Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 11


__ADS_3

"Kau" ucap Lista dan Darren


"Kenapa, apa kalian terkejut melihatku?" tanya pria bertopeng itu tersenyum


"Pak Rendy, kenapa anda melakukan ini?" tanya Lista yang masih berada di dekat Arvin


Ya dia adalah Rendy dosen tampan di kampus Lista.


"Kenapa kau bilang, apa selama ini kau tidak bisa melihat, aku selalu memperhatikan kamu. Aku menginginkan kamu Lista" ucap Rendy yang ternyata selama ini mengagumi Lista, dia menunjukka beberapa foto Lista dari ponselnya


"Apa?" tanya Lista tak percaya melihat foto dirinya di ponsel Rendy


"Aku pikir penglihatanku yang salah. Ternyata kau memang sudah mengincar Lista" ucap Darren yang berada di belakang Rendy


"Diamlah.Kau hanya dosen pengganti, untuk apa kau ikut campur" ucap Rendy menatap Darren


"Lista temanku, jadi masalah dia akan menjadi masalah kami juga" ucap Darren menatap Rendy tajam


Rendy melihat sekitarnya sudah ada beberapa pria berbaju hitam dan bertubuh kekar


"Lista, apa yang kau lihat dari pria cacat ini. Menikahlah denganku. Aku bisa membahagiakan kamu walau aku tidak sekaya pria cacat itu" ucap Rendy yang langsung membuat Lista membelalakkan matanya mendengar penuturan Rendy


"Kenapa jika pria yang saya pilih cacat, Apa hak anda menilai saya" ucap Lista sedikit melangkah kedepan


"Seperti apa dia, bagaimana dia, saya mencintainya" kata kata itu lolos begitu saja dari mulut Lista tanpa sadar


Arvin yang mendengarnya, membelalakkan matanya mendengar perkataan Lista.


"Apa dia bisa melindungi kamu, apa dia menjaga kamu dari bahaya?" tanya Rendy yang sudah ingin mendekati Lista namun segera di hadang oleh pengawal Arvin


"Mungkin dia tidak bisa melindungi saya setiap saat" ucap Lista berjalan kearah Arvin


"Tapi saya yakin, dia bisa menjaga saya setiap waktu" ucap Lista berdiri di belakang Arvin


Mendengar perkataan Lista, Rendy tertawa keras membuat semua orang disana merasa bingung


"Bagaimana dia menjagamu Lista. Bahkan saat kau di culik saja, dia masih tetap duduk di kursi roda" ucapnya kembali tertawa


"Bugh" tiba-tiba Darren memukul dada Rendy dengan keras hingga dia tersungkur di depan JuanJuan


Lista berteriak sambil memejamkan matanya


"Daniel, bawa nyonya ke mobil lebih dulu" ucap Arvin menoleh pada Daniel


"Tapi mas" ucap Lista terhenti


"Pergilah ke mobil aku akan menyusulmu" ucap Arvin tanpa menatap Lista, pandangan Arvin hanya tertuju pada Rendy yang masih tersungkur


Lista pun menuruti perkataan Arvin, dia mengikuti Daniel menuju mobilnya


Daniel dapat melihat ketakutan dia wajah Lista, dan tubuh Lista yang masih gemetar


"Nyonya, anda minum dulu" ucap Daniel memberikan sebotol air minum dan berjaga di luar mobil


.


Juan menarik krah baju Rendy dan menatap Rendy tajam


" Sudah saatnya kau tau dimana posisimu" ucap Juan melemparkan Rendy di hadapan Arvin


Rendy kembali tersungkur di bawah kaki Arvin, Rendy mendongakkan kepalanya


Dengan cepat Arvin mendorong kepala Rendy dengan kaki Arvin yang masih di bungkus dengan sepatu mahal Arvin


"Kau harus tau posisimu hanya berada di bawah sepatuku" ucap Arvin dingin menatap Rendy tajam


Rendy yang tidak tau bagaimana Arvin, begitu terkejut saat Rendy mendengar suara Arvin yang begitu tenang namun menjadi sebuah petaka baginya


"Pak Rendy, kemarilah dan lihat" ucap Reyhan mengeluarkan suntikan dari saku bajunya

__ADS_1


"A...apa yang akan kalian lakukan?" tanya Rendy yang bersiap untuk kabur, namun pengawal Arvin sigap menahan kepalanya di tanah


"Aku akan laporkan kalian kepolisi" ucap Rendy mengancam


"Kalau begitu, aku akan membantumu menghubungi polisi. Tapi sebelum itu, ini akan membuatmu menjadi pria lumpuh selamanya" ucap Reyhan menyuntikkan obat itu di lengan Rendy


"Tidak... tidak... tidak jangaaan" teriak Rendy yang sampai terdengar hingga keluar gedung


Lista yang mendengar teriakan itu, ingin keluar namun ditahan oleh Daniel


Kini terlihat Rendy yang terkapar dan tidak bisa menggerakkan tubuhnya, dia hanya bisa menangis dan tak bisa bicara


"Inilah akibatnya jika kau mencari masalah dengan kami dan menghinaku" ucap Arvin teesenyum miring


"Bawa dia kepinggiran kota, biarkan dia membusuk di jalanan" ucap Darren sinis


Reyhan mendorong kursi roda Arvin dan membawanya ke mobil


"Mas Arvin" ucap Lista saat melihat Arvin memasuki mobil dengan bantuan Daniel


Tanpa sadar Lista langsung memeluk Arvin dengan erat, membuat jantung Arvin semakin tak karuan


"Aku tidak apa apa. Duduklah yang benar" ucap Arvin datar membuat Lista segera membenarkan duduknya


"Ma... maaf, aku hanya khawatir" ucap Lista menunduk dengan tangan yang masih terlihat gemetar


"Jalan" ucap Arvin kepada Daniel


Saat di perjalanan pulang, perut Lista berbunyi menandakan dia sedang lapar


"Apa kau lapar?" tanya Arvin, namun Lista msih diam


"Lista" panggil Arvin lagi dengan memegang pundak Lista membuat Lista terkejut


"A... ada apa mas?" tanya Lista masih terkejut


"Kau kenapa?" tanya Arvin


"Daniel, berhenti di toko depan dan belikan roti" ucap Arvin


"Baik tuan muda" jawab Daniel


Baru saja berhenti di depan toko, tiba-tiba ponsel Arvin berdering dan tertulis nama mami disana


"Halo mi" jawab Arvin


"Bagaimana apa kamu sudah menemukan Lista?, bagaimana keadaannya?, apa dia baik-baik saja?" tanya mami nyerocos membuat Arvin memejamkan matanya


"Mi, mami bertanya panjang lebar membuat Arvin pusing. Dia tidak apa-apa" jawab Arvin sambil menatap Lista yang sedang menatap kuar jendela dengan pandangan kosong


"Lalu kapan kalian akan pulang?"tanya Elin lagi


"Kami dalam perjalanan pulang" jawab Arvin


"Baiklah, cepat kembali" ucap Elin merasa lega karena menantunya sudah di temukan


"Bagaiamana mi?" tanya papi yang juga khawatir, namun anak buahnya mengatakan menantunya baik-baik saja


"Sudah ketemu pi, sebentar lagi meraka pulang" ucap Elin


"Bian kemana pi?" tanya Elin


"Dia pamit ada urusan sebentar" ucap Ramon


.


.


Di sisi lain, para pengawal Arvin sudah membawa Rendy menuju pinggiran kota untuk membuang Rendy yang sudah lumpuh itu

__ADS_1


Baru saja para pengawal Arvin meletakkan Rendy di pinggiran sungai, tiba-tiba seorang pria datang


"Kau sungguh tak berguna" ucap pria itu sinis


Rendy hanya bisa menangis, dia tidak bisa bergerak ataupun bicara


"Tapi kau tenang saja, aku akan membantumu untuk lebih cepat mati" ucap pria itu tersenyum miring


Lalu pria itu, mendorong tubuh Rendy, hingga tubuh Rendy terjatuh di sungai dan terbawa arus


"Selamat jalan pak Dosen" ucapnya melambaikan tangan


.


.


Kembali kepada Lista dan Arvin


Setelah Daniel kembali dan membawa roti, Arvin memberikan roti itu pada Lista


"Makanlah roti ini" ucap Arvin, Lista memgambilnya namun tak memakannya


"Bagaimana kau bisa ikut orang yang tak dikenal, apa kau seorang bocah yang gampang tertipu" ucap Arvin memarahi Lista


"Aku tidak tau, dia bilang kalau suruhan mas Arvin, dan dia juga bilang kalau dia sopir perusahaan" ucap Lista pelan


Sekitar satu jam lebih, akhirnya mereka sampai di rumah. Lista segera keluar dan mencari mertuanya. Karena dia tau pasti Elin sangat khawatir


"Mami" panggil Lista menangis


"Sayang, mami sangat khawatir" ucap Elin memeluk Lista lembut


"Lista baik-baik saja mi" ucap Lista masih betah pada pelukan maminya


"Syukurlah, tapi baju kamu?" ucap Elin yang melihat baju Lista telah robek


"Tidak apa mi, dia sudah Avin beri pelajaran" ucap Arvin


"Ya sudah kamu kekamar dulu ya" pinta Elin, namun Lista menggelengkan kepalanya dan enggan untuk melepas pelukan sang mertua


Elin tau, saat ini Lista adalah wanita yang tegar, namun Elin juga tau, saat ini Lista ketakutan karna hampir mendapatkan pelecehan


Elin duduk di sofa, dan meminta Lista tidur di pangkuannya dan mengelus rambut panjang Lista


Lista kembali meneteskan air matanya, kala mengingat kejadian saat dirinya akan di lecehkan oleh Rendy


"Bi Ani siapakan makanan untuk nyonya" ucap Arvin


"Baik tuan" ucap bi Ani


"Sayang makan dulu ya" ucap Elin, Lista menggelengkan kepalanya


"Lista, kamu harus makan dulu, nanti kamu sakit" ucap Ramon


"Arvin panggil Reyhan saja" ucap Ramon


Arvin menghubungi Reyhan dan meminta dia untuk segera kerumah utama


Di tempat lain...


"Bagiamana pa, kita bisa mulai rencananya" ucap pria itu tersenyum miring


"Bagus, kita sudah mendapatkan kelemahannya" ucap Pria paruh baya itu


"Pa, aku menginginkan gadis itu" ucapnya tersenyum miring


"Lakukan apa yang kau mau, tapi hancurkan dulu keluarga Prasetya" ucap pria paruh baya itu


"Tidak rugi aku membayar orang untuk menjadi mata mata di sana" ucapnya tertawa

__ADS_1


**Bersambung**


__ADS_2