
Paginya, Lista sudah berada di dapur bersama ketiga sahabatnya dan para pelayan
"Cie...cie yang sudah lama kangen akhirnya ketemu juga" goda Risa
"Cie.. cie yang di temani terus sama pacarnya" balas Cantika, membuat Risa memanyunkan bibirnya kesal
"Kenapa muka kamu gitu Ris?" tanya Viona tertawa
"Aku tuh kesel banget sama Daniel" ucap Risa
"Kenapa?" tanya Lista
"Kamu taukan betapa posesifnya dia. Lama-lama dia sama seperti suamimu" ucap Risa kesal
"Jelas saja sama, mereka bagaikan lem perekat yang susah untuk di pisahkan" ucap Lista
"Namanya juga masih bucin" ucap Cantika membuat Lista dan Viona tertawa
"Wah, cucu-cucu kakek sudah berada di dapur pagi begini" ucap Charles
"Kakek sudah bangun" ucap Lista
"Selamat pagi semua" ucap Darren
"Pagi kak" jawab keempat wanita itu
"Lista, apa kamu tidak ingin memberikan pelukan pada kakakmu ini?" tanya Darren merentangkan tangannya
"Tentu saja aku mau" ucap Lista berlari kearah Darren
"Aku masih tidak menyangka kak Darren adalah kakakku" ucap Lista
"Maafkan kakak dan kakek yang terlambat menemukan kamu" ucap Darren
"Sudahlah kak, tidak usah lihat ke belakang kita lihat kedepan saja" ucap Lista yang masih betah dalam pelukan kakaknya
"Lepaskan" tiba-tiba seorang pria menarik Lista kedalam pelukannya
"Hei aku sedang memeluk adikku" ucap Darren
"Kau hanya kakaknya, aku suaminya aku lebih berhak" ucapnya datar, siapa lagi kalau bukan Arvin
"Kau harus hormat padaku, aku ini kakak iparmu" ucap Darren
"Cih, menyebalkan" umpat Arvin membuat Darren kesal, sedangkan sang kakek hanya tertawa melihat kelakuan cucu dan cucu menantunya itu
"Setelah sarapan kakek ingin bicara dengan kalian" ucap kakek pada Darren dan Arvin
"Baik kek" ucap Darren dan Arvin
.
.
Sementara itu...
"Braak"
"Hei apa kau buta, kau tak melihat ada orang disini?" tanya seorang gadis yang tertabrak itu
"Kau yang berjalan tanpa melihat jalan, aku dari tadi berdiri disini" ucap pria itu kesal
"Jika kau tau kenapa kau tak menghindar" ucap gadis itu
"Hei gadis apa kau sehat?" tanya pria itu datar
"Apa kau pikir aku gila, aku ini sangat waras" ucap gadis itu kesal
"Dasar aneh" ucap pria itu
__ADS_1
"Kau pria yang aneh" ucap gadis itu berteriak
"Lula, kenapa kau berteriak?" tanya teman gadis itu
"Kau tau, aku sangat kesal padanya" ucap Lula lantang membuat beberapa orang menatap Lula
"Hust, sudah malu di lihat banyak orang" ucapnya menarik Lula pergi
Disisi lain...
"Sial, kenapa aku bisa bertemu dengan gadis gila seperti dia" ucapnya kesal dan segera pergi meninggalkan tempat itu
.
.
Kembali pada kediaman Charles
Setelah sarapan, Arvin dan Darren berada di ruang keluarga begitupun dengan Juan juga Reyhan
"Kek, ada apa?" tanya Darren
"Kita tunggu sebentar" ucap kakek
Sekitar 30 menit, Jackie dan kakek Louis datang juga bersama Arya dan Lexi
"Selamat datang tuan Louis" ucap Charles sopan
"Terimakasih sudah mengundang kami tuan Charles" ucap kakek Louis
"Arya, duduklah" ucap kakek Charles
"Terimakasih kek" ucap Arya
"Daniel tolong kau tutup pintunya" ucap Charles
"Baiklah, semua sudah berkumpul" ucap kakek Charles
"Kek, ada apa?" tanya Darren
"Sudah lupakan saja. Yang penting sekarang mereka sama-sama bahagia dan tidak ada tekanan" ucap kakek Louis
"Dan saya juga minta maaf atas kelakuan putra saya yang sudah membuat kekacauan di keluarga Louis" ucap Charles
"Tuan Charles tidak perlu khawatir, saya sudah mengasingkan Jack dan mencoret nama dia dari anggota keluarga Louis" ucap kakek Louis
"Kakek, putra siapa yang kakek maksud?" tanya Darren
"Kalian tidak perlu pura-pura lagi, kakek tau kalian sudah berhasil menangkap paman dan Ethan bukan" ucap kakek Charles
"Dari mana kakek tau, sebenarnya kami juga akan membahas masalah paman" ucap Arvin
"Kakek tidak sengaja semalam mendengar obrolan Reyhan dan Viona" ucap Kakek Charles
"Jadi kakek mendengar ucapan Viona semalam?" tanya Reyhan memggaruk leher belakangnya
"Saya tidak habis pikir anak yang saya rawat dari kecil kenapa tumbuh begitu kejam" ucap Charles kecewa
"Kita tidak tau seperti apa hati manusia tuan Charles. Kadang anak yang kita anggap penurut bisa saja melawan kita secara membabi buta" ucap tuan Louis
"Benar tuan, saya pikir Robert bisa menjadi kakak dan anak pertama yang bisa saya andalkan, tapi saya salah" ucap tuan Charles
"Saya juga tidak menyangka, Jack begitu ambisius dan bekerja sama dengan Robert" ucap Jackie
"Tapi terimaksih barkat bantuan anda, kami bisa mengalahkan Jack" ucap Jackie
"Saya juga berterimakasih pada anda, berkat Alice, istri saya baik-baik saja. Walaupun saya harus kehilangan anak saya" ucap Arvin masih terlihat wajah sedihnya
"Arvin, kau masih muda kau bisa punya anak lagi nanti" ucap kakek Louis, Arvin mengangguk
__ADS_1
"Lalu dimana sekarang Robert dan Ethan?" tanya Jackie
"Dia berada di markas Arya, kami memang sengaja menunggu anda tuan Jackie" ucap Darren
"Tidak perlu terlalu formal pada saya, panggil saya Jackie saja" ucap Jackie
"Baiklah, aku tidak akan sungkan padamu" ucap Arvin
"Hari ini aku ingin bertemu Robert" ucap kakek Louis
"Baiklah, kami juga akan segera kembali ke markas Arya. Kami juga ingin masalah ini segera selesai" ucap Darren
"Benar, kami juga harus segera kembali ke negara kami" ucap Arya, Jackie mengangguk
"Baiklah, Bian Daniel tetap berada di rumah dan beberapa anak buah yang lain" ucap Arvin
"Baik tuan muda" ucap Bian dan Daniel
.
Sedangkan di taman belakang rumah kakek
"Lista, ada hal yang ingin aku beritahu padamu" ucap Viona
"Apa Vi?" tanya Lista
"Sebenarnya orang yang menculikmu dan membawamu kemari adalah Ethan dan paman Robert" ucap Viona, Lista mengerutkan keningnya tak percaya
"Jangan ngomong sembarangan Vi" ucap Lista
"Apa yang dikatakan Viona benar, sekarang mereka sudah berada di kendali suamimu dan kakakmu" ucap Cantika
"Apa mungkin kak Ethan dan paman berbuat begitu. Selama ini paman sangat baik padaku" ucap Lista
"Kejahatan di tutup dengan kebaikan" ucap Risa menimpali
"Kalian sudah lama mengetahui ini?" tanya Lista
"Aku mendengar kemarin darinkaka Reyhan" jawab Viona, Lista menghela nafasnya
"Sudahlah, yang penting sekarang semua masalah sudah terselesaikan dan kita bisa segera kembali ke negara kita" ucap Risa memeluk ketiga sahabatnya
"Aku sudah sangat merindukan suasana di kampus" ucap Cantika
.
.
Dimarkas Arya, semua sudah berada di sana dan sudah tidak sabar untuk menemui Ribert dan Ethan
"Tuan Robert, bagaimana rasanya berada di tempat yang seprti tempat tikus ini?" tanya Jackie
"Kenapa kau kemari, kau datang hanya ingin menertawakan aku?" tanya Robert
"Apa kau pikir aku seorang pengangguran yang datang kemari hanya untuk menertawakanmu?" tanya Jackie sinis
"Pergilah, aku muak melihatmu" ucap Robert
"Sampai saat ini kau masih saja sombong, kau harus ingat kau bukan siapa-siapa tanpa keluarga Charles" Tiba-tiba ucap kakek Charles
"Dad.... daddy, tolong bantu aku keluar dad" ucap Robert
"Jangan pernah panggil aku Daddy, mulai sekarang kau bukan putra tertua keluarga Charles. Aku sudah menghapus namamu dari keluarga Charles" ucap kakek Charles
"Apa, tidak daddy. Daddy, aku sudah lama berada di sisimu dan selalu menjadi anak yang menurut, tapi sekarang kau membuangku begitu saja?" tanya Robert emosi
"Sebenarnya aku sudah menyimpan bagian hartaku untukmu dan anakmu, tapi kau malah melakukan ini pada kedua cucuku" ucap kakek Charles menatap Robert
"Namun sekarang kau tidak akan mendapatkan apapun dariku" ucap kakek Charles membuat Robert mengepalkan tangannya dan semakin emosi
__ADS_1
**Bersambung**