
Di negara lain...
"Bagaiamana apa kau sudah menemukan siapa pria bertopeng itu?" tanya Jack
"Saya sudah mencari tau dia, tapi saya tidak menemukan jejak apapun tentang pria itu tuan" jawab Alex
"Anak buahku juga tidak bisa menemukan siapa pria bertopeng itu" ucap Jack kesal
"Saya rasa pria bertopeng itu bukanlah orang biasa. Dia menghilang setelah melukai saya" ucap Alex
"Menarik sekali dia" ucap Jack tersenyum smirk
"Alex persiapkan ruang meeting, kita akan ada meeting 10menit lagi" ucap Jack
"Baik tuan" ucap Alex memgangguk sopan
Satu jam berlalu, Jack dan Alex telah menyelesaikan meetingnya, Alex mengantar Jack kembali di kediaman Louis
"Tuan, kenapa tiba-tiba anda ingin kembali di rumah utama Louis?" tanya Alex
"Apalagi kalau bukan untuk kakek segera menyerahkan hartanya kepadaku" ucap Jack
"Bagaiamana jika tuan besar masih menolak?" tanya Alex
"Aku akan gunakan kekerasan pada kakek" ucap Jack tersenyum licik
Setelah sampai di kediaman Louis, Jack tanpa permisi langsung masuk keruang kerja kakek
"Apa begini caramu bertamu, kau sama sekali tak punya aturan" ucap Kakek
"Sudahlah kek, aku tidak mau basa-basi lagi, aku hanya minta, kakek segera menyerahkan semua harta kakek padaku" ucap Jack duduk di hadapan kakek
"Sampai kapanpun aku tidak akan menyerahkan hartaku padamu" ucap Kakek menatap Jack
"Jika kakek masih ingin menikmati dunia ini, cepat kakak berikan padaku" ucap Jack mengeluarkan pistolnya
"Walaupun aku harus mati ditanganmu aku tidak akan menyerahkan padamu. Aku sudah memilih Jackie, hanya dia kandidat terbaik dan yang pantas menerimanya" ucap Kakek
"Kakek lupa apa yang sudah dilakukan Jackie pada keluarga Louis, dia mempermalukan keluarga Louis" ucap Jack lantang
"Aku tidak perduli apa yang dilakukan Jackie, bagaimanapun dia adalah pewaris tunggal keluarga Louis" ucap Kakek tegas membuat Jack mengepalkan tangannya dan marah
"Kakek kau jangan menguji kesabaranku" ucap Jack
"Walau kau tidak menjadi pewaris Louis kau bisa mendapatkan uang dari beberapa geng mafia diluar sana" ucap Kakek tanpa menatap Jack
"Door" satu tembakan lolos dari pistol Jack
"Biarpun kau membunuhku sekarang, kau tidak akan pernah menjadi pewaris keluarga Louis" ucap Kakek menatap Jack , dan keluar dari ruang kerja miliknya
"Sial, apa yang harus aku lakukan pada pria tua itu" umpat Jack
Jack sengaja menembak dinding disamping kakek, hanya untuk mengancam kakek
Tanpa dia sadari seseorang tersenyum di balik pintu ruang kerja kakek
.
.
Di tempat lain...
__ADS_1
"Jack kau kurang ajar, aku akan membunuhmu jika kau berani menyentuh kakekku" ucap Jackie yang melihat perlakuan Jack dari kamera pengawas yang sengaja di pasang oleh pria bertopeng itu
"Aku sebenarnya masih bingung, bagaimana bisa kau diasingkan" ucap Kevin anak buah pria bertopeng itu
"Ini semua karena Jack yang menjebakku" ucap Jackie geram
Flashback On
3 tahun lalu, Kakek mengumumkan bahwa Jackie yang akan menjadi pewaris keluarga Louis
Jack mengepalkan tangannya dengan wajah penuh amarah. Kemudian Jack keluar dan memanggil beberapa geng mafia untuk membantu dirinya
"Jackie selamat kau akan menjadi pewaris keluarga Louis" ucap Jack memberikan segelas minuman pada Jackie
"Terimkasih Jack, kau memang saudara yang selalu pengertian" ucap Jackie menenggak minumnya
Namun tiba-tiba Jackie merasa pusing dan penglihatannya kabur, dan setelah itu Jackie ambruk di hadapan Jack
Jack tersenyum dan meraih ponselnya
"Lakukan sekarang" ucap Jack,
.
.
Keesokan paginya, Jackie terbangun dan sudah ada pria yang tidur di sampingnya
"Siapa kau?" tanya Jackie menatap pria itu
"Apa kau lupa semalam memanggilku dan memnintaku untuk menemanimu" ucap pria itu tersenyum
"Bagaiamana bisa pewaris Louis seorang yang seprti itu" ucap salah satu wartawan itu sinis
"Sungguh menjijikkan" ucap yang lain
"Tidak kalian jangan percaya, kakek aku sungguh tidak tau" ucap Jackie
"Mulai sekarang kau akan diasingkan" ucap Kakek geram bercampur malu, lalu meninggalkan Jackie di kamar hotel itu bersama beberapa wartawan
Flashback Off
"Kau sungguh sangat sial" ucap Kevin menggelengkan kepalanya
"Lalu, apa kau tau dari mana dia mendapatkan beberapa aset yang sekarang dia miliki?" tanya Kevin
"Tentu saja dari bermain j**i dan bantuan dari beberapa geng mafia" jawab Jackie
"Apa kau tau bagaimana cara membuat Jack hancur?" tanya Jackie menatap Kevin
"Tentu saja, kita harus menghancurkannya dari bawah" Kevin tersenyum licik
.
.
.
Di tempat lain
Lista sudah berada di rumah dengan ditemani Lula dan Bian
__ADS_1
"Lula, lebih baik kau istirahat, kau juga tidak istirahat kan" ucap Lista pelan
"Tidak apa-apa kak, aku ingin menemani kak Lista" jawab Lula, Lista menatap wajah Lula yang cantik
"Lula, apa kau menyukai mas Arvin?" tanya Lista menatap Lula lembut
"Tentu saja. Siapa yang tidak akan suka pada kak Arvin" jawab Lula membuat Lista membelalakkan matanya
"Tapi kak Arvin sudah menikah, dan aku tidak mau berebut dengan wanita hamil seperti kak Lista" ucap Lula ketus membuat Lista terkekeh
"Kenapa kak Lista tertawa, lagipun dari dulu kak Arvin tidak menyukaiku, dia hanya menganggapku sebagai teman dan adik, ya walau kadang dia dingin padaku" ucap Lula apa adanya
"Kau pasti akan mendapatkan pria yang lebih baik dan bisa menyayangimu melebihi mas Arvin" ucap Lista menepuk kepala Lula lembut
"Tentu saja, aku kan cantik" ucap Lula mengibaskan rambutnya membuat Lista tertawa
"Bagaiamana kalau aku jodohkan dengan kak Darren?" tanya Lista
"Kak, apa kau pikir wajahku ini pantas untuk om om seperti dia" ucap Lula mengerucutkan bibirnya
"Usia kak Darren mungkin sama dengan mas Arvin" ucap Lista
"Tapi tetap saja dia seorang om om bagiku" ucap Lula kesal
"Maaf nyonya muda, sudah waktunya makan malam. Apa perlu saya bawakan kemari?" tanya Bian
"Tidak perlu Bian, aku akan makan di bawah" ucap Lista dan turun dari ranjang menuju meja makan
"Apa mami dan papi tidak pulang?" tanya Lista
"Tuan besar sedang berada di perusahaan dan nyonya besar berada di rumah sakit" ucap bibi, Lista hanya mengangguk
Lista menatap beberapa hidangan, namun dirinya tak berselera untuk makan
"Nyonya, apa anda ingin yang lain?" tanya bibi, Lista mwnggelengkan kepalanya
"Kak, makan dulu, ingat pesan dokter Alia" ucap Lula
"Iya Lula" ucap Lista yang mengambil lauk yang dia inginkan
Tak berapa lama, ponsel Lista tiba-tiba berdering tertera nama suamiku disana
"Halo mas" ucap Lista
"Sayang, apa kamu sudah makan malam?" tanya Arvin lembut
"Ini lagi makan mas" jawab Lista
"Makan yang banyak, besok aku sudah pulang" ucap Arvin
"Benarkah, syukurlah mas" ucap Lista senang
"Pacawan muwu" ucap Lula yang berbicara dengan penuh makanan di mulutnya membuat Lista tertawa
"Kamu ngomong apa sih Lula?" tanya Lista tertawa
"Pacaran mulu yang lain numpang" ucap Lula kesal membuat Lista kembali tertawa dan Arvin hanya tersenyum mendengar suara tawa istrinya itu
"Baiklah aku matikan, makan yang banyak" ucap Arvin dan mematikan ponselnya
** Bersambung**
__ADS_1