
Seorang pria berwajah tampan dan tubuh yang tegap berjalan menuju gedung mewah milik sahabatnya
Banyak wanita yang mencuri pandang pada pria itu dan berbisik tentang pria itu. Pria itupun membalas senyuman mereka bahkan dia tak segan tersenyum menggoda para wanita di sana
"Selamat siang tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya staf wanita tersebut sopan
"Siang, saya ingin bertemu dengan tuan Darren dan bertemu denganmu" ucapnya manis, siapa lagi kalau bukan Arya yang suka menggoda wanita
Wanita itu hanya tersenyum malu saat Arya menggodanya
"Mari tuan, saya akan membawa anda keruangan tuan muda" ucapnya masih sopan
"Cantik, apa kau punya kekasih?" tanya Arya lembut walau mereka berdiri sedikit jauh
"Maaf tuan, saya sudah memiliki tunangan" jawabnya dan pintu lift terbuka
"Sayang sekali, aku terlambat" ucap Arya mengedipkan satu matanya, membuat wanita itu bertambah merona
"Apa yang kau lakukan pada karyawanku" tanya Darren berdiri di depan pintu
"Tidak ada, aku hanya mengobrol kecil" jawab Arya santai
"Mengobrol kecil, atau kau menggodanya?" tanya Darren yang tau sifat sahabatnya itu, dan membuat Arya tertawa kecil
Arya memang di kenal suka menggoda wanita dan banyak yang bilang bahwa dia playboy. Namun siapa sangka dia tipe cowok setia pada satu wanita dan sampai saat ini dia masih menjomblo
"Cepatlah cari kekasih, agar kau tak menggoda banyak wanita" ucap Darren
"Aku tidak tertarik. Saat aku goda mereka langsung menempel padaku. Aku ingin mendapatkan wanita yang penuh dengan perjuangan" ucap Arya duduk di sofa Darren
"Bagaimana, apa kau sudah menyiapkan permintaanku?" tahya Darren menuangkan air di gelas Arya
"Aku sudah menyiapkannya. Tapi dia akan tiba disini besok" ucap Arya sambil menyalakan rokoknya
"Baguslah" ucap Darren bernafas lega
"Daniel tadi menghubungiku, ada apa?" tanya Arya
"Kau akan tau nanti" jawab Darren
.
.
Di tempat lain...
Lista dan ketiga sahabatnya sedang berada di cafe tempat biasa mereka berkumpul
"Viona, bagaimana persiapan acaranya?" tanya Lista
"Ya sudah berjalan 75℅" jawab Viona sambil minum jus miliknya
"Baguslah, tapi apa kau sudah menyiapakn gaun untuk kita?" tanya Lista menyelidik
"Tentu sudah, karena aku sendiri yang memilihnya" jawab Cantika bangga
"Eh, Lista bagaiamana sekarang hubunganmu dengan Arvin?" tanya Risa sambil memakan camilan di depannya
"Sangat baik. Dan kita sudah resmi menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya" jawab Lista terlihat senang
"Maksudmu?" tanya Cantika
"Mas Arvin merobek surat kontrak itu dui hadapanku dan mami papi" ucap Lista tersenyum lembut
"Kenapa?" tanya ketiga sahabatnya itu
"Karena aku dan mas Arvin saling mencintai" ucap Lista tersenyum mengingat bagaimana sifat Arvin yang begitu lembut padanya
Terpancar aura kebahagiaan di wajah Lista membuat ketiganya ikut merasa bahagia
__ADS_1
"Jadi sekarang kau sudah malam pertama dengan Arvin?" tanya Risa tersenyum sambil menaik turunkan alisnya, dan membuat Lista tersedak
Melihat wajah malu Lista, ketiga sahabatnya itu tertawa dan diikuti oleh Lista yang masih malu
"Lista, kenapa kamu gak memberi tau kita masalah Reki?" tanya Viona, seketika Lista menghentikan makannya
Sebelum menjawab Lista menghela nafasnya dalam
"Bukannya aku tidak ingin memberi tau kalian. Tapi aku masih tak percaya Reki melakukan hal itu. Aku pikir selama ini Reki baik" ucap Lista terlihat sedih dan kecewa saat membahas Reki
Cantika dan Risa mencolek Viona memberi isyarat agar tak membahas Reki
"Sudah jangan membahas Reki, kita shoping aja yuk, berburu diskon" ucap Cantika mengalihkan topik dan dapat anggukan dari ketiganya
.
.
Malam harinya...
"Sayang, aku keluar sebentar" pamit Arvin lembut
"Mas Arvin mau kemana?" tanya Lista penasaran
"Aku ada pekerjaan di luar bersama Darren dan Juan" jawab Arvin jujur
"Ya sudah, tapi jangan malam-malam pulangnya" ucap Lista sedikit manja
"Iya sayang" ucap Arvin mencium bibir Lista dengan lembut
Di bawah Daniel sudah menunggu tuan mudanya sambil mengobrol dengan Bian
"Bian, aku rasa ada seseorang yang mengawasi rumah ini?" tanya Daniel menatap luar gerbang Arvin
" Kau menyadarinya?" tanya Bian
"Kenapa kau tak menangkapnya?" tanya Daniel menatap Bian
"Aku memang sengaja. Sampai kapan dia bisa mengawasi rumah ini" ucap Bian tenang
"Kau ingin menjadikan dia umpan?" tanya Daniel menyelidik
"Kau sudah tau rencanaku" ucap Bian tersenyum licik
"Aku selalu di belakangmu, hubungi aku jika butuh bantuan" ucap Daniel menepuk bahu Bian
"Daniel, kita berangkat, Bian jaga nyonya" ucap Arvin seperti biasa datar
"Baik tuan muda" jawab Bian dengan sedikit membungkukkan badannya
.
Sekitar satu jam, akhirnya Arvin sampai di markas Arya. Ternyata disana sudah ada kedua sahabatnya dan juga Ethan
"Kau datang juga" ucap Juan yang bermain dengan ponselnya
"Tentu saja aku datang" jawab Arvin datar
"Dimana Reyhan?" tanya Arvin
"Dia ada jadwal operasi" jawab Juan
"Arvin, aku sudah mengatakan pada mereka tentang keluarga Louis" ucap Darren, Arvin mengangguk
"Arya apa kau mengetahui kelompok mafia dari negara Amerika?" tanya Arvin dengan wajah serius
"Aku tau, tapi aku tidak bisa masuk ke jaringan mereka" ucap Arya sambil menenggak minumannya
"Tapi kau tenang saja, aku pasti akan menemukan kelemahan keluarga Louis" ucap Arya tersenyum licik
__ADS_1
" Aku mengandalkanmu untuk yang di luar negri" ucap Darren menatap Arya
"Kita juga harus bisa mencari tau lebih banyak tentang keluarga Louis" ucap Juan
"Maaf tuan, saya sudah menyelidiki tapi sangat sulit" ucap Daniel angkat bicara
"Daniel kerahkan semua anak buahmu untuk menyelidiki lagi, aku akan meminta anak buahku membantu mu" ucap Juan pada Daniel
"Baik tuan muda" jawab Daniel sopan
Namun beberapa saat kemudian, salah satu pengawal Arya melapor bahwa ada seseorang yang meretas jaringan markas Arya
Dengan sigap Arya menuju depan komputernya dan diikuti dengan kedua sahabtanya dan juga Ethan
"Biarkan aku yang melakukannya" ucap Ethan dan langsung mengotak atik komputer Arya
"Sepertinya dia sengaja membuat kekacauan lebih dulu" ucap Ethan dengan tangan yang terus bergerak
"Apa mereka tau kita membahas keluarga Louis?" tanya Juan
"Aku sudah mendapat posisi orang ini" ucap Ethan, membuat Arya memggelengkan kepalanya
"Kau sangat cepat" puji Arya menepuk bahu Ethan
"Daniel segera bergegas ke lokasi" ucap Arvin, Daniel dan Ryo pergi ke lokasi tersebut
Setelah cukup lama mereka berada di depan komputer Arya, tiba-tiba ponsel Arvin berdering tertulis nama istriku
"Sayang kenapa kau belum tidur?" tanya Arvin lembut, membuat para sahabatnya memutar bola matanya malas
"Aku tidak bisa tidur kalau gak ada mas Arvin" jawab Lista dari balik ponselnya
"Tunggu sebentar lagi, aku akan segera pulang" ucap Arvin
"Baiklah cepat pulang" ucap Lista dan mematikan ponselnya
"Kalau sudah punya istri tidak akan bebas" sindir Arya
"Kau tidak akan mengerti bagaimana rasanya punya istri" balas Arvin yang membuat Arya mendengus kesal
"Kalau mau tertawa silahkan, tidak ada yang melarang" ucap Arya, keempat pria itupun tertawa membuat Arya semakin kesal
"Bukankah kau yang meminta kami tertawa" ucap Juan masih tertawa
"Tapi baru kali ini aku melihat Arvin sangat bucin" ledek Darren, namun Arvin tak menanggapinya
Di sisi lain, Daniel dan Ryo sudah berada di lokasi. Ryo dan Daniel langsung masuk di rumah yang sangat kecil itu
Daniel dan Ryo berhenti pada satu ruangan yang memang ada beberapa komputer yang baru saja mereka gunakan
"Mereka sudah pergi" ucap Ryo melihat sekelilingnya
"Sial, bagaimana mereka tau kita menuju kemari?" tanya Daniel
"Aku rasa ada penyusup di markas bos Arya" ucap Ryo
Namun beberapa saat kemudian mereka mendengar suara yang tidak asing
"Tit... tit... tit"
Daniel dan Ryo saling pandang
"Kau dengar itu Dan?" tanya Ryo
"Cepat pergi" ucap Daniel yang berlari dan diikuti Ryo dan
"BOOM"
**Bersambung**
__ADS_1