Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 6


__ADS_3

Di kampus....


Seperti biasa, ketiga sahabat Lista akan menunggu Lista di taman


"Vi, kenapa dari tadi kamu diam?" tanya Cantika


"Iya biasanya kamu paling heboh kalau Lista belum datang" timpal Risa sambil ngemil makanannya


"Aku merasa ada yang di sembunyikan Lista dari kita" ucap Viona menatap Cantika dan Risa


"Apa yang bisa di sembunyikan Lista?" tanya Risa polos


"Kalau pun memang ada, mungkin ini privasi Vi" ucap Cantika


Viona menceritakan tentang kemarin, saat bertemu dengan Lista di cafe bersama pak Darren


"Ya mungkin memang Lista sudah mengenal pak Darren sebelumnya" ucap Cantika


"Tapi yang buat aku aneh itu, Lista langsung duduk ketika salah satu sahabat kak Reyhan yang meminta Lista duduk" ucap Viona masih penasaran


"Apa saat itu ada pak Darren disana?" tanya Risa, Viona menggeleng


"Pak Darren datang paling akhir setelah Lista" jawab Viona


"Kenapa kamu gak coba tanya pada kak Reyhan?" tanya Cantika


"Sudah, tapi kak Reyhan bilang dia tidak tau. Malah dia memintaku bertanya sendiri pada Lista" jawab Viona merasa kesal


"Tuh si Lista" ucap Risa yang masih asyik ngemil


"Vi, jangan tanyakan hal apapun pada Lista. Tunggu dia menceritakan sendiri" ucap Cantika menahan Viona


Viona berpikir sejenak, lalu mengangguk


"Hai, kalian udah lama?" tanya Lista


"Tidak lama, sudah sepuluh menit yang lalu" jawab Cantika


"Sorry, ya udah yuk ke kelas" ucap Lista merangkul tangan Cantika


"Kau harus traktir kita, karna membuat kita menunggu lama" ucap Viona


"Beres, batagor aja ya" ucap Lista terkekeh


"Batagor mulu, kayak batagor muka aku" ucap Risa membuat ketiganya tertawa


"Hai Lista" tiba-tiba sapa seorang pria


"Hai" jawab Lista


"Hai aku mahasiswa baru disini, aku Reki" ucapnya memperkenalkan diri kepada ketiga sahabat Lista


Cantika, Viona dan Risa juga memperkenalkan dirinya pada Reki


"Kenapa kalian masih disini, cepat masuk kelas, saya tidak suka menunda-nunda waktu" ucap pak Darren tegas


"Hah, pak Darren bisa tegas juga ya" ucap Viona, yang dapat anggukan dari ketiganya


"Ya sudah Reki kami duluan ya, udah di kasih teguran sama dosen" ucap Lista meninggalkan Reki


"Iya, nanti kita bertemu di kantin" ucap Reki melambaikan tangannya


.


Sementara itu di tempat lain...


"Ini informasi yang kau inginkan" ucap seorang pria yang mengenakan hoodie itu


"Hemh, letakkan saja disana. Kau boleh pergi" ucap pria yang mengenakan jas hitam itu


"Sudah, hanya itu saja?" tanya pria itu merasa kesal pada pria berjas itu


"Lalu? Aku akan mentransfer dua kali lipat" ucapnya tanpa menatap pria itu

__ADS_1


"Hei, apa kau tidak ingin mengucapkan terimakasih padaku?" tanya pria berpakaian hoodie itu


"Aku tidak tidur semalaman" sambungnya lagi


"Kalau begitu kau pergilah tidur" jawab pria berjas itu dengan entengnya


"Dasar gila kerja" umpat laki-laki itu, dan langsung keluar dari ruangan itu


"Tuan Arya" sapa skertaris cantik itu


"Hai cantik, mau makan malam denganku?" tanya pria bernama Arya itu


"Maaf tuan saya sudah ada janji" jawab skertaris itu menolak


"Hah lupakan, kau selalu menolak ku" ucap Arya dan pergi meninggalkan meja skertaris cantik itu


.


Kembali di kampus....


Waktu istirahat telah tiba, Lista dan ketiga sahabatnya pergi ke kantin


"Hai, boleh gabung gak?" tanya Reki yang tiba-tiba datang


"Boleh saja" ucap Risa


"Bagaiamana kalau aku yang traktir kalian, ya sebagai hadiah perkenalan" ucap Reki


"Tidak masalah, asal jangan batagor" jawab Risa membuat Lista terkekeh


"Kalau hadiah perkenalan seharusnya traktir di cafe" ucap Cantika


"Setuju tuh" ucap Lista


"Ya sudah kalian yang tentukan, aku ngikut aja" ucap Reki pasrah


"Di mall aja, kan sekalian kita nyari buku" ucap Lista


"Setuju" ucap ketiganya sedang Reki hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


.


.


Sekitar 30menit, akhirnya mereka telah selesai membeli buku itu, dan setelah itu mereka ke cafe untuk makan


"Reki, bagaimana jika makan disini?" tanya Viona


"Jangan, cafe ini lumayan mahal" ucap Cantika menahan tangan Viona


"Tidak apa. Mentraktir kalian berempat tidak akan membuatku bangkrut" ucap Reki dengan gayanya yang cool


"Cih, dasar sombong" gerutu Lista dan tentu saja itu membuat Reki terkekeh


Tanpa Lista sadari, seseorang melihat keakraban antara Lista dan Reki


"Cari tau siapa dia" ucap pria itu


"Baik tuan" ucap anak buahnya itu


.


Saat Lista tengah asyik makan, tiba-tiba seseorang yang tak asing menghampiri mereka


"Lista, kenapa kamu disini?" tanya pria itu


"Aku disini atau dimana pun tidak ada urusannya denganmu" ucap Lista ketus


"Kamu tuh ngapain sih, pergi sana hust hust" ucap Risa mengusir Evan


"Lista ikut aku pulang, tempat ini gak baik buat kamu" ucap Evan menarik tangan Lista


"Lepas, jangan sentuh aku" ucap Lista mencoba melepaskan cengkraman Evan

__ADS_1


"Sebaiknya anda melepaskan Lista. Dia tidak mau denganmu" ucap Reki menahan tangan Evan


"Lepaskan, ini urusanku dengan Lista" ucap Evan menatap Reki


"Benarkah, kau siapa Lista? Hingga kau berurusan dengan Lista?" tanya Reki menatap Evan


"Aku mantan kekasihnya" jawabnya


"Hanya mantan, kalau begitu aku orang yang akan melindungi dia" ucap Reki semakin mencekram tangan Evan kuat, hingga Evan meringis kesakitan


"Lista kau lihat saja nanti" ucap Evan menatap Lista, namun Lista tak menghiraukannya


.


Setelah dari cafe, Lista langsung pulang diantar oleh Reki


"Apa ini rumahmu?" tanya Reki yang ikut turun dari mobil


"Bukan, ini adalah rumah tanteku" jawab Lista berbohong


"Apa aku bisa menjemputmu besok?" tanya Reki


"Tidak perlu, setiap pagi aku pasti akan diantar oleh kakak sepupuku" ucap Lista


"Baiklah, aku pulang dulu. Mimpi indah" ucap Reki menepuk kepala Lista pelan


Lista terkekeh melihat tingkah Reki


Tanpa dia sadari, Arvin melihat semuanya dari jendela kamarnya


"Nyonya, kenapa anda baru pulang?" tanya Bian merasa khawatir


"Iya, aku habis mencari buku tadi. Tapi aku sudah izin pada mas Arvin" ucap Lista, Bian mengangguk mengerti


Lista kembali melanjutkan langkahnya menuju kamarnya


"Kenapa kau baru pulang?" tanya Arvin tiba-tiba membuat Lista terkejut


"Bukannya aku sudah izin tadi" ucap Lista


"Apa harus sampai semalam ini?" tanya Arvin


"Bukannya mas Arvin sendiri tadi yang bilang jangan sampai jam sembilan, ini masih jam setengah tujuh" jawab Lista


"Kau. Lalu siapa pria tadi itu?" tanya Arvin menyelidik


"Teman kampusku" jawab Lista cepat


"Apa kau lupa statusmu?" tanya Arvin menatap Lista tajam


"Bukankah perjanjiannya tidak boleh mencampuri urusan pribadi" ucap Lista tak mau kalah


"Benar, kau tidak boleh mencampuri urusan pribadi ku, tapi aku bisa" ucap Arvin menunjukkan kontrak itu


"Kau curang" ucap Lista kesal dan masuk ke kamarnya


Arvin mengangkat sudut bibirnya seakan dirinya merasa menang


.


.


Di tempat lain, seorang pria duduk dengan santai di sofa milik keluarganya itu


"Bagaimana, apa kau mendapatkan informasi?" tanya pria paruh baya itu


"Papa tenang saja, sebentar lagi aku akan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milik kita" ucap putranya itu


"Sudah berapa kali kita mencoba menghancurkan dia, tapi selalu gagal" ucap pria paruh baya itu


"Papa tenang saja, aku sudah menemukan kelemahannya. Kali ini kita pasti berhasil" ucapnya tersenyum miring


"Papa ingin mereka semua hancur dan tidak akan bisa bangkit lagi" ucapnya dengan penuh dendam

__ADS_1


"Tenang saja pa, kita ikuti saja alurnya" ucap Putranya itu sambil memandang foto seseorang dan meremasnya


**Bersambung**


__ADS_2