
Saat Reyhan sampai di kediaman Dhitama, Lista sudah tertidur di pangkuan Elin
Arvin yang saat itu baru keluar dengan kursi rodanya, dia meminta Reyhan segera memeriksa Lista
Ramon mengangkat tubuh mungil Lista, dan membawanya di kamar tamu untuk sementara
Reyhan mengeluarkan stetoskop dan menempelkannya pada dada Lista
"Bagaimana Rey?" tanya Arvin terlihat khawatir
"Tidak ada masalah yang serius. Dia hanya syok atas kejadian tadi" ucap Reyhan, Arvin pun bernafas dengan lega
"Vin, apa kau tidak mau membuka hatimu untuk Lista?" tanya Reyhan sambil memasukkan peralatan medisnya
"Aku tidak tau" ucap Arvin
"Vin, tidak semua wanita sama seperti dia. Kau sudah lihat sendiri tadi bagaimana Lista mengatakan dia mencintaimu" ucap Reyhan
Arvin memejamkan matanya, dan menarik nafasnya dalam
"Rey, aku tidak tau aku bisa menerima dia atau tidak. Tapi saat dia menghilang tadi, aku sangat khawatir" ucap Arvin menatap Lista
"Aku harap kau bisa memberikan dia kesempatan. Aku rasa Darren juga tertarik pada Lista" ucap Reyhan menatap Lista
"Apa yang kau katakan?" tanya Arvin mengernyitkan keningnya
"Iya, aku bisa melihat ketertarikan Darren pada Lista" ucap Reyhan yakin
"Lista gadis yang baik, siapa saja bisa tertarik pada Lista" sambung Reyhan lagi
"Aku rasa kau lebih tau tentang istriku?" tanya Arvin penuh selidik
"Tentu saja aku tau, Lista adalah sahabat kekasihku, jadi aku lumayan tau banyak tentang Lista" ucap Reyhan sesikit sombong
"Aku pamit dulu, aku sudah menuliskan vitamin untuk Lista" ucap Reyhan menepuk pundak sahabatnya itu
Arvin mendekati ranjang Lista, Arvin menatap dalam wajah Lista
Wajah gadis yang selalu berada di sisiNya saat dirinya terbangun, dan wajah yang selalu tersenyum lembut padanya, dan juga wajah yang selalu mengisi hari-harinya
"Apa benar yang kau katakan? Apa kau benar-benar mencintaiku?" tanya Arvin menggenggam tangan Lista erat
"Aku juga tidak tau, bagaimana perasaanku padamu" ucap Arvin menyentuh pipi mulus Lista
"Tapi aku tidak suka jika melihatmu dengan pria lain" ucap Arvin memejamkan matanya
Merasakan tangan Lista bergerak, Arvin meletakkan tangan Lista dan sedikit menjauh dari Lista
.
Keesokan harinya, kabar menghilangnya pak Rendy sudah menyebar ke seluruh kampus. Bahkan ada yang merasa sedih kerena salah satu dosen tampan itu menghilang secara tiba-tiba
Untuk saat ini Arvin melarang Lista ke kampus sampai dia benar-benar melupakan kejadian kemarin malam, dan sikap Arvin pun berubah sedikit lembut pada Lista
.
.
Tiga bulan telah berlalu, Lista dan Arvin sudah kembali di rumah pribadi Arvin
Hubungan antara Arvin dan Lista sudah ada kemajuan sedikit demi sedikit
Seperti halnya saat ini, Lista sudah terlihat lebih dekat dengan Arvin
"Mas" panggil Lista
"Hemmh" seperti biasa begitulah jawaban Arvin
"Minggu depan aku sudah mulai libur panjang, bisakah aku mengisi masa libur ku dengan bekerja di cafe temanku?" tanya Lista sedikit ragu
"Apa kau kekurangan uang?" tanya Arvin memainkan ponselnya
"Tidak, hanya saja aku sedikit suntuk di rumah" ucap Lista menghela nafasnya
Arvin melihat kearah Lista dan diam sejenak
"Pergi ke kantorku, aku kekurangan orang" ucap Arvin menyantap makanannya
"Aku hanya libur tiga bulan, mas. Bagaimana aku bisa kerja di kantor mas Arvin" ucap Lista
"Kenapa walau tiga bulan?" tanya Arvin
"Rasanya aku sangat tidak enak dengan karyawan yang lain" ucap Lista sedikit mengeluh
"Aku bosnya, jadi aku mempekerjakan kamu tiga bulan atau selamanya itu terserah aku" ucap Arvin dengan sombongnya
"Lalu, aku bekerja apa?" tanya Lista
__ADS_1
"Asistenku" jawab Arvin, Lista membelalakkan matanya
"Kan sudah ada Daniel yang menjadi asisten mas Arvin, kenapa masih aku juga jadi asisten mas Arvin" ucap Lista
"Kau kan menjadi asisten pribadiku" ucap Arvin, yang membuat Lista semakin bingung
"Kau asisten yang selalu berada di kantor, kau hanya perlu menyiapkan kopi, minuman, dan makan siang untukku" ucap Arvin
"Tidak mau" jawab Lista cepat
"Yakin, aku juga akan memberimu gaji lima juta perbulan" ucap Arvin mengangkat sebelah alisnya
"Benarkah lima juta sebulan?" tanya Lista antusias, Arvin mengangguk
"Baik aku setuju" ucap Lista cepat yang membuat Arvin tersenyum melihat tingkah lucu Lista
"Emmh mas, nanti aku mau jalan-jalan ya?" tanya Lista memohon
"Dengan siapa?" tanya Arvin
"Viona dan Risa" jawab Lista
"Asal jangan terlalu malam" ucap Arvin
"Terimakasih" ucap Lista tersenyum sambil memakan roti buatan bi Ani
"Bi Ani, bi Ina, tolong nanti bersihkan kamar" ucap Arvin dingin
bi Ani dan bi Ina, adalah saudara kandung yang bekerja pada keluarga Prasetya sekitar 10tahun lalu
Saat Arvin memilih untuk mandiri, Mami meminta bi Ani dan bi Ina mengikuti Arvin di rumah pribadinya, makanya nama mereka hampir mirip
.
.
Di kampus, Lista sudah bersama ketiga sahabatnya dan Reki juga sudah ikut menunggu Lista
"Tika, kamu yakin tidak akan ikut kita?" tanya Viona
"Iya, acaranya tidak bisa di tunda" ucap Cantika
"Jangan-jangan kau mau pergi kencan ya?" ledek Reki menerka
"Ih, sok tau kamu Ki" ucap Cantika tekekeh dan di ikuti ketiganya tertawa
"Tumben kamu di sini Ki?" tanya Lista
"Gak usah gombal gak mempan" ucap Lista membuat Reki mengerucutkan bibirnya
.
.
Jam kampus telah usai, Lista, Viona dan Risa bersiap mencari taxi untuk ke mall paling dekat dengan kampus
"Lista, kalian mau kemana?" tanya pria itu yang membawa mobil pajero hitam
"Kami mau jalan jalan ke mall depan sana kak" jawab Lista
"Ayo, aku juga akan kesana untuk membeli buku" ucap Darren
Mereka bertiga saling pandang
"Sudah, kalau tidak mau aku tinggal" ucap Darren yang bersiap melajukan mobilnya lagi
"Ikut, kita ikut" ucap Viona segera masuk mobil Darren
"Pak Darren bagaimana kalau kita traktir pak Darren sebagai ucapan terimkasih" ucap Risa yang mendapat amggukan dari Lista dan Viona
"Tidak masalah" ucap Darren
"Kalian mau membeli apa?" tanya Darren
"Gak ada sih kak, cuma mau melepas penat" ucap Lista
"Melepas penat?" tanya Darren
"Iya, kak Darren juga sih ngasih ujian susah banget" gerutu Lista
"Kalau kau konsentrasi tidak akan sulit" ucap Darren mengacak rambut Lista pelan
"Kak, rambutku" ucap Lista mendengus kesal sambil menata rambutnya
Entah mengapa berada dekat Lista membuat Darren nyaman dan damai
"Mungkin kalau adikku masih hidup, dia pasti seusia kalian" ucap Darren tersenyum
__ADS_1
"Pak Darren punya adik?" tanya Viona
"Iya, dia pergi bersama mama" ucap Darren yang terpancar raut wajah kesedihan disana
"Ya udah anggap kita adik kak Darren aja, biar dapat nilai bagus" ucap Lista mencoba menghibur Darren dan tentu saja membuat Darren mengangkat sebelah alisnya
"Setuju" ucap Viona dan Risa di kursi belakang
Darren hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah tiga gadis itu
Tak butuh waktu lama untuk sampai di tempat tujuan mereka.
Lista dan kedua sahabatnya langsung menuju cafe untuk mencari makan lebih dulu
Baru saja Lista akan duduk, tiba-tiba matanya tertuju pada salah satu pengunjung
"Dia.... " ucap Lista terhenti
.
.
Di tempat lain, seorang wanita mengenakan pakaian tertutup, di paksa masuk kerumah mewah di kawasan Elit tersebut
"Lepaskan, apa yang akan kalian lakukan padaku?" tanyanya memberontak
"Selamat datang dirumahku nona" ucap pria itu mendudukkan dirinya di hadapan wanita itu
"Siapa kau? Apa yang kau inginkan dariku?" tanya wanita itu masih mencoba berontak
"Buka, biar dia melihat siapa diriku" ucapnya pada anak buahnya
Anak buahnya pun membuka penutup wajah wanita itu dengan kasar
"Apa kau mengingatku nona Citra ?" tanyanya tersenyum
"Kau, apa yang kau inginkan dariku?" tanya Citra lagi membelalakkan matanya
"Aku tidak ingin apa-apa, kau sudah tidak punya apa-apa. Tapi aku sangat membutuhkan dirimu untuk membantuku" ucapnya
"Membantumu?" tanya Citra mengernyitkan keninganya
"Iya, untuk menghancurkan keluarga Prasetya" ucapnya
"Aku tidak mau" jawab Citra cepat
Pria itu tertawa dengan sangat keras dan membuat Citra bingung
"Apa kau lupa bagaimana Arvin menghabisi ibumu dan suamimu?" tanya pria itu
Citra terdiam, dia mengingat bagaimana dulu pengawal Arvin menyeret mamanya dengan sangat sadis, untung saja mamanya meminta Citra pergi dari rumah saat para pengawal Arvin datang
"Apa kau tau, mama mu membiarkanmu pergi, agar kau bisa membalaskan dendam mama dan suamimu" ucap pria itu menghasut Citra
"Apa kau lupa, semua harta warisan papa tirimu ada pada Arvin" ucapnya berbisik di telinga Citra
Tangan Citra mengepal kuat, dan pikirannya kini sudah di penuhi dengan dendam pada Lista dan Arvin
"Baik aku mau membantumu, tapi aku punya syarat" ucap Citra
"Katakan" ucapnya
"Kau harus mencarikan aku tempat tinggal, dan juga rubah diriku. Karna saat ini para pengawal Arvin sedang mengincarku" ucap Citra pada pria itu.
"Tidak masalah" ucapnya tersenyum miring
"Di dalam kartu ini ada satu milyar, kau bisa gunakan uang itu untuk merubah dirimu" ucap Pria itu memberikan kredit card pada Citra
"Baik, semoga kerja sama kita berhasil" ucap Citra menjulurkan tangannya
"Harus berhasil" ucap pria itu menerima tangan Citra
**Bersambung**
Drama pendek author
N: Thor siapa yang dilihat lista?
A: Kagak tau
N: Trus pria yang bersama Citra siapa thor?
A: Kagak tau juga
N: Kan lu yang nulis kok bisa gak tau
A: Kalau gue kasih tau gak seru nanti, ntar lu gak baca lagi
__ADS_1
N: Iya juga ya 😁😁
jangan lupa bantu like dan vote ya terimakasih