
"Kurang ajar berani kau memggigitku" ucap Jack mendorong Lista
"Lista" teriak Arvin saat melihat Lista terjatuh di hadapannya
Arvin segera berlari dan menghampiri Lista yang terjatuh
"Mas, perutku sakit" ucap Lista memegang Perutnya dan menahan sakitnya
"Sayang kamu tahan aku akan membawamu ke rumah sakit" ucap Arvin khawatir
"Sakit mas, aku udah gak kuat lagi, sakitt" teriak Lista yang tak bisa menahan sakitnya
"Vin kita kerumah sakit" ucap Reyhan, Arvin segera membawa tubuh Lista ke mobil
"Cepat Rey, ada darah mengalir di kaki Lista" ucap Arvin yang tak tega melihat istrinya kesakitan
"Maafkan aku sayang, aku terlambat" ucap Arvin, Lista hanya menggelengkan kepalanya
Di sisi Jack...
"Bugh...bugh.. " tiba-tiba seseorang menghajar Jack secara membabi buta
"Jika terjadi sesuatu pada adikku, aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang" ucapnya, siapa lagi kalau bukan Darren
"Darren hentikan, kita masih membutuhkan dia" ucap Juan menahan Darren yang terus saja menghajar Jack
"Jackie maafkan aku, aku harus membawa Jack ke markasku" ucap Arya menatap Jackie
"Baiklah, aku percayakan padamu" ucap Jackie yang pasrah pada Arya
"Alice, apa kau baik-baik saja?" tanya Jackie menghampiri Alice
"Saya baik-baik saja tuan" jawab Alice
"Baguslah, maafkan aku" ucap Jackie memeluk Alice
Alice terdiam membatu saat Jackie memeluk dirinya
"Jadi dia adalah orang suruhanmu?" tanya Jack yang sudah di tahan oleh Arya
"Kenapa jika iya?" tanya Jackie
"Jackie, kau jangan senang dulu, aku tidak akan tinggal diam" ucap Jack menatap Jackie
"Sebaiknya kau berharap tidak terjadi apa-apa pada kandungan Lista. Jika terjadi sesuatu, mungkin hari ini adalah hari terakhirmu" ucap Arya berbisik pada Jack
"Aku tidak takut padanya" ucap Jack
"Juan bantu aku bawa mobilnya" ucap Arya yang mendapat anggukan dari Juan
"Kalian, bereskan rumah ini, kalau bisa hancurkan saja" ucap Arya pada anak buahnya
"Baik tuan" ucap mereka
"Tuan, saya akan kerumah sakit, saya ingin melihat keadaan nona Lista" ucap Alice
"Aku akan mwmbawamu kesana" ucap Jackie yang langsung membawa Alice ke mobilnya
***
__ADS_1
Di tempat lain...
"Pi, apa sebaiknya kita susul Arvin pi, mami takut terjadi apa-apa pada Lista" ucap Elin
"Kita tunggu kabar dari yang lain mi" ucap Ramon menenangkan istrinya
"Tapi mami gak bisa tenang pi. Sudah berapa hari ini, tapi Lista tidak disini" ucap Elin yang merasakan gelisah pada hatinya
Tak berapa lama, ponsel Ramon berdering, Ramon menggeser tombol warna hijau itu
"Halo" ucap Ramon
"Tuan, nyonya muda dilarikan kerumah sakit" ucap Bian
"Apa, ada apa dengan Lista Bian?" tanya Ramon
"Saya juga belum tau, karena saya di minta tuan muda untuk berada di tempat tuan Arya" ucap Bian
"Baiklah, aku akan kesana" ucap Ramon mematikan ponsel miliknya
"Pi, ada apa, kenapa dengan Lista?" tanya Elin
"Papi juga tidak tau, kita terbang kesana malam ini" ucap Ramon yang mendapat anggukan dari Elin
***
Di rumah sakit, Arvin terus mondar mandir sampai kedatangan Jackie dan Alice
"Tuan bagaimana keadaan Nona?" tanya Alice
"Dokter masih belum keluar" jawab Arvin yanga nampak bukan seprti Arvin
"Tuan Arvin, atas nama Jack saya minta maaf" ucap Jackie, Arvin menatap tajam Jackie
Setelah itu, pintu terbuka. Reyhan dan dokter rumah sakit itu keluar dengan wajah yang tak bisa diartikan
"Rey, bagaimana keadaan Lista?" tanya Arvin, Reyhan menunduk
"Vin, kandungan Lista tidak bisa diselamatkan" ucap Reyhan
"Apa, lalu bagaimana dengan Lista?" tanya Arvin, Reyhan menatap dokter di sampingnya, lalu menganggukkan kepalanya
"Lista, dia koma Vin" ucap Reyhan, mendengar itu, Arvin langsung ambruk di hadapan Reyhan
"Vin" ucap Reyhan
"Tuan Arvin" ucap Jackie dan Alice
"Tidak mungkin Rey, Lista tidak mungkin koma" ucap Arvin
"Bugh.., ini semua karena dirimu, kau tidak bisa menjaga adikku" ucap Darren yang baru datang langsung memukul Arvin, Arvin diam tanpa perlawanan
"Darren, apa yang kau lakukan?" tanya Reyhan menahan Darren
"Lepaskan aku Rey, biarkan aku membunuh pria brengsek ini" ucap Darren yang ingin memukul Arvin lagi
"Tidak mungkin" ucap Arvin pelan tanpa terasa air mata Arvin menetes
"Vin, kamu tenang, kau bisa masuk" ucap Reyhan, Arvin menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"Tidak Rey. Darren benar, aku tidak bisa menjaga Lista dengan baik" ucap Arvin berdiri dan memundurkan langkahnya
"Lista seperti ini karena aku" ucap Arvin lagi
"Vin, ini kecelakaan bukan kesalahanmu" ucap Reyhan
"Lista, maafkan aku" ucap Arvin meninju dinding rumah sakit itu
"Kamu tenang dulu Vin" ucap Juan memegang bahu Arvin
"Tenang bagaimana, aku kehilangan anakku, dan apa aku juga akan kehilangan Lista" ucap Arvin lantang dan jatuh terduduk di lantai
Darren yang melihat keadaan Arvin pun tak tega dan menghampiri Arvin
"Maafkan aku, aku terbawa emosi" ucap Darren
"Aku mungkin bisa ikhlas jika kehilangan anakku, tapi aku tidak akan sanggup untuk kehilangan Lista" ucap Arvin
"Arvin sebaiknya kau masuk, walau Lista koma, dia juga membutuhkan kamu" ucap Reyhan menepuk bahu Arvin
Dengan langkah gontai Arvin pun memasuki ruangan Lista
"Sayang maafkan aku, aku tidak bisa menjagaku dengan baik" ucap Arvin mencium tangan Lista
"Aku mohon bagunlah, jangan tinggalkan aku" ucapnya lagi
"Lista, aku tidak bisa hidup tanpamu" ucap Arvin, air mata Arvin jatuh tepat di tangan Lista
Arvin melihat mata Lista yang mengeluarkan air mata
"Sayang aku tau kamu bisa mendengarku, aku mohon sadarlah" ucap Arvin
"Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu" ucap Arvin lagi mencium kening Lista
Sedangkan di luar ruangan
"Darren, kau dari mana, Arvin menunggu kau menghubunginya" ucap Reyhan
"Maafkan aku, saat di pesawat aku di bius oleh anak buah Athan itu" ucap Reyhan
"Siapa sebenarnya Athan itu?" tanya Reyhan
"Tuan Jackie, apa di keluarga Louis ada yang bernama Athan?" tanya Reyhan
"Tidak ada, setau saya pria yang terkenal dengan nama Athan itu dari keluarga Charles" ucap Jackie
"Apa mungkin salah satu keluarga Charles yang meminta melakukan ini semua?" tanya Darren
"Maaf jika saya lancang tuan, tapi saat nona Lista dibawa ke tempat tuan Jack, saya tidak ada mengenal satu pun dari mereka" ucap Alice
"Apa mungkin ini ulah Paman?" tanya Darren
"Paman, paman siapa?" tanya Jackie
"Paman Robert" jawab Darren, Jackie terdiam
"Robert, dia anak angkat taun Charles bukan?" tanya Jackie
"Anak angkat?" tanya Darren terkejut
__ADS_1
"Aku tidak pernah tau, jika paman anak angkat kakek. Apa selama ini dugaanku benar" ucap Darren dalam hati
** Bersambung**