Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 56


__ADS_3

"Sayang, untuk sementara kamu tinggal bersama kakek dan kakak kamu dulu. Aku rasa mereka sangat merindukan kamu" ucap Arvin


"Tapi bagaimana dengan kamu?" tanya Lista


"Aku akan kembali ke Indonesia dulu. Aku harus kembali ke perusahaan" jawab Arvin


"Lalu aku akan sendirian disini?" tanya Lista


"Bukankah ada kami" ucap Viona merangkul kedua sahabatnya


"Serius kalian akan menemani aku?" tanya Lista


"Serius dong, kapan lagi kita bisa tinggal di Amerika, ya walau hanya beberapa hari" ucap Cantika


"Sayang, aku hanya bisa memberi kamu waktu satu minggu. Lagipun aku tidak akan bisa tahan jika aku harus berjauhan dengan istriku ini" ucap Arvin mencium tangan Lista, sedangkan Darren memutar matanya malas


"Ekhem..." kakek Charles berdehem


"Hei, ini di tempat umum, bisa kan kondisikan kebucinan kamu itu" ucap Darren menarik baju Arvin menjauh dari Lista


"Kenapa, makanya cepat cari pasangan" ledek Arvin


"Kan sudah ada Lula dia" ucap Lista


"Dih, siapa yang mau sama gadis belia seperti dia" ucap Darren, membuat Kakek tertawa


"Darren, jika kau punya pasangan segera bawa kerumah. Kakek juga ingin bertemu dengan calon cucu menantu" ucap kakek yang semakin membuat kamar itu ramai


"Darren tidak punya kekasih kek" jawab Darren, membuat Lista terkekeh


"Kalau begitu aku tinggal sebentar, aku harus mengurus beberapa prosedur rumah sakit, karena Lista akan pulang besok pagi" ucap Arvin


"Pergilah" jawab Darren


"Kau ikut aku, aku tak ingin kau menggoda istriku" ucap Arvin menarik baju Darren


"Istrimu adikku, jadi tidak masalah kan aku menggodanya" ucap Darren yang mengikuti langkah Arvin karena bajunya masih ditarik Arvin


"Darren, aku merasa ada yang mengawasi kita" ucap Arvin pelan dengan serius, sebenarnya inilah tujuan Arvin menarik Darren


"Kau merasakannya juga?" tanya Darren, melirik Arvin


"Menurutmu siapa dia?" tanya Arvin


"Pasti anak buah paman" ucap Darren


"Darren, apa kau tak merasa aneh pada Ethan?" tanya Arvin, Darren menghentikan langkahnya


"Apa kau mencurigai Ethan?" tanya Darren menatap Arvin


"Lalu dimana dia, dari kemarin aku tak melihat dia datang?" ucap Arvin, Darren diam


"Tapi tidak mungkin Vin, aku tau bagaimana Ethan" ucap Darren


"Aku harap dugaanku salah. Semoga saja Ethan tak seperti yang aku pikirkan" ucap Arvin yang kembali melanjutkan langkahnya


"Apa mungkin Ethan juga terlibat?" batin Darren yang masih diam tak bergerak


Sementara itu...


"Apa yang harus kita lakukan sekarang tuan?" tanya seorang pria yang bernama Athan itu


"Kau tetap awasi saja mereka" ucapnya datar


"Tapi tuan, sepertinya tuan besar sudah mulai curiga" ucap Athan


"Kau tenang saja, aku tidak akan membiarkan siapa saja menggagalkan rencanaku" ucapnya tersenyum licik


.


.

__ADS_1


Di negara Indonesia...


"Dugaanku benar" ucap Juan mengepalkan tangannya


"Ar, lihat salah satu dari mereka kabur" ucap Juan yang melihat salah satu dari mereka kabur


"Kita ikuti, aku rasa dia pasti akan membuat laporan pada tuannya" ucap Arya, Juan mengangguk


"Sepertinya aku pernah melewati tempat ini" ucap Arya


"Aku tidak terkejut karena kau memang orang jalanan" ucap Juan santai


"Sialan" umpat Arya kesal


"Ar, hentikan mobilnya" ucap Juan, Arvin pun langsung menghentikan mobilnya


"Ada apa?" tanya Arya


"Lihat di depan, sepertinya setiap mobil yang masuk akan di hentikan oleh mereka" ucap JuanJuan


"Juan, kita harus turun agak jauh dari tempat ini" ucap Arya, Juan mengangguk


Di rumah sakit...


"Tuan, bisakah saya keluar dari rumah sakit?" tanya Lexi


"Kau masih belum pulih, kau harus dirawat beberapa hari lagi" ucap Reyhan


"Tapi tuan, saya sudah sembuh. Dan saya juga harus membantu Bos Arya dan rekan yang lain" ucap Lexi


"Aku tau. Besok aku akan memberikan izin kau pulang, jadi kau harus istirahat dulu" ucap Reyhan, Lexi mengangguk pasrah


"Tuan, saya rasa mereka masih membantu Reki dari jauh" ucap Lexi


"Kenapa, apa Reki yang melakukan ini semua?" tanya Reyhan


"Bukan, tapi ada seseorang yang membantunya" ucap Lexi


"Tidak, tapi saya sempat membuka salah satu penutup wajah yang mereka pakai, wajahnya bukan dari orang Indonesia" ucap Lexi, Reyhan diam terus mencerna perkataan Lexi


"Kau istirahat dulu, aku akan membicarakan ini dengan Arya" ucap Reyhan, Lexi mengangguk mengerti


Kembali pada Arya dan Juan...


Arya dan Juan langsung masuk ke tempat yang terjaga dengan ketat itu, Arya dan Juan mampu melewati para menjaga itu dengan mudah


"Anak buah selusin, tapi sangat ceroboh" ucap Arya


"Ck, cepat masuk" ucap Juan memukul kepala Arya


"Sial, kenapa kau memukul ku?" tanya Arya menggosok kepalanya


"Kau bodoh" ucap Juan kesal


Saat Arya dan Juan sudah berada di dalam, Juan dan Arya melihat siapa orang di balik ini semua


"Juan, itu Reki dan.... " ucap Arya terhenti dan menatap Juan


Di Amerika....


Lista dan Risa pergi ke taman untuk menghirup udara segar, namun saat Lista akan duduk seorang gadis menghampirinya


"Kak Lista" panggilnya


"Lula" ucap Lista dan Risa


"Kenapa kau disini?" tanya Risa


"Aku sedang menjenguk temanku" jawab Lula


"Lalu kak Lista kenapa disini?" tanya Lula balik

__ADS_1


"Ceritanya panjang" jawab Lista


"Sepanjang apa?" tanya Lula


"Banyak tanya ya La" ucap Risa kesal, membuat Lula tertawa kecil


"Oh iya, apa kak Lista sudah melahirkan?" tanya Lula, Lista terdiam


"Lula, anak kak Lista tidak bisa din selamatkan" ucap Risa


"Apa, tapi kenapa?" tanya Lula


"Sudah anak kecil jangan banyak tanya" ucap Risa mengacak rambut Lula


"Aaah kak Risa, aku baru saja dari salon" ucap Lula merapikan rambutnya, sedang Lista terkekeh melihat tingkah keduanya


.


Di markas Kevin...


"Bagaimana keadaan dia?" tanya Arvin


"Seperti itu, dia cukup kuat" ucap Kevin


"Daniel, persiapkan semuanya. Hari ini aku sendiri yang akan membuatnya semakin menderita" ucap Arvin berjalan menuju ruang bawah tanah, Daniel yang tau maksud tuan mudanya pun langsung melakukan tugasnya


"Hai Jack, bagaimana kabarmu?" tanya Arvin


"Kau tenang saja, aku masih baik-baik saja. Aku tidak akan mati dengan mudah" ucap Jack tetap tenang


"Baguslah, tapi hari ini adalah hari terakhirmu berasa di negara ini" ucap Arvin


"Apa kau akan mengasingkan aku, atau kau akan langsung membunuhku?" tanya Jack tertawa


"Tentu saja mengasingkan dirimu" ucap Arvin


"Aku tidak perduli" ucap Jack


"Tuan muda, semua sudah siap" ucap Daniel


"Kevin" ucap Arvin


"Apa?" tanya Kevin santai


"Dasar bodoh" ucap Arvin kesal


"Ikat dia, dan tutup wajahnya, dan bawa dia ke pesawat" ucap Arvin, anak buah Kevin pun langsung menuruti perkataan Arvin


"Daniel, kau pergi kirim dia. Besok kita harus kembali ke negara kita" ucap Arvin


"Baguslah, cepatlah kalian pergi" ucap Kevin


"Tapi, aku ada tugas untukmu. Istriku akan berada di sini selama satu minggu, jadi oau harus menjaga istriku dan juga ketiga sahabat istriku" ucap Arvin


"Dasar sialan. Kau memang pantas di juluki raja iblis" ucap Kevin


"Terimaksih atas pujianmu" ucap Arvin melambaikan tangannya dan pergi


"Tuan muda gila, aku menghinamu bukan memujimu" umpat Kevin geram


"Lepaskan aku, kalian mau membawaku kemana?" tanya Jack


"Tentu saja ketempat dimana kau diasingkan tuan" ucap Daniel


"Dimana kau akan mengasingkan aku?" tanya Jack


"Tentu saja di Afrika" ucap Daniel pelan, membuat Jack memberontak


"Lepaskan aku, aku tak ingin berada di Afrika" ucap Jack


"Sayangnya aku tidak ingin bernegosiasi dengamu" ucap Daniel terseyum licik

__ADS_1


**Bersambung**


__ADS_2