Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 41


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu. Dua bulan kemudian, Lista pergi ke bandara untuk mengantar Lula kembali ke asrama kampusnya


"Lula kenapa kau harus kembali sekarang, aku pasti akan sangat kesepian" ucap Lista menghela nafasnya


"Mau bagaimana lagi kak, aku harus kembali karena masa libur ku sudah habis" ucap Lula yang juga merasa sedih


"Hah, aku pasti akan kesepian lagi" ucap Lista mengerucutkan bibirnya


"Kak Lista jangan khawatir, aku akan selalu menghubungimu, tapi jika aku tidak sibuk" ucap Lula tertawa kecil


"Itu sama saja dengan janji palsu" gerutu Lista


"Aduh... duh udah jangan ngambek, ingat kata dokter kau harus menjaga kesehatan dan jangan terlalu banyak pikiran" ucap Lula mengelus perut Lista yang sudah mulai membuncit


"Janji ya kau harus menghubungiku, kalau tidak aku akan meminta anak buah mas Arvin menyeretmu kembali" ucap Lista ketus


"Baik nyonya" ucap Lula sambil bergaya hormat pada Lista


Lista memeluk Lula dengan erat, saat Lista bersama Lula mereka menang sering berdebat, tapi perdebatan itu yang membuat Lista dan Lula bisa saling akrab dan menyayangi


"Ekhem sudahkan dramanya, cepat pergi sana, pesawatmu akan segera berangkat" ucap Arvin datar


"Kak Arvin, boleh aku peluk kak Arvin?" tanya Lula dengan mengedipkan mata berkali-kali


"Tidak, cepat pergi" ucap Arvin mendorong tubuh Lula


"Dasar raja iblis" umpat Lula


"Apa kau bilang?" ucap Arvin lantang, membuat Lula segera berlari sebelum kena amuk Arvin


Sedangkan Lista hanya tertawa saat melihat kelakuan Arvin dan Lula yang seperti anak kecil itu


"Sudah ayo sayang kita pulang" ucap Arvin merangkul pinggang Lista


"Mas, kita pergi makan dulu ya, aku lapar" ucap Lista manja


"Iya, kamu mau makan apa sayang?" tanya Arvin


"Akun pingin makan soto di pinggir jalan sana" ucap Lista


"Sayang aku belikan di resto aja ya, makanan pinggir jalan tidak higienis" ucap Arvin


"Aku tidak mau, aku mau yang disana" ucap Lista mengerucutkan bibirnya


"Tapi sayang... "


"Gak jadi beli, kita pulang saja" ucap Lista memotong perkataan Arvin dengan wajah cemberut, Arvin hanya bisa menghela nafasnya pelan


"Sabar tuan, wanita hamil memeng seperti itu, jadi harus maklum" ucap Daniel menahan tawa


"Pergi ke tempat yang di maksudkan nyonya, dan pergi beli" ucap Arvin datar dan segera menyusul istrinya


"Baik tuan muda" jawab Daniel mengikuti langkah tuan mudanya itu


Sepasang mata mengawasi mereka dari kejauhan dengan mata yang penuh dendam


"Aku akan menghancurkan rumah tanggamu Arvin, dan akan membuatmu kehilangan segalanya yang kamu punya saat ini" ucapnya


.


.

__ADS_1


Di markas Arya...


"Bagaiamana keadaan Arya sekarang?" tanya Darren


"Bos sangat baik tuan, hanya saja dia diikuti beberapa orang yang selalu ingin menyerang bos Arya disana" ucap Ryo


"Seprtinya aku harus kembali ke Amerika" ucap Ethan


"Untuk apa kau kembali?" tanya Darren


"Mungkin, aku harus membantu Arya disana" ucap Ethan


"Lebih baik jangan tuan, jika mereka tau anda mengenal bos Arya, maka masalahnya semakin rumit" ucap Lexi


"Apa yang dikatakan Lexi benar, kau tetap disini dan kau tidak perlu menghawatirkan Arya" ucap Darren menepuk pundak Ethan


"Benar, bos Arya sudah biasa menghadapi hal seperti ini" ucap Ryo


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Ethan


"Keluarga Louis masih belum ada pergerakan apapun, dan beberapa hari ini terlihat aman" jawab Darren dan dapat anggukan dari Lexi


"Justru saat seperti ini kita tidak boleh lengah, bisa saja musuh menyerang saat kita lengah" ucap Ethan memperingatkan Darren


"Lalu bagaimana dengan Reki, apa kalian menemukan sesuatu?" tanya Darren


"Kami sudah menemukan tempat Reki, hanya saja, kami belum memastikan dimana dia menatap, karena selama ini Reki berpindah pindah tempat" jawab Ryo


"Kita harus menemukan Reki secepatnya" ucap Darren


"Sepertinya kita harus membuat Reki keluar dengan sendirinya" ucap Ethan


"Apa anda memiliki rencana tuan?" tanya Lexi


"Tuan, bagaimana kalau kita gunakan nyonya muda Prasetya?" tanya Ryo


"Apa kau ingin mati?" tanya Darren menatap Ryo, membuat Ryo bingung


"Hah, Ryo kalau kau menggunakan nyonya muda, kau dulu yang akan mati ditangan tuan Arvin" ucap Lexi memukul lengan Ryo


"Kalian tenang saja, aku akan berdiskusi dengan yang lain dan menyusun rencana untuk menangkap Reki" ucap Darren


"Ethan kau ikut" sambung Darren, Ethan mengangguk


"Baiklah, saya akan mencari informasi tentang Reki" ucap Lexi


.


.


Malam harinya....


Kediaman utama Prasetya terlihat ramai saat ketiga sahabat Lista datang


"Ihh Lista, kamu tambah tembem" ucap Risa mencubit pipi Lista


"Mau bagaimana lagi, mas Arvin dan mami selalu mengontrol makanku. Apalagi kalau ada Lula dia pasti akan mengomentari makanan yang baik dan tidak untuk ibu hamil" ucap Lista melipat tangannya di dada


"Vi, kamu itu harus banyak istirahat, karena sebentar lagi kamu akan jadi pengantin" ucap Lista menggenggam tangan Viona


"Iya, aku tau Lista" ucap Viona

__ADS_1


"Ekhem... ekhem, yang bakal jadi pengantin" goda Risa membuat Viona malu


"Tapi sayang sekali aku tidak bisa ikut jadi pengiring pengantin Viona" ucap Lista cemberut


"Kamu lagi hamil, dan aku tidak ingin terjadi apa-apa pada calon keponakanku. Kau datang di acara pernikahanku, aku sangat senang" ucap Viona lembut


"Tentu saja aku akan datang" ucap Lista cepat


Tak lama setelah itu, Bian dan Daniel masuk bersama dengan Darren juga Ethan. Dan ada dua orang pria yang asing bagi Lista


"Lista bagaimana kabarmu?" tanya Darren


"Baik kak" jawab Lista


"Halo Lista kita bertemu lagi" ucap Ethan, Lista hanya terseyum


"Siapa kedua orang itu?" tanya Cantika


"Mungkin mereka, anak buah Arvin" ucap Risa


"Sedang apa mereka disini?" tanya Cantika


"Mungkin mereka lagi membahas sesuatu" jawab Viona


"Sayang, aku tinggal ke ruang baca papi" ucap Arvin


"Iya mas" jawab Lista


Sesaat kemudian...


"Mami pulang" ucap Elin lantang


"Selamat malam tante, Om" sapa Viona, Risa, dan Cantika


"Malam sayang, tenyata ada tamu" ucap Elin, Ramon hanya tersenyum


"Dimana Arvin?" tanya Ramon


"Mas Arvin ada di ruang baca pi" jawab Lista


"Papi, keruang baca papi dulu, Om tinggal dulu ya" ucap Ramon


"Iya pi" jawab Lista dan Elin


"Iya om" jawab ketiga sahabat Lista


"Ayo ini, tadi tante beli cemilan banyak sekali" ucap Elin


"Mami borong?" tanya Lista melihat banyaknya cemilan


"Iya biar kamu tengah malam gak bingung cari cemilan" ucap Elin, Lista hanya terkekeh


Sedangkan di ruang baca Ramon...


"Bagaimana cara kita supaya menarik Reki keluar?" tanya Darren


"Tuan saya mendapat informasi, papa Reki masih meninggalkan 10%saham untuk Reki" ucap Lexi


"Aku tau, karena sekarang saham itu ada padaku" ucap Arvin


"Kenapa bisa ada padamu?" tanya Reyhan

__ADS_1


Bukannya menjawab, Arvin hanya tersenyum smirk


**Bersambung**


__ADS_2