
Setelah sampai rumah, Arvin membawa Lista menuju kamarnya dan membaringkannya
"Mas, kamu istirahatlah dulu, aku lihat kamu terlalu lelah" ucap Lista yang melihat wajah lelah suaminya
"Iya, sayang aku mandi dulu" ucap Arvin menuju kamar mandi
Lista melihat ponsel Arvin berdering, dan melihat siapa yang menghubunginya
"Mas, ponsel kamu berdering" ucap Lista sedikit kencang
"Siapa sayang, kamu angkat saja" ucap Arvin berteriak dari kamar mandi
Lista menggeser tombol hijau dan mengangkatnya
"Halo" ucap Lista
"Lista, dimana Arvin?" tanya Darren
"Mas Arvin masih mandi mas, ada apa?" tanya Lista
"Tidak apa. Selamat ya atas kehamilanmu" ucap Darren terdengar lembut
"Terimaksih kak" ucap Lista malu
"Ya sudah, nanti aku akan menghubungi Arvin lagi. Kau istirahatlah" ucap Darren
"Baik kak" ucap Lista mematikan ponselnya
"Siapa sayang?" tanya Arvin yang baru keluar dengan rambut yang masih basah
"Kak Darren" jawab Lista
"Dia bilang apa?" tanya Arvin mendekati Lista
"Dia bilang akan menghubungi kamu nanti" jawab Lista mendekat dan memeluk Arvin
"Kenapa, hemmh?" tanya Arvin lembut
"Tidak ada, aku hanya ingin memelukmu. Aku merindukan aroma tubuhmu" ucap Lista dan tiba-tiba saja Lista mencium bibir Arvin
Mendapat serangan tiba-tiba dari istrinya, Arvin tak dapat menahan hasratnya yang sudah lama tak menyentuh istrinya
Arvin pun membalas ciuman Lista hingga ke tahapan yang lebih panas
Arvin melepas baju Lista dengan tangan yang sudah berjalan menyusuri tubuh istrinya
Arvin menghentikan aktivitasnya saat tangannya berada di atas perut Lista
"Kenapa mas?" tanya Lista dengan tatapan sayu
"Sayang kau sedang hamil, Reyhan bilang untuk sekarang aku tidak bisa melakukannya padamu" ucap Arvin mengecup kening Lista dan turun ke bibir pink Lista
Merasakan hasratnya yang sudah memuncak, Arvin kembali ke kamar mandi untuk mendinginkan tubuhnya dan menidurkan adik kecilnya itu
Melihat Arvin yang kembali ke kamar mandi, membuat Lista tertawa cekikikan karena dapat mengerjai suaminya itu
Lista yang merasa tenggorokannya kering langsung turun untuk mengisi teko airnya miliknya
__ADS_1
"Nyonya" sapa bibi di rumah mami
"Bibi, apa mami belum datang?" tanya Lista sambil mengisi teko airnya
"Belum nyonya" jawab bibi masih memasak di dapur
"Bibi masak apa?" tanya Lista
"Bibi masak ayam kecap sama sayur capcay" jawab bibi
"Itu ada kerupuk, punya siapa bi?" tanya Lista melihat kerupuk di gantung di atas lemari makan
"Oh itu punya bibi, bibi suka nyemil kerupuk" jawab bibi terkekeh
"Bi, Lista boleh minta kerupuknya, Lista ingin makan nasi dan kerupuk" ucap Lista
"Nyonya ngidam makan kerupuk?" tanya bibi tertawa pelan dan mengambil kerupuk itu, lalu bibi mengambil secentong nasi untuk nyonya mudanya itu
"Nyonya, mau pakai ayam?" tanya bibi
"Tidak, Lista ingin makan dengan kerupuk saja" ucap Lista sambil neyuapkan nasi dengan tangannya
Arvin yang turun mencari keberadaan Lista terkejut karena Lista hanya makan nasi dan kerupuk saja
"Sayang kamu makan apa?" tanya Arvin merampas piring Lista
"Mas, aku lagi ingin makan dengan kerupuk" ucap Lista merebut kembali piringnya
"Tidak boleh, kau harus makan yang banyak nutrisi, agar kandunganmu sehat" ucap Arvin
"Ada apa ini?" tanya Elin tiba-tiba dengan membawa beberapa kantong supermarket
"Sayang, kenapa hanya makan nasi dan kerupuk?" tanya Lista lembut
"Tidak tau, Lista merasa lapar saat melihat kerupuk bibi" ucap Lista menatap Elin sendu
"Tapi ini gak baik buat kamu" ucap Arvin sedikit membentak, membuat Lista terkejut
"Yang dikatakan kak Arvin benar. Lagipun orang yang hamil harus makan-makanan yang sehat" sambung Lula menyela
Tanpa menjawab Lista mencuci tangannya dan kembali kekamarnya tanpa berpamitan
"Arvin, kamu itu jangan terlalu keras pada Lista, dia sedang hamil" ucap Elin memarahi putranya itu
"Tapi tante, dia makan nasi dengan kerupuk tidak akan baik untuk janinnya" ucap Lula
"Lista masih hamil muda, dia pasti akan memilih makanan supaya nyaman di perutnya" ucap Elin marah
"Aku bisa membelikan dia apa saja, asal jangan makan nasi dan kerupuk seperti itu" ucap Arvin
"Coba kau bayangkan saat perutmu tak nyaman, apa kau bisa makan enak?" tanya Elin lagi geram
"Pergi kekamar dan hibur istrimu" sambung Elin dan meninggalkan Arvin juga Lula
"Kak Arvin, aku ingin tidur di kamar sebelahmu, bolehkan?"tanya Lula merangkul lengan Arvin
"Kau hanya tamu, tidurlah di kamar tamu yang di bawah" jawab Arvin dingin
__ADS_1
Arvin kembali ke kamarnya untuk menghibur sang istri
Saat Arvin sampai kamar, dia melihat Lista tertidur menutup dirinya dengan selimut
"Sayang maafkan aku" ucap Arvin mencium kening Lista
Lalu Arvin membaringkan tubuhnya disamping Lista sambil memeluk Lista erat
Sedangkan disisi Lula, dia terlihat sedih karena perlakuan yang dingin padanya
"Kenapa kak Arvin berubah, dia sudah bukan kak Arvin yang aku kenal dulu" ucap Lula sedih
.
.
Di negara lain...
"Kau" ucap Jackie terkejut saat melihat pria bertopeng itu
"Aku bisa membantumu keluar dari sini, tapi kau juga harus membantuku" ucap pria bertopeng itu
"Aku tidak butuh bantuanmu" ucap Jackie
"Jangan menolakku lebih dulu, kau pikirkan baik-baik, bagaimana nasib karyawan perusahaan keluargamu jika Jack yang memegang kendali, apa kau bisa membayangkan bagaimana nasib keluargamu saat di bawah kendali Jack?" ucap pria bertopeng itu berbisik membuat Jackie diam tak menjawab
"Kau pikirkan baik-baik, aku akan mendatangimu lagi nanti" ucap pria bertopeng itu tersenyum
Pria bertopeng itu melepas topeng dan menyimpannya di mobil miliknya, lalu melajukan mobilnya kembali
.
.
Di kediaman Louis, dia melihat pria bertopeng itu masuk ke hutan dan bertemu dengan Jackie
"Kurang ajar, siapa yang ingin bermain denganku" ucap Jack mengepalkan tangannya
"Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Alex yang memang diminta Jack untuk datang
"Sekidiki pria bertopeng ini, aku ingin kau membawanya padaku, hidup atau mati" ucap Jack dengan tatapan yang mengerikan
"Baik tuan muda, saya akan menyelidikinya dengan cepat" ucap Alex
Setelah itu, Alex mengambil ponselnya yang berada di saku celanya dan menghubungi seseorang
.
Keesokan harinya, Jack mendapat kabar bahwa Alex terluka karena berkelahi dengan pria bertopeng itu, dengan cepat Jack menuju rumah sakit tempat Alex dirawat
"Alex bagaimana bisa kau terluka begitu parah?"tanya Jack melihat luka Alex yang parah
"Maafkan saya tuan, saya gagal menangkap pria bertopeng itu" ucap Alex merasa bersalah
"Tidak apa, aku akan meminta anak buahku menyelidikinya" ucap Jack geram
"Baik tuan muda" jawab Alex
__ADS_1
Tanpa Jack sadari seseorang tersenyum penuh kemenangan
**Bersambung**