
Keesokan harinya, Arvin sudah bersiap untuk ke perusahaan dan setelah itu dia akan pergi ke rumah Arya
Sebelum berangkat ke kantor, Arvin menyempatkan untuk menghubungi istri tercintanya
"Halo sayang" ucap Arvin saat Lista mengangkat telphonnya
"Mas" ucap Lista saat melihat wajah suaminya
"Sayang, bibi sangat merindukanmu" ucap Arvin mengarahkan kameranya pada ketiga bibi dibelakangnya
"Bibi, Lista juga kangen sama bibi" ucap Lista
"Nyonya apa anda baik-baik saja disana?" tanya bi Ani, Lista mengangguk tersenyum
"Mas kamu belum berangkat?" tanya Lista
"Sebentar lagi sayang, ini masih sarapan" jawab Arvin
"Kak Darren apa tinggal di rumah utama?" tanya Lista
"Tidak sayang, dia tinggal di rumah Arya" jawab Arvin, Lista mengangguk
"Ya udah sana ke kantor dulu, nanti kamu telat" ucap Lista
"Iya sayang" jawab Arvin
"Kamu hati-hati ya mas, jangan kangen ya" ucap Lista membuat Arvin tersenyum
"Sayangnya aku sudah merindukanmu saat aku baru meninggalkanmu" ucap Arvin
"Sudah sana, cari uang yang banyak untuk istrimu ini" ucap Lista
"Iya sayang" ucap Arvin menutup ponselnya
.
Di sisi lain, Darren bingung melihat sikap Arya yang sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu. Saat Darren bertanya dia pasti akan selalu menghindar
"Arya sebenarnya ada apa denganmu?" tanya Darren yang sudah tak tahan dengan sikap Arya
"Apa maksudmu?" tanya Arya
"Sikapmu, kenapa kau terlihat berbeda?" tanya Darren
"Bukankah aku sudah bilang tidak apa-apa" ucap Arya
"Apa kau sedang membohongi anak tk?" ucap Darren
"Aku sudah mengenalmu sudah lebih dari 8 tahun, apa kau pikir aku bodoh" sambung Darren
"Benar aku memang ada masalah, tapi untuk saat ini aku tidak bisa mengatakannya padamu" ucap Arya datar, Darren hanya mengerutkan keningnya menatap Arvin
"Hah, baiklah. Aku tidak akan bertanya lagi padamu" ucap Darren
"Tapi kau harus ingat, kau tidak sendiri" sambung Darren, Arya hanya mengangguk
Darren langsung menuju ke dapur karena merasakan perutnya yang lapar
"Darren" panggil Juan
"Juan, ada apa?" tanya Darren
"Tidak ada, aku hanya ingin mengetes kau tuli atau tidak" ucap Juan enteng
"Sialan" umpat Darren
"Juan, ada hal yang ingin aku tanyakan padamu" ucap Darren
"Apa?" tanya Juan cepat
"Kau tau, Arya ada masalah?" tanya Darren, Juan menatap Darren
"Tidak" jawab Juan cepat
"Kau tidak sedang berbohong kan?" tanya Darren
"Kau bertanya aku jawab, kenapa malah menuduhku berbohong" ucap Juan kesal
"Sepertinya Arya menyembunyikan sesuatu dariku" ucap Darren
__ADS_1
"Bukankah kau tau sifat Arya, nanti jika dia mood dia sendiri akan menceritakan pada kita" ucap Juan, Darren mengangguk
"Maafkan aku, aku juga sama seperti Arya. Aku dan Arya tidak ingin melihatmu terluka" ucap Juan dalam hati
.
Di perusahaan Arvin...
"Tuan muda" sapa Erika
"Ada apa Erika?" tanya Arvin
"Tuan, ini beberapa berkas yang harus anda tanda tangani" ucap Erika
"Letakkan saja di mejaku" ucap Arvin
"Baik tuan muda" ucap Erika
Setelah itu, Arvin mulai berkutat dengan beberapa tumpukan berkas di mejanya
Arvin segera menyelesaikan pekerjaannya itu, karena dia masih harus memiliki urusan yang harus segera dia lakukan
.
Tak terasa waktu cepat berlalu, Arvin sudah menyelesaikan tugasnya dan segera menuju kediaman Arya
Saat di tengah perjalanan Arvin melihat seseorang yang tidak asing baginya
"Kenapa dia disini" ucap Arvin yang langsung mengikuti mobil putih di depannya itu
Namun tiba-tiba ponsel Arvin berdering dan tertera nama Darren disana
"Darren ada apa?" tanya Arvin datar
"Kau dimana?" tanya Darren
"Aku di jalan. Ada apa?" tanya balik Arvin
"Lebih baik kau cepat kemari, kita harus segera menemukan siapa dalang dari masalah akhir-akhir ini" ucap Darren
"Aku mengerti" ucap Arvin mematikan ponselnya
Arvin pun memutar arah laju mobilnya menuju rumah Arya, mau mengejar pun percuma, Arvin sudah tertinggal jauh
"Arya, saat aku baru keluar dari perusahaan aku melihat dia di sekitar sini" ucap Arvin langsung bertanya pada Arya
"Huuufft" Arya menarik panjang nafasnya
"Inilah yang sedang aku pikirkan" ucap Arya, Arvin mengerutkan keningnya
"Aku tidak mau menyakiti Darren. Dia adalah orang yang paling Darren percaya, tapi ternyata dia seorang bajingan" ucap Arya
"Jadi ini yang membuatmu merasa tak nyaman?" tanya Arvin, Arya mengangguk
"Aku tau, kita semua juga tidak ingin menyakiti Darren. Tapi bagaimanapun kita harus memberi tau Darren yang sebenarnya" ucap Arvin
"Aku tau, tapi aku tidak bisa mengatakannya" ucap Arya menatap Arvin
Tanpa mereka sadari Seseorang berdiri di balik pintu ruang Arya, Arvin melirik sekilas lalu tersenyum simpul
"Kita harus mengatakannya pada Darren sekarang juga" ucap Arvin
"Bagaimana kita akan mengatakannya Vin?" tanya Arya lantang
"Ya kita akan mengatakannya bahwa Ethan juga ada hubungannya dengan masalah ini" jawab Arvin tak kalah lantang
"Apa benar yang kalian katakan tadi?" tanya Darren yang tiba-tiba masuk dengan menatap kedua sahabatnya
"Da....Darren, sejak kapan kau disana?" tanya Arya gugup
"Tidak lama, tapi aku juga mendengar semua pembicaraanmu dengan Arvin" jawab Darren datar
"Arya, apa masalah ini yang kau sembunyikan dariku?" tanya Darren menatap Arya
"Darren, aku bisa menjelaskannya padamu" ucap Arya
"Jawab aku, apa Ethan di balik hancurnya markasmu?" tanya Darren berteriak, Arya mengangguk
"Bugh... " tiba-tiba saja Darren memukul wajah Arya
__ADS_1
"Darren, apa yang kau lakukan?" tanya Arvin menahan Darren
"Kenapa kau menyembunyikan dariku, kenapa kau tak mengatakannya padaku" ucap Darren
"Maafkan aku, aku hanya tidak ingin kau terluka. Karena aku tau Ethan saudara dan orang yang paling kau percaya" ucap Arya
"Ya, aku memang sangat terluka saat mendengar Ethan adalah salah satu dari penjahat itu. Tapi aku lebih terluka, karena kau menyembunyikan semua dariku" ucap Darren
"Maafkan aku" ucap Arya menunduk
"Aku akan menghajarmu nanti, sekarang kita harus menangkap Ethan lebih dulu" ucap Darren, membuat Arya menatap Darren
"Kau yakin?" tanya Arya
"Walau dia saudaraku, jika salah maka kita harus menghukumnya" ucap Darren mencoba tenang
"Baiklah, kita harus bergerak lebih cepat, sebelum mereka membuat masalah yang lebih besar" ucap Arvin
"Aku akan menghubungi Lexi dan Ryo" ucap Arya
"Dimana Juan?" tanya Arvin
"Aku disini" ucap Juan menyembulkan kepalanya dari balik pintu Ruangan Arya
"Sejak kapan kau disana?" tanya Arvin
"Aku dari tadi bersama Darren di luar" jawab Juan
"kenapa kau tak masuk bersama Darren?" tanya Arvin
"Aku menunggu Darren memukul Arya, karena kalau aku masuk aku juga pasti kena hajar Darren" jawab Juan enteng
"Dasar sialan" umpat Arya
"Bagaimana, apa Lexi sudah memberi kabar?" tanya Arvin
"Iya, dia sudah mengirimkan lokasinya. Kita berangkat sekarang" ucap Arya
"Juan, persiapkan anak buahmu, aku sudah menghubungi anak buahku" ucap Arvin, Juan mengangguk
Meraka lansung berangkat menuju lokasi yang sudah Lexi dan Ryo kirimkan
"Lexi" panggil Arya
"Bos mereka berada di dalam" ucap Lexi
"Kalian kepung tempat ini, Lexi kau berjaya di pintu depan, Ryo di pintu belakang" ucap Arvin
"Baik tuan" jawab Lexi dan Ryo
"Kalian masuk lebih dulu, aku akan menunggu Reyhan" ucap Juan
"Baiklah" ucap Arya
Darren, Arvin, dan Arya langsung masuk, dan langsung mendapat sambutan dari anak buah musuh mereka
Namun sayangnya, mereka bukanlah tandingan ketiga sahabat itu
"Arvin Darren pergilah, disini aku yang akan urus" ucap Arya
"Baiklah, kau harus hati-hati" ucap Darren
Arvin dan Darren langsung masuk ke dalam ruangan yang luas itu
"Selamat datang di tempatku Darren" ucap pria itu tertawa
"Ethan apa yang kau lakukan, ternyata selama ini kau hanya berpura-pura" ucap Darren lantang
"Kalau iya kenapa?" tanya Ethan tertawa
"Apa sebenarnya tujuanmu?" tanya Darren
"Aku tidak ingin apa-apa, hanya saja aku ingin aku sendiri yang menjadi penerus keluarga Charles" ucap Ethan
"Ternyata kau sama saja dengan Jack" ucap Arvin
"Tentu saja sama, karena dia adalah sekutuku" ucap Ethan
"Dugaanku benar" ucap Arvin
__ADS_1
"Dan satu lagi, kalian harus memikirkan Lista yang masih berada ri bawah kendali Daddy ku" ucap Ethan membuat Darren dan Arvin geram
**Bersambung**