
"Tuan Charles" sapa Ramon saat melihat Charles di rumah sakit itu
"Lama tidak bertemu tuan Ramon" ucap tuan Charles saling berjabat tangan
"Sedang apa tuan Charles berada di rumah sakit?" tanya Ramon
"Saya hanya ingin mengunjungi cucu saya, lalu kenapa anda bisa berada di rumah sakit ini?" tanya Charles
"Menantu saya di rawat disini" ucap Ramon
"Menantu, tapi saya tidak pernah mendengar pernikahan putra anda" ucap Charles bingung
"Kakek" tiba-tiba Darren menghampiri Charles
"Om tante" sapa Darren
"Darren, kau datang" ucap Elin tersenyum lembut
"Om, sebenarnya kakek Darren ingin bertemu dengan Lista" ucap Darren
"Ingin bertemu dengan Lista?" tanya Ramon menatap istrinya bingung
"Sebenarnya Lista adalah cucu saya" ucap Kakek Charles membuat Elin dan Ramon terkejut
"Apa, bukankah Lista putra dari tuan Haidar?" tanya Ramon
Kakek dan Darren pun menceritakan semua pada Ramon dan Elin. Awalnya Ramon dan Elin tak percaya namun setelah Darren dan kakek menjelaskan lebih dalam lagi, barulah Ramon dan Elin percaya
"Apa Lista tau?" tanya Ramon
"Belum om" jawab Darren
"Bagaimana dengan Arvin?"tanya Elin
"Semua sudah tau, hanya Lista yang tak tau tentang asal usulnya" jawab Darren
"Kenapa Arvin tak memberi tahu kami?" tanya Ramon kesal
"Maafkan Darren, karena Darren meminta Arvin untuk merahasiakan dulu" ucap Darren menunduk
"Darren kau masuklah bersama kakekmu" ucap Elin membuka ruang rawat Lista
Ketiga sahabat Lista langsung berdiri, begitupun dengan Juan dan Reyhan
"Perkenalkan dia adalah kakekku, dan juga kakek Lista" ucap Darren
"Selamat pagi tuan Charles" ucap Juan dan Reyhan
"Selamat pagi tuan" sapa ketiga sahabat Lista
"Panggil saja kakek" ucap Charles tersenyum
"Tuan Charles" ucap Arvin
"Kenapa kau masih memanggilku tuan, kau cucu menantuku" ucap Charles memeluk Arvin
"Terimaksih kakek. Maafkan aku karena tak melindungi Lista dengan baik" ucap Arvin
__ADS_1
"Sudahlah, semua sudah terjadi. Kedepannya kau harus melindungi Lista dengan lebih baik lagi" ucap kakek Charles
"Cucuku, wajahmu begitu mirip dengan ibumu" ucap Charles mengelus rambut Lista
"Bangunlah nak, kamu tidak sendirian. Kakek dan kakakmu selalu ada untukmu" ucap Kakek, tanpa terasa air mata kakek Charles menetes di tangan Lista
"Lista bangunlah, kakak sangat merindukan kamu. Kakak tidak sabar ingin memberi tahu kamu, bahwa kamu adikku" ucap Darren mencium kening Lista
Ketiga sahabat Lista juga tak kuasa menahan tangisnya saat melihat kakek Charles menangis
"Emmh" tiba-tiba saja Charles dan Darren mendengar Lista melenguh
"Lista" ucap Darren, saat dia melihat Lista membuka matanya
"Sayang, kamu sadar" ucap Arvin menggenggam tangan Lista
"Mas Arvin" ucap Lista yang masih lemah
"Terimakasih sayang, kau tidak meninggalkanku" ucap Arvin yang tak kuasa menahan rasa bahagianya dan menciumi seluruh wajah Lista
"Mas, kita ada dimana?" tanya Lista melihat sekelilingnya
"Kita berada di negara Amerika. seseorang menculikmu dan membawamu kenegara ini" ucap Arvin, Lista mencoba mengingat kejadian penculikan itu, hingga dia mengingat akan kandungannya
"Mas, tapi anak kita" ucap Lista terhenti karena Arvin menutup mulut Lista dengan jari telunjuknya
"Tidak apa-apa, kita akan punya anak lagi nanti" ucap Arvin menenangkan istrinya
"Kenapa semua yang aku sayang, satu persatu menunggalkan aku" ucap Lista menangis
"Kakak tidak akan pernah meninggalkan kamu, begitupun juga dengan kakek" ucap Darren tiba-tiba, Lista menatap Darren
"Kamu adalah adikku, adik kandung yang selama ini kakak cari" ucap Darren memeluk Lista
"A...adik kandung kak Darren?" tanya Lista melihat arah suaminya
"Iya, kamu adik kakak" ucap Darren
"Dan ini kakek, kakek kita" ucap Darren tersenyum
"Aku masih punya keluarga?" tanya Lista
"Iya sayang, kamu masih memiliki kami" ucap kakek Charles yang memeluk cucu perempuannya itu
"Maafkan kakek, karena kakek membuat kamu menderita di luar sana" ucap kakek, Lista menggelengkan kepalanya sambil memeluk kakek Charles dengan erat
"Maafkan kakak juga, yang terlalu lama memberi tau kamu" ucap Darren
"Maksud kak Darren, kak Darren sudah lama mengetahui kalau aku adik kandung kak Darren?" tanya Lista menggenggam tangan Darren
"Kami semua sudah tau, kalau kau adik Darren, hanya saja kita tidak bisa mengungkap identitas kamu, karena takut kamu dalam bahaya" ucap Arvin
"Kami semua, jadi kamu juga tau mas?" tanya Lista, Arvin mengangguk
"Maafkan aku, akun melakukan ini demi kebaikanmu" ucap Arvin
Setelah itu, terlihat dua orang pria dan wanita memasuki ruang rawat Lista, tentu saja Lista begitu terkejut saat melihat pria yang terseyum padanya itu
__ADS_1
"Tidak, kak aku takut" ucap Lista ketakutan
"Lista ada apa?" tanya Darren
"Dia, dia yang membuat anak kita pergi" ucap Lista
"Sayang, bukan dia. Dia kembaran Jack. Dia Jackie" ucap Arvin
"Maafkan saya nona, saya tau anda sangat tertekan saat melihat saya. Tapi kedatangan saya kemari, saya hanya ingin minta maaf, karena saudara kembar saya membuat Anda kehilangan anak anda" ucap Jackie menundukkan kepalanya
"Kamu jangan khawatir, Jack tidak akan pernah muncul lagi di hadapan kamu" ucap Arvin lembut
"Nona, akhirnya anda bangun. Semua sangat khawatir pada anda" ucap Alice mendekati Lista
"Alice, terimakasih karena kamu selalu membantuku saat aku di kurung" ucap Lista menggenggam tangan Alice
"Sama-sama nona" jawab Alice
"Jackie bisa kau bantu aku untuk bertemu dengan kakekmu, aku ingin membicarakan perjodohan antara kau dan cucuku" ucap Kakek Charles
"A...apa maksud kakek, aku tidak mau berpisah dengan mas Arvin" ucap Lista segera menolak
"Maafkan saya kek, tapi perjodohan itu sudah dibatalkan oleh kakek saya" ucap Jackie
"Sudah dibatalkan?" tanya kakek Charles bingung
"Benar, karena kakek tau jika Lista sudah menikah dan kakek tidak akan meneruskan perjodohan ini" ucap Jackie
"Baguslah, tapi aku masih harus bertemu dengan kakekmu untuk minta maaf" ucap Kakek Charles
"Baiklah kek" ucap Jackie
"Tapi yang aneh, kenapa keluarga Louis mengetahui lebih dulu tentang identitas Lista. Padahal aku masih belum mempublikasikan siapa Lista" ucap Darren
"Tuan Darren, menurut saya ada orang dalam yang berkhianat pada keluarga Charles" ucap Jackie, Darren mengangguk menyetujui
Setelah itu terdengar ponsel Arya berdering, Arya langsung keluar untuk mengangkat telphonnya
"Halo ada apa Ryo?" tanya Arya
"Apa yang kau katakan Ryo" Entah apa yang dikatakan Ryo hingga membuat Arya begitu terkejut
"Arya ada apa?" tanya Juan yang keluar dan diikuti oleh ketiga sahabatnya yang lain
"Aku harus kembali ke Indonesia" ucap Arya
"Ada apa, apa terjadi sesuatu?" tanya Arvin
"Markasku diserang. Aku juga mendapat kabar bahwa Lexi tiba-tiba menghilang" ucap Arya sedikit khawatir namun dia tetap mencoba tenang
"Aku akan ikut denganmu" ucap Juan
"Aku juga" ucap Reyhan
"Aku dan Darren akan menyusul" ucap Arvin, Darren mengangguk, begitupun dengan Arya dan Juan
"Baiklah" ucap Arya, lalu Arya kembali kedalam untuk berpamitan
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, seseorang merekam percakapan mereka dan tersenyum licik
**Bersambung**