
Waktu telah berlalu...
Satu minggu kemudian, Lista dan Arvin kembali kerumah utama karena permintaan Elin
"Ingat, jika di depan mama kau harus melayani aku" ucap Arvin dingin
"Iya aku tau" ucap Lista menatap luar jendela
"Mas, apa kita tidak membawa oleh-oleh untuk mami?" tanya Lista
"Untuk apa?" tanya Arvin sambil memainkan ponselnya
"Ya untuk hadiah mami dan papi" jawab Lista cepat
"Asisten Daniel, bisakah berhenti di toko di depan itu?" tanya Lista
Daniel menatap spion depan untuk meminta persetujuan Arvin. Arvin hanya mengangguk pelan
Saat sampai di depan toko, Lista segera turun
"Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?" tanya karyawan disana
"Bisa berikan saya donat bermacam rasa 4 kotak ya" ucap Lista tersenyum
"Baik nona, silahkan ke kasir dan mohon tunggu sebentar" ucapnya sopan
"Nyonya, biar saya yang akan membayarnya" ucap Daniel mendatangi Lista
"Tidak apa, aku ada uang" ucap Lista
"Maaf, ini permintaan tuan muda" ucap Daniel
"Baiklah" ucap Lista mengalah
"Anda bisa menunggu di mobil, biar saya yang menunggu" ucap Daniel, Lista mengangguk dan segera keluar
Saat Lista masuk ke mobil, Lista melihat Arvin sedang memejamkakan matanya
" Mungkin dia sangat kelelahan, hingga dia tertidur di mobil" batin Lista
Lista melihat selimut di di kursi belakang dan mengambilnya untuk di pakaikan pada Arvin
"Ternyata dia sangat tampan saat tidur, aku bisa merasakan wajah yang tenang saat dia tidur" batin Lista lagi sambil menatap wajah tenang Arvin
"Apa yang kau lakukan?" tanyanya membuat Lista terkejut
"Emmh, a... aku hanya membantumu, memakaikan selimut" ucap Lista merasa malu
Suasana kembali canggung, hingga kedatangan Daniel membuyarkan kecanggungan itu
"Maaf menunggu lama" ucap Daniel
"Tidak apa, cepat jalan" ucap Lista pada Daniel, sedang Arvin kembali memejamkan matanya
.
.
Di tempat lain...
"Kak, apa kamu benar benar tidak akan mengatakan padaku tentang Lista dan kak Darren?" tanya Viona dengan manja
"Apa yang harus aku katakan sayang, aku tidak tau hubungan Lista dan Darren" ucap Reyhan menatap lembut gadisnya itu
"Tapi, kenapa Lista seperti takut pada sahabat kamu yang satunya itu?" tanya Viona masih penasaran
"Bukannya aku sudah bilang, kau tanyakan sendiri pada Lista" ucap Reyhan mencubit pelan hidung Lista
"Aku tidak bisa menanyakan ini" ucap Viona mendengus
"Kalau begitu, kau tunggu sampai Lista mengatakannya padamu. Aku yakin cepat atau lambat dia akan mengatakannya pada kalian" ucap Reyhan menepuk kepala Viona lembut, Viona hanya tersenyum manja pada kekasihnya itu
.
.
Kurang lebih satu setengah jam perjalanan, Lista sudah sampai dirumah mami Elin
Dia sangat kagum dengan rumah mami Elin yang sama mewahnya dengan rumah Arvin
Daniel langsung membukakan pintu untuk Arvin dan juga menyiapkan kursi roda Arvin
Mendengar suara mobil, Elin dan Ramon langsung ke luar
__ADS_1
"Selamat malam mi, pi" ucap Lista mencium tangan Elin dan Ramon
"Sayang, akhirnya kamu datang" ucap Elin memeluk Lista dengan erat
"Selamat datang di rumah mami dan papi sayang" ucap Ramon juga memeluk menantunya itu
" Terimakasih. Oh iya mi, pi Lista ada oleh-oleh buat mami dan papi" ucap Lista memberikan paperbag cerah itu
"Sayang, kenapa repot-repot, kamu datang aja mami sudah sangat senang" ucap Elin
"Ya sudah ayo masuk" ucap Elin dan Ramon menuntun Lista
"Apa mereka tak melihatku disini?" tanya Arvin kesal
Lalu Daniel mendorong kursi roda Arvin menuju ruang keluarga
"Arvin, papi ingin bicara denganmu" ucap Ramon, dan membawa Arvin keruang kerja Ramon
"Sekarang baru melihatku" batin Arvin
"Ada apa pi?" tanya Arvin, saat sudah masuk keruang kerja Ramon
"Sampai kapan kau akan seperti ini?" tanya Ramon
"Aku juga tidak tau. Tapi anak buahku sudah menemukan beberapa orang yang mencurigakan" ucap Arvin
"Papi harap kau segera menyelesaikan ini" ucap Ramon
"Aku tau" jawab Arvin
Sedangkan di luar, Lista dan Elin sedang menyiapkan beberapa kue yang Elin buat sendiri
"Sayang, apa Arvin membuat kamu susah atau menyiksamu?" tanya Elin
"Tidak mi. Mas Arvin sangat baik padaku" jawab Lista
"Baguslah" jawab Elin
"Malam ini kalian tidur disini ya?" tanya Elin
"Lista menurut apa kata mas Arvin mi" ucap Lista lembut
Setelah itu, Lista membantu mami dan bibi menata makanan di meja makan
"Ayo kita makan malam dulu" ucap Elin
"Iya mi" jawab Ramon dan Arvin
"Daniel kemana?" tanya Elin
"Tuan Daniel kembali ke kamarnya nyonya" ucap bibi
"Tolong panggilkan bi" ucap Elin
"Baik nyah" ucap bibi
"Arvin malam ini kamu tidur disini ya?" tanya Elin
"Aku masih ada pekerjaan" ucap Arvin datar
"Seberapa penting pekerjaanmu di banding mami" ucap Elin kesal
"Baiklah, aku tidur disini" ucap Arvin mengalah
"Mas, mau makan dengan apa?" tanya Lista
"Ayam saja" jawab Arvin, dengan sigap Lista mengambil lauk yang diinginkan Arvin
Tak berapa lama Daniel pun menyusul ke meja makan
"Dari mana Dan?" tanya Ramon
"Mandi dulu pi, gerah" ucap Daniel
Daniel adalah anak dari bibi, tapi Daniel di minta memanggil mami dan papi pada Elin dan Ramon
Setelah acara makan malam itu, Lista dan Arvin masuk ke kamar
"Kau pergilah mandi dulu, aku masih ada pekerjaan" ucap Arvin
"Tapi, aku tidak bawa baju ganti mas" ucap Lista
"Kau lihat di lemari, mami pasti sudah menyiapkannya untukmu" ucap Arvin
__ADS_1
Dan benar saja, dilemari itu sudah ada beberapa baju untuk Lista
Lista mengambil salah satu baju itu dan membawanya ke kamar mandi
"Bagaimana hasil penyelidikanmu?" tanya Arvin dengan pelan
"Sesuai dugaan tuan, dia sengaja" ucap Daniel dari seberang telphonnya
"Ikuti terus, dan ingat jangan sampai kecolongan" ucap Arvin
"Baik tuan muda" jawab Daniel
Saat Lista masih di kamar mandi, ponsel Lista berdenting, tertera nama Reki disana
Entah mengapa Arvin yang melihat pesan dari Reki merasa kesal dan marah
"Mas, aku sudah mengisi air untukmu mandi" ucap Lista
"Hemmh" hanya itu jawaban Arvin
Arvin segera masuk kekamar mandi dengan kursi rodanya itu
"Mas, apa mau aku bantu?" tanya Lista
"Tidak " jawab Arvin dingin
Lista langsung mengeringkan rambutnya dan segera naik ke tempat tidur
Sesaat kemudian, Arvin keluar dari kamar mandi dan melihat Lista telah tidur. Arvin mendekati Lista dan menatap Lista
"Tidak, aku tidak boleh menyukainya" ucapnya dan lansung berpindah ke sisi yang lain
.
.
"Tidak, papa... papa... papaaa" teriak Lista dan tentu saja membangunkan Arvin
"Ada apa?" tanya Arvin melihat arah Lista yang sudah bermandikan keringat
"Minum dulu" ucap Arvin memberikan segelas air pada Lista
"Mas, aku bermimpi papa kecelakaan" ucap Lista dengan suara panik
"Itu hanya bunga tidur, tidurlah kembali" ucap Arvin yang kembali membaringkan tubuhnya. Lista pun ikut membaringkan tubuhnya dengan menghadap Arvin
.
.
Keesokan paginya, Lista yang sudah membersihkan tubuhnya segera membantu Elin di dapur
Namun, tiba-tiba ponsel Lista berdering dengan nomor asing
"Hallo?" ucap Lista
"Apa benar ini saudari Calista Dhitama?" tanya seorang pria
"Iya, ada apa ya pak?" tanya Lista
"Maaf, kami menemukan ayah anda Haidar Dhitama kecelakaan" ucapnya
"Apa?" tanya Lista, dan seketika ponselnya terjatuh hingga membuat dirinya pingsan
"Mami, Papi, bantu aku, Lista Pingsan" teriak Arvin dari kamarnya dan merangkak menuju Lista
"Lista, Arvin kenapa Lista?" tanya Elin
"Aku juga tidak tau mi" jawab Arvin
Arvin meraih ponsel Lista, saat Arvin akan menghubungi nomor asing itu, Daniel datang dengan terburu-buru
"Tuan muda, Tuan Haidar mengalami kecelakaan" ucap Daniel, sontak saja hal itu membuat Arvin juga terkejut
"Apa?" tanya Arvin
Daniel langsung membantu Arvin duduk di kursi rodanya kembali
"Cari tau, apa yang sebenarnya terjadi" ucap Arvin
"Baik tuan muda" jawab Daniel
**Bersambung**
__ADS_1