
"Aku tau, karena sekarang saham itu ada padaku" ucap Arvin
"Kenapa bisa ada padamu?" tanya Reyhan
Bukannya menjawab, Arvin hanya tersenyum smirk
"Daniel, adakan rapat di perusahaan Wijaya. Aku yakin Reki akan datang ke perusahaan papanya" ucap Arvin tersenyum licik
"Baik tuan muda" ucap Daniel
"Kau tak menjawab pertanyaanku, bagaiamana bisa saham yang ditinggalkan Doni ada padamu?" tanya Reyhan penasaran
"Saat Reki membunuh Doni, aku melihat sebuah berkas di mobilnya dan itu saham yang akan di berikan pada Reki" jawab Arvin memainkan pena di tangannya
"Kau sengaja mengambil berkas itu, karena kau yakin hal ini pasti akan terjadi?" tanya Darren
"Benar, aku tak percaya jika Reki tidak akan mudah dilumpuhkan" ucap Arvin tenang dan mematahkan pena itu, membuat Lexi dan Ryo susah menelan salivanya
"Papi kagum dengan semua permainanmu Arvin, Papi merasa kau lebih hebat dari papi" ucap Ramon angkat bicara
"Bukannya aku memang lebih hebat dari papi" ucap Arvin sombong membuat semua memutar matanya malas
"Dasar bocah tengik" umpat Ramon kesal pada putranya itu, membuat Darren menggelengkan kepalanya
"Aku akan mengawasi pergerakan Reki dari jauh" ucap Juan, Arvin mengangguk
"Darren dan Ethan akan di markas bersama Lexi" ucap Arvin
"Baiklah" jawab Darren
"Ryo dan Daniel persiapkan segala keperluan rapat pemegang saham di Wijaya grup" ucap Arvin
"Baik tuan muda" jawab Daniel dan Ryo
"Bian, kau tetap dirumah menjaga keselamatan nyonya muda" ucap Arvin lagi
"Baik tuan muda" ucap Bian
"Papi juga akan berada di Wijaya grup saat rapat pemegang saham" ucap Ramon
"Baik pi" jawab Arvin mengangguk
Sedangkan di luar, Elin sedang membantu bibi menata makanan di meja makan
"Tante, biar Viona bantu ya?" tanya Viona sambil membawa piring dari dapur
"Terimakasih sayang" ucap Elin tersenyum
"Bagaimana persiapan pernikahanmu?" tanya Elin
"Sudah selesai tan" jawab Viona
"Baguslah, semoga kau bahagia selamanya" ucap Elin tersenyum menatap Viona
"Terimakasih tante" ucap Viona
"Tante, Viona juga berterimakasih pada tante karena sudah menjaga dan menyayangi Lista" ucap Viona
"Lista menantu tante, tentu saja tante akan menyayangi Lista" ucap Elin
__ADS_1
"Tapi kasih sayang tante berbeda dengan tante Ratna yang berstatus ibu Lista sendiri" ucap Viona
"Sayang, tante memang sangat menyayangi Lista, tapi kasih sayang ibu kandunglah yang lebih besar" ucap Elin
"Viona berteman dengan Lista saat kita di bangku SMP, tapi Viona tidak pernah melihat tante Ratna datang kesekolah" ucap Viona dengan mata berkaca-kaca
"Mungkin sibuk sayang" ucap Elin, Viona menggelengkan kepalanya
"Saat Lista dan Citra sakit, tante Ratna lebih peduli pada Citra. Saat itu yang dibutuhkan Lista hanyalah pelukan seorang ibu, tapi tante Ratna selalu menganggap Lista tak pernah ada" ucap Viona meneteskan air matanyamatanya
"Begitu besar rasa sayangmu pada sahabatmu" ucap Elin menghapus air mata Viona
"Lista bukan hanya sahabat untuk Viona, tapi juga saudara untuk Viona" ucap Viona tersenyum pada Elin
"Seberapa besar penderitaanmu Lista" batin Elin memeluk Viona
Setelah itu, Viona dan Elin keluar dengan mata Viona yang sembab
"Vi, kamu kenapa?" tanya Risa
"Gak papa, tadi aku kelilipan" jawab Viona, Risa dan Cantika mengangguk
Tapi tidak dengan Lista, Lista lebih tau tentang Viona. Lista mengerutkan keningnya menatap Viona
Tak lama setelah itu, akhirnya mereka keluar dari ruang baca Ramon
"Ayo makan malam dulu" ucap Elin lembut
"Terimakasih tante, tau aja kalau Reyhan lapar" ucap Reyhan terkekeh pelan membuat Juan memukul kepalanya
Lista pun mengambil piring Arvin dan mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya itu
"Terimakasih sayang" ucap Arvin menggenggam tangan Lista
"Lista ini ayo dimakan" ucap Elin memberikan semangkok sup pada Lista
"Terimakasih mi" ucap Lista
Setelah acara makan malam itu, Reyhan dan Juan menginap di rumah utama Prasetya, begitupun dengan ketiga sahabat Lista
Sedangkan Dareen dan Ethan pergi ke markas Arya berama Lexi
Daniel dan Ryo sedang di luar menemani Bian menjaga kediaman utama Prasetya
.
.
Keesokan paginya, Lista turun lebih dulu dan melihat Juan dan Reyhan tidur di depan ruang TV
Lista menggelengkan kepalanya melihat tingkah tidur Reyhan dan Juan yang seperti sepasang kekasih
Lista meraih ponselnya dan memotret gaya tidur Juan dan Reyhan sambil terkekeh pelan
"Lista, kamu sedang apa?" tanya Cantika
"Hust, itu lihat" ucap Lista pelan menunjuk arah Juan dan Reyhan
Cantika tertawa pelan dan ikut mengambil foto Juan dan Reyhan
__ADS_1
Lalu Lista dan Cantika menuju dapur untuk membantu Elin, ternyata Viona dan Risa sudah berada di dapur membantu Elin
"Vi, mau lihat sesuatu yang menarik?" tanya Lista menunjukkan sesuatu pada Viona
Viona tertawa melihat foto kekasihnya dan Juan, Risa dan Elin yang penasaran akhirnya ikut melihatnya
"Aduh, romantis sekali mereka ya" ucap Elin membuat mereka tertawa
Sekitar jam 7, mereka sudah bersiap untuk sarapan bersama
"Kak Juan sama kak Reyhan tidur jam berapa?" tanya Lista yang melihat wajah lesu keduanya
"Kita tidur jam 3" jawab Juan
"Memang kalian ngapain jam segitu baru tidur?" tanya Cantika
"Kita udah lama tidak nonton acara olahraga, jadi kita nonton sampai jam 3" jawab Reyhan
"Kalian mau sarapan apa?" tanya Elin
"Roti tante" ucap Reyhan yang masih menguap
"Saat sarapan buka mata kalian" ucap Ramon menggelengkan kepalanya
Lista dan Viona saling pandang lalu mengangguk, Lista meraih ponselnya dan mengetik sesuatu di ponselnya
"Ting" terdengar dentingan ponsel, Juan dan Reyhan
"Siapa sih pagi-pagi ganggu orang sarapan" ucap Reyhan membuka ponselnya
Reyhan tertawa saat melihat foto yang dikirim Lista itu
"Kau lihat Juan, pasangan sesama jenis ini tidur dengan begitu mesra" ucap Reyhan menggeleng
"Tidur sesama Jenis bagaimana maksudmu?" tanya Juan yang membuka ponselnya juga
Juan menatap foto itu dengan seksama dan melihat sekelilingnya
"Sepertinya aku kenal tempat ini" ucap Juan
"Iya, seperti tempat tidur kita semalam" ucap Reyhan membuat Juan membelalakkan matanya
"Dasar bodoh, ini kau dan aku" ucap Juan lantang, membuat Reyhan tersedak makanannya. Reyhan menatap foto itu lagi
"Juan, kenapa kau tidur seperti itu, aku bukan Cantika" ucap Reyhan menutup dadanya
"Apa kau pikir aku gila, kau yang memelukku lebih dulu" ucap Juan, yang membuat mereka tertawa melihat kelakuan Juan dan Reyhan
"Dasar bodoh" umpat Arvin
"Siapa yang mengambil foto ini?" tanya Reyhan
"Aku" jawab Lista, Reyhan berdiri dari duduknya menghampiri Liata
Dan....
**Bersambung**
Terimaksih kakak sudah mampir di karyaku, dan terimakasih juga untuk like dan komennya
__ADS_1