
"Nona, silahkan makan malam anda" ucap wanita itu lembut
"Terimakasih Alice" ucap Lista tersenyum lembut pada Alice
"Nona, saya akan meminjamkan ponsel pada anda, tapi anda hanya punya waktu 5 menit sebelum para penjaga datang" ucap Alice pelan
"Benarkah, apa aku bisa meminjam ponselmu?" tanya Lista terlihat senang, Alice mengangguk
Alice mengeluarkan benda pipih dari dalam saku celananya, dan memberikannya pada Lista
Lista menekan nomor suaminya namun tidak ada jawaban dari ponsel suaminya, begitupun dengan ketiga sahabatnya
"Kenapa mereka semua tidak bisa di hubungi" ucap Lista, Alice mendengar langkah kaki mendekat, Alice segera mengambil ponselnya dan menyimpannya kembali
"Nona, bersikap seperti biasa" ucap Alice berbisik
Lista diam menjauh dari Alice dan menatap luar jendela
"Alice kau bisa kembali ke tempatmu" ucap salah satu pria yang menjaga Lista
"Tapi nona masih belum makan" jawab Alice
"Ini perintah tuan Jack" ucapnya, Alice pun menuruti perkataan pria itu dan pergi dari kamar Lista
"Mas Arvin apa kamu tidak mencariku?" tanya Lista masih menatap luar jendela
Namun tiba-tiba mata Lista melihat sesosok wanita dan pria yang dia kenal
"Kak Reyhan Viona" ucap Lista pelan
"Viona, Kak Reyhan, Kak Reyhan aku disini" teriak Lista namun percuma itu tidak akan membuat mereka mendengar teriakan Lista
"Viona, tolong aku" teriak Lista lagi sambil menggedor jendela kaca itu
"Apa yang kau lakukan?" tanya penjaga itu
"Ingat jika tuan Jack tau, dia tidak akan mengampunimu" ucapnya lagi membentak Lista
"Apa sebenarnya yang kalian inginkan?" tanya Lista menatap penjaga itu, namun tak di hiraukan oleh penjaga itu
.
Malam harinya, Lista masih tak bisa tidur, dia terus menatap langit langit kamarnya
Lista melihat pintu kamar miliknya sedikit terbuka, Lista mencoba membuka pintu itu perlahan
"Kenapa tidak ada orang sama sekali?" tanya Lista melihat sekitarnya
Lista memberanikan diri untuk keluar dari tempat itu
"Ini kesempatanku untuk kabur" ucap Lista dan berjalan mengendap-endap sambil melihat sekelilingnya
Lista segera bersembunyi kala mendengar suara langkah kaki mendekat
"Semoga saja aku tidak ketahuan" ucap Lista pelan
Lista kembali mencari jalan keluar seperti tadi, kini di depannya ada dua orang penjaga yang sedang menuju kearahnya
Tiba-tiba seseorang menarik tangan Lista dan membawanya bersembunyi
"Apakah aku tertangkap lagi" batin Lista memejamkan matanya
"Nona, kenapa anda kabur?" tanya Alice pelan, untung saja yang menarik tangan Lista adalah Alice
__ADS_1
"Alice aku tidak tahan terkurung disini, aku merindukan suami dan keluargaku" ucap Lista pelan
"Saya tau, bukankah saya bilang saya akan membantu anda" ucap Alice
"Sampai kapan aku berada disini Alice, aku sudah tak tahan" ucap Lista
"Nona, keluar dari tempat ini tidaklah mudah. Disetiap sudut ruangan pasti ada kamera pengawas" ucap Alice pelan
"Tapi.... " Lista menghentikan ucapannya
"Bersabarlah nona, sebentar lagi anda pasti akan bebas" ucap Alice menarik tangan Lista dan membawanya kembali ke kamar Lista
Lista pasrah saat Alice membawanya kembali ke kamar yang membuatnya terkurung itu sambil memegang perutnya
.
.
Di kediaman Louis
Jack sangat terkejut melihat wajah pria bertopeng itu
"Dasar pengkhianat, aku sudah mempercayaimu tapi kau mengkhianatimu" ucap Jack geram
"Aku bukan pengkhianat, lagipun aku berada di perusahaanmu bukan untuk jadi budakmu, tapi mencari kelemahanmu" ucapnya tenang
"Alex, dasar kau brengsek" ucap Jack menatap Alex, ya pria bertopeng itu adalah Alex asisten Jack
"Terimakasih atas pujianmu" jawab Alex santai
"Katakan siapa bosmu?" tanya Jack
"Kau tidak perlu tau siapa bosku, yang perlu kau tau adalah sekarang kau bukanlah apa-apa" ucap Alex, Jack tertawa mendengar perkataan Alex
"Perusahaan itu sudah menjadi milik keluarga Louis, kau membangun perushaan itu menggunakan dana keluarga Louis, jadi itu milik keluarga Louis" ucap Jackie menyela
"Apa kau bilang?" tanya Jack terkejut dengan perkataan saudara kembarnya
"Kalian bawa dia ke tempat yang seharusnya, dan ingat jangan biarkan dia masuk ke dalam keluarga Louis lagi" ucap kakek
"Jackie kakek, aku akan merebutnya dari kalian" ucap Jack lantang
"Sayangnya kau tidak akan bisa keluar sampai kau mati" ucap Alex tersenyum licik
"Alex, aku akan membunuhmu" ucap Jack yang sudah ditarik oleh pengawal kakek
"Aku manantikannya" jawab Alex tersenyum smirk
"Terimaksih Alex kau sudah membantuku" ucap Jackie
"Tidak masalah, tapi bantuanku ada imbalannya" ucap Alex menatap kakek
"Apa yang kau inginkan?" tanya Jackie
"Perjodohan antara kau dan cucu keluarga Charles harus dibatalkan" ucap kakek menatap Jackie
"Perjodohan apa, setau aku keluarga Charles tidak memiliki cucu perempuan" ucap Jackie
"Selama ini dia berada di negara Indonesia, dan sekarang dia disekap oleh Jack di villa milik Jack" ucap Alex
"Apa, Jack sudah menemukan cucu keluarga Charles?" tanya kakek terkejut
"Iya, tapi aku tidak tau siapa yang membawanya kemari, tapi yang jelas Jack tidak pernah meminta orang untuk membawa cucu keluarga Charles kemari" ucap Alex yang sebenarnya masih bingung
__ADS_1
"Maaf tuan saya mengganggu, ini ponsel tuan Jack terjatuh" ucap pengawal kakek
"Periksa ponselnya" ucap Kakek
Jackie mengambil ponsel Jack dan melihat isi di ponsel Jack
"Tidak ada yang mencurigakan di ponsel ini" ucap Jackie
"Boleh aku melihatnya?" tanya Alex, Jackie memberikan ponselnya pada Alex
Cukup lama Alex mengotak atik ponsel Jack, Alex menemukan sesuatu yang aneh
"Apakah kau tau siapa Robert itu?" tanya Alex, Jackie menggeleng
"Robert, bukankah dia putra pertama tuan Charles" jawab Kakek
"Putra pertama tuan Charles?" tanya Arvin mengulang
"Iya, dia putra pertama tuan Charles yang dia adopsi" ucap Kakek menatap Alex
"Siapa lagi Robert ini, tapi saat aku bersama Jack dia tidak pernah mengatakan tentang Robert padaku. Aku harus mencari tau tentangnya" ucap Alex dalam hati
"Kalau begitu terimakasih, aku akan pergi dulu" ucap Alex
"Tunggu, aku belum mengucapkan terimaksih padamu" ucap Kakek
"Tidak perlu berterimakasih kita juga memiliki tujuan yang sama" ucap Alex dan segera pergi
Di tempat lain,
Dua orang pria tengah di kurung di ruangan yang sangat kecil, mereka mencoba mencari celah untuk kabur dari ruangan itu
"Sial bagaiamana caranya aku keluar" ucapnya kesal
"Darren, apakah ini ulah keluarga Louis?" tanya pria disampingnya itu
"Aku rasa bukan, tapi aku juga tidak tau siapa mereka" ucap Darren
"Tapi, saat di pesawat aku mendengar seseorang memanggilnya Athan" sambung Darren
"Athan, siapa dia?" ucap Ethan berpikir
"Athan atau Jonathan?" ucap Ethan lagi yang membuat Darren berdiri
"Maksudmu, Jonathan asisten paman?" tanya Darren
"Ini hanya pemikiran ku saja" jawab Ethan
"Tapi kenapa kau juga berada disini?" tanya Darren
"Aku juga tidak tau, seingatku aku sedang makan malam tapi setelah itu aku tidak ingat apa-apa" ucap Ethan
"Darren, coba kita keluar lewat atap di sana" ucap Ethan lagi
"Kau naiklah, aku akan membantumu" ucap Darren yang membiarkan Ethan menaiki punggungnya
Tak berapa lama, Ethan kembali dan segera turun di bantu Darren
"Ada jalan keluar, tapi aku tidak tau ruangan apa itu. Saat aku ingin melihat ruangan itu, ada seseorang yang datang" ucap Ethan
"Malam ini, kita lewati atap itu" ucap Darren, Ethan mengangguk
**Bersambung**
__ADS_1