Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
Draft


__ADS_3

"Bagaimana dengan Lista, apa kau juga tak memperhatikannya?" ucap Arvin menatap Dareen


"Apa maksudmu?" tanya Darren yang bingung dengan perkataan Arvin yang sedikit ketus padanya


"Dia istriku, tapi kau masih saja mendekati Lista" ucap Arvin dengan suara sedikit meninggi, Darren tersenyum smirk


"Kenapa jika aku mendekati Lista, lagipun pernikahanmu hanya kontrak, jadi tak masalah buat aku mendekati Lista" ucap Darren yang semakin membuat amarah Arvin meningkat


"Jika kau berani mendekati Lista, aku akan membunuhmu" ucap Arvin yang menatap Darren tajam


"Arvin, aku akan membawamu ke ruang bawah tanah" ucap Arya mendorong kursi roda Arvin


"Darren, kenapa kau memancing amarah Arvin?" tanya Juan, tanpa menjawab Darren segera meninggalkan markas Arya


Reyhan dan Juan mengikuti Darren yang juga keluar dari markas


Di ruang bawah tanah


"Katakan siapa yang membayarmu?" tanya Arvin dingin


"Aku tidak tau" jawabnya


"Apa kau mau mati?" tanya Arvin


"Apa kau bisa membunuhku, kau hanya bisa memerintah anak buahmu yang bodoh itu" ucap pria itu meledek Arvin


"Kalau anak buahku bodoh, kau tidak akan berada di sini" ucap Arvin menyeringai


"Sebaiknya kau katakan siapa tuanmu, aku berjanji akan mengampunimu" ucap Arya sambil memainkan pisau lipatnya


"Aku tidak akan mengatakannya" ucap pria itu cepat


"Sungguh anjing yang setia" ucap Arvin melempar pisau lipatnya, dan hampir mengenai wajah pria itu


"Kalau begitu, aku akan membiarkanmu disini sampai kau membusuk" ucap Arya, dan mendorong kursi roda Arvin keluar dari ruang bawah tanah


"Istirahatlah disini, aku akan mengambilkan kamu minum dulu" ucap Arya, Arvin mengangguk


"Lista, apa kau tak merindukanku sama sekali. Apa kau benar-benar ingin bercerai dengan ku" ucap Arvin menatap langit-langit kamar Arya


Di sisi Darren...


"Darren, apa kau benar memiliki perasaan pada Lista?" tanya Juan


"Apa kau berpikir aku akan merebutnya dari Arvin?" tanya Darren


"Jangan jawab pertanyaanku dengan pertanyaanmu" ucap Juan


"Darren apa benar kau memiliki perasaan pada Lista?" tanya Reyhan, tanpa menjawab Darren pergi meninggalkan mereka


"Pergilah, jangan ikuti aku" ucap Darren melajukan mobilnya dengan kencang


Juan dan Reyhan hanya menghela nafasnya dalam


.


.


Esok harinya...


"Bi, apa mas Arvin belum turun?" tanya Lista

__ADS_1


"Tuan muda tidak pulang semalam nyonya" jawab bi Ina


"Tidak pulang?" tanya Lista, lalu dia menganggukkan kepalanya


"Anda mau kemana nyonya?" tanya bi Ina yang melihat Lista keluar


"Tidak ada, aku hanya ingin mencari udara segar" jawab Lista


Lista langsung keluar, dan menuju taman belakang rumah Arvin


"Kemana semua bunganya, dan bangku ini juga sudah berubah" ucap Lista


"Nyonya" sapa Bian


"Bian, kemana semua bunga-bunga disini?" tanya Lista


"Tuan muda meminta orang untuk membersihkan taman ini nyonya" jawab Bian


"Kenapa tiba-tiba?" tanya Lista


"Anda bisa bertanya pada tuan muda" ucap Bian yang tidak ingin mencampuri urusan tuannya


"Baiklah aku akan ke kampus" ucap Lista


"Baik nyonya, saya akan menyiapkan mobil untuk anda " ucap Bian


.


Saat sampai kampus...


"Lista" panggil seorang pria yang tak asing baginya


"Reki ada apa?" tanya Lista


"Aku tidak bisa, aku ada janji lain" ucap Lista berbohong


"Oh, baiklah" jawab Reki terlihat kecewa


"Tapi kenapa kau sendirian?" tanya Reki


"Mungkin aku yang terlalu pagi" jawab Lista mengangkat bahunya


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita ke kantin dulu" ajak Reki


"Boleh, ayo" jawab Lista berjalan santai


Tanpa mereka sadari, sepasang mata mengawasi mereka dengan menyeringai


.


.


Sementara itu...


"Kurang ajar, kita gagal lagi. Ternyata si cacat itu tidak bisa di remehkan" ucap pria paruh baya itu


"Aku punya rencana tuan" ucap wanita itu tersenyum


"Katakan apa rencanamu Citra?" tanya pria itu


"Kita harus menyerang kelemahannya" ucap Citra, pria paruh baya itu pun berpikir sejenak

__ADS_1


"Benar, kita harus menculik kelemahan Arvin" ucapnya tertawa


"Bilang pada putraku, untuk segera menculik istri Arvin" sambung pria itu


"Baik tuan" jawab Citra


"Bagus dengan begini aku bisa segera menghabisimu Lista" ucapnya tersenyum sinis


Setelah pulang kampus, Lista langsung menuju mobil yang biasa Bian gunakan untuk menjemputnya


"Daniel,kenapa kau yang menjemputku, di mana Bian?" tanya Lista


"Bian sedang ada pekerjaan lain nyonya" jawab Daniel, Lista menganggukkan kepalanya


"Nyonya, maafkan saya jika saya lancang pada anda" ucap Daniel, Lista menatap Daniel dia bingung dengan apa yang di katakan Daniel


"Saya harap anda mau mempertimbangkan lagi untuk bercerai dengan tuan muda" ucap Daniel, Lista hanya diam


"Selama ini tuan muda tidak bisa melupakan masa lalunya. Tapi hadirnya anda di kehidupan tuan muda merubah segalanya" ucap Daniel, yang membuat Lista tersenyum getir


"Apa yang sudah aku rubah?" tanya Lista menatap luar jendela


"Anda dapat merubah tuan menjadi seorang pria yang hangat. Anda sangatlah istimewa untuk tuan muda" ucap Daniel, Lista mentap Daniel


"Tuan muda pernah berkata, wanita pertama yang masuk rumahnya, dia yang akan menjadi nyonya Prasetya" ucap Daniel lagi


"Apa selama ini Mega tidak pernah kerumah mas Arvin?" tanya Lista


"Mega tidak pernah memasuki rumah tuan muda, bahkan rumah utama pun Mega tidak pernah masuk" ucap Daniel


"Saya dapat melihat jika tuan muda sangat mencintai anda" ucap Daniel


"Tapi aku lihat dia masih menyimpan foto Mega di ruang kerjanya" ucap Lista


"Selama ini tuan muda tidak pernah memasuki ruang kerjanya. Sayalah yang keluar masuk ruang kerja tuan muda" jawab Daniel


"Kau bicara seprti itu, karena kau asistennya" ucap Lista


"Walaupun saya bukan asistennya, saya juga akan berkata demikian" ucap Daniel


"Anda bisa melihat keadaan tuan muda yang sekarang, dia nampak lebih kurus dan sedikit berantakan" ucap Daniel


Lista mengingat sudah beberapa hari ini dia tidak melihat Arvin di rumah


"Nyonya, saya harap anda dapat mempertimbangkan lagi" ucap Daniel, Lista menghela nafasnya dan mengangguk pelan


Saat sampai di rumah, Lista segera masuk dan melihat Arvin yang sedang berada di ruang keluarga


Lista melihat tubuh Arvin yang sedikit kurus, dengan rambut acak-acakan. Lista mengingat semua perkataan Daniel


Sungguh saat ini dia sangat merindukan Arvin suaminya. Lista perlahan mendekat pada Arvin, tanpa tarasa Lista meneteskan air matanya saat makin dekat dengan Arvin


Lista berjalan lebih cepat dan memeluk Arvin yang masih duduk di kursi roda dari belakang


Sontak saja, Arvin terkejut tiba-tiba ada yang memeluknya


"Lista ada apa, apa ada yang mengganggumu?" tanya Arvin, Lista memggelengkan kepalanya


"Mas Arvin aku minta maaf" ucap Lista menangis, Arvin melepaskan pelukan Lista dengan membalikkan kursi rodanya dan menarik tangan Lista hingga duduk di pangkuannya


"Lista kenapa kamu minta maaf?" tanya Arvin

__ADS_1


"Aku gak bisa untuk membenci kamu aku gak bisa" ucap ListaLista, Arvin tersenyum mendengar perkataan Lista


"Jadi jangan benci aku, jangan menghindar dari aku, Aku tidak tahan jauh dari kamu" ucap Arvin memeluk Lista


__ADS_2