
"Ada apa Bian?" tanya Arvin
"Tuan, nyonya muda berada di rumah sakit" ucap Bian
"Apa?" ucap Arvin segera pergi dari markas Arya dengan terburu-buru
Waktu yang harusnya di tempuh 45 menit, arvin hanya menempuh waktu 20 menit untuk sampai di rumah sakit
"Bi apa yang terjadi pada Lista?" tanya Arvin terlihat sangat khawatir
"Tuan muda, kami menemukan nyonya pingsan di kamar mandi" jawab bi Ani
"Di kamar mandi?" tanya Arvin mengerutkan keningnya
Flashback On
Pagi setelah keprgian Arvin, Lista menyirami bunga di taman belakang
"Nyonya, apa anda ingin sarapan?" tanya bi Ina
"Nanti saja bi, perut Lista kurang enak" ucap Lista menoleh ke arah bi Ina
Tak berapa lama Lista kembali kekamarnya, hingga siang hari Lista tak keluar kamar
Bi Ina dan Bi Ani menyusul Lista di kamarnya, namun Lista tak ada
"Nyonya, apa anda didalam, nyonya" panggil bi Ina berkali-kali sambil mengetuk kamar mandi
"Mbak, nyonya kok gak buka pintu kamar mandi padahal sudah aku ketuk" ucap bi Ina kepada bi Ani yang juga mengetuk pintu kamar mandi
Bibi yang panik pun meminta Bian untuk mendobrak pintu kamar mandi, dan benar saja, Lista ditemukan tergeletak di lantai kamar mandi masih dengan pakaian lengkap
"Nyonya, nyonya" ucap bi Ani sambil menepuk pelan pipi Lista
"Mbak bawa kerumah sakit saja mbak" ucap bi Ina panik
"Ayo bi, kita kerumah sakit" ucap Bian mengangkat tubuh Lista
Flashback Off
"Maafkan kami tuan, kami lalai menjaga nyonya muda" ucap bi Ani menunduk merasa bersalah, namun Arvin diam tak menjawab
Lalu pintu terbuka dan keluarlah Reyhan dari ruang pemeriksaan itu
"Rey bagaimana keadaan Lista?" tanya Arvin, Reyhan menghela nafasnya dalam
"Lista baik-baik saja, hanya saja ada satu hal yang aku beri tau padamu" ucap Reyhan dengan wajah yang sulit diartikan
"Ada apa Rey?"tanya Arvin semakin khawatir dengan keadaan Lista
"Selamat Lista hamil" ucap Reyhan membuat Arvin tak percaya
"Mak... maksudmu, Lista hamil, dan aku akan menjadi seorang ayah?" tanya Arvin menatap Reyhan
"Benar" ucap Reyhan membuat Arvin bahagia dan memeluk bi Ani dan bi Ina
"Bi, Arvin akan menjadi seorang ayah" ucap Arvin bahagia
"Selamat tuan muda" ucap bi Ani dan bi Ina ikut merasa bahagia
"Reyhan apa aku bisa melihat keadaan Lista?" tanya Arvin
"Tunggu sebentar lagi, aku akan memindahkan Lista di ruang perawatan" ucap Reyhan
Setelah itu, Lista langsung dipindahkan ke ruang perawatan VIP, Arvin segera masuk melihat keadaan sang istri
__ADS_1
Arvin menggenggam tangan Lista dan menciumnya dengan lembut
"Mas, aku dimana?" tanya Lista lemah
"Sayang, kamu sudah sadar" ucap Arvin mengecup seluruh wajah istrinya
"Mas, aku kenapa?" tanya Lista masih lemah
"Bibi menemukanmu pingsan di kamar mandi" ucap Arvin
"Tadi aku merasa mual mas, aku bolak balik kamar mandi" ucap Lista menatap Arvin, lagi-lagi Arvin mengecup kening Lista
"Terimakasih sayang, kau memberikan aku sebuah kebahagiaan besar" ucap Arvin membuat Lista bingung
"Disini, ada buah hati kita" ucap Arvin menyentuh perut Lista dengan lembut
"A...aku hamil mas?" tanya Lista menatap Arvin tak percaya
"Iya sayang, kamu hamil. Terimakasih" ucap Arvin tersenyum
Lista tak dapat menahan air matanya saat mengetahui dirinya hamil
"Sayang kenapa kamu menangis?" tanya Arvin menghapus air mata istrinya
"Mas, aku sangat bahagia mas. Ini air mata kebahagiaan mas" ucap Lista memeluk suaminya
Tanpa mereka sadari, seseorang berada di belakang mereka berdiri dengan geram
"Oh jadi begini. Kamu tidak memberi tau mami kalau Lista hamil" ucap Elin mencubit lengan Arvin membuat Arvin mengadu kesakitan
"Ma... mami, kapan mami datang?" tanya Arvin, namun pertanyaan Arvin tak di hiraukan oleh Elin
"Lagipun Arvin baru tau kalau Lista hamil" gerutu Arvin menggosok lengannya
"Lista tidak ingin apa-apa mi" ucap Lista memeluk maminya
"Arvin, papi ingin bicara berdua denganmu" ucap Ramon
"Baik pi" jawab Arvin dengan wajah serius. Arvin tau, pasti Ramon akan bertanya tentang kejadian kemarin
"Mereka mau kemana mi?" tanya Lista melihat arah suami dan papi mertuanya
"Biarkan saja, mereka sedang membahas pekerjaan" ucap Elin lembut dan melepas pelukannya dari Lista
"Mi, jangan di lepas" ucap Lista sedikit manja pada mertuanya itu
"Eh kenapa, apa tidak mau jauh dari mami" ucap Elin mengelus rambut panjang Lista
Disisi lain
"Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa papi dapat informasi Lista di serang dan Bian terluka?" tanya Ramon menatap Arvin tajam
"Salah satu mantan karyawanku yang membayar mereka" jawab Arvin
"Mantan karyawan, apa maksudmu?" tanya Ramon menyekidik
"Aku sengaja memecat Gina, karena dia menyakiti Lista di perusahaan. Lagipun kinerja Gina juga kurang baik" ucap Arvin, Ramon mengerti maksud putranya itu
"Arvin papi hanya berpesan padamu. Di dalam tubuh Lista sekarang sudah ada buah hati kalian, jadi kau harus menjaga Lista lebih ketat" ucap Ramon memberi peringatan pada Arvin
"Aku mengerti pi" ucap Arvin
Setelah itu, Ramon dan Arvin masuk ke ruang perawatan Lista
"Lista, apa kau menginginkan sesuatu?" tanya Ramon
__ADS_1
"Tidak pi" jawab Lista tersenyum
Setelah cukup lama bersenda gurau dengan Lista, Elin dan Ramon pamit pulang untuk istirahat
Dan tak lama setelah itu, pintu kamar perawatan Lista terbuka, dan terlihat kedua sahabat Arvin dan sahabat Lista mengunjungi Lista
"Kalian?" ucap Lista
"Selamat ya akhirnya aku akan punya ponakan" ucap Viona memeluk Lista dan di susul oleh Cantika dan Risa
"Bagaimana kalian tau?" tanya Lista mengerutkan keningnya
"Kau lupa siapa calon suamiku?" ucap Viona membuat Liata terkekeh pelan, Dia lupa bahwa Reyhan calon suami sahabatnya itu
"Lista untuk sementara kamu jangan kerja berat dulu, kau harus istirahat total" ucap Reyhan
"Iya, lebih baik kamu berhenti bekerja. Lebih baik kamu diam di rumah" ucap Arvin
"Masa aku baru sebentar kerja udah berhenti?" tanya Lista menghela nafasnya
"Sayang ini demi kebaikan kamu dan anak kita" ucap Arvin lembut
"Lagipun aku bisa menghidupimu dan anak kita walau kau tak bekerja" ucap Arvin dengan sedikit sombong, membuat Reyhan memutar matanya malas
"Aku tau, tapi kalau di rumah aku merasa kesepian mas" ucap Lista mengerucutkan bibirnya
"Kalau kami tidak sibuk, kami akan bermain kerumah kamu. Bolehkan tuan Arvin?" ucap Risa, Arvin mengangguk menatap Lista
"Baiklah" ucap Lista pasrah
Arvin dan kedua sahabatnya keluar dari ruangan Lista
"Dimana Darren?" tanya Arvin
"Dia berada di markas bersama Ethan" jawab Juan
"Apa mereka menemukan sesuatu?" tanya Arvin
"Entahlah, tapi Darren dan Ethan berusaha masuk ke jaringan keluarga louis" ucap Juan, Arvin dan Reyhan mengangguk mengerti
.
.
Di kediaman utama, Elin yang sedang makan malam tiba-tiba di kejutkan dengan teriakan seseorang yang tidak asing baginya
"Tante aku datang" teriaknya membuat Elin dan Ramon terkejut
"Lula, akhirnya kamu datang juga sayang" ucap Elin memeluk Lula
"Om, apa om merindukan aku?" tanya Lula manja
"Tentu saja, mana mungkin om tidak merindukan kamu yang cantik ini" ucap Ramon memgelus kepala Lula lembut
"Kak Arvin mana tan?" tanya Lula celingukan
"Kak Arvin sedang berada di rumah sakit" jawab Ramon
"Kenapa dengan kak Arvin, apa kak Arvin sakit?" tanya Lula cemas
"Kak Arvin tidak apa-apa. Hanya saja kak Arvin menemani istrinya" ucap Elin
"Apa, istri?"
**Bersambung**
__ADS_1