Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 29


__ADS_3

Arvin yang saat itu akan bersiap untuk pulang tiba-tiba saja ponselnya berdering kembali


"Ada apa?" tanya Arvin datar


" Tuan Daniel dan Ryo berada di rumah sakit" ucap salah satu pengawal Arvin


"Apa?" ucap Arvin terkejut sambil mengepalkan tangannya kuat


"Ada apa Vin?" tanya Arya


"Daniel dan Ryo dirumah sakit" jawab Arvin


"Ke...kenapa dengan mereka?" tanya Arya langsung berdiri dari duduknya


"Aku juga tidak jelas, kita kerumah sakit sekarang" ucap Arvin lalu meraih ponselnya dan menghubungi istrinya, namun tak diangkat oleh Lista


Arvin langsung menjalankan mobilnya menuju rumah sakit dengan kecepatan penuh


Arvin menggenggam kuat setir mobilnya, dia merasa khawatir akan keadaan Daniel


Orang yang selama ini dia anggap saudara dan sahabat itu harus bernasib buruk saat menjalankan tugas dari Arvin


Setelah sampai rumah sakit, Arvin segera menuju ruang operasi yang sudah dikatakan pengawalnya


"Tuan muda" sapa pengawalnya itu


"Bagaimana kondisi mereka?" tanya Arvin menatap pengawalnya


"Mereka masih didalam" jawabnya


Sekitar satu jam akhirnya dokter keluar dengan beberapa perawat


"Bagaimana keadaan mereka?" tanya Arya yang langsung menghampiri Reyhan


"Syukurlah, mereka baik-baik saja. Hanya saja mereka butuh istirahat" jawab Reyhan, membuat mereka bernafas lega


"Sepertinya mereka sengaja. Mereka ingin memancing kita" ucap Ethan sambil menatap Darren


Reyhan menatap Ethan dan menatap ketiga sahabatnya seakan bertanya siapa dia


"Dia Ethan, dia sepupuku" ucap Darren


"Ethan"sapanya mengulurkan tangan


"Reyhan" balasnya


"Bagaimana kau bisa berpikir kalau mereka memancing kita?" tanya Darren


"Diasengaja mencari tempat yang mudah untuk dilacak. Lalu dia juga sudah memasang bom untuk menghancurkan anak buah kalian" ucap Ethan, membuat Arya dan Reyhan saling tatap


"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Juan


"Untuk sementara kita ikuti permainan mereka" ucap Ethan membuat Juan bingung


"Tenang saja, sambil menunggu mereka beraksi, kita mulai dulu dari bawah" ucap Arvin yang mengerti maksud Ethan


"Kita ikuti apa yang kau katakan" ucap Juan


"Kalau begitu, besok aku akan pergi ke Amerika. Aku juga harus bertindak di sana bukan" ucap Arya yang mendapat anggukan dari mereka


"Ini ada alamat apartemenku, selama di sana kau bisa tinggal di apartemenku" ucap Ethan


"Baiklah, aku terima" ucap Arya meraih selembar kertas dari Ethan


.


.


Tepat pukul tiga dinihari, Lista terbangun karena dia meraba tempat tidur sebelahnya kosong


"Mas Arvin belum kembali?" tanya Lista pada dirinya sendiri


Lalu Lista turun dan mencari Arvin di ruang baca miliknya

__ADS_1


"Nyonya, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Bian tiba-tiba muncul membuat Lista terkejut bukan main


"Bian, kau membuatku terkejut" ucap Lista menatap kesal pada Bian, sedangkan sang tersangka hanya tertawa pelan


"Dimana mas Arvin?" tanya Lista sedikit kesal


"Tuan muda masih belum kembali, mungkin sebentar lagi dia akan kembali" ucap Bian tenang


"Tapi aku sangat khawatir Bian" ucap Lista


"Apa yang perlu anda khawatirkan nyonya, disisi tuan muda ada Daniel yang berpengalaman di bidang apapun dan juga ada para pengawal terlatih" ucap Bian menenangkan Lista, agar dia tak merasa cemas akan suaminya itu


"Aku akan menunggu mas Arvin disini" ucap Lista mendudukkan dirinya di sofa


"Baiklah, saya akan berada di luar untuk berjaga" ucap Bian


Saat Bian baru saja keluar, dia melihat sebuah mobil sedan hitam yang terparkir di depan rumah Arvin


Perlahan Bian berjalan menuju arah pintu samping dan mencoba mendekati mobil itu


Perlahan Bian mulai mendekati mobil itu, namun saat Bian akan membuka pintu mobil itu, mobil itu segera pergi dengan kecepatan penuh


"Sial" ucap Bian geram dan segera kembali kerumah Arvin


"Bian, apa yang kau lakukan di luar?" tanya Arvin yang baru datang


"Tuan muda. Tadi saya hanya ingin mencari tau siapa pemilik mobil hitam yang selalu terparkir disini" ucap Bian


"Berapa lama mobil itu disini?" tanya Arvin yang sepertinya tau jika rumahnya sedang diawasi


"Hampir setiap malam tuan muda" jawab Bian, Arvin mengangguk mengerti


"Siapa yang mereka incar sebenarnya" ucap Arvin berpikir


"Tuan kenapa anda sendiri, dimana Daniel?" tanya Bian


"Seharusnya kau sudah tau tentang Daniel bukan?" tanya Arvin, Bian hanya tersenyum sambil menggosok tengkuknya yang tak gatal


Saat Arvin masuk, dia melihat Lista tertidur di sofa panjang ruang tamu. Arvin mencium kening Lista dengan lembut


Setelah itu, Arvin pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya


.


.


Keesokan harinya, Lista terbangun lebih awal. Dia merasakan sesuatu yang berat menindih perutnya


Lista melihat arah samping dan menatap wajah lelah suaminya yang sedang terlelap tidur. Lista mengelus wajah suaminya dengan lembut


"Sayang jangan menganggu tidurku, aku masih sangat lelah" ucap Arvin memeluk erat tubuh Lista


"Mas Arvin pulang jam berapa?" tanya Lista


"Tadi jam empat" jawab Arvin


"Apakah ada masalah yang serius?" tanya Lista


"Hemmh, tidak terlalu serius" jawab Arvin berbohong pada Lista


"Mas lepaskan aku, biarkan ak mandi" ucap Lista yang merasakan pelukan Arvin semakin erat


"Sebentar sayang" ucap Arvin manja, Lista hanya pasrah saat Arvin memeluknya semakin erat


"Jika aku terlambat, apa kau akan memotong gajiku?" tanya Lista


"Tentu saja, aku orang yang profesional" ucap Arvin masih memejamkan matanya


"Ya sudah kalau begitu lepaskan aku, aku tidak mau gajiku di potong" ucap Lista kesal


"Tapi aku punya cara supaya gajimu tetap aman walau terlambat" ucap Arvin membuat Lista mengernyitkan keninganya


"Apa?" tanya Lista penasaran

__ADS_1


"Puaskan aku dulu" ucap Arvin berbisik dan membuat Lista segera melepas pelukan Arvin dengan cepat


"Dasar mesum" ucap Lista dan berlari ke kamar mandi


Melihat tingkah Lista membuat Arvin tertawa karena berhasil menggoda istrinya itu


Lalu Arvin meraih ponselnya dan menghubungi seseorang


"Bagaimana keadaan mereka?" tanya Arvin datar


"Mereka sudah sadar, dan mereka sudah membaik" jawabnya dengan suara lemas


"Kenapa kau terlihat lemas?" tanya Arvin


"Kau bilang kenapa, kalian meninggalkan aku, dan membiarkan aku berjaga semalaman" ucapnya dengan suara sedikit meninggi


"Bukankah itu memang tugasmu sebagai dokter?" ucap Arvin tenang


"Kenapa kau bisa begitu kejam padaku?" ucap Reyhan sedikit di buat manja


"Menjijikkan" ucap Arvin dan langsung mematikan ponselnya


Sementara di sisi Reyhan


"Dasar raja iblis" umpat Reyhan kesal yang membuat Juan menatap aneh pada Reyhan


"Kenapa kau menatapku?" tanya Reyhan kesal


"Kau baik-baik saja. Aku harap kau tidak menjadi gila karena begadang semalaman" ucap Juan yang membawakan sekotak nasi untuk Reyhan


"Kau sama saja" ucap Reyhan


"Tapi terimakasih untuk sarapannya" sambung Reyhan


"Tidak perlu berterimakasih untuk makanan sisa" ucap Juan tertawa, membuat Reyhan menghentikan makannya dan menatap Juan


"Aku bercanda, makanlah" ucap Juan tertawa membuat Reyhan bertambah kesal


.


Kembali pada Lista dan Arvin


"Mas, aku susah menyiapkan air untukmu mandi" ucap Lista yang keluar hanya dengan balutan handuk


"Iya, sebentar lagi sayang" ucap Arvin memeluk Lista dari belakang


"Tubuhmu wangi sekali" ucap Arvin mencium pundak Lista membuat Lista menggeliat


"T...tentu saja aku wangi, aku sudah mandi" ucap Lista sedikit merasakan panas di sekujur tubuhnya saat tangan Arvin mulai berjalan nakal


"Aku tidak bisa menahannya" ucap Arvin dengan suara serak terbawa nafsu


"M...maaash, aku harus bersiap" ucap Lista terbata-bata


"Kita lakukan sebentar saja" ucap Arvin masih melanjutkan aktivitasnya, sedang Lista sudah pasrah dengan perlakuan Arvin


Tak berapa lama ponsel Arvin tiba-tiba berdering


"Mas... ada telphon" ucap Lista


Arvin menghentikan aktivitasnya dengan wajah kesal


"Ada apa?" tanya Arvin kesal


Entah apa yang di katakan seseorang di balik telphon itu membuat Arvin terkejut


"Apa yang kau katakan?"


**Bersambung**


Hai kak terimakasih yang sudah mampir ke novel ku.


Jangan lupa bantu like vote dan komen yah

__ADS_1


Untuk yang sudah like dan komen terimakasih banyak ya kak


__ADS_2