kau tak terima?" tanya Arvin menatap Evan tajam


"Kau akan menyesal telah membuat aku seperi ini" ucap Evan


"Aku akan menantikan penyesalan itu" ucap Arvin datar


Lalu mereka keluar, sedang mereka di jaga oleh pengawal tuan Permana itu


"Arvin, apa kau serius dengan pernikahanmu?" tanya tuan muda Permana


"Tidak" jawabnya cepat


"Kenapa, aku lihat dia gadis yang baik. Atau jangan bilang kau tidak bisa melupakannya" ucap tuan muda Permana menerka


"Aku sudah melupakannya, namun untuk menerima cinta yang baru aku tidak bisa" ucap Arvin menunduk


Namun saat Arvin memejamkan matanya, terlintas wajah Lista di pikirannya. saat dia mengingat wajahnya, jantung Arvin berdetak dengan kencang


"Aku akan pergi sekarang, kau bisa memberikan mereka pada buaya kesayanganmu" ucap Arvin dan pergi bersama Daniel


.


Hingga waktu menunjukan pukul tujuh malam, Arvin segera kembali kerumah


"Arvin kenapa kamu malam sekali baru pulang. Kasian Lista kan menunggu kamu" ucap Elin menghampiri putranya


"Lista, menungguku?" tanya Arvin bingung


"Iya dimana Lista?" tanya Elin


"Bukankah dia sudah pulang tadi, di jemput Bian?" tanya Arvin mengerutkan keningnya


"Kamu jangan ngarang, Bian baru datang bersama papi" ucap Elin

__ADS_1


"Tapi tadi Bian sendiri yang menghubungiku" ucap Arvin


"Tuan muda" sapa Bian


"Bian, apa kau tak menjemput nyonya?" tanya Arvin


"Tidak tuan, saya juga baru datang" ucap Bian


"Arvin kamu jangan bercanda" ucap Elin mulai khawatir


"Beneran mi, tadi Arvin tidak menjemput Lista" ucap Arvin


"Daniel hubungi bi Ani, apa Lista dirumah" ucap Arvin, Daniel pun segera mengubungi bi Ani dan bi Ani mengatakan tidak ada Lista di rumah


"Sial, cepat lacak keberadaan Lista" ucap Arvin meraih ponselnya dan menghubungi para sahabatnya


Darren yang saat itu bersama juan dan Reyhan terkejut karena Lista tiba-tiba menghilang


Reyhan mencoba menghubungi kekasihnya


"Sayang, apa Lista bersama kamu?" tanya Reyhan


"Tidak. Lista dan Cantika tadi pulang lebih dulu" jawab Viona


"Coba kau tanyakan pada Cantika, karena Lista tidak ada pulang" ucap Reyhan


"Iya, aku akan bertanya pada Cantika" ucap Viona


Viona segera menghubungi Cantika, dan Cantika pun mengatakan bahwa Lista di jemput oleh orang suruhan tuan muda


Viona menceritakan semuanya pada Reyhan


.


.


Di sebuah gudang yang gelap dan hanya pencahayaan lampu kecil itu, Lista baru membuka matanya


"Aku dimana?" tanya Lista sambil memegang kepalanya yang masih pusing


"Ternyata kau sudah bangun" ucap pria bertopeng itu


"Siapa kau, lepaskan aku" ucap Lista ketakutan


"Jangan takut sayang, aku tidak akan menyakitimu" ucapnya mendekati Lista


"Pergi, menjauh dariku" ucap Lista yang mulai memundurkan langkahnya


"Sayang, tenang saja. Aku hanya ingin memilikimu" ucapnya menarik kaki Lista


"Lepas, tolong tolong" teriak Lista


"Teriak, berteriaklah. Sampai suaramu habis tidak akan ada yang menolongmu" ucapnya kembali mendekati Lista


Dengan cepat Lista menendaang dada pria itu dan segera kabur


Namun apalah daya, Lista tertangkap kembali oleh pria itu


"Lepaskan aku, lepas" ucap Lista memberontak


Pria itu menarik baju Lista hingga baju Lista robek, Lista mencoba menutupi tubuhnya


"Hemmh, wangi sekali tubuhmu, bagaimana jika aku mencicipinya lebih dulu" ucapnya semakin mendekati Lista


"Jangan aku mohon jangan, jangan sentuh aku" ucap Lista memohon sambil meringkuk


Saat pria itu akan mendekat pada Lista, tiba-tiba seorang pria mendobrak pintu tersebut hingga roboh


"Siapa yang berani mengusik kesenanganku" ucapnya


"Kak Darren" lirih Lista, dengan cepat Darren berlari dan menendang pria itu hingga jatuh


Dengan cepat Daniel menghampiri Lista dan memakaikan jas milik Arvin padanya


Melihat adanya Daniel, Lista melihat Arvin disana


Lista segera berlari kearah Arvin, dengan cepat Arvin mendekapnya walau Arvin duduk di kursi rodanya


Dengan cepat Darren membuka topeng pria itu


"Kau"


** Bersambung**


Kira kira siapa pria bertopeng itu, ikuti terus ceritanya ya


jangan lupa bantu like dan vote


Buat yang sudah like, terimakasih sudah mampir

__ADS_1


__ADS_2