
"Apa yang kau katakan?" tanya Arvin
"Bos Arya tiba-tiba menghilang pagi tadi tuan" ucap salah satu anak buah Arya
"Apa kau sudah mencari di seluruh markas?" tanya Arvin menyelidik
"Sudah tuan, bahkan koper tuan muda masih berada di kamarnya" jawabnya
"Aku akan segera ke sana sekarang" ucap Arvin langsung mematikan ponselnya
"Mas ada apa?" tanya Lista penasaran
"Tidak ada apa-apa sayang. Aku mandi dulu" ucap Arvin langsung pergi ke kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya
Lista menyiapkan pakaian untuk Arvin bekerja, dan segera keluar untuk menyiapkan sarapan Arvin
Sekitar 30 menit, Arvin turun dengan pakaian yang sudah rapi
"Mas, sarapan dulu" ucap Lista
"Iya sayang" ucap Arvin lembut dan segera memakan sarapannya
"Sayang, hari ini kamu ke kantor di antar Bian ya, aku ada pekerjaan di luar" ucap Arvin berbohong
"Iya mas. Tapi di mana Daniel, dia belum datang?" tanya Lista
"Daniel ada pekerjaan lain sayang. Jadi dia tidak akan datang kemari" ucap Arvin tenang membuat Lista mennganggukkan kepalanya
Setelah sarapan Lista kembali ke kamarnya dan mengambil tas miliknya
"Bian, kau jaga nyonya muda, aku harap kejadian Daniel jangan sampai Lista mendengarnya" ucap Arvin pelan
"Baik tuan muda" jawab Bian membungkukkan badannya
"Bi, nanti bantu Lista beresin kamar ya" ucap Lista pada bi Ina
"Baik nyonya" jawab bi Ina
Lista berpamitan pada suaminya dan tak lupa dia mencium tangan suaminya, begitupun dengan Arvin mencium kening Lista lembut
"Silahkan nyonya" ucap Bian membukakan pintu mobil untuk Lista
"Terimkasih Bian" ucap Lista
"Bian, apa sudah terjadi sesuatu pada perusahaan?" tanya Lista pada Bian
"Kalau masalah itu saya tidak tau nyonya. Saya hanya kepala pengawal di kediaman tuan muda" jawab Bian
Saat sampai ditengah perjalanan, ada dua motor yang melaju ugal-ugalan di dekat mobil Lista
Bian mencoba mengklakson motor itu, namun mereka semakin menjadi dan semakin membuat onar
"Bian, awas hati-hati" ucap Lista takut
"Nyonya kencangkan sabuk pengaman anda" ucap Bian melihat kearah Lista
Lista menuruti kemauan Bian dan mengencangkan sabuk pengamannya
Bian mencoba menghindari kedua motor tersebut, namun siapa sangka motor itu memang mengincar mobil Lista
Tiba-tiba ponsel Lista berdering membuat Lista terkejut, dan tertulis nama Risa disana
"Ha... halo Risa" ucap Lista gemetar
"Lista kamu kenapa, kenapa begitu ramai?" tanya Risa, baru saja Lista akan menjawab tiba-tiba kaca mobil di samping Lista di hantam baru
"Aaakkh" pekik Lista dengan nafas tak beraturan, untung saja Lista duduk di sebelah kanan
__ADS_1
"Nyonya, apa anda baik-baik saja?"tanya Bian yang masih fokus pada kemudinya, Lista mengangguk ketakuatan
Bian menginjak pedal gasnya, untuk bisa melewati motor itu
"Door" satu tembakan melesat pada lengan Bian
"Biaan"
Di markas Arya
"Bagaimana Arya bisa tidak ada di markas?"tanya Arvin menatap anak buah Arya
"Saat kami akan ke ruang bawah tanah, saya melihat kamar bos Arya kosong dan hanya ada koper di kamarnya" jawab Dion salah satu anak buah Arya
Arvin meraih ponselnya dan menghubungi ketiga sahabatnya
Dion meretas cctv yang berada di jalan untuk menemukan bos mereka
"Bagaimana apa kau menemukan Arya?" tanya Arvin
"Saya tidak menemukan apapun. Tapi saya menemukan satu mobil yang mencurigakan" ucap Dion menunjukkan mobil sedan hitam
"Bagaimana apa kau menemukan sesuatu?" tanya Juan yang baru datang dengan kedua sahabatnya
" Belum, tapi ada mobil yang mencurigakan" ucap Arvin menunjukkan mobil hitam itu
"Aku akan meminta anak buahku melacak mobil itu" ucap Juan
"Kita harus memeriksa kamar Arya, siapa tau kita menemukan sedikit petunjuk" ucap Arvin berjalan menuju kamar Arvin dan diikuti ketiga sahabatnya
"Darren dimana Ethan?" tanya Arvin yang tak melihat Ethan
"Aku memintanya untuk tetap di apartemen" jawab Darren
"Bongkar koper Arvin" ucap Darren pada Juan, Juan membongkar koper Arya dan mereka tak menemukan apapun di sana
"Apa maksudmu?" tanya Darren menatap Reyhan
"Aku rasa ada yang mengawasinya, sehingga Arya tiba-tiba menghilang" ucap Reyhan menunjukkan ponsel milik Arya yang tertulis beberapa pesan di ponsel milik Arya
"Dan disini juga tertulis dia sudah menyiapkan orang untuk menggantikan posisinya" ucap Reyhan
"Siapa?" tanya Darren
"Bukankah kalian tau siapa orangnya" ucap Reyhan
"Jadi dia yang akan menggantikan Arya disini" ucap Darren menatap ketiga sahabatnya
"Tidak apa. Segera hubungi dia dan minta dia untuk menemui kita" ucap Arvin
Setelah itu, ponsel Arvin berdering dan tertera nama Daniel di sana
"Halo ada apa Daniel?" tanya Arvin
"Tuan gawat, nyonya muda dan Bian sepertinya dalam masalah" ucap Daniel panik
"Apa yang kau katakan Daniel?" tanya Arvin mengerutkan keningnya
"Saat Risa menghubungi nyonya muda, terdengar suara berisik, dan juga Risa mendengar teriakan nyonya muda" ucap Daniel
"Saya juga sudah mengirim anak buah saya untuk melindungi nyonya muda" ucap Daniel
"Darren lacak keberadaan Lista, dia dalam bahaya" ucap Arvin dan mematikan ponselnya
"Apa, Lista dalam bahaya?" tanya Darren terkejut, Arvin menganggukkan kepalanya
Tanpa menunggu lama, Darren meraih laptop Arya dan melacak keberadaan Lista
__ADS_1
"Aku menemukannya, aku akan mengirimkannya padamu" ucap Darren, Arvin mengangguk
"Kalian tetap disini, aku akan mencari Lista" ucap Arvin
"Pergilah" ucap Juan
"Arvin lindungi Lista" ucap Darren menatap wajah Arvin sendu
"Itu tanggung jawabku untuk melindungi istriku" ucap Arvin menepuk bahu Darren
.
.
Disisi Lista
"Biaan" pekik Lista saat tangan Bian terkena tembakan
"Jangan khawatir nyonya, saya baik-baik saja" ucap Bian tetap fokus di depan
"Pyar..." kaca samping kiri Lista kembali pecah karena ulah pria bermotor itu
"Aaakh" Lista kembali berteriak ketakutan
"Bian, lebih cepat" ucap Lista pucat
Bian mendadak menghentikan mobilnya saat melihat sebuah mobil hitam yang dia kenal berhenti di depannya
"Nyonya lepas sabuk pengaman anda" ucap Bian, Lista menuruti perkataan Bian
"Nyonya mari ikut saya" tiba-tiba ucap pria yang mengenakan pakaian jas serba hitam dan kacamata hitam
"Nyonya, tidak apa. Mereka utusan Daniel" ucap Bian yang membalut lukanya dengan kain
Sedangkan beberapa dari anak buah Daniel menghajar para pemotor itu
"Nyonya, anda tetap di dalam mobil" ucapnya, Lista mengangguk pelan
Lista ketakutan saat pria pemotor itu menghampiri Lista dan dengan sigap Bian melindungi nyonya mudanya itu
Beberapa saat kemudian Bian dan anak buah Daniel dapat melumpuhkan pria pemotor itu
Melihat mereka sudah terkapar, Lista memegang dadanya dan bernafas dengan lega
Namun seorang pria masuk ke mobil membuat Lista terkejut
"Mas Arvin" ucap Lista memeluk suaminya itu
"Sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Arvin membalas pelukan Lista. Lista menggelengkan kepalanya
"Tapi aku takut mas" ucap Lista sedikit gemetar
Arvin memegang tangan Lista yang terluka akibat goresan kaca tadi
"Maafkan aku, aku yang tidak melindungimu dengan baik. Maafkan aku" ucap Arvin memeluk erat Lista
"Mas, Bian terluka dia terkena tembakan tadi" ucap Lista menatap Arvin
"Kamu tenang saja, Bian sudah dibawa kerumah sakit" ucap Arvin lembut sambil mengelus pipi mulus Lista
"Mas, kita pulang ya?" ajak Lista, Arvin mengangguk
"Kita pulang" ucap Arvin pada anak buah Daniel
"Baik tuan" jawabnya
"Siapapun mereka, aku tidak akan pernah memaafkan kalian yang berani membuat istriku ketakutan"
__ADS_1
**Bersambung**