Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 63


__ADS_3

"Kau" ucap Lula dan Arya bersama


"Kenapa aku sial sekali bisa bertemu dengan wanita tak waras sepertimu" ucap Arya


"Siapa yang kau bilang tak waras" ucap Lula kesal


"Tentu saja kau, siapa lagi" ucap Arya


"Hei, ada apa denganmu Ar?" tanya Juan


"Apa kau tau, kemarin aku ke mall dan dia yang menabrak ku, tapi malah dia yang marah, dan mengataiku" ucap Arya kesal


"Kau kan tau aku sedang berjalan, tapi kenapa kau tak menghindar" ucap Lula


"Kau dengar kan, dia yang berjalan sambil melihat ponselnya malah aku yang harus menghindar, apa dia benar waras?" ucap Arya pada Juan


"Eeeh, kalau masalah itu aku tidak ikut campur" ucap Juan segera menyingkir


"Dimana-mana cowok itu harus mengalah sama cewek" ucap Lula


"Cih, menyebalkan" ucap Arya kesal


"Eemmh sudah, sebaiknya kita duduk tenang" ucap Lista


.


.


Setelah itu, acara pun telah usai. Lula langsung berpamitan untuk pulang


"Lula, kamu langsung pulang?" tanya Risa


"Iya kak" jawab Lula


"Kamu tadi naik apa kesini?" tanya Cantika


"Naik taxi, mobilku di bengkel" ucap Lula cengengesan


"Mobilnya saja tidak tahan dengan orangnya" ucap Arya, Darren menatap Arya sambil mengerutkan keningnya


"Lula Arya bilang dia siap mengantar kamu pulang" ucap Darren, membuat Arya menatap Darren terkejut


"Kapan aku bilang?" tanya Arya mengerutkan keningnya


"Bukankah kau berkata seperti itu barusan" ucap Darren tersenyum jail


"Tidak usah, aku naik taxi saja" ucap Lula tersenyum


"Lula, gak baik seorang gadis naik taxi di jam segini, bahaya" ucap Lista


"Arya kau antar saja Lula, bukankah kau juga akan kembali ke markas" ucap Arvin tegas


"Ck, menyusahkan" lirih Arya


"Seprtinya dia tidak ikhlas, aku bisa ilmu bela diri, jadi aku bisa melindungi diriku sendiri" ucap Lula menepuk dadanya bangga


"Jangan berisik" ucap Arya menarik krah belakang baju Lula


"Hei lepaskan, apa yang kau lakukan" teriak Lula dengan suara yang semakin menjauh dari rumah kakek


"Juan, apa kau menyadari sesuatu?" tanya Reyhan


"Tentu saja, Arya yang tidak pernah melihat wanita bahkan dia anti dengan wanita, kini dia berdebat dengan seorang wanita" ucap Juan tersenyum


"Apa mungkin dia tertarik dengan Lula?" tanya Darren


"Siapa yang tau" ucap Arvin mengangkat bahuhya


"Sudah ayo sayang, kita masuk kamar. Aku butuh asupan darimu" ucap Arvin merangkul


"Asupan? asupan apa?" tanya Lista bingung


"Asupan di tubuhmu" bisik Arvin membuat wajah Lista merah


"Aduh duh, iya deh yang punya dunia milik berdua" goda Risa


"Kalau dunia milik mereka, terus kita dimana? tanya Cantika


"Ngontrak" ucap Viona tertawa

__ADS_1


"Berapa perbulannya Vin?" tanya Juan tertawa


"Berisik" umpat Arvin kesal


Lista dan Arvin pun lansung pergi menuju kamarnya, membuat mereka tertawa


"Sayang, aku sangat merindukanmu" ucap Arvin


"Selama kau disini sudah berapa kali kau mengatakan merindukan aku?" tanya Lista


"Aku tidak akan pernah bosan untuk mengatakan itu, karena aku tidak bisa jauh darimu" ucap Arvin manja pada istrinya itu


"Jujur saja mas, aku juga tidak bisa jauh dari kamu" ucap Lista memeluk suaminya erat


"Sayang, aku menginginkannya" ucap Arvin dengan lembut


"Mas, masih belum bisa" ucap Lista


"Sampai kapan aku harus menunggu?" tanya Arvin yang terlihat kesal


"Aku juga tidak tau, tapi saat aku tanya pada mami katanya satu bulan" ucap Lista, semakin membuat Arvin kesal


"Sudahlah aku mau mandi dulu" ucap Arvin kesal, Lista hanya tertawa kecil


.


.


Di sisi lain. . .


"Katakan dimana arah rumahmu?" tanya Arvin datar


"Pertigaan depan belok kanan" jawab Lula sambil memainkan ponselnya


"Lalu?" tanya Arya lagi


"Ya lurus aja tinggal ngikuti jalan doang" jawab Lula


"Apa kau pikir mobilku bisa menembus tembok itu" ucap Arya menunjuk bangunan di hadapannya


"Belok kiri, lalu lurus" ucap Lula dengan nada kesal


"Stooop" tiba-tiba Lula berteriak membuat Arya mengerem mendadak


"Ada apa sih?" tanya Arya menatap Lula


"Kita sudah sampai" jawab Lula entang, Arya menarik nafasnya dalam


"Dasar cewek gila" umpat Arya kesal


Namun Lula tak menghiraukannya dan segera turun dari mobil Arya


"Terimaksih atas tumpangannya" ucap Lula berlalu begitu saja, membuat Arya semakin kesal pada gadis itu


"Aaakkh, kenapa aku begitu sial hari ini" ucap Arya mengacak rambutnya


. **


. **


Keesokan harinya, semua sudah bersiap untuk kembali ke negara mereka


"Kakek, Lista pamit ya?" ucap Lista memeluk kakeknya itu


"Iya sayang, kau jaga dirimu baik-baik ya" ucap Kakek


"Kakek tidak perlu khawatir, aku akan menjaga Lista dengan baik" ucap Arvin


"Iya, kakek percaya kau bisa menjaga cucu kakek dengan baik" ucap kakek memeluk Arvin


"Kakak, aku titip kakek ya" ucap Lista pada kakaknya


"Iya sayang, kakak akan menjaga kakek dengan baik" ucap Darren


"Tapi nanti kakak sama kakek main ya kerumah Lista" ucap Lista


"Tentu saja, kakek juga harus tau rumah kamu" ucap kakek mengelus kepala Lista


"Darren aku pergi dulu, jika ada masalah segera hubungi kami" ucap Arvin

__ADS_1


"Iya Vin. Aku titip Lista, kalau sampai kau buat dia menangis aku akan membawa Lista pergi darimu" ucap Darren


"Tenang saja, dia bagaikan emas bagimu, tapi bagiku dia sebuah permata" ucap Arvin menatap istrinya dengan lembut


"Woi, bisa gak tatapannya nanti saja. Pesawat kita akan segera lepas landas" ucap Arya yang kesal pada sahabatnya itu


"Dasar jomblo" ledek Arvin, membuat Arya semakin kesal


Setelah itu, mereka bergantian berpamitan pada kakek dan juga Darren


"Kevin, aku percayakan semua disini padamu" ucap Arya


"Iya, kau tenang saja" ucap Kevin datar


"Ada apa, apa ada yang ingin kau katakan lagi?" tanya Kevin


"Tidak ada" jawab Arya cepat


Dan mereka. segera menuju bandara, Arya terus menatap luar jendela dengan tatapan kosong


"Bos, ada apa?" tanya Lexi


"Tidak ada apa-apa" jawab Arya cepat


Sekitar 30 menit perjalanan, mereka akhirnya sampai di bandara


"Lexi, aku pergi ke toilet dulu" ucap Arya


"Baik bos" ucap Lexi


"Dimana bosmu?" tanya Reyhan


"Bos Arya masih ke toilet" jawab Lexi


"Daniel besok kau kemasi semua barangmu yang di kantor dan segera pindah ke kantor Darren" ucap Arvin


"Baik tuan" jawab Daniel


"Lexi, ini untukmu. Kau pakai untuk keperluanmu sebagai asisitenku. Nanti akan di bantu oleh Daniel" ucap Arvin memberikan credit card


"Baik tuan" ucap Lexi mengaggukan kepalanya


Setelah Arya kembali, mereka segera naik ke pesawat


Kali ini mereka tidak menggunakan pesawat pribadi karena keinginan Lista yang ingin naik pesawat pribadi milik suaminya


"Mereka duduk berpasangan, namun tidak dengan Arya. Dia memilih duduk di belakang dan menjauh dari sahabatnya


Arya menutup wajahnya dengan jaket miliknya dan mulai memejamkan mata


"Silahkan nona" ucap pramugari itu dengan lembut kepada seorang wanita yang duduk di samping Arya


"Terimaksih" ucapnya sambil tersenyum


Sementara itu...


"Sayang tidurlah, perjalanan ini memakan waktu berjam-jam" ucap Arvin pada istrinya


"Iya mas, sebentar lagi, aku ingin melihat pemandangan dari atas sangat indah" ucap Lista


"Lihatlah dibawah sana, sangat bagus" ucap Viona


"Sungguh indah sekali" ucap Cantika, sedangkan Risa dan Daniel sudah sama-sama terlelap


.


Saat Arya tengah tertidur dengan pulas, tiba-tiba saja dia merasakan pahanya basah


"Sial, apa ini?" tanya Arya kesal


"Ma...maafkan saya tuan, saya tidak sengaja" ucap wanit itu mencoba mengelap celana Arya dengan tisu


"Kenapa kau tidak hati-hati" ucap Arya merampas menangkis tangan wanita itu


"Maaf tuan, saya tidak sengaja" ucapnya


"Kau lagi?"....


**Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2