
Di markas milik Arya...
"Katakan siapa bosmu?" tanya Lexi dingin, namun pria itu masih diam tak menjawab
"Bang gawat bang" ucap Ryo tiba-tiba
"Ryo ada apa?" tanya Lexi mengerutkan keningnya
"Beberapa dari mereka di temukan tak bernyawa bang" ucap Ryo
"Apa, bagaimana bisa?" tanya Lexi terkejut
" Aku juga tidak tau bang, tapi kematian mereka sama persis dengan rekan kita yang menjaga Reki saat itu bang" ucap Ryo, Lexi diam berpikir sejenak
"Buang saja yang sudah mati, dan yang masih hidup kau periksa. Aku yakin, mereka pasti menyimpan barang itu" ucap Lexi
"Baik bang" ucap Ryo
Lexi langsung memeriksa pria yang berada di depannya itu
"Kau tidak akan bisa menemukan barang iti di tubuh kami" ucap pria itu tertawa
"Berapa uang yang diberikan mereka padamu, aku akan memberikan dua kali lipat padamu" ucap Lexi tak memperdulikan ucaoan pria itu
"Aku tidak akan menukar kesetiaanku dengan uang" ucapnya lantang
"Kau memang anjing yang setia, tapi apa kau tau, jika tuanmu sudah membuangmu" ucap Lexi pelan tepat di telinga pria itu
"Aku tidak peduli, walaupun aku harus mati di tanganmu aku tidak akan mengatakan siapa tuanku" ucapnya semakin menantang Lexi
"Baiklah, sepertinya nama bos mu lebih penting dari nyawa anakmu" ucap Lexi tersenyum licik
"Apa yang kau lakukan pada anakku?" tanya pria itu terkejut saat Lexi mengeluarkan foto anaknya
"Aku tidak melakukan apapun pada anakmu, tapi lain halnya jika kau tak mengatakan yang sebenarnya padaku" ucap Lexi
"Aku yakin kau hanya bisa mengancam" ucap pria itu mencoba tenang
Lexi mengeluarkan ponselnya dan menghubungi anak buahnya
"Ayah... tolong aku ayah, aku tidak mau di lempar ke sungai ayah, aku tidak mau" ucap seorang bocah perempuan yang menangis di seberang ponsel itu
"Lepaskan anakku dia tidak bersalah" ucapnya
"Sayangnya dia juga harus menanggung kesalahan yang kau buat" ucap Lexi mematikan ponselnya
"Aku akan mengatakannya, tapi lepaskan putriku" ucao pria itu
"Katakan siapa?" tanya Lexi
"Namanya tuan Athan" jawabnya
"Athan?" tanya Lexi yang tidak pernah mendengar nama pria itu
"Aku tidak begitu tau tentang dia, aku baru satu bulan menjadi bawahannya" ucapnya
"Dooor" satu tembakan menumbus kepala pria itu
"Bang kenapa kau membunuhnya?" tanya anak buahnya
__ADS_1
"Dia berbohong, sebenarnya dia berpura-pura perduli pada putrinya, padahal selama ini dia menelantarkan istri dan anaknya" jawab Lexi
"Jadi maksudnya dia sengaja perduli agar terbebas dari kita?" tanya dia
"Tepat sekali. Kau urus dia aku akan ke tepat Reki" ucap Lexi datar
"Tapi bagaimana dengan pria yang dia sebut Athan?" tanyanya
"Justru itu aku ingin menekui Reki" ucap Lexi
"Bang mau kemana?" tanya Ryo yang melihat Lexi keluar
"Aku akan mengunjungi Reki" jawab Lexi
"Bang salah satu dari mereka berkata bahwa mereka di suruh oleh tuan Athan" ucap Ryo
"Pria itu juga berkata demikian" ucap Lexi
"Siapa Athan bang?" tanya Ryo bingung
"Athan atau Ethan?" ucap Lexi berpikir
"Maksudmu tuan Ethan?" tanya Ryo menatap Lexi
"Aku tidak tau, kau tetap awasi pergerakan tuan Ethan" ucap Lexi
"Baik bang" ucap Ryo
Lexi keluar markas dan melajukan mobilnya ke tempat dimana Reki di kurung
.
Di kediaman Prasetya
"Sudah dua hari, tapi Darren masih belum memberi kabar tentang Lista padaku " ucap Arvin pelan dan memejamkan matanya
"Kamu yang tenang, Darren pasti akan menghubungimu" ucap Elin lembut yang juga merasa sedih melihat keadaan putranya itu
"Aku sangat khawatir dengan keadaan Lista dan anakku" ucap Arvin pelan sambil memejamkan matanya lama
"Mami juga mengkhawatirkan Lista" ucap Elin memeluk putranya itu
"Maaf tuan muda, saya mendapat kabar bahwa tuan Ethan menghilang" ucap Daniel
"Hilang?" tanya Arvin mengerutkan keningnya
"Iya, hilangnya tuan Ethan bersamaan dengan hilangnya nyonya muda" ucap Daniel
"Aku memintamu mengawasi Ethan dan Jonathan, apa kau menemukan sesuatu?" tanya Arvin
"Tuan Ethan selama ini hanya bersama tuan Darren, hanya saja dua hari yang lalu, tuan Ethan tidak ke markas dan tiba-tiba menghilang" ucap Daniel
Arvin meraih ponselnya dan menghubungi seseorang
"Halo ada apa?" tanya pria di seberang telpon Arvin
"Lista menghilang dan Darren juga tak ada kabar" ucap Arvin
"Aku pikir kau sudah tau, dimana istri dan iparmu" ucapnya tertawa
__ADS_1
"Aku bertanya serius" ucap Arvin sedikit lantang
"Aku melihat istrimu berasa di negara Amerika" ucapnya
"Apa?" tanya Arvin, Elin yang mendengar percakapan Arvin ikut berdiri
"Daniel segera siapkan pesawat, kita harus pergi ke Amerika malam ini" ucap Arvin kematian ponselnya
"Baik tuan muda" ucap Daniel dan segera pergi meninggalkan kediaman Prasetya
...****************...
"Kamu" ucap Lista terkejut melihat pria di hadapannya itu
"Alice pergilah dan kerjakan pekerjaanmu" ucap pria itu menatap Alice tajam. Alice segera keluar dari kamar Lista dengan sopan
"Apa nona mengenal saya?" tanya pria itu mendekati Lista
"Jelas aku tau kamu, kamu... " belum selesai Lista bicara, pria itu membekap mulut Lista
"Untuk sekarang pura-pura tidak kenal padaku " ucap pria itu berbisik, Lista menganggukkan kepalanya
Pria itu mengambil nampan yang disiapkan oleh Alice untuk Lista
"Makanlah dulu" ucapnya menyuapkan nasi pada Lista
Terdengar suara langkah kaki yang mendekat, Pria itu memberikan nampan itu pada Lista, sambil memberikan isyarat untuk tetap memakannya
"Kau memang cantik, pantas saja tuan Jack ingin memilikimu. Tapi aku harus membuatmu kehilangan anak dalam kandunganmu itu" ucap pria itu merubah wajahnya menjadi garang
Lista tak memperdulikan ucapan pria itu, dan Lista tetap makan
"Alex apa yang kau lakukan?" tanya Jack tiba-tiba
"Maafkan saya tuan, saya hanya ingin membuat wanita ini menyetujui untuk aborsi" ucap Alex pada Jack
"Cantik juga pilihan kakek untuk Jackie" ucap Jack yang ingin menyentuh Lista, Namun Lista menghindar
"Tuan, saya rasa tangan anda terlalu baik untuk menyentuh wanita itu" ucap Alex menghalangi Jack
"Benar juga. Tapi sayang, setelah anak itu mati, kau akan menjadi milikku" ucap Jack menatap Lista tersenyum licik
Sedangkan di kediaman Louis
"Sudah aku duga, ini memang rencana Jack" ucap kakek mengepalkan tangannya
"Tuan kita harus mencari tuan Jackie" ucap asisten kakek
"Aku akan membantu kalian" Tiba-tiba pria bertopeng itu muncul
"Siapa kau?" tanya kakek
"Anda tidak perlu tau siapa saya, yang penting Jackie sudah bersamaku" ucapnya
"Dimana Jackie?" tanya kakek
"Aku akan mengatakannya, tapi aku punya syarat untukmu" ucapnya
"Apa yang kau inginkan?" tanya kakek
__ADS_1
"Apa?" Entah apa yang di katakan pria bertopeng itu, membuat kakek terkejut
**Bersambung**