
"Di markas Arya...
Lexi tetap berada di markas sambil memantau keadaan disana, dan mengawasi sekitaran rumah Prasetya
Lexi terdiam saat dirinya mengingat perkataan Reki sambil menghisap rokoknya
Flashback On
"Katakan padaku, siapa yang menyuruhmu?" tanya Lexi
"Aku tidak perlu mengatakannya padamu" ucap Reki tanpa menatap Lexi
"Benar juga, kau memang tidak harus mengatakan padaku" ucap Lexi mengangguk
"Tapi sayangnya kau sudah tak berguna bagi mereka" ucap Lexi, Reki menatap Lexi tajam
"Pria bernama Athan itu sudah tidak akan pernah membantumu. Dia meninggalkanmu tanpa membebaskanmu lebih dulu" ucap Lexi tersenyum miring, Reki tertawa
"Walaupun dia tidak membantuku, tapi aku sangat senang. Pasti saat ini Arvin sudah menderita" ucap Reki tertawa membuat Lexi mengerutkan keningnya
"Apa kau yakin jika Arvin menderita?" tanya Lexi
"Tentu saja aku yakin, karena aku berharap Lista mati dan membuat Arvin hancur" ucap Reki
"Yang pasti, sebelum Arvin mengetahui keberadaan Lista, dia sudah mati" ucap Reki tertawa puas, Lexi mengerutkan keningnya
"Jika sesuatu terjadi pada nyonya Lista, aku akan membuatmu mati mengenaskan" ucap Lexi meninggalkan Reki
"Aku memunggumu melakukan hal itu padaku" ucap Reki tertawa
"Tetap jaga dia" ucap Lexi pergi menuju mobilnya
Flashback Off
"Semoga saja nyonya Lista baik-baik saja" ucap Lexi menatap komputer di hadapannya sambil menghela nafasnya berat
"Bang, kenapa kau terlihat murung?" tanya Salah satu anak buahnya
"Tidak apa" jawab Lexi menghela nafasnya dan Lexi meraih ponselnya dan menghubungi Ryo
"Halo bang" ucap Ryo dari seberang
"Ryo, bagaimana keadaan disana?" tanya Lexi
"Sangat buruk bang" jawab Ryo
"Katakan dengan jelas" ucap Lexi tegas
"Nyonya muda berada di rumah sakit" jawab Ryo pelan
"Ke...kenapa nyonya muda di rumah sakit?" tanya Lexi berdiri
"Aku juga tidak tau jelasnya, karena tuan Juan dan tuan Reyhan memintaku tetap berada di markas" ucap Ryo menjelaskan
"Baiklah, aku akan menghubungi Bos Arya nanti" ucap Lexi mematikan ponselnya
"Apa benar yang Reki katakan?" ucap Lexi mendudukkan dirinya dengan kasar
"Tidak mungkin, nyonya Lista pasti akan baik-baik saja" ucap Lexi mencoba tenang
.
.
***
Di bandara Amerika, Elin dan Ramon tergesa-gesa menuju rumah sakit saat mendapat kabar Lista berada dirumah sakit
__ADS_1
"Papi ayo cepat pi, mami khawatir" ucap Elin
"Mami, pelan-pelan" ucap Ramon yang sebenarnya juga khawatir pada menantunya, tapi juga khawatir pada istrinya
"Mami tidak bisa pelan pi, bagaimana keadaan Lista" ucap Elin yang yang langsung menghentikan taxi
Tak berapa lama, Elin dan Ramon sudah sampai di rumah sakit
"Tante" panggil Reyhan
"Rey, dimana Lista?" tanya Elin
"Dia berada di ruang sebelah sana. Daniel sedang berjaga di luar pintu" ucap Reyhan, Elin segera menuju arah yang dikatakan Reyhan
"Daniel" panggil Elin
"Mami papi" ucap Daniel
"Bagaimana keadaan Lista?" tanya Ramon
"Nyonya muda berada di dalam" ucap Daniel
"Arvin dimana?" tanya Elin
"Tuan muda berada di dalam, dari semalam dia tidak keluar dari ruang rawat nyonya" ucap Daniel
"Baiklah, mami akan masuk dulu" ucap Elin, Daniel mengangguk
Saat Elin dan Ramon masuk, Elin melihat Arvin tidur sambil duduk di samping Lista
Elin tak kuasa menahan tangisnya saat melihat putranya menjadi seperti orang yang frustasi
"Pi, lihatlah Arvin" ucap Elin mengelus kepala Arvin yang saat itu tengah tertidur
"Mi biarkan Arvin tidur, dia pasti sangat lelah" ucap Ramon
"Mami papi" ucap Arvin membuka matanya saat mendengar suara kedua orang tuanya itu
Arvin memeluk maminya erat, Elin mengerutkan keningnya karena dia tidak tau apa yang terjadi pada Lista sebenarnya
"Arvin ada apa, kenapa kau seperti ini, Lista tidak apa-apa kan?" tanya Elin
"Mi, aku sudah kehilangan anakku, dan aku tidak mau kehilangan Lista" ucap Arvin memeluk maminya erat
"Apa yang kamu katakan Arvin?" tanya Elin mendorong pelukan Arvin pelan
"Anakku tidak bisa di selamatkan mi, dan sekarang Lista sedang koma" ucap Arvin menatap istrinya
"Mi, maafkan Arvin, Arvin tidak bisa menjaga Lista dengan baik" ucap Arvin lagi
"Ini bukan salahmu Vin, ini sudah takdir" ucap Ramon menepuk bahu Arvin
"Kalau saja Arvin lebih cepat menemukan Lista, ini pasti tidak akan terjadi" ucap Arvin menggelengkan kepalanya
"Lista, bangun sayang" ucap Elin menggenggam tangan menantunya itu
"Lista, apa kamu tidak melihat suamimu yang terlihat sangat hancur melihat kamu seperti ini sayang" ucap Elin lagi menangis
"Lista ayo bangun, Arvin membutuhkan kamu nak" ucap Ramon tepat di telinga Lista.Terlihat air mata Lista mengalir
"Pi, Lista menangis pi" ucap Elin
"Mami dan papi tau, kamu mendengarkan perkataan mami sayang, ayo bangun ya" ucap Elin lembut
"Arvin, istirahatlah. Mami dan papi yang akan menjaga Lista" ucap Elin, Arvin mengangguk
Arvin bejalan keluar ruang rawat Lista dengan langkah gontai
__ADS_1
"Daniel, kita ke tempat Arya" ucap Arvin pelan dan berjalan menuju tempat Arya
"Baik tuan muda" ucap Daniel dan langsung mengikuti langkah tuan mudanya itu
***
Di kediaman Charles, Darren dan Ethan sedang menunggu kedatangan Robert
"Darren apa benar yang menculik Lista Daddy?" tanya Ethan
"Aku juga tidak tau" jawab Darren singkat
"Darren kenapa kau datang tidak memberi kabar dulu" ucap kakek Charles
"Aku kemari karena mengikuti adikku yang di culik" jawab Darren cepat
"Apa, siapa yang menculik cucuku" ucap Charles duduk di hadapan Darren dan Ethan
"Kakek, apa kakek tau siapa pria bernama Athan?" tanya Darren membuat Ethan yang saat itu minum tersedak
"Kenapa kau begitu terkejut Ethan?" tanya Darren dengan wajah datar
"Kau bilang siapa tadi, Athan?" tanya Ethan menatap Darren
"Iya kenapa?" ucap Darren
"Jadi benar Daddy yang melakukannya" ucap Ethan pelan
"Apa kau tau siapa Athan?" tanya Darren
"Jonathan, di sini memang dia menggunakan nama Athan" ucap kakek Charles
"Ta...tapi kenapa Daddy melakukan ini?" tanya Ethan tak percaya
"Itulah yang sebenarnya ingin aku tanyakan pada paman" ucap Darren
"Selama ini, Robert berbohong padaku. Dia bilang Lista baik-baik saja" ucap kakek Charles
"Saat itu Lista berada di kediaman Jack, sepertinya memang Athan sengaja membawanya ke sana" ucap Darren
"Kurang ajar, apa yang sebenarnya Robert lakukan" ucap Kakek terlihat marah
"Kek, apa memang benar, Lista akan dijodohkan dengan Jackie?" tanya Ethan, Kakek mengangguk
"Tapi sekarang Lista sudah menikah, dan kakek tidak bisa terus menjodohkan Lista dengan Jackie" ucap kakek
Tak berapa lama Robert datang bersama Jonathan
"Darren, Ethan kalian kenapa di sini?" tanya Robert
"Aku ingin bertemu dengan paman" ucap Darren
"Ada apa, kenapa kamu ingin bertemu denganku?" tanya Robert
"Kenapa paman meminta dia menculik Lista?" tanya Darren menunjuk Jonathan dengan kepalanya membuat Robert terkejut
"Untuk apa Jonathan menculik adikmu?" tanya Robert
"Kenapa Daddy bertanya pada Darren, seharusnya Daddy bertanya pada Jonathan" ucap Ethan menatap Daddynya
"Jelaskan Jonathan" ucap kakek, Jonathan menatap Robert
"Maafkan saya tuan, saya tidak pernah menculik nona Lista" jawab Jonathan cepat
"Jangan berbohong padaku Athan" ucap Darren yang membuat Jonathan terkejut
"Maafkan saya tuan, saat tuan Ethan meminta saya kembali, saya langsung kembali ke Amerika dan tak pernah kembali ke Indonesia" ucap Athan, Darren dan Ethan terdiam
__ADS_1
"Darren, sebaiknya kita cari tau lebih dalam, jika bertanya dia tidak akan menjawab" jawab Ethan berbisikberbisik, Darren mengangguk
**Bersambung**