
Di negara lain...
"Alex kita akan ada rapat,kau persiapkan semuanya" ucap pria itu
"Baik tuan Jack" ucap Alex
"Nanti setelah rapat kau bantu aku mengunjungi saudara kembarku yang ada di tempat pengasingan" ucap Jack tanpa manatap Alex
"Baik tuan" jawab Alex sedikit membungkukkan badannya
"Kalau boleh tau, kenapa tuan Jackie diasingkan?" tanya Alex, Jack menatap Alex
"Maafkan saya tuan, saya sudah lancang" ucap Alex menunduk
"Tidak apa, kau orang orang yang aku percaya, jadi aku akan mengatakannya padamu" ucap Jack yang begitu percaya pada Alex
"Aku tidak suka pada Jackie. Dia selalu lebih unggul dari aku, bahkan saat kakek mengumumkan tentang pewaris Louis, dialah satu satunya pewaris Louis" ucap Jack terlihat wajah tak senang dan geram
"Jadi anda sengaja membuat kekacauan agar tuan Jackie keluar dari keluarga Louis?" tanya Alex
"Benar sekali" ucap Jack tersenyum simpul
"Baiklah saya akan pergi keruang rapat" ucap Alex meninggalkan Jack
.
Setelah rapat selesai, Alex dan Jack menuju hutan, dimana tempat Jackie diasingkan
"Bagaimana kabarmu saudaraku?" tanya Jack menatap Jackie yang masih terkurung di bangunan kecil tengah hutan
"Kenapa kau kemari?" tanya Jackie dingin
"Apa aku salah mengunjungi saudara kembarku?" tanya Jack duduk di hadapan Jackie
"Kau membuatku muak" ucap Jackie
"Jackie, ini adalah tempat terbaik untukmu. Aku melakukan ini karena aku sangat menyayangimu" ucap Jack terseyum licik
"Apa kau pikir aku akan percaya, kau hanya tidak suka aku menjadi pewaris keluarga Louis" ucap Jackie tertawa
"Apa kau tau, kenapa kakek masih tidak memberikan hartanya padamu, walau aku sudah di asingkan?" tanya Jackie tersenyum smirk
"Diam" ucap Jack dingin
"Karena kakek tidak pernah percaya dan tidak rela jika kau menjadi pewaris Louis" ucap Jackie tertawa
"Diaaam, aku bilang diamm" ucap Jack lantang membuat Jackie semakin tertawa
"Jackie, asal kau tau cepat atau lambat aku akan membuat semua keluarga Louis akan tunduk dan semua hak keluarga Louis jatuh ketanganku" ucap Jack sombong
"Berapa lama lagi, kau sudah mengasingkan diriku dari tiga tahun lalu, tapi apa ada perubahan, tidak sama sekali" ucap Jackie tertawa lepas
"Bugh... bugh" Jack memghajar Jackie hingga bibir Jackie berdarah
"Kenapa, apa kau akan membunuhku?" tanya Jackie tertawa
"Jika itu kemauanmu aku tidak keberkatan" ucap Jack menatap saudara kembarnya
"Tapi ingat, walau kau sudah membunuhku, kau tidak akan bisa menggantikan diriku menjadi pewaris keluarga Louis" ucap Jackie semakin membuat Jack geram
"Alex kita pergi dari sini" ucap Jack pada Alex
"Baik tuan" ucap Alex mengikuti Jack
"Alex hari ini kau bisa tinggalkan aku, aku ingin pergi ke suatu tempat" ucap Jack datar
"Baik tuan" ucap Alex menghentikan mobilnya dan turun dari mobil Jack
.
Disisi lain..
__ADS_1
Setelah cukup lama kepergian Jack dan Alex, tiba-tiba datang seorang pria mengenakan baju hitam dan menggunkan topeng menghampiri Jackie
"Siapa kau?" tanya Jackie datar, lalu pria itu membuka topengnya
"Kau"....
.
.
"Apa, istri?" tanya Lula terkejut
"Benar kak Arvin sudah menikah, dan sebentar lagi tante akan menjadi nenek" ucap Elin bahagia
Lula terdiam tak menjawab perkataan Elin
"Lula kamu kenapa?" tanya Ramon
"Tidak apa-apa om. Jadi kak Arvin sudah menikah. Aku sangat senang mendengarnya" ucap Lula tertawa dan memeluk Elin
"Tante bawa aku menemui kak Arvin dan kakak ipar" ucap Lula pada Elin
"Tentu sayang, tante akan membawamu kesana besok" ucap Elin
.
Keesokan harinya Lula dan Elin sudah bersiap untuk kerumah sakit melihat keadaan menantunya itu
Setelah menempuh perjalanan satu jam, Elin dan Lula sudah berada di rumah sakit
"Selamat pagi" ucap Elin lembut
"Mami" ucap Lista merentangkan tanganya untuk meminta pelukan sang mertua
"Sayang, apa kau merindukan mami?" tanya Elin
"Aku tidak tau, tapi aku selalu ingin di peluk mami" ucap Lista manja
"Ekhem" Lula sengaja berdehem karena Elin mengabaikannya
"Oh maaf mami lupa. Sayang ini kenalin Lula, dia teman masa kecil Arvin" ucap Elin
"Lista" ucap Lista mengulurkan tangannya
"Hai kakak ipar, aku Lula" ucapnya tersenyum ceria
Lalu pintu ruangan Lista terbuka dan menampakkan Arvin yang baru masuk
"Kak Arvin" ucap Lula memeluk Arvin erat
"Lula, kenapa kau disini?" tanya Arvin melepas pelukan Lula
"Tentu saja aku ingin bertemu denganmu dan kakak ipar" ucap Lula ingin memeluk Arvin kembali namun Arvin segera menghindar
"Sayang ini aku membelikanmu bubur kesukaanmu" ucap Arvin membuka bubur itu
"Mas aku tidak mau, kenapa baunya sangat menyengat" ucap Lista menutup hidungnya
"Coba aja dulu kak, lagian kak Arvin sudah membelikannya untuk kakak ipar" ucap Lula
"Jangan di paksa kalau tidak mau. Biasanya wanita yang lagi hamil memang begitu, dulu makanan favorit sekarang tidak suka" ucap Elin mengambil bubur itu dan meletakkannya di meja
"Sayang memang kamu mau makan apa?" tanya Elin
"Liata gak mau makan apa-apa dulu mi" ucap Lista memeluk Elin
"Yasudah, aku tinggal sebentar ya. Hari ini kamu sudah boleh pulang" ucap Arvin lembut
"Mas, bolehkan aku tinggal dirumah mami?" tanya Lista
"Tentu sayang" jawab Arvin tersenyum
__ADS_1
Setelah itu, Lula dan Lista sudah sangat akrab, Elin yang melihat keakraban mereka tersenyum senang
"Mi, nanti Lista ingin makan kue buatan mami yang kemarin" ucap Lista menatap mertuanya
"Iya, mami akan buatkan untukmu nanti" ucap Elin menoel hidung Lista
"Sayang aku sudah mengurus administrasinya" ucap Arvin
"Terimakasih mas" ucap Lista
"Lula sampai kapan kau disini?" tanya Arvin datar
"Mungkin dua bulan" jawab Lula
"Baguslah" ucap Arvin pelan
Setelah memberesksn beberapa pakaian Lista, Arvin membawanya ke mobil
Arvin menggendong tubuh Lista menuju ke parkiran
"Mas aku bisa jalan sendiri" ucap Lista
"Apa kau lupa kata Reyhan, kau harus banyak istirahat" ucap Arvin
"Aku tau, hanya jalan ke parkiran tidak akan membuatku lelah" ucap Lista
"Aku tidak peduli" ucap Arvin yang masih menggendong tubuh Lista hingga sampai di parkiran mobil
"Sayang kalian pulang dulu ya, mami masih mau ke supermarket untuk membeli bahan kue" ucap Elin lembut
"Baiklah" jawab Arvin sedang Lista hanya tersenyum
Saat Lula akan naik mobil Arvin, tiba-tiba Arvin memintanya keluar
"Kau ikut mobil mami" ucap Arvin dingin
"Tapi kak... " ucapan Lula terhenti saat Arvin menatap tajam
"Ikut mami, atau kau naik taksi" ucap Arvin membuat Lula ikut mobil Elin
"Mas kenapa jika Lula ikut mobil kita?" tanya Lista
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin berdua denganmu" ucap Arvin lembut
Arvin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan hati-hati
"Mas beli batagor dulu ya?" pinta Lista yang melihat gerobak batagor
"Iya sayang" jawab Arvin menepikan mobilnya
"Kau tunggu sini, aku yang akan membelikannya" ucap Arvin, Lista mengangguk
Lista melihat Arvin yang rela mengantri batagor untuk dirinya
"Sayang, lihatlah daddymu dia sangat menyayangi kita" ucap Lista mengelus perutnya yang masih rata itu
Tak lama setelah itu, Arvin kembali dengan membawa sebungkus batagor di tangannya
"Terimakasih mas" ucap Lista
"Sama-sama sayang" ucap Arvin, dan kembali melajukan mobilnya
Disisi Lula....
"Tante kenapa kak Arvin berubah?" tanya Lula sedih
"Berubah bagaimana, dia masih kak Arvin yang kau kenal" ucap Elin
"Tapi kak Arvin sekarang menjauh dari ku" ucap Lula
"Mungkin kak Arvin hanya ingin berdua dengan istrinya" ucap Elin memberi pengertian pada Lula
__ADS_1
**Bersambung**