
"Bibi" ucap pria yang berada disamping Darren
"Ingat, kau harus bisa mengontrol dirimu sendiri" ucap Darren, pria itu mengangguk
"Arvin Lista" panggil Darren
"Kak Darren" ucap Lista
"Darren, kenapa kau kemari?" tanya Arvin mengerutkan keningnya
"Ada hal yang perlu aku bicarakan padamu" ucap Darren dengan sedikit memberikan isyarat pada Arvin
"Baiklah, kita adakan pertemuan diruang rapat saja" ucap Arvin lansung mengerti
"Daniel, siapkan ruang rapat" ucap Arvin lagi
"Baik tuan muda" jawab Daniel
"Lista, kau pergi keruangnku dan pelajari sisa berkas kemarin" ucap Arvin, Lista mengangguk
Setelah itu Lista menuju lantai 20 sedangkan Arvin di lantai 10. Karena ruang rapat ada di lantai 10
"Daniel, tutup gorden dan aktifkan kedap suara" titah Arvin
"Baik tuan muda" ucap Daniel langsung melakukan perintah Arvin
"Darren ada apa, siapa dia?" tanya Arvin
"Dia sepupuku, Ethan" ucap Darren
"Ethan dia Arvin suami Lista" ucap Darren
"Selamat pagi, senang bertemu dengan anda tuan Arvin" sapa Ethan memgulurkan tangannya
"Terimakasih, jangan terlalu sungkan" ucap Arvin yang membalas uluran tangan Ethan
"Arvin, untuk sementara dia akan berada di apartemen milikku, dan aku juga akan mendaftarkan dia di kampus Lista" ucap Darren membuat Arvin menarik nafasnya kasar
"Seberapa bahaya orang itu?" tanya Arvin
"Sangat bahaya, dia bahkan bisa membuat geng mafia berlutut padanya" ucap Ethan
"Mafia?" tanya Arvin sedikit terkejut
"Benar, seluruh Mafia di negara Amerika semua sudah berada di bawah kendali dia" ucap Ethan
"Apa kau tau siapa orang yang dia kirim ke Indonesia?" tanya Arvin
"Aku tidak tau. Tapi yang jelas dia adalah kaki tangannya" ucap Ethan
"Daniel, mana berkas yang aku minta?" tanya Arvin
"Silahkan tuan muda" ucap Daniel menyerahkan berkas itu
"Menurut informasi yang aku dapat, dia bernama Jack, dan dia juga memiliki saudara kembar bernama Jackie" ucap Arvin sambil membaca berkas itu
"Benar sekali. Namun yang aku tau, Jackie di asingkan" ucap Ethan
"Di asingkan?" tanya Darren dan Arvin
"Benar. Jack membuat kekacauan dan Jackie yang dijadikan kambing hitam" jawab Ethan
"Apa yang membuat dia membenci saudara kembarnya?" tanya Darren
"Dia tidak terima karena Jackie selalu lebih unggul daripada Jack. Jadi semua selalu memandang Jackie" ucap Ethan
__ADS_1
"Apa dia begitu sadis? Mafia bisa dia taklukan dan dia mampu membuat saudara kembarnya di asingkan" ucap Arvin
"Sebenarnya dia tidak memiliki keahlian apapun. Hanya saja dia memiliki koneksi yang cukup kuat, dan juga harta yang takkan ada habisnya" ucap Ethan
"Apa kau pernah menyelidiki darimana harta itu?" tanya Darren, Ethan menggelengkan kepalanya
"Yang aku tau, itu dari keluarga. Namun selain itu aku tidak tau" jawab Ethan
"Kita akan bahas ini lagi nanti malam. Kita juga harus memberi tahu pada yang lain" ucap Arvin menatap Darren
"Benar, aku setuju" ucap Darren, Ethan hanya mengangguk
"Daniel, hubungi para tuan muda untuk bertemu denganku di markas Arya" ucap Arvin mekirik Daniel
"Baik tuan muda" jawab Daniel
Setelah itu, Darren dan Ethan pergi dari perusahaan Arvin. Darren dan Ethan keluar secara berpencar karena ada yang mengawasi pergerakan Darren
"Ethan, aku sudah mengirim alamat apartemenku, kau bisa tinggal disana" ucap Darren melalui panggilan telphonnya
"Aku mengerti" jawab Ethan
.
.
Di sisi lain, Erika membantu Lista mempelajari sisa berkas dari Arvin itu
"Lista, sepertinya kau sudah mengerti semuanya" ucap Erika
"Iya terimakasih Erika" ucap Lista tersenyum
Melihat kedatangan Arvin, Lista berdiri dan Erika keluar dari ruangan Arvin
Lista segera menuju Pantry dan menyeduhkan secangkir kopi untuk Arvin
"Aw panas" pekik Lista saat tangannya terkena kopi panas
"Ups maaf aku tidak sengaja" ucapnya dengan senyum liciknya
"Gina, apa kamu pikir aku tidak tau. Kau sengaja kan?" tanya Lista menaruh kopinya dan menghampiri wanita itu
"Kalau aku memang sengaja bagaimana?" tanya Gina menantang
"Apa yang sudah aku lakukan padamu, hingga kau berbuat seperti ini?" tanya Lista menatap Gina
"Aku tidak suka melihat kau bersama dengan tuan muda" ucapnya membuat Lista tertawa sinis
"Memang banyak wanita yang mengejar tuan muda. Tapi aku rasa kau harus melihat dirimu sendiri, apa kau pantas bersanding dengan tuam muda?" ucap Lista menatap Gina geram
"Aku akan diam jika kau melukaiku, tapi jika ingin merebut suamiku, aku tidak akan kalah" batin Lista
Saat mereka masih berdebat, tiba-tiba pintu pantry terbuka
"Lista, apa kau membuat kopi harus selama ini?" tanya Arvin yang langsung mendatangi pantry
"Maaf tuan muda" ucap Lista menunduk
"Kenapa dengan tanganmu?" tanya Arvin sedikit lembut, membuat Gina semakin tak senang pada Lista
"Tuan muda, sepertinya Lista tidak bisa membuat kopi, bagaimana jika saya yang membuatkannya?" tanya wanita itu sedikit centil
"Pergi" ucap Arvin dingin, menatap Lista
"Apalagi yang kau tunggu, cepat pergi sana" ucap Gina sombong
__ADS_1
"Aku memintamu pergi Gina" ucap Arvin datar, dan menarik tangan Lista menuju ruangannya
"Ck, sial kenapa tuan muda malah membela Lista ja***g itu" ucapnya mengepalkan tangnnya
Di ruangan Arvin
"Apa kau bodoh, kenapa tanganmu sampai terkena kopi panas?" tanya Arvin sambil mengoleskan salep pada tangan Lista
"Aku tidak sengaja, kenapa kau malah memarahiku" ucap Lista mengerucutkan bibirnya
"Aku tidak marah, aku hanya khawatir sayang" ucap Arvin
Arvin tau, sebenarnya Lista berbohong padanya. Saat baru sampai pantry, Arvin sempat mendengar pertengkaran antara Lista dan Gina
"Pergilah istirahat. Di balik dinding ini ada kamar, kau tidur disana, dan jangan membantah" ucap Arvin mengecup bibir Lista
"Baiklah tuan muda" ucap Lista dan segera menuju ruang istirahat Arvin
"Enak juga, habis dimarahi langsung disuruh istirahat" ucap Lista pada dirinya sendiri sambil cekikikan
Sedangkan di luar
"Erika, minta Gina keruangan ku sekarang" ucap Arvin dingin
"Baik tuan muda" ucap Erika
Tak berapa lama, Daniel masuk keruangan Arvin dan disusul Gina
"Tuan muda, apa ada yang bisa saya bantu" ucap Gina tersenyum centil
"Apa yang kau lakukan di pantry bersama Lista?" tanya Arvin datar
"Tadi saya hanya membantu Lista membuat kopi tuan" jawabnya
"Kenapa tangan Lista merah?" tanya Arvin
"Eeh,itu karena Lista sendiri kurang hati-hati hingga terkena kopi panas" jawab Gina gugup
Arvin memutar laptopnya dan menunjukkan video dimana Lista terkena kopi panas karena ulah Gina
"Tu... tuan, itu saya tidak sengaja" ucap Gina panik
"Sebelum jam pulang kantor saya mau kau menyerahkan surat pengunduran dirimu" ucap Arvin Dingin tanpa menatap Gina
"Tu... tuan, maafkan saya, saya benar-benar tidak sengaja" ucap Gina memohon pada Arvin
"Daniel blacklist dia dari perusahaan AV Corp dan siapa saja yang mempekerjakan Gina maka mereka melawan AV Corp" ucap Arvin datar
"Baik tuan muda
" Pantas saja tuan muda marah, kau sudah menyinggung istri kesayangan tuan muda. Sial sekali nasib kau Gina" ucap Daniel dalam hati sambil memggelengkan kepalanya
"Kenapa anda memecat saya hanya karena saya menumpahkan kopi panas di tangan Lista. Siapa memang si Lista itu harus mendapatkan perlakuan istimewa anda" ucap Gina dengan emosi dan tangan terkepal kuat
"Berani kau berbicara seperti itu pada tuan muda?" tanya Daniel menjambak rambut Gina membuat Gina meringis kesakitan
"Kau ingin tau siapa Lista?" tanya Arvin mendekat pada Gina
"Aku hanya akan mengatakannya sekali padamu. Jadi dengarkan baik-baik" ucap Arvin semakin mendekat pada Gina
"Lista adalah istriku, dia nyonya keluarga Prasetya dan juga nyonya dari AV Corp" bisik Arvin membuat Gina mendelikkan matanya saat mendengar perkataan Arvin
"A... apa?" tanya Gina tak percaya
"Daniel" ucap Arvin, Daniel yang tau pun langsung membawa Gina keluar dari ruangan Arvin
__ADS_1
Tanpa mereka sadari sepasang mata mengawasi mereka dan dengan wajah terkejut
**Bersambung**