Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 59


__ADS_3

"Dan satu lagi, kalian harus memikirkan Lista yang masih berada di bawah kendali Daddy ku" ucap Ethan membuat Darren dan Arvin geram


"Apa yang kau lakukan pada istriku?" tanya Arvin


"Emmh aku pun tidak tau. Tapi aku harap Daddyku segera membunuh Lista" ucap Ethan sambil berpikir


"Aku kira kau akan menjadi saudaraku selamanya, tapi semua hanya anganku saja" ucap Darren menatap Ethan dengan sendu


"Sayang sekali, aku tidak pernah menginginkan menjadi saudaramu" jawab Ethan


"Ethan jaga ucapanmu" ucap Arvin geram


"Arvin aku mengatakan yang sebenarnya" ucap Ethan tersenyum sinis


"Kalian serang mereka" ucap Ethan pada anak buahnya


Arvin dan Darren langsung melawan anak buah Ethan tersebut


"Aakkhhh" tiba-tiba Ethan berteriak kencang


Arvin dan Darren mengalihkan pandangannya pada Ethan


"Dasar pengkhianat" ucap Reyhan sambil meniup suntikan di tangannya


"Reyhan, apa yang kau lakukan padanya?" tanya Darren terkejut


"Tidak ada, hanya obat penenang" ucap Reyhan


"Kenapa kau hanya memberinya obat penenang?" tanya Arvin


"Karena aku masih membutuhkan tubuhnya" ucap Reyhan


"Kita akan bawa Ethan kembali ke Amerika" ucap Juan


"Kenapa harus membawa kembali ke Amerika?" tanya Darren menatap Juan


"Karena bukan hanya kita yang memiliki dendam pada Ethan, tapi juga Jackie" ucap Juan


"Lagipun, Daniel sudah mengatakan kalau Robert dan Jonathan sudah mereka amankan" sambung Juan


"Baiklah, kita akan kembali hari ini juga" ucap Arvin


"Tuan muda, Bos" panggil Lexi dan Ryo


"Bagaimana, apa kau sudah melakukannya?" tanya Reyhan menatap Lexi dan Ryo


"Sudah tuan, dan kami juga sudah meminta rekan yang lain untuk menyiapkan pesawat" ucap Lexi


"Bagus. Bawa juga dia ke pesawat" ucap Juan


Keempat sahabat Arya dapat melihat betapa kecewanya Darren pada Ethan


"Darren, dia bukan saudara kandungmu" ucap Juan menepuk bahu Darren


"Aku tau, tapi kenapa hati ini begitu sakit" ucap Darren memegang dadanya


"Ini yang aku takutkan. Bukan aku berniat untuk membohongimu" ucap Arya menghela nafasnya


"Rasa sakit seperti ini yang aku takutkan" sambung Arya


"Tapi sekarang aku sedikit tenang, karena kita sudah menemukan dalangnya" ucap Darren tersenyum simpul pada Juan dan Arya


"Jika kau merasa sedih, kataka saja. Aku tau kau tidak akan sekuat itu" ucap Arvin yang sedari tadi diam di belakang Reyhan


"Aku tidak akan pernah bisa berpura-pura kuat di depanmu" ucap Darren


"Sudah, ayo kita harus segera berangkat sekarang" ucap Reyhan, berjalan lebih dulu


"Benar kata Reyhan, nyawa kakek dan adikmu masih belum sepenuhnya aman" ucap Juan, Darren mengangguk

__ADS_1


Mereka pun segera menuju bandara, dan segera terbang ke Amerika


.


***


Di tempat lain....


"Lepaskan aku, apa yang kau lakukan" ucap seorang pria dengan tangan dan kaki terikat


"Aku tidak melakukan apapun padamu, aku hanya mengikat kaki dan tanganmu" jawab Kevin santai


"Lepaskan aku, apa kau tidak tau aku siapa?" tanyanya emosi


"Tentu saja aku tau. Hanya saja status dan identitasmu saat ini tidak berguna" ucap Kevin memainkan pisau lipat miliknya


"A... apa yang akan kau lakukan ?" tanya pria itu panik


"Kenapa kau panik tuan, aku hanya ingin mencoba pisau lipat ini bisa membunuh seseorang" ucap Kevin mendekati pria itu


"Apa yang kau inginkan, aku akan memberimu uang dan lepaskan aku" ucapnya


"Uangmu tak berguna bagiku" ucap Kevin tersenyum sinis


"Tuan Kevin" ucap Daniel


"Bawa dia kemari, dan kita tunggu para tuan muda datang" ucap Kevin


"Baik tuan" ucap Daniel


.


Di sisi lain....


"Kakek kenapa Lista tidak melihat paman?" tanya Lista


"Kakek juga tidak tau, mungkin dia sedang sibuk sayang" ucap kakek menepuk kepala Lista lembut


"Aku tidak bisa tidur kek, aku merindukan Mas Arvin" jawab Lista


"Bersabarlah, bukankah sudah tinggal beberapa hari lagi, kau bertemu dengan suamimu" ucap Kakek


"Kek, bagaimana kalau kakek ikut Liata dan tinggal bersama Lista" ucap Lista manja


"Tidak bisa Lista, kakek masih harus menata kembali perusahaan ini" jawab kakek


"Bukankah sudah ada paman dan kak Ethan disini" ucap Lista


"Lista, perusahaan ini kakek berikan padamu" ucap kakek, membuat Lista terkejut


"Tapi Lista tidak bisa mengambil alih perusahaan" jawab Lista


"Bukankah ada suamimu" ucap kakek


"Kenapa tidak kak Darren saja kek" ucap Lista


"Kakakmu sudah memiliki perusahaan sendiri" jawab kakek


"Tapi Lista juga punya dari papa" jawab Lista


"Sudahkah, kakek tidak akan berunding denganmu" ucap Kakek, membuat Lista cemberut


"Sudahlah pergi tidur, ini sudah malam" ucap Kakek memeluk cucunya itu


"Baiklah kek, good night kek" ucap Lista manja, sedangkan kakek hanya menggelengkan kepalanya


Lista kembali ke kamarnya dan meraih ponselnya


"Kenapa mas Arvin tidak bisa di hubungi?" tanya Lista, Lalu Lista mencoba mencoba menghubungi Darren, dan hasilnya sama tidak bisa di hubungi

__ADS_1


"Kemana sih sebenarnya mereka" ucap Lista kesal


"Ada apa Lista, kenapa kau terlihat kesal?" tanya Cantika


"Aku bingung kenapa mas Arvin dan kak Darren tidka bisa di hubungi" ucap Lista


"Benarkah, coba aku hubungi Juan" ucap Cantika, Lista mengangguk


"Juan juga sama tidak bisa di hubungi" ucap Cantika


"Aku takut terjadi sesuatu pada mereka" ucap Lista


"Sudahlah, jangan berfikir yang macam-macam" ucap Cantika


"Semoga saja ini hanya perasaanku saja" ucap Lista mennghela nafasnya panjang


"Sudah ayo tidur, ini sudah malam" ucap Cantika Lista mengangguk


.


.


Keesokan harinya, Lista terbangun saat mendengar suara ponselnya berdering


"Halo" ucap Lista cepat


"Kenapa kau bersemangat sekali saat aku menelphonmu kak?" tanya Lula


"Oh, itu kamu Lula" ucap Lista dengan suara pelan


"Kenapa aku rasa kau kecewa saat mendengar suaraku?" tanya Lula sedikit kesal


"Tidak apa Lula, tadi aku pikir mas Arvin yang menghubungiku" ucap Lista


"Memang apa yang terjadi pada kak Arvin?" tanya Lula


"Mas Arvin tidak bisa di hubungi" ucap Lista


"Kak Arvin pasti baik-baik saja kak" ucap Lula


"Iya semoga saja" ucap Lista


Setelah itu Lista membersihkan dirinya dan segera turun untuk sarapan.


Di tempat lain...


"Hei bangun, apa kau tidak lelah tidur terus" ucap Kevin


"Lepaskan aku brengsek" ucapnya


"Aku akan membebaskanmu, tapi tidak sekarang" ucap Kevin


"Bos, mereka sudah datang" ucap anak buah Kevin


"Jaga disini" ucap Kevin


"Baik bos" jawabnya


Tak berapa lama, Kevin kembali dengan membawa seorang pria yang tak sadarkan diri


"Lihatlah siapa yang aku bawa" ucap Kevin


"Putraku, apa yang kau lakukan padanya?" tanya pria itu emosi


"Bukan aku yang melakukannya" ucap Kevin enteng


"Bagaimana kabar anda tuan Robert" ucap seorang pria dengan membawa satu orang pria yang juga tak sadarkan diri


"Dar... Darren?"....

__ADS_1


**Bersambung**


__ADS_2