Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 53


__ADS_3

Arvin kamu kenapa?" tanya Ramon menghampiri Arvin dan memberikan dia minum, Arvin mengalihkan pandangannya pada Lista


"Sayang sampai kapan kamu akan tidur seperti ini" ucap Elin menggenggam tangan menantunya itu


"Mami dan papi merindukan kecerian kamu sayang, Arvin juga sangat merindukan kamu sayang" ucap Elin lagi meneteskan air mata


"Mi, aku barusan bermimpi Lista pergi meninggalkan aku dan dia bilang jika ingin menemani anak kita" ucap Arvin menunduk


"Arvin, itu hanya mimpi. Mami yakin Lista pasti akan kuat, dia pasti akan segera sadar" ucap Elin menghampiri putranya dan memeluknya


"Tapi Arvin merasa itu seperti nyata mi, Arvin juga merasakan dengan jelas kelembutan tangan Lista" ucap Arvin memeluk maminya


"Sayang, kita doakan semoga saja Lista segera sadar ya" ucap Elin, Arvin menghampiri Lista yang masih memejamkan matanya


"Sayang, apakah kau sangat senang tidur seperti ini, dan membiarkan aku sendirian?" tanya Arvin berulang kali mencium tangan Lista


"Bagunlah, aku tidak ingin kehilanganmu" ucap Arvin lagi


Tak berapa lama, pintu ruang perawatan Lista terbuka, dan terlihat ketiga sahabat Lista datang


"Tante, Om" sapa ketiganya


"Kalian datang, masuklah. bujuk sahabat kalian agar bangun" ucap Elin menangis, Viona segera memeluk Elin


"Tante jangan khawatir, Lista pasti bangun" ucap Viona, Elin mengangguk


Reyhan dan Juan yang baru saja datang merasa kasihan pada Arvin. Semua tau bagaimana sifat Arvin, dia pantang mengeluarkan air mata, kecuali mengenai Lista


"Vin, kita keluar dulu. Biarkan mereka disini menemani Lista" ucap Juan, Arvin mengangguk dan menghela nafasnya dalam


"Apa yang harus aku lakukan untuk membuat Lista bangun" ucap Arvin, Juan menatap arah Reyhan


Reyhan tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya menepuk bahu sahabatnya itu


Sedangkan di dalam ruangan...


"Lista maafkan kami, karena kami baru datang menjengukmu" ucap Cantika, yang mencoba menahan kesedihannya


"Lista ayo bangun, semua sedang menunggumu" ucap Risa menggenggam tangan Lista


"Lista ayo bangun, jika kau tak bangun aku akan sangat marah padamu. Karena dirimu aku harus menunda pernikahanku dengan kak Reyhan" ucap Viona yang tak bisa menahan tangisnya


"Lista semalam aku bermimpi, kita pergi bersama dan kita menghabiskan waktu bersama, aku merindukan masa-masa dimana kita menghabiskan waktu bersama" ucap Viona, yang membuat kedua sahabatnya tak dapat menahan air matanya


"Viona Lista meneteskan air mata" ucap Risa, Cantika menghapus air mata Lista


"Aku tau, di bawah alam sadar kamu, kamu juga merindukan kami" ucap Cantika berbisik


.


.


Di tempat lain...


"Darren, mungkin ini sudah saatnya kau memberi tau siapa dirimu sebenarnya kepada adikmu " ucap Kakek Charles

__ADS_1


"Aku memang berniat mengatakannya kek, tapi sampai sekarang Lista masih belum sadar" ucap Darren


"Kamu yang sabar, Lista pasti akan bangun. Juga kau hibur adik iparmu agar tidak terlalu stres" ucap kakek, Darren mengangguk mengerti


"Kek, apa paman Robert anak kandung kakek?" tanya Darren membuat sang kakek terkejut


"Mengapa kau bertanya seperti itu?" tanya Charles


"Jawab saja kek, apa benar paman anak kandung kakek?" tanya Darren, kakek Charles menghela nafasnya dalam


"Kakek menemukan paman dulu waktu dia masih berusia 5 tahun. Di mana saat itu mamamu masih berusia 2 tahun" jawab kakek


"Kek, apa kakek tidak merasa curiga pada paman?" tanya Darren, kakek diam memandang foto di meja kerjanya


"Robert yang sekarang bukanlah Robert yang dulu. Walau dia masih selalu menuruti apa yang kakek katakan, tapi kakek tau dia memiliki rencana yang licik" ucap Kakek merasa kecewa pada Robert


"Kek, aku yakin yang menculik Lista itu pasti Jonathan , karena sebelum aku pingsan akun mendengar mereka memanggil Athan" ucap Darren


"Kamu tenang saja, kakek sudah meminta orang untuk mengawasi Jonathan dan Robert" ucap Kakek menepuk bahu Darren, Darren mengangguk


"Darren, pergilah kerumah sakit. Jika adikmu sudah bangun beri tahu kakek, kakek akan berada disana dan memberi tahu identitas dia sebenarnya" ucap Kakek


"Baik kek" ucap Darren


.


.


***


"Pemandangan ini tidak pernah aku lihat sebelumnya" ucapnya lagi sambil bermain air yang sangat jernih itu


"Anakku" tiba-tiba seorang wanita memanggilnya


Wanita itu celingukan saat wanita cantik berpakaian putih dan menggendong seorang bayi itu memanggilnya dengan anakku


"Ibu memanggil saya?" tanyanya


"Iya sayang, kamu anakku. Calista" ucapnya tersenyum


"A...anak ibu?" tanya Lista


"Aku ibumu, ibu yang melahirkanmu" ucapnya tersenyum


"Mama, mamaku?" tanya Lista terkejut


"Lista kemarilah sayang, peluk mama" ucapnya, Lista berlari dan memeluk wanita yang selama ini dia rindukan


"Mama" ucap Lista memeluk ibunya


"Maafkan mama, meninggalkanmu lebih dulu. Maafkan mama sudah membuat kamu menderita" ucapnya menciumi Lista


"Tidak apa-apa ma. Sekarang Lista sangat senang bisa bertemu dengan mama" ucap Lista


"Ma, siapa bayi mungil ini?" tanya Lista

__ADS_1


menggendong bayi itu


"Dia anakmu" ucap Ibu Lista, Lista terkejut saat mendengar bahwa dia adalah anaknya


"Benarkah, anakku begitu imut" ucap Lista menoel hidung anaknya


"Ma, biarkan Lista tinggal bersama mama ya" ucap Lista tersenyum, namun ibu Lista menggelengkan kepalanya dan menggendong bayi Lista


"Kenapa ma, Lista ingin berkumpul dengan mama" ucap Lista


"Sayang, tempat kita berbeda, tempatmu bukan disini. Lihatlah orang-orang menunggumu kembali. Lihatlah suamimu sangat sedih" ucapnya, Lista dapat melihat dirinya terbaring di rumah sakit dan melihat ketiga sahabatnya menangis


Lista juga melihat suaminya terlihat berantakan dan lesu, kedua mertua yang sedih melihat dirinya terbaring


"Mas Arvin" ucap Lista


"Kembalilah nak, mereka merindukanmu" ucap Ibu Lista memeluk putrinya


"Biarkan anakmu berada disini bersama mama. Kami berdua akan menunggu kedatanganmu nanti" ucap Ibu Lista dan tiba-tiba menghilang


"Mama, tidak jangan tinggalkan Lista lagi ma" ucap Lista, mencoba mencari keberadaan mamanya yang tiba-tiba menghilang


"Lista ayo bangun Lista, Lista ayo bangun" Lista mendengar suara wanita memanggilnya


"Sayang aku mohon bangunlah, aku tidak bisa kehilanganmu, aku tidak akan sanggup" kini suara seorang pria yang terdengar memanggil namanya


Tiba-tiba Lista melihat cahaya putih, Lista menghampiri cahaya putih itu dan terus berjalan mengikuti cahaya putih itu


.


.


"Mas Arvin" ucap Lista pelan, Viona yang mendengar Lista memanggil nama Arvin segera memanggil dokter


"Dokter, dokter" teriak Viona, Arvin dan yang lain terkejut saat Viona memanggil dokter


"Viona ada apa?" tanya Arvin


"Cepat panggil dokter dulu kak" ucap Viona


Tak berapa lama, dokter datang dan memeriksa keadaan Lista


"Dokter ada apa dengan istri saya?" tanya Arvin yang terlihat begitu khawatir, Dokter menatap Arvin lalu tersenyum


"Nona Lista sudah melewati masa kritisnya, dan mungkin sebentar lagi dia akan sadar" ucap dokter, mendengar perkataan dokter, Arvin langsung berlari kearah Lista dan memeluknya


"Sayang, aku yakin kamu pasti akan sadar" ucap Arvin mencium kening Lista lembut


Ramon dan Elin sangat senang mendengar kabar Lista akan sadar, begitupun dengan ketiga sahabatnya


"Pi, menantu kita kembali" ucap Elin, Ramon mengangguk


Namun tidak dengan seseorang di balik dinding rumah sakit, mendengar Lista akan sadar, dia mengepalkan tangannya kuat dengan tatapan penuh kebencian


**Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2