Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 22


__ADS_3

Keesokan harinya, Lista dan Arvin sudah berada di rumah sakit untuk menemani Darren menggantikan Juan dan Cantika


"Mas, apa keluarga kak Darren tau kalau dia masuk rumah sakit?" tanya Lista


"Tentu saja tau sayang" jawab Arvin


"Tapi kenapa mereka tidak datang untuk menemani kak Darren?" tanya Lista penasaran


"Keluarga Darren tidak disini, mereka berada di luar negri" jawab Arvin, Lista hanya mengangguk


"Permisi" tiba-tiba sorang perawat masuk dengan membawa nampan berisi suntikan dan obat obatan


"Suster, apa dokter Reyhan sudah datang?" tanya Lista


"Sudah nona, sebentar lagi dia akan kemari" jawab Suster


Lalu suster itu memasukkan beberapa obat ke dalam infus Darren


Lista mendekati Darren, dan menggenggam erat tangan Darren


"Kak Darren, kapan kak Darren akan bangun?"tanya Lista yang tentu saja tidak akan dijawab oleh Darren


"Apa kau tau kak, pasti semua anak-anak di kampus mencarimu. Walau kau baru menjabat Dosen, kau langsung terkenal akan ketampanan dan ketegasanmu" ucap Lista yang masih menggenggam tangan Darren


Sebenarnya Arvin sedikit kesal, tapi tak apalah bagaimanapun Darren yang menyelamatkan dirinya dan Lista


"Hemmh" lenguh Darren tiba-tiba dan perlahan membuka matanya


"Mas Arvin kak Darren sadar" ucap Lista, Arvin yang saat itu sedang duduk si sofa sambil menatap berkas ditangannya pun segera berdiri menghampiri Darren


"Darren kau sudah sadar" ucap Arvin


"Darren kau sudah sadar?" tanya Reyhan yang baru masuk, dan memeriksa keadaan Darren


"Bisa ambilkan aku minum" ucap Darren dengan suara yang masih lemah


Arvin dan Reyhan membantu Darren untuk duduk dan Lista memberikan minum pada Darren


"Darren, apa ada yang tidak nyaman?" tanya Reyhan, Darren tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


"Kak Darren" ucap Lista tiba-tiba dia memeluk Darren


"Lista kanapa kau menangis?" tanya Darren dengan pelan sambil membalas pelukan Lista


"Terimakasih, kalau bukan karena kak Darren mungkin aku yang berada disini" ucap Lista menangis


"Jangan menangis. Aku hanya melindungi adikku" ucap Darren, Lista langsung melepas pelukannya dan menatap Darren


"Adik?" tanya Lista bingung, begitupun dengan Reyhan dan Arvin yang saling pandang


Melihat wajah bingung Lista, Darren hanya tersenyum


"Bukankah kau sendiri yang bilang akan menjadi adik kak Darren supaya dapat nilai bagus" ucap Darren membuat Lista menunduk malu


"Dimana yang lain?" tanya Darren


"Mereka pergi, nanti malam akan berkumpul" ucap Reyhan


"Darren maafkan aku, aku pernah salah paham padamu" ucap Arvin, Darren menatap Arvin lalu berganti pada Reyhan


"Kenapa kau diam, apa kau tak memaafkanku?" tanya Arvin memgerutkan keningnya


"Aku sudah memaafkanku, lagipun aku tau saat itu kau cemburu padaku" ucap Darren tersenyum


"Lista terimakasih kau sudah merubah Arvin menjadi seorang manusia" ucap Darren

__ADS_1


"Apa kau pikir dulu aku iblis?" tanya Arvin kesal


"Bukankah begitu?" ucap Reyhan tertawa


"Manusia, maksud kak Darren apa?" tanya Lista bingung


"Arvin yang dulu tidak akan pernah mengucapkan kata maaf atau terimaksih" ledek Reyhan yang membuat Arvin memukul kepalanya


"Sial, kenapa kau memukulku?" tanya Reyhan menggosok kepalanya


"Tidak ada aku suka" jawab Arvin datar


.


.


Sedangkan ditempat lain...


"Lepaskan aku, aku tidak ingin berada disini" ucap Lista yang hanya bisa berteriak tanpa bisa menggerakkan badannya


"Percuma saja kau berteriak, mereka tidak akan melepaskanmu" ucap Evan tenang


"Kenapa kau bisa setenang ini?" tanya Citra


"Apa yang bisa aku lakukan" ucap Evan menunjukkan kakinya yang sudah membusuk


"Mama juga tidak bisa bergerak, tangan dan kaki mama sudah dipatahkan oleh Arvin dan anak buahnya" ucap Ratna


"Lepaskan aku, kenapa kalian tak langsung membunuhku saja" ucap Citra


"Kau sangat berisik" ucap Arya yang tiba-tiba muncul


"Kenapa kau tak langsung membunuhku?" tanya Citra


"Sebenarnya itu permintaan Arvin langsung membunuh kalian. Tapi jika kalian langsung mati, itu sangat tidak menyenangkan" ucap Arya memainkan pisau lipatnya


"Sialan kau" ucap Evan, melempar Arya dengan sepatu busuk Evan


"Bos ada kabar baik, tuan Darren sudah sadar" ucap salah satu pengawal Arya


"Benarkah, baiklah karena hari ini aku merasa bahagia, kau bawa pria itu ke hutan belakang. Aku yakin Lion sudah lama menantikan daging manusia" ucap Arya yang membuat Evan ketakutan


"Baik bos" jawabnya


Kedua pengawal Arya masuk ke penjara dan menyeret Evan menuju hutan belakang rumah Arya


"Tidakk... tidak... tidaaaak" teriak Evan histeris saat kedua pengawal itu menyeretnya membuat Citra dan Ratna ngeri


"Tapi kalian tenang saja, nanti akan ada giliran kalian yang akan menjadi salah satu mangsa peliharaanku" ucap Arya tertawa membuat Citra dan Ratna ketakutan


.


.


Malamnya


Sahabat Arvin dan sahabat Lista sudah berada di rumah sakit


Lista dapat melihat Cantika dan Juan yang sudah tidak malu-malu mempublikasikan hubungan mereka


Entah mengapa Lista merasa aneh pada Risa, biasanya dia akan selalu aktif bertanya atau ngemil, tapi kali ini dia hanya diam menunduk


"Cantika, kok Risa diam aja dari tadi?" tanya Lista berbisik


"Iya tumben banget" jawab Cantika

__ADS_1


"Aku denger dia sedikit naksir sama asisten pribadi Arvin" ucap Viona juga ikut berbisik


"Benarkah, Risa suka sama Daniel?" tanya Lista antusias


"Bantuin kenapa, biar dia gak halu sama cogan lagi" ucap Cantikan


"Setuju" ucap Lista dan Viona kompak


"Kalian lagi ngapain sih?" tanya Reyhan


"Hust, cowok gak boleh ikut" ucap Lista


"Cih dasar wanita" ucap Reyhan kesal


Setelah itu, Lista dapat melihat wajah Risa merah saat dekat dengan Daniel. Sebenarnya Daniel juga grogi, tapi Daniel tipe orang yang tenang dan dapat mengontrol perasaannya


Lista yang dari tadi menatap Risa dan Daniel tak bisa menahan senyumannya


"Sayang kamu kenapa?" tanya Arvin pelan


"Mas coba lihat, Risa dan Daniel sepertinya saling suka" ucap Lista merangkul lengan Arvin


"Lalu kenapa, apa kamu cemburu?" tanya Arvin


"Iih kok cemburu sih, ya aku pingin nyatuin mereka" jawab Lista


"Sudah jangan ikut campur, biarkan mereka sendiri yang saling mengaku" ucap Arvin pelan


"Ekhem... ekhem, woi lihat kondisi bisa gak. Kalau mau mesra-mesraan jangan disini, disini banyak jomblo" ucap Arya


"Sayangnya aku gak jomblo" ucap Juan, Reyhan mengangguk


"Daniel kau masih jomblo?" tanya Arya


"Tidak tuan, saya sudah punya kekasih" jawab Daniel


Lista dan kedua sahabatnya di buat terkejut dengan ucapan Daniel


"Siapa kekasihmu?" tanya Juan penasaran


"Risa tuan" ucap Daniel


"Uhuk... uhuk... uhuk" Lista terdesak minumannya saat mendengar pengakuan Daniel


"Sayang kamu gak papa?" tanya Arvin


"Gak papa mas" jawab Lista


"Jadi kalian udah jadian?" tanya Lista menatap Daniel dan Risa


"Iya nyonya, kami baru kemarin berkencan" ucap Daniel, sedang Risa menunduk malu


Viona dan Cantika kesal karena Risa tidak cerita. Risa melihat ketiga sahabatnya yang sepertinya sudah siap untuk menerkam Risa


"Risa" ucap ketiganya pelan namun terdengar menakutkan di telinga Risa


Setelah itu, Lista dan ketiga sahabatnya keluar untuk mencari udara segar dan membuat perhitungan pada Risa


.


"Dugaanku selama ini benar, Lista adikku" ucap Darren


"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Reyhan


"Untuk sementara biarkan seperti ini dulu. Aku mendapat kabar kalau ada seseorang sedang mengawasi gerak gerikku" ucap Darren

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, dibalik pintu ada seseorang yang sedang mendengarkan pembicaraan ke empat sahabat itu


**Bersambung**


__ADS_2