Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 60


__ADS_3

"Dar... Darren?" ucap Robert terkejut, ya pria yang berada di markas Kevin adalah Robert dan Jonathan


"Darren tolong paman Darren, tolong paman" ucap Robert


"Menolongmu, lalu kau akan membunuhku?" tanya Darren menatap Robert tajam


"Apa yang kau katakan Darren, aku ini pamanmu" ucap Robert dengan wajah memelas


"Buang saja wajah palsumu itu" ucap Arvin tiba-tiba masuk


"Kevin masukkan saja mereka, kita tunggu sampai Jackie datang" ucap Juan


"Lepaskan aku, Darren aku ini masih pamanmu" ucap Robert berteriak


"Rey, kau tau apa yang harus kau lakukan?" ucap Arya


"Tentu saja, aku sangat suka melakukan hal seperti ini" ucap Reyhan mengeluarkan jarum suntik


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Robert


"Tidak ada. Suntikan ini hanya akan membuatmu lebih tenang" ucap Reyhan, tersenyum sinis


.


Di luar markas...


Darren duduk di bangku sendirian sambil menatap langit yang tertutup awan mendung itu


"Darren" panggil Arvin


"Aku tau perasaanmu, tapi mereka memang bukan saudara yang baik untukmu" ucap Arvin


"Aku masih tidak percaya Vin, ternyata mereka begitu kejam" ucap Darren yang tanpa sadar meneteskan air matanya


"Paman Robert yang sudah aku anggap pengganti papa, tapi malah melakukan hal seperti ini" sambung Darren


"Aku merasa ada yang aneh dari paman dan kakek" ucap Arvin, Darren menatap Arvin


"Apa mungkin selama ini paman memiliki rahasia kakek, sehingga kakek tidak pernah mengatakan kalau paman anak angkat" ucap Arvin


"Aku sangat bingung Vin, bagaimana aku akan mengatakanya pada kakek dan Lista" ucap Darren


"Kita harus menjelaskannya pada kakek dari awal, karena kita tidak bisa membohongi kakek" ucap Arvin


"Kau jangan khawatir Darren, kami akan selalu mambantumu" ucap Arya yang baru keluar disusul oleh Juan dan Reyhan


"Malam ini kita akan kembali di rumah kakek" ucap Darren


"Baiklah, aku juga sangat merindukan istriku" ucap Arvin


"Cih, dasar bucin" ucap Juan


"Apa kau tak merindukan Cantika?" tanya Arvin


"Dan kau apa kau tak merindukan Viona?" tanya Arvin menatap Reyhan


"Tentu saja aku merindukan kekasihku" ucap Juan dan Reyhan bersama

__ADS_1


"Yang paling enak ini Daniel, dia tidak berpisah dengan kekasihnya itu" ucap Reyhan sedikit kesal


"Dia berada di sini karena tugas dari Arvin" ucap Juan


"Ar, kau akan ikut kami atau kau tetap disini?" tanya Arvin


"Nanti aku akan menyusul, aku tidak ingin melihat kebucinan kalian" ucap Arya malas


"Tapi Kevin, aku lupa bertanya padamu. Bagimana kau bisa tau kalau Lista berada di kediaman Jack?" tanya Juan


"Aku berteman dengan Alice, dan saat itu Alice mengatakan padaku ada seorang wanita hamil di sekap disana" ucap Kevin


"Bagaimana kau tau jika itu Lista?" tanya Arvin


"Karena aku meminta Alice untuk mengirim foto wanita yang disekap itu, dan benar saja dia adalah nona Lista" jawab Kevin


"Apa kau sudah lama mengenal Alice?" tanya Arvin


"Dia teman kuliahku dulu" ucap Kevin, Arvin hanya mengangguk


"Baiklah, ayo kita kembali kerumah kakek. Dengan begitu besok pagi kita bisa mengatakan pada kakek, dan segera memberi hukuman pada mereka" ucap DarrenDarren


"Baiklah, Arya kami pergi dulu" ucap Arvin


"Pergilah" ucap Arya


Setelah keprgian keempat sahabatnya, Arya langsung menemui Jonathan yang memang sengaja di tempatkan di ruangan yang berbeda


"Dugaanku memang tidak pernah salah" ucap Arya membuat Jonathan terkejut


"Melepaskanmu, tentu saja aku akan melepaskanmu nanti" ucap Arya tenang


"Dimana tuan Robert?" tanya Jonathan


"Di saat seperti ini kau masih saja mencari tuanmu yang tak berguna itu" ucap Arya


"Bukan urusanmu" ucap Jonathan


"Jika bukan urusanku, kau takkan bertanya padaku bukan?" tanya Arya sinis, Jonathan hanya menatap Arya dingin


.


.


Malam harinya di kamar Lista, tiba-tiba lampu kamar Lista padam. Lista mencoba meraih ponselnya. Tak berapa lama dia mendengar seseorang membuka pintu kamarnya, karena keadaan gelap, Lista tidak dapat melihat siapa yang masuk kamar Lista


"Siapa disana?" tanya Lista, namun tidak ada jawaban


"Siapa yang membuka pintu tadi, aku merasa ada yang membuka pintu tadi" ucap Lista turun dari ranjang dan menuju pintu kamarnya dan membukanya


"Aaakkkh, tolooong" teriak Lista karena tiba-tiba seseorang menarik Lista dan mendekapnya


"Huusst, jangan berteriak" ucap pria itu berbisik


Lista diam saat mendengar suara pria yang tidak asing baginya


"Aaakkh sakit sayang" teriaknya saat Lista menggigit lengan suaminya itu

__ADS_1


"Sayang, kenapa kau menggigit ku?" tanya Arvin menyalakan lampu kamar Lista


"Salah siapa, kenapa tiba-tiba mengagetkan aku" ucap Lista kesal


"Kejutan sayang" ucap Arvin merantangkan tangannya, Lista tersenyum dan berlari kearah Arvin


"Dasar kamu ya, kenapa kamu buat aku khawatir, aku hubungi kamu tapi tidak bisa, kemana saja beberapa hari ini kamu hah" ucap Lista panjang lebar, sambil menjewer telinga Arvin


"Sakit sayang, maaf maaf sayang, sakit" ucap Arvin, Lista melepaskan jewerannya


"Sayang dengerin aku ya, handphone aku sengaja aku matikan karena aku masih dalam pesawat sayang" ucap Arvin lembut


"Memang perjalanan kemari membutuhkan waktu berapa hari, sampai hampir tiga hari tidak bisa dihubungi" ucap Lista ketus


"Iya itu karena aku masih ada urusan sayang" ucap Arvin mencium tangan Lista lembut


"Udah jangan marah ya" ucap Arvin merayu Lista


"Kamu curang" ucap Lista memeluk Arvin dengan erat


"Apa kamu tidak tau, betapa aku sangat mengkhawatirkan kamu, aku takut terjadi sesuatu padamu" ucap Lista


"Tidak akan terjadi apa-apa padaku. Bagaimana mungkin aku tega meninggalkan seorang wanita yang aku cintai di dunia ini sendirian" ucap Arvin mencium pucuk kepala Lista, Lista semakin memeluk erat suaminya itu


.


Sedangkan disisi lain


"Dasar brengsek, dasar buaya" ucap seorang wanita dengan marah


"Mana ada buaya, disini hanya ada kita berdua" ucap sang pria celingukan


"Kau buayanya" ucap wanita itu kesal


"Viona, aku minta maaf. Handphone ku memang sengaja aku matikan, karena aku masih di dalam pesawat dan juga ada urusan" ucap Reyhan, ya pria itu adalah Reyhan


"Kau tak membohongiku?" tanya Viona


"Aku tidak pernah berbohong padamu, bagaimana mungkin aku berbohong pada bidadariku" ucap Reyhan menggoda Viona membuat Viona tersenyum malu


"Tapi kak, apa masalah di markas kak Arya sudah beres?" tanya Viona


"Semua sudah beres, dan ternyata orang dibalik ini semua adalah Ethan" ucap Reyhan


"Apa kak, Ethan?" tanya Viona lagi sedikit berteriak


"Husst, bisakah jangan berisik. Kakek masih belum tau masalah ini" ucap Reyhan


"Maaf" ucap Viona segera menutup mulutnya


"Ini sudah malam, pergilah tidur" ucap Reyhan lembut


"Iya kak, good night" ucap Viona dan segera kembali ke kamarnya


Namun tanpa Reyhan sadari seseorang mendengar percakapan Viona dan Reyhan dan mengepalkan tangannya kuat


**Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2