Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 52


__ADS_3

Di tempat Arya...


Arvin sudah berada di tempat Jack di tahan. Arvin mendekati Jack dan menghampiri Jack yang masih terikat


"Ada apa tuan muda Arvin mendatangi aku?" tanya Jack tersenyum


"Aku datang untuk membunuhmu" ucap Arvin mengeluarkan pistol miliknya


"Kenapa, apa anakmu mati, atau istrimu juga sudah mati" ucap Jack tertawa


"Katakan, kenapa kau menculik istriku?" tanya Arvin menatap Jack tajam


"Apa, tentu saja untuk aku nikahi, karena memang akulah suami masa depannya" ucap Jack yang juga menatap Arvin


"Tapi bukan dirimu yang menikah dengan Lista, tapi Jackie" ucap Arvin. Mendengar perkataan Arvin, Jack terlihat sedikit merubah ekspresi wajahnya


"Sebenarnya aku ingin merebut kekuasaan Louis adalah hanya untuk bisa menikah dengan Lista" ucap Jack pelan, Arvin menurunkan senjatanya


Arya, Daniel, Darren, dan juga Ethan yang sedari tadi berada disana terkejut, karena suara Jack, menjadi sedikit pelan


"Apa maksudmu?" tanya Ethan mendekati Jack


"Dulu aku pernah berada di negara kalian" ucap Jack sedikit tersenyum


**Flasback On


25 tahun yang lalu, orang tua Jack dan Jackie bercerai. Usia Jack saat itu masih berusia 5 tahun. Dan saat itu juga Jack di bawa mamanya kembali ke Indonesia


Saat Jack berusia 10 tahun, mama Jack meninggal dan dia menjadi pribadi yang pendiam


"Mama, kenapa mama meninggalkan aku, kenapa mama tak membawaku juga" ucap Jack di atas baru nisan mamanya


"Ma, aku sendirian. Bagaimana aku menjalani hidup tanpa mama" ucapnya lagi, petir menggelegar, tetesan air hujan pun membasahi makam mama Jack yang masih basah itu


"Mama, aku kedinginan" ucap Jack, tiba-tiba dia merasa tidak terkena tetesan air hujan lagi


Jack menengok ke atas, terlihat sebuah payung hitam di atasnya


"Kakak, pakai payung ini. Kakak akan sakit nanti jika terkena hujan terlalu lama" ucap seroang gadis yang sangat cantik dan imut


"Tidak perlu, aku tidak butuh" jawab Jack dingin


"Jika kakak tidak menginginkan payung dariku, berteduh dulu. Aku yakin mama kakak tidak akan senang melihat kakak kehujanan" ucapnya, Jack menatap gadis itu dan berdiri. Jack berjalan menuju bawah pohon yang lebat itu


"Kenapa kau berada disini?" tanya Jack dingin


"Aku kesal dengan kakakku, aku hanya ingin menenangkan diri" jawab gadis kecil itu cemberut yang membuat semakin imut dimata Jack


"Tapi kenapa kau menenangkan diri di kuburan?" tanya Jack

__ADS_1


"Karena aku ingin mengadu pada nenekku" ucapnya, lalu dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tas mini miliknya


"Aku tidak tau masalah apa yang kakak alami dan aku juga tidak bisa menghibur kakak. Makanlah permen ini, ini akan membuat kakak sedikit lebih tenang" ucap gadis itu menjukurkan permen rasa buah itu


Jack mengambilnya dan memakannya, Jack menutup matanya saat merasakan manisnya permen itu


"Benar juga, aku sedikit lebih tenang" ucap Jack tersenyum pada gadis kecil itu


Setelah itu, dua orang pria menghampiri kedua anak itu dengan pakaian khas pengawal


"Nona muda, kita kembali kerumah ya, sebentar lagi tuan besar akan pulang" ucapnya lembut, gadis kecil itu melihat Jack lalu tersenyum


"Kakak, semua permen ini untukmu" ucapnya tersenyum lembut dan mengangkat tangannya pada pria yang menyusulnya itu


"Sampai jumpa kakak" ucapnya melambaikan tangannya


"Terimkasih gadis kecil" ucap Jack tersenyum


"Tunggu aku lupa menanyakan siapa gadis kecil itu" ucapnya menghela nafasnya


Flashback Off


"Jadi maksudmu gadis kecil itu adalah Lista?" tanya Darren


"Benar, karena aku melihat foto gadis kecil yang menghiburku dipemakaman" ucap Jack tersenyum lembut


"Aku bertanya pada kakek, dan dia cucu keluarga Charles yang akan dijodohkan dengan Jackie" ucap Jack tanpa terasa air mata Jack menetes


"Apa ini alasanmu untuk menyingkirkan Jackie?" tanya Arya


"Tepat sekali. Karena bagiamanapun aku yang harus menikah dengan Lista" ucap Jack menatap Arvin


"Tapi dia sudah menjadi istriku, dan karena ulahmu aku harus kehilangan anakku dan Lista koma" teriak Arvin menarik krah baju Jack


"Memang itu yang aku inginkan. Jika aku tidak bisa mendapatkan Lista, maka jangan harap yang lain bisa memilikinya" ucap Jack yang kembali merubah ekspresinya


"Jadi kau memang berniat ingin membunuh Lista?" tanya Darren


"Tidak, aku hanya ingin membuat dia kehilangan anaknya. Namun siapa sangka Lista juga sekarat" ucap Jack, membuat Arvin semakin mengepalkan tangannya


"Tapi sekarang kau bukanlah salah satu dari keluarga Louis, aku tidak akan segan padamu" ucap Arvin kembali mengangkat pistolnya lagi, Jack tertawa puas melihat amarah dimata Arvin


"Kau juga seharusnya sadar, kau juga bukan keluarga Charles" ucap Jack menatap Ethan


Ethan bingung, apa maksud perkataan Jack barusan


"Ethan, kita keluar dulu. Ada yang ingin aku katakan padamu" ucap Darren keluar dan diikuti Ethan


"Ada apa dengan mereka, kenapa seprtinya mereka sedikit berbeda" ucap Juan menatap Arya

__ADS_1


"Biarkan saja, kita fokuskan pada Jack dulu" ucap Arya pelan


"Arya kau lakukan saja seperti biasanya" ucap Arvin


"Apa kau tak jadi membunuhnya?" tanya Arya


"Membunuhnya sekarang itu tidak akan membuat Lista bahagia, Dia menyekap dan membuat anakku pergi sebelum dia melihat dunia ini" ucap Arvin membuang senjatanya dan langsung pergi


Sementara di luar ruangan


"Ada apa?" tanya Ethan


"Ethan, apa kau tau jika paman Robert adalah anak angkat kakek?" tanya Darren, Ethan menatap Darren


"Apa yang kau katakan Darren, aku tidak pernah mendengar jika Daddy adalah anak angkat kakek" jawab Ethan


"Ethan mungkin ini sedikit menyakiti dirimu, tapi aku ingin kau membantuku untuk menanyakannya pada paman" ucap Darren


"Aku akan bertanya pada Daddy" ucap Ethan


"Terimakasih Ethan" ucap Darren


***


Keesokan harinya di rumah sakit....


Arvin yang tengah tertidur di sofa rumah sakit membuka matanya saat dirinya merasakan sentuhan lembut di wajahnya


"Sayang kamu sudah sadar?" tanya Arvin memeluk istrinya, Lista tersenyum lembut pada Arvin


"Mas kenapa kamu begitu kurus, dan kamu seperti bukan suamiku" ucap Lista mengelus pipi Arvin, Arvin memejamkan matanya, merasakan sentuhan tangan istrinya


"Aku tidak apa-apa. Aku hanya takut kau akan meninggalkan aku" ucap Arvin


"Mas, aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku selalu berada disini" ucap Lista menunjuk dada Arvin dan tersenyum


"Aku tau. Sekarang kamu sudah sadar dan aku juga sangat senang" ucap Arvin memeluk Lista


"Mas, sebenarnya aku hanya ingin pergi menemani anak kita" ucap Lista memeluk Arvin erat


"Apa maksudmu?" tanya Arvin mendorong tubuh Lista


"Anak kita sendirian disana, dia pasti kedinginan. Aku akan menemani dia" ucap Lista tersenyum, lalu Lista berdiri dari duduknya dan menjauh dari Arvin


"Tidak sayang, kamu tidak boleh meninggalkan aku, aku tidak ingin kehilanganmu" ucap Arvin mengejar Lista, namun Lista begitu cepat menghilang dari pandangan Arvin


"Tidak sayang, Listaaa....


**Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2