Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 55


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, Arya, Reyhan, Juan juga Ryo sudah berada di negara Indonesia. Mereka segera menuju markas milik Arya


"Siapa yang berani menghancurkan markasku?" ucap Arya geram melihat markasnya yang hancur


"Ar, sepertinya mereka sengaja menghancurkan markas saat kita tengah sibuk dengan Athan" ucap Juan


"Reki juga tidak ada, apa mungkin Reki juga terlibat?" ucap Arya menerka


"Aku rasa juga begitu" ucap Reyhan


Tak lama setelah itu, ponsel Ryo berdering dengan nomor tak di kenal


"Halo" ucap Ryo datar


"Di mana kau sekarang?" tanya Ryo, Juan dan Arya langsung mengalihkan pandangannya pada Ryo


"Baiklah aku akan segera kesana" ucap Ryo


"Ada apa?" tanya Arya, Ryo langsung membisikkan sesuatu pada Arya dan Juan


"Baiklah ayo kita kesana sekarang" ucap Arya


.


Di sisi lain...


"Akh sial kenapa begitu sakit sekali" ucap seorang pria yang mencoba menahan sakit di lengan dan kakinya


"Sepertinya aku sudah tidak kuat lagi" ucapnya lagi


"Bang" tiba-tiba seseorang memanggilnya


"Untung kau cepat datang" ucapnya


"Kenapa kau tak kerumah sakit, apa kau pikir kau itu orang sakti yang bisa menahan luka seperti ini" ucap Arya geram


"Maafkan saya bos, untuk sekarang saya hanya bisa bersembunyi lebih dulu" ucap Lexi menahan sakitnya


"Ar, percuma saja kau memarahinya, itu tidak akan membuat luka Lexi sembuh" ucap Reyhan yang langsung mengambil beberapa alat medis yang selalu dia bawa


"Ryo cepat siapkan mobil, kita harus segera membawa Lexi kerumah sakit. Dia sudah banyak kehilangan darah" ucap Reyhan yang segera menutup luka Lexi


"Lexi kau jangan tidur, usahakan kau tetap sadar" ucap Reyhan, Lexi mengangguk


"Bos, wajah bang Lexi sangat pucat" ucap Ryo


"Cepat, cari rumah sakit terdekat" ucap Reyhan yang mencoba tetap membuat Lexi tetap sadar. Sedangkan Arya dan Juan mengikuti dari belakang


"Ar, kau lihat mobil di depan itu, kenapa terlihat sangat mencurigakan?" tanya Juan, Arya terus mengikuti mobil di depannya itu


"Juan, sepertinya aku mengenal mobil itu, kita ikuti mobil itu" ucap Arya


"Baiklah. Aku akan menghubungi Reyhan dulu" ucap Juan, Arvin mengangguk


Arvin terus mengikuti mobil di depannya hingga mobil itu berhenti pada sebuah gedung tua tak terpakai


"Kenapa mereka kemari?" tanya Reyhan


"Kita ikuti saja" ucap Arya

__ADS_1


"Ar, lihatlah itu beberapa anak buahmu" ucap Juan


"Sial, apa mereka berkhianat padaku?" ucap Arya geram


"Kita masuk dulu" ucap Juan yang terus berjalan menelusuri gedung tua itu


"Ar, lihatlah anak buahmu juga banyak yang di tahan disini" ucap Juan, Arya memcoba menghampiri anak buahnya


"Bos"


"Hust, Jangan berisik" ucap Arya berbisik


Arya menarik salah satu anak buahnya dan membawanya menjauh dari gedung itu


.


.


Di rumah sakit, Reyhan langsung membawa Lexi ke ruang operasi dan meminta beberapa perawat membantunya


"Bang bertahanlah, kita sudah sampai di rumah sakit" ucap Ryo khawatir


"Ryo kenapa kau begitu khawatir pada Lexi?" tanya Reyhan


"Kalau bukan karena bang Lexi, saya tidak akan berada di sini. Dan mungkin saya sudah mati" ucap Ryo


"Kau tenang saja, aku akan berusaha menyelamatkan Lexi" ucap Reyhan yang langsung masuk ke ruang operasi


Sekitar satu jam, akhirnya operasi Lexi berjalan dengan lancar, dan kini Lexi di pindahkan di ruang perawatan


"Ryo, kau pergilah menyusul Arya dan Juan. Aku rasa mereka butuh bantuanmu" ucap Reyhan


"Tapi bagaimana dengan bang Lexi?" tanya Ryo


Ryo langsung menuju lokasi yang sudah Juan kirimkan padanya. Ryo memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari mobil Arya


"Sial ternyata kalian berkhianat pada bos Arya" ucap Ryo mengepalkan tangannya


Ryo kembali melanjutkan langkahnya, namun dia segera mencari persembunyian saat dia melihat beberapa penjaga yang datang


"Sial untung saja aku tidak ketahuan" ucap Ryo lega


Disisi lain..


"Apa yang terjadi, kenapa tiba-tiba markas kita hancur seperti itu?" tanya Arya


"Saya juga tidak tau pasti bos. Tapi saat kejadian, Reki dan bang Lexi menghilang" ucap anak buah Arya


"Lexi tidak ada di markas saat kejadian?" tanya Juan mengerutkan keningnya


"Benar tuan, dan sampai saat ini bang Lexi tidak ada kabar" ucapnya


"Kurang ajar, apa Lexi berkhianat padaku juga?" ucap Arya geram


"Arya kita harus cari tau dulu" ucap Juan menepuk bahu Arya


"Baiklah kau kembali ke sana dulu, agar tidak ada yang curiga" ucap Arya


"Baik bos" jawabnya

__ADS_1


Juan bingung dengan sikap Arya yang tiba-tiba mengatakan Lexi berkhianat padanya, namun Juan tak ingin bertanya dulu pada Arya


Saat Arya keluar, dia melihat Ryo di ruangan yang pertama


"Apa yang Ryo lakukan disana?" tanya Arya


"Aku yang mengirimkan lokasi kita padanya" ucap Juan


"Kita juga harus masuk, kita juga harus tau alasan mereka" ucap Arya


"Tunggu dulu, kita dengarkan apa yang mereka katakan pada Ryo


" Tapi... "


"Berfikirlah dengan jernih. Saat kau menghadapi masalah aku tidak pernah melihatmu gegabah. Dimana Arya yang selalu tenang" ucap Juan menekan tubuh Arya


Arya terdiam saat mendengar perkataan Juan, tapi memang benar yang dikatakan Juan


Saat melihat markasnya hancur, sepertinya Arvin tidak bisa berfikir dengan jernih


"Katakan kenapa kalian mengkhianati bos Arya?" tanya Ryo datar


"Ryo, kami tidak pernah berkhianat kepada bos Arya" jawabnya


"Lalu kenapa kau berada di sini?" tanya Ryo


Saat salah satu dari mereka akan menjawab, tiba-tiba terdengar langkah kaki mendekat. Ryo segera mencari tempat untuk bersembunyi


"Aku salut, ternyata kalian sangat setia pada bos kalian, hingga kalian rela mati demi bos kalian" ucap pria yang berbadan kekar itu


"Kenapa, apa kau merasa iri karena tak bisa memiliki anak buah yang setia" ucap salah satu anak buah Arya


"Kau lupa, beberapa teman kalian memilih untuk mengikutiku, yang aku tau mereka setia seperti kalian" ucapnya


"Cih, jika mereka setia mereka tidak akan menghianati bos Arya, dan mengikutimu yang tak berguna itu"jawabnya cepat, membuat Pria berbadan kekar itu semakin geram


"Kurang ajar, berani kau bicara seperti itu padaku" ucapnya geram dan menghajar anak buah Arya


"Berani kau menyentuhnya, aku dulu yang akan membunuhmu" ucap Ryo yang keluar dari tempat persembunyiannya


"Siapa kau, kenapa kau berada disini?" tanya pria itu terkejut


"Kau tidak perlu tau siapa aku, yang harus kau tau akulah yang harus kau lawan" ucap Ryo


Perkelahian pun tak dapat terhindarkan lagi. Melihat Ryo terkepung, Arya dan Juan langsung masuk dan membantu Ryo


"Sial, ternyata kalian cepat sekali menemukan tempat persembunyian kami" ucapnya geram saat melihat Arya berdiri disana


Namun bagi Arya, Juan dan Ryo, mereka bukanlah hal yang sulit untuk dikalahkan


"Dasar sampah tak berguna" ucap Arya geram


"Katakan siapa yang menyuruhmu?" tanya Ryo


"Lebih baik kau bunuh aku saja" ucapnya


"Baiklah, aku akan mengabulkannya" ucap Arya mengangkat pistolnya


"Reki, Reki yang meminta kami untuk menghancurkan markasmu" ucap salah satu dari mereka

__ADS_1


"Dugaanku benar" ucap Juan mengepalkan tangannya


**Bersambung**


__ADS_2